Hesti Hesti
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the driving teacher education program to prospective teachers of the first batch of Tanggamus Regency Rona Roma Dhianti; Hesti Hesti; Idawati Idawati
BAHASTRA Vol 41, No 2 (2021): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bahastra.v41i2.21899

Abstract

The purpose of this study is to analyze and describe the extent to which teacher education programs carried out by prospective teachers of class 1 of Tanggamus Regency have an impact on students at school. This study uses a qualitative conceptual method with a constructivist approach. The data used are in the form of observations and interviews with the Prospective Motivator which includes text, symbols, pictures and graphics about the situation and background of the research, especially regarding the profile and role of the Motivator teacher in the transformation process as stated in the Motivating Teacher Training Module Document. The data collection technique is done deductively. The results of this study indicate that,
GEJALA BAHASA DALAM KARANGAN ARGUMENTASI SISWA KELAS X SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Hesti Hesti; Roni Mustofa; Ida Wati
Pena Literasi Vol 4, No 1 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.1.20-28

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk gejala bahasa yang terdapat dalam karangan argumentasi siswa kelas X SMAN 9 Bandar Lampung. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berkenaan dengan gejala bahasa dalam karangan argumentasi siswa kelas X SMAN 9 Bandar Lampung. Gejala bahasa yang dikaji meliputi beberapa aspek; kontaminasi, pleonasme, hiperkorek, diftongisasi, dan gejala bahasa monoftongisasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis, yaitu menggunakan analisis kesalahan berbahasayang berdasarkan pada teori tertentu. Data tersebut dikumpulkan, dikoreksi, diklasifikasikan,  dideskripsikan, dievaluasi, dan dibuat kesimpulan. Berdasarkan sejumlah sampel karangan siswa kelas X SMAN 9 Bandar Lampung, didapatkan hasil penelitian bahwa gejala bahasa masih terdapat dalam karangan argumentasi siswa. Gejala bahasa tersebut meliputi; aspek kontaminasi sejumlah 9 kalimat, aspek pleonasme sejumlah 6 kalimat, dan pada gejala hiperkorek, sejumlah 5 kalimat. Pada aspek diftongisasi dan monoftongisasi, tidak ditemukan gejala bahasa dalam karangan argumentasi siswa. Gejala bahasa yang paling banyak ditemukan terdapat pada aspek kontaminasi.  
UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KUMPULAN CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI SEBAGAI BAHAN AJAR Hesti Hesti; desnia verlinda
Journal Educational of Indonesia Language Vol. 01, No. 01 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v1i01.299

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik pada cerpen “Senyum Karyamin”, “Wangon dan Jatilawang”, dan “Pengemis dan Solawat Badar” karya Ahmad Tohari, serta untuk mengetahui apakah ketiga cerpen tersebut dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada siswa kelas XI Tahun Ajar 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, angket dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “Senyum Karyamin”, “Wangon Jatilawang”, dan “Pengemis dan Solawat Badar” karya Ahmad Tohari. Hasil analisis dari penelitian ini menyatakan terdapat unsur instrinsik berupa alur, tokoh/penokohan dan latar dan ekstrinsik berupa latar belakang masyarakat, latar belakang penulis, dan nilai yang terkandung dalam cerpen, unsur-unsur ini mengacu pada silabus kelas XI semester dua dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menggunakan KTSP, mengapresiasi atau menganalisis karya sastra cerpen. Berdasarkan hasil analisis, ketiga cerpen ini layak dijadikan sebagai bahan ajar pada siswa SMA PERINTIS 2 Bandar Lampung kelas XI Tahun Ajar 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan mengacu pada prinsip pemilihan bahan ajar dan aspek pemilihan bahan ajar yaitu prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, juga aspek bahasa, psikologi dan latar belakang budaya.
NILAI RELIGI PADA NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBUR RAHMAN EL SHIRAZY SEBAGAI PEMBELAJARAN SASTRA Sasmala Dewi; Hesti Hesti; Salamah Salamah
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.1.73-84

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap siswa SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung kelas XII semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini adalah mengulas kandungan nilai religi yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy dan menguji kelayakan novel tersebut sebagai materi pembelajaran sastra di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Adapun jumlah responden sebanyak 28 peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, dan 2 orang guru bidang studi Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan data temuan nilai religi dalam novel Bidadari Bermata Bening terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu; nilai aqidah, akhlak, dan syariah. Berikutnya hasil analisis angket penilaian guru terhadap implementasi nilai religi pada novel Bidadari Bermata Bening sebagai materi pembelajaran sastra di SMK, menunjukkan hasil yang sangat baik bahwa 94% guru menjawab sangat setuju jika nilai religi yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening pantas dijadikan materi pembelajaran sastra di SMK. Sedangkan hasil analisis angket evaluasi ranah afektif siswa terhadap kesastraan, menunjukkan hasil yang baik, yaitu berada pada rentang angka 70%, sehingga dapat dikatakan minat siswa terhadap pembelajaran sastra di sekolah cukup baik.