Aulia, Syifa Siti
Prodi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Universitas Ahmad Dahlan

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Studi tentang “negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah” untuk penguatan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Ahmad Dahlan Dikdik Baehaqi Arif; Syifa Siti Aulia
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2017): Pembelajaran, Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.486 KB) | DOI: 10.21831/civics.v14i2.16440

Abstract

This research-based article tries to dig the conception of Pancasila-based State as Darul Ahdi Wa Syahadah to enlarge and enrich teaching materials of Citizenship Education for students at Muhammadiyah Higher Education. It is argued that this effort is to give them basic comprehension of conceptual as well as practical dimensions of the relation among state, Pancasila, and Islam in accordance with Muhammadiyah doctrine. Unit of analysis is the coordinators of Citizenship Education at Ahmad Dahlan University. Data was collected through interview and document reading. Interviewees were coordinators and lecturers of the program chosen purposively. It is argued that the urgency of conception of Pancasila-based State as Darul Ahdi Wa Syahadah to strengthen and enlarge teaching materials of Citizenship Education at Ahmad Dahlan University due to its accordance with its vision and mission as an institution under Muhammadiyah Higher Education Foundation.
Nationalist character at Muhammadiyah school Syifa Siti Aulia; Dikdik Baehaqi Arif; Idham Sofihara; Astika Pungki Utami; Laelaturrohmah Laelaturrohmah; Iqbal Arpannudin
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.39183

Abstract

One of the ways to strengthen nationalist character values is through formal education, including in Muhammadiyah schools. The practice needs strengthening in Muhammadiyah schools for deviations in student behavior that do not reflect the values of nationalist character. This article attempts to provide an overview of strengthening the values of nationalist characters through Muhammadiyah school culture. The research method used is qualitative research. The focus of the object in this study is strengthening the value of nationalist character for students in Muhammadiyah schools. The steps of data analysis using data reduction models, data presentation, conclusions. The study results show that there are several school programs to instill the values of nationalist character through school culture, among others, through learning in the classroom and habituation outside the classroom, among others, through extracurricular activities. The supporting factor is that the school establishes with the parties to run the program. The inhibiting factor is that some students are still not optimal in participating in a school program.
Penanaman nilai-nilai religius dalam pembelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Ali Maksum Yogyakarta Miftakhul Huda; Syifa Siti Aulia
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/citizenship.v2i2.17988

Abstract

Kenakalan remaja yang akhir-akhir ini meningkat bisa dijadikan sebagai indikator turunnya nilai religius di kalangan remaja. Nilai religius menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu dan menjadi sikap hidup yang mengacu pada tatanan hidup yang sesuai dengan aturan dalam agama masing-masing. Kondisi sekarang ini, yang penting untuk melakukan upaya agar nilai religius kembali menguat, salah satunya yaitu upaya pemerintah dapat memperkuat eksistensinya adalah lewat jalur pendidikan, baik formal ataupun non formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penanaman nilai religius melalui metode pembelajaran PPKn di MA Ali Maksum Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran PPKn dan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, bahwa semua unsur yang terkandung di dalam nilai religius disampaikan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di dalam pembelajaran. Secara keseluruhan penyampaian unsur-unsur nilai religius kepada siswa menggunakan cara yang berbeda-beda, terkadang guru mengajak siswa unruk berdiskusi dan tidak jarang pula guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kemudian diberi tugas dan hasilnya dipresentasikan di depan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk membuat siswa tidak bosan dalam pembelajaran dan bisa menerima penyampaian dengan baik.
PENGUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI KEGIATAN TADABUR HIZBUL WATHAN Syifa Siti Aulia; Sirka Paryanti
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v7i1.10129

Abstract

Pendidikan multikultural harus menjawab tantangan permasalahan dari keanekaragaman kehidupan bangsa Indonesia sehingga penting untuk mengembangkan pendidikan multikultural di kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan pendidikan multikultural melalui implementasi kegiatan Tadabur alam di ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SMA MBS Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena penjabaran hasil menggambarkan gejala atau keadaan yang diteliti dari data yang empiris atau peneliti mengambil langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan multikultural ini satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan menguatkan. Implementasi tujuan pendidikan multikultural di beberapa kegiatan tadabur alam seperti pemetaan, komunikasi lapangan, PPGD, dan kekompakan kerja di ekstrakurikuler  SMA MBS Sleman Yogyakarta dengan memberikan pemahaman terhadap peserta didik dan kemudian diimplementasikan dalam kegiatan tadabur alam sehingga dengan penelitian ini dapat menjadi salah satu alternative untuk mencegah terjadinya konflik pada peserta didik dan ternyata pendidikan multikultural dapat diimplementasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan.
Pengaruh Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran PPKn Secara Daring Terhadap Keaktifan Siswa Ratno Singgih; Syifa Siti Aulia
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk. v7.n1.2022.pp17-24

Abstract

Dunia pendidikan terkena dampak akibat permasalahan Covid-19 yang berkaitan dengan keterbatasan interaksi sosial sehingga menurunkan keaktifan Siswa dalam pembelajaran. Menurut Fahri Qusyairi (2019) kegiatan proses pembelajaran interaksi sosial harus terjalin antara Guru dengan siswa. Metode penyampaian yang Guru lakukan dalam pembelajaran daring memiliki berbagai macam salah satunya metode hypnoteaching  bertujuan positif memaksimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan pikiran bawah sadar siswa. Metdoe hypnoteaching  dengan memaksimalkan kinerja pikiran siswa yang kemudian digabungkan dengan teori pada materi pembelajaran sehingga siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. Penelitian dengan analisis kuantitatif regresi linier sederhana dengan subjek penelitian yaitu Siswa Kelas X RPL, dan objek pada penelitian ini yaitu penggunaan metode hypnoteaching  oleh Guru PPKn. Metode pada pengumpulan data melalui pengisian kuisioner. Hasil Analisis menunjukkan pernyataan perolehan hasil skor signifikansi 0,000 0,05 dan skor koefisien determinasi R2 yaitu 0.883 dengan arti dalam metode hypnoteaching  pelajaran PPKn berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa Kelas X RPL sebesar 88,3%.The Influence of the Hypnoteaching  Method in Online Civic Education Learning on Student Activity. The world of education is affected by the Covid-19 problems related to the limitations of social interaction, thereby reducing student activity in learning. According to Fahri Qusyairi (2019), social interaction learning process activities must be established between teachers and students. The delivery method that the teacher uses in online learning has various kinds, one of which is the hypnoteaching  method with a positive aim to maximize the learning process by utilizing students' subconscious minds. Hypnoteaching  method by maximizing the performance of students' minds which is then combined with theory in learning materials so that students are more enthusiastic and active in learning. Research using simple linear regression quantitative analysis with research subjects namely Class X RPL students, and the object of this research is the use of hypnoteaching  methods by PPKn teachers. The method of collecting data is through filling out questionnaires. The results of the analysis show the statement of the acquisition of a significance score of 0.000 0.05 and the coefficient of determination R2 score is 0.883 with the meaning that the hypnoteaching  method of PPKn lessons affects the learning activity of Class X RPL students by 88.3%.
Moral Entrepreneur Islami Melalui Pendidikan Pancasila Sebagai Konsep Pembentukan Generasi Perbankan Syariah Di Era Global Meiwatizal Trihastuti; Yayuk Hidayah; Anis Suryaningsih; Muhammad Mona Adha; Syifa Siti Aulia
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1 - Juni 2020
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.854 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v5i1.4306

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis moral entrepreneur Islami melalui Pendidikan Pancasila sebagai konsep pembentukan generasi perbankan syariah di era global. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam rangka perwujudan entrepreneur islami di era global upaya yang dapat dilakukan adalah 1) Penguatan karakter Integritas agar dapat menjadi pribadi yang dapat dipercaya. 2) Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi untuk memupuk entrepreneur islami. 3) upaya persiapan generasi perbankan Syariah di era global dapat dimulai dengan pembudayaan peningkatan kualitas sumber daya yang professional di bidang perbankan Syariah.
Pemanfaatan Live Worksheet sebagai E-LKPD Pendidikan Pancasila materi Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia Mahmuda Ma'arif; Desti Fitria Nissa; Syifa Siti Aulia; Desi Nurul Immaniar
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 1 (2023): Volume 8, Nomor 1 - Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i1.8255

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali kreativitas guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila Materi Kolaborasi Antar Budaya di Indonesia melalui pemanfaatan Live Worksheet. Ruang lingkup penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pemanfaatan live worksheet yang dikembangkan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Suboh Situbondo. Metode penelitian  menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggali secara alamiah proses pemanfaatan live worksheet dalam pembelajaran. Keabsahan data menggunakan triangulasi untuk membandingkan antara hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Live worksheet berfungsi sebagai alat bantu penugasan peserta didik. Live worksheet sebagai bentuk E-LKPD menjadi alat evaluasi yang tepat untuk melihat bagaimana peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi kolaborasi antar budaya di Indonesia. Dibuktikan dengan data melihat adanya perbedaan hasil nilai belajar peserta didik kelas X E pada pre test dengan jumlah 10 peserta didik yang tuntas, dengan presentasi 31% dan pada penilaian post test E-LKPD berbasis live worksheet dengan 22 peserta didik yang tuntas dengan presentase 68%. Kesimpulannya E-LKPD dengan live worksheet materi kolaborasi antar budaya di Indonesia dengan hasil belajar yang baik dan meningkat serta mudah digunakan.
Penguatan Karakter Kebhinekaan Global Melalui Budaya Sekolah Refa Annisa Yudha; Syifa Siti Aulia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4853

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi sekolah yang peserta didiknya berasal dari berbagai daerah dengan berbagai keanekaragaman suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat, bahkan ada peserta didik yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan karakter kebhinekaan peserta didik melalui budaya sekolah di SMP MBS Prambanan Yogyakarta. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Budaya sekolah di SMP MBS Prambanan Yogyakarta yang berkaitan dengan kebhinekaan global yaitu budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun), penggunaan bahasa indonesia dalam berinterkasi dan berkomunikasi, Rolling tempat duduk yang rutin dilakukan setiap hari. (2) Penguatan karakter kebhinekaan global pada aspek mengenal dan menghargai budaya di SMP MBS Prambanan Yogyakarta dilakukan melalui seminar kebudayaan, Program International Sister School, Program unggulan Amal Bakti Santri (ABAS), perlombaan budaya, melalui projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, melalui pelajaran PPKn. (3) Penguatan karakter kebhinekaan global pada aspek komunikasi interkultural peserta didik dalam berinteraksi di SMP MBS Prambanan Yogyakarta dilakukan dengan penyamaan penggunaan bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab dalam berinteraksi dan berkomunikasi. (4) Karakter kebhinekaan global pada aspek refleksi dan tanggung jawab peserta didik terhadap pengalaman implementasi karakter kebhinekaan global dilakukan melalui pengimplementasian kurikulum merdeka, acara ramah tamah forum disksui, dengan adanya ujian bahasa, adanya penugasan dari IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dalam bidang bahasa sebagai pengawas. Kata Kunci: Penguatan Karakter, Kebhinekaan Global, Budaya Sekolah
Strategi Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Peningkatan Variasi Sumber Belajar di Desa Budaya Bangunjiwo Adella Puspa Setyawati; Syifa Siti Aulia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.49790

Abstract

AbstractCultural and civic literacy is very important in the era of globalization to maintain the local culture that becomes the identity of the nation. However, cultural and civic literacy is considered less competitive and studies are still minimal in its development. Bangunjiwo Village as a cultural village status is one example of the implementation of cultural and civic literacy. The type of research used is qualitative which uses data as material for analysis and is the narrative and descriptive approach. Data collection of observations, interviews, and documentation then triangulate techniques. The results of research on cultural and civic literacy strategies through increasing the variety of quality learning resources are as follows: 1) Access to library reading with facilities. 2) Digital media as a learning resource using websites, youtube, and instagram, 3) Site visits and history with traditional ceremonial activities and new ways of conveying historical stories through dances such as Ambangunjiwo Goa Wurung historical traces from Prince Diponegoro, 4) Traditional games and art exercises by means of children's dolanan festivals become unique events in conveying the diversity of traditional games packaged into dances. 5) Translation of supporting materials through spatial naming using Javanese script.---------------------------AbstrakLiterasi budaya dan kewargaan sangat penting untuk menghadapi era globalisasi untuk menjaga budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Akan tetapi, literasi budaya dan kewargaan dianggap kurang kompetitif serta kajian yang masih minim dalam pengembangannya. Desa Bangunjiwo sebagai status desa budaya menjadi salah satu contoh dalam implementasi literasi budaya dan kewargaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan data sebagai bahan analisis dan bersifat naratif dan pendekatan deskriptif.  Pengumpulan data cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian melakukan triangulasi teknik. Hasil penelitian strategi literasi budaya dan kewargaan melalui peningkatan variasi ragam sumber belajar bermutu, sebagai berikut: 1) Akses bacaan perpustakaan dengan fasilitas. 2) Media digital sebagai sumber belajar menggunakan website, youtube, dan instagram, 3) Kunjungan situs dan sejarah dengan kegiatan upacara adat dan cara baru menyampaikan kisah sejarah melalui tarian seperti Ambangunjiwo Goa Wurung jejak sejarah dari Pangeran Diponegoro, 4) Permainan tradisional dan latihan seni dengan cara festival dolanan anak menjadi acara yang unik dalam menyampaikan keberagaman permainan tradisional dikemas menjadi tarian. 5) Penerjemahan bahan penunjang melalui cara penamaan tata ruang menggunakan aksara jawa.
Penguatan Literasi Digital Untuk Mendukung Hak Warga Negara di Media Sosial Melalui Pembelajaran PPKn Elfrida Hariawati Fudzni; Syifa Siti Aulia
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v1i1.100

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang penguatan literasi digital yang ada di media sosial dalam upaya mendukung hak warga negara. Penguatan literasi itu dilakukan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Literasi digital di media sosial yang digunakan peserta didik digunakan digunakan dengan bijak, tepat, dan benar maka media sosial dapat digunakan sebagai wadah untuk menyatakan suatu pendapat, kritik, berkarya, mengkritisi suatu kebijakan dari pemerintah dan bahkan dapat dijadikan sebagai ajang untuk melakukan aktivitas sosial seperti membantu sesama yang kurang beruntung atau terkena musibah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn perlu didesain sedemikian rupa untuk mendukung penguatan hak dan kewajiban warga negara dalam menggunakan media sosial. Siswa dalam memahami hak berekspresi sebagai kebebasan dalam mengungkapkan pendapat, opini maupun aspirasi melalui media sosial dengan cara yang sopan dan tanpa merasa takut. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu bahwa perlu adanya literasi digital bagi warga negara muda untuk bertindak secara bertanggung jawab dalam dunia digital.