Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MULTI-CHANNEL FRY COUNTER DESIGN USING OPTOCOUPLER SENSOR Lazuardi Umar; Yanuar Hamzah; Rahmondia N Setiadi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 4 Issue 2, August 2019
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.517 KB) | DOI: 10.21009/SPEKTRA.042.06

Abstract

This paper describes a design of a fry counter intended to be used by consumption fish farmer. Along this time, almost all the fry counting processes are counted by manual, which is done by human. It is requiring much energy and needs high concentration; thus, can cause a high mental and emotional exhaustion for the fry counting worker. Besides that, the human capability and capacity for counting the are limited to a low number. A fry counter design in this study utilizes a multi-channel optocoupler sensor to increase the counting capacity. The multi-channel fry counter counting system is developed as a solution to a limited capacity of available fry counter. This design uses an input signal extender system for the sensor. The design is based on the interrupt combiner to accommodate multi-channel sensor used. Besides, the transmitter beam's angle is adjusted to deal with the deflection due to water surface. From the experiment, multi-channel sensor can be implemented and high accuracy level could be obtained on the counting and channel number detection, therefore, this design can be implemented and could help farmers to increase the production capacity of consuming fish.
PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL PLASMONIK PERAK (Ag) TERHADAP SIFAT FISIS NANOROD ZnODENGAN METODE SEED-MEDIATED HYDROTHERMAL Fera Anggelina; Iwantono Iwantono; Lazuardi Umar; Awitdrus Awitdrus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.622 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1041-1047

Abstract

Penumbuhan nanorod ZnO dengan tambahan material plasmonik Ag telah berhasil dilakukan dengan menggunakan metode seed-mediated hydrothermal melalui 2 proses: pembenihan dan penumbuhan. Penambahan Ag dilakukan setelah penumbuhan nanorod ZnO yang berlangsung pada suhu 90°C selama 8 jam. Pengaruh penambahan Ag terhadap sifat fisis nanorod ZnO dievaluasi dengan menggunakan teknik karakterisasi XRD, FESEM-EDX dan spektroskopi UV-Vis. Spektrum XRD yang dihasilkan sampel tidak memperlihatkan puncak khusus untuk Ag, namun foto FESEM cukup menampakkan bahwa Ag berhasil masuk ke dalam kisi nanorod ZnO. Hal ini diperlihatkan dengan rusaknya penampang permukaan dari nanorod ZnO, ukuran diameter yang tidak seragam, serta orientasi nanorod yang tidak tegak lurus terhadap substrat. Keberadaan Ag sangat jelas diperlihatkan pada uji EDX dengan persentase berat sebesar 0.2%. Penambahan Ag pada nanorod ZnO berdampak positif, terutama pada sifat optik ZnO. Adanya tambahan Ag menambah rentang daya serap sampel dari UV hingga cahaya tampak. Dengan adanya sifat SPR pada sampel, maka penggunaan material aktif ini pada DSSC sangat dimungkinkan mampu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.
AUTOMATISASI KALIBRASI SENSOR SUHU PTC DAN NTC MEMPERGUNAKAN SUMBER TEGANGAN TERPROGRAM DAC7611 Herman Syahputra; Lazuardi Umar; Rahmondia Nanda Setiadi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A system  calibration  of  PTC  and  NTC  temperature  sensor  using a preprogrammable voltage source based on DAC7611  was  designed.  Temperature  sensors  of  PTC  typethermistor used was a type of  RS  and  NTC  type  was  B57962  S282  using  a  standard voltage divider with resistance to both sensors. Sensor voltage was  increased with a step interval  of 1V  and  time  equilibrium  sensors  of  120  s.  The characteristic  of  the sensor were  modeled  in the form of  the curve  I(U)  based on the  self-heating  effect  (Self-Heating).  Results of  measurements  and  modeling  using  automatic  and  manual calibration  showed  two curves  coincided,  but  there  was  a difference  of  5,8mA maximum  current  for  the PTC  sensor  and  0,552mA  for  NTC  sensor.  These resultsindicated  that the  manufacturing  of  automatic  calibration system  worked  and  only  had  a small difference to the  manual calibration. This was due to the difference in  temperature of the ambient.
PENGEMBANGAN DAN OPTIMALISASI ELEMEN PELTIER SEBAGAI GENERATOR TERMAL MEMANFAATKAN ENERGI PANAS TERBUANG Walfred Tambunan; Lazuardi Umar; Dara Fuji
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.657 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.720-726

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya listrik dari elemen Peltier. Energi listrik merupakan kebutuhan primer bagi manusia, namun penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan kelangkaan energi listrik, sehingga diperlukan upaya untuk mencari energi alternatif yang terbarukan. Salah satunya dengan memanfaatkan panas buangan menggunakan elemen Peltier yang akan dirubah menjadi energi listrik dan diaplikasikan menjadi pembangkit daya termoelektrik. Pembangkit daya termoelektrik TEG (Thermoelectric Generator) dapat menghasilkan energi listrik ketika ada perbedaan suhu yang terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda prinsip ini dikenal dengan nama “efek Seebeck” yang merupakan kebalikan dari efek Peltier TEC (Termoelectric Cooling), dimana variasi tegangan travo toroid pada pemanas sebagai simulasi dari panas terbuang pada kendaraan yakni sebesar 10 volt mulai dari 30 volt hingga 80 volt selama 40 menit. Hasil pengujian menunjukan tegangan bergantung pada perbedaan suhu antara sisi panas dan dingin. Dimana tegangan yang dihasilkan berbanding lurus dengan perbedaan suhu elements peltier, begitu juga dengan arus dan daya yang dihasilkan. Penelitian tentang TEG ini memiliki prospek yang cerah untuk masa depan sebagai sumber energi listrik.
SENSOR KOIL DATAR UNTUK ENGSEL ELEKTRONIK DENGAN ALGORITMA KOREKSI SUHU LINGKUNGAN Usman Malik; Lazuardi Umar; Widya Nora Nasution
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.073 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.701-706

Abstract

Telah dilakukan penelitian meggunakan sensor koil datar sebagai elemen pengindra terhadap pengembangan engsel elektronik untuk aplikasi rumah pintar. Dalam pengukuran ini jarak minimum yang diukur ialah 5 mm dan jarak maksimum 20 mm. penelitian ini dilakukan dengan suhu bervariasi yaitu 30C, 40C, 50C dan 60C. Nilai tegangan keluaran untuk suhu 30C hingga 60C berkisar antara 1,468 mV sampai dengan 2,863 mV. Hasil yang diperoleh ialah grafik dengan kurva berlapis. Dari hasil grafik dilakukan pemodelan menggunakan persamaan matematis. Dan hasil yang didapat ialah berupa persamaan umum yaitu ܷUo(d,0)=yo(0)+a(0)e^[-(b(0))d].
KARAKTERISASI DAN REKONSTRUKSI KURVA R(T) SENSOR SUHU POSITIVETEMPERATURE COEFFICIENT (PTC) DARI KURVA I(V) MENGGUNAKANMODUL I-V CHARACTERIZER BERBASIS ARDUINO Elsa Maulina; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.804 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.933-937

Abstract

Studi tentang sensor suhu PTC biasanya dilakukan dengan mengukur resistensi atas suhusekitarnya dan digunakan untuk menggambarkan sensor karakteristik (kurva R-T). Metodekonvensional untuk mengkarakterisasi parameter sensor membutuhkan waktu yang cukuplama untuk menjaga suhu pada permukaan sensor. Penelitian ini menyajikan suatu metodeuntuk menentukan parameter sensor dari Siemens B59050 D1120 menggunakan I-V ModulCharacterizer berbasis Arduino. Proses karakterisasi dilakukan dalam keadaan self-heatingdengan tegangan diprogram dari Modul I-V di 1s dan kenaikan tegangan 10mV, sementarasuhu lingkungan TM diukur secara bersamaan dan dipertahankan konstan dalam ruangadiabatis Fa. Heraus T6060. Pengaruh suhu variasi pada kurva I(V) sensor diselidiki denganmenempatkan sensor pada berbagai suhu 303K, 313K, 323K dan 333K. Kurva I(V)menunjukkan hasil parameter sensor RT0, R0, B, RW, TC dengan nilai masing-masing230.98Ω, 117.01Ω, 63,99, 219.09K/W, 402.67K pada daerah kesetimbangan termal denganmenggunakan MathCad. Karakteristik sensor disajikan oleh kurva R(T) yang direkonstruksimenggunakan parameter yang diperoleh pada suhu sensor Ts simulasi dari 398,87K sampaidengan 409,68K dan hasil menunjukkan kesalahan kurang dari 2%.
ANALISA SIFAT NUTRISI TANAH PERKEBUNAN YANG DIBERI PUPUK UREA (CO(NH2)2) MENGGUNAKAN SENSOR NUTRISI TANAH Yanuar Hamzah; Lazuardi Umar; Susi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.722 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.707-713

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisa sifat nutrisi tanah perkebunan kelapa sawit yang diberi pupuk urea CO(NH2)2 menggunakan sensor nutrisi tanah modifikasi Wenner. Konsentrasi nutrisi tanah disimulasikan dengan memvariasikan jumlah massa pupuk, dimana massa pupuk yang digunakan adalah 5, 10, dan 15 gram. Kemudian dilakukan pengukuran untuk melihat pergeseran frekuensi dan amplitudo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi pergeseran frekuensi ¨I kHz dari masing – masing massa pupuk 5 gram ,10 gram dan 15 gram. Perbedaan frekuensi tidak cukup signifikan jika dibanding dengan perubahan amplitudo pada kurva (U0) untuk masingmasing massa pupuk urea. Dengan menggunakan persamaan model matematis dapat ditentukan puncak dari grafik tersebut. Daerah puncak untuk massa urea 5 gram yaitu 5.5 MHz, massa urea 10 dan 15 gram pada 5.45 MHz.
PENGEMBANGAN SENSOR MAGNETIK MAGNETORESISTIF (MR) UNTUK APLIKASI KOMPAS ELEKTRONIK Lazuardi Umar; Rahmondia Nanda Setiadi; Siska Maulana
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.412 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.759-763

Abstract

Dewasa ini sangat dibutuhkan peralatan-peralatan elektronik yang dapat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas. Pembuatan kompas ini menggunakan sensor medan magnet yaitu sensor HMC5883L. Alat telah diuji dan dikalibrasi menggunakan kalibrator standar medan magnet yaitu Teslameter FH51. Dalam penentuan arah sensor HMC5883L dihubungkan dengan Arduino Uno yang dihubungkan ke PC dengan menjalankan aplikasi perangkat lunak berbasis Visual C++. Sensor HMC5883L mengandalkan efek magnetoresistif dengan sensitivitas linearitas untuk mengukur medan magnet bumi yang lemah. HMC5883L merupakan elemen sensor medan yang yang dilengkapi dengan set/reset dan kompensasi kumparan terintegrasi. Selain elemen sensor, unit pengkondisian sinyal dan unit penentuan arah juga diperlukan untuk membangun sebuah kompas elektronik. Fungsi utama dari unit pengkondisian sinyal adalah amplifikasi sensor sinyal dan kompensasi offset. Kedua teknik kompensasi dapat diimplementasikan hanya dengan mengendalikan set terpadu/ ulang dan kumparan kompensasi HMC5883L tersebut. Teknik kalibrasi juga berhubungan dengan gangguan, deklinasi dan kemiringan yang ditunjukkan. Akhirnya akan menghasilkan sistem kompas yang lengkap.
DESAIN SISTIM AUTOMATISASI POMPA PENGISI KONTAINER BERDASARKAN ZONA LINEAR KURVA R(T) SENSOR PTC Lazuardi Umar; Beny Agustirandy
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 6 No. 2 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 6 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v6i2.13269

Abstract

Sensor PTC (Positive Temperature Coefficient) merupakan perangkat elketronika yang memiliki kepekaan terhadap perubahan suhu. PTC merupakan jenis termistor yang merupakan singkatan dari termal resistor yang berarti bahwa perubahan termal (suhu) mengakibatkan perubahan resistansi. PTC memiliki karakteristik resistansi naik ketika suhu lingkungan meningkat. Proses peningkatan resistansi ketika suhu lingkungan meningkat mengakibatkan arus yang melewati termistor akan semakin kecil. Berdasarkan hal tersebut maka sistem automatisasi pompa serta deteksi suhu dibuat menggunakan data perubahan resistansi dari termistor PTC yang dibuat melalui pengukuran nilai arus dan tegangan. Perangkat automatisasi dibuat dengan tegangan konstan 12V yang menghasilkan nilai resistansi PTC sebesar 480,71 Ω (pompa ON) pada medium udara dan medium air sebesar 102, 86 Ω (pompa OFF), dengan tingkat aukurasi mencapai 80%. Sistem deteksi suhu dilakukan pada tegangan 0V agar tidak suhu fluida yang diukur sensor murni suhu medium tanpa pengaruh pemanasan sensor akibat pemberian tegangan. Kurva R(T) yang dihasilkan di linearisasi sehingga mendapatkan persamaan linear sebagai dasar konversi resistansi menjadi suhu dengan gradien sebesar -1,01, offset 202,21 dan standar deviasi 10,8. Data yang dihasilkan diprogram dan disimpan pada histori mikrokontroler sebagai automatisasi dan deteksi suu secara simultan.
PENINGKATAN SENSITIVITAS SENSOR KOIL DATAR MEMPERGUNAKAN SOFT MAGNETIC VITROVAC Defrianto; Tengku Emrinaldi; Sultan Fiddunya Fiddunya; Rahmondia N. Setiadi; Lazuardi Umar
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 5 No. 1 (2019): JOP (Journal Online of Physics) Vol 5 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v5i1.7986

Abstract

This study reports the design of non-magnetic plate thickness sensors based on Eddy Current principld in the form of flat coils. The principle used in the Eddy Current sensor is a change of mutual coil inductance due to the presence of objects in the magnetic field. The coil is made up of single and double layer coil designed using Corel Draw Software based on printed circuit board (PCB) material with dimensions of 152.4 mm x 101.6 mm, which has a track distance of 0.125 m. Single and double layer coil inductance evaluations are carried out using the EVB LDC 1000 L/V Converter module which converts plate thickness into inductance values. The addition of a 30 mm Vitrovac thin film mounted in the direction of the winding in the 2 mm diameter coil core has been carried out to increase the sensitivity value of the sensor which gives an increase in sensitivity value of S = 0.321 uH / mm or 33.2%. The coil is able to measure plate thickness up to 10mm well.