Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN MENGGUNTING MEDIA KERTAS BUFFALO TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK IHYAUL ULUM LAMONGAN AMINATUS SAADAH, DWI; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pre-Eksperimental design dengan jenis One Group Pretest-Posttest ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggunting media kertas buffalo terhadap kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Ihyaul Ulum Lamongan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Ihyaul Ulum Lamongan yang berjumlah 18 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Matched Pairs Test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Thitung=0 dan Ttabel untuk N=18 dengan taraf signifikan 5% sebesar 40, maka (0<40). Data tersebut menunjukkan HO ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian kegiatan menggunting media kertas buffalo berpengaruh. Hal ini dikarenakan kegiatan menggunting media kertas buffalo dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan menggunting. Selain itu, media kertas buffalo yang digunakan kongkret, aman karena bentuknya yang halus dan tebal yang dapat melatih ketangkasan jari anak, dan tidak cepat rusak serta menarik bagi anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggunting media kertas buffalo berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Ihyaul Ulum Lamongan. Kata kunci: Kegiatan Menggunting, Media Kertas Buffalo, Motorik Halus
PENGARUH MEDIA TABUNG ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1-5 PADA KELOMPOK A USIA 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA JUGO KESAMBEN BLITAR ROSITASARI, MERY; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pada anak kelompok A TK Dharma Wanita Jugo Kesamben Blitar dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan 1-5 yang belum maksimal sesuai dengan standart tingkat pencapaian perkembangan anak. Selain itu media yang digunakan dalam mengenal lambang bilangan juga sangat terbatas pada LKA (lembar kerja anak). Sehingga peneliti memberikan solusi dengan menggunakan media tabung angka. Penyebabnya karena dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan kurang disesuaikan dengan tahapan pengenalan lambang bilangan serta tidak menggunakan media konkret. Tindakan yang dilakukan menggunakan media tabung angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh media tabung angka terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok A TK Dharma Wanita Jugo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Pre Experimenntal Design dan jenis penelitian One-Group Pretest,- Posstest Design, karena hanya menggunakan satu kelas dan tidak ada kelas kontrol. Subyek penelitian ini menggunakan anak kelompok A dengan jumlah 18 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data statistik non parametrik dan uji jenjang menggunakan Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data tentang kemampuan mengenal lambang bilangan pada pengukuran awal sebelum perlakuan dan pengukuran akhir sesudah perlakuan kegiatan mengenal lambang bilangan menggunakan media tabung angka, diperoleh hasil penelitian rata-rata sebelum perlakuan adalah 6.16 dan sesudah perlakuan rata-rata 7.5. Hal tersebut dipengaruhi media tabung angka terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan dan media tabung angka yang digunakan tepat, konkret, aman untuk anak. Berdasarkan hasil rata-rata prestest post test dapat diketahui analisis data yang menunjukkan Thitung=0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf 5% dengan N=18 sebesar 40. Hasil pengambilan keputusan yaitu Ha diterima karena Thitung<Ttabel= (0<40) dan Ho ditolak karena Ttabel<Thitung=(40>0). Dengan demikian hipotesis menyatakan bahwa ada pengaruh media tabung angka terhadap kemampun mengenal lambang bilangan usia 4-5 di TK Dharma Wanita Jugo Kesamben Blitar. Kata kunci: media tabung angka, mengenal lambang bilangan This research in children group A Dharma Wanita Kindergarten Jugo Kesamben Blitar is motivated by the low ability to recognize the symbol number 1-5 which has not been maximal / not in accordance with the level of achievement of child development. In addition, the media used in recognizing the number symbol are also very limited to LKPD. So the researchers provide solutions using number tube media. The reason is that in learning to recognize the number symbol is not adjusted to the stage of recognition of the number symbol and not using concrete media. Actions taken using numerical tube media. The purpose of this study was to determine the influence of numerical tube media on the ability to recognize the symbol of the number of children in group A Jugo Dharma Wanita Kindergarten. This research method uses a quantitative approach with the research design of Pre Experiments Design and the type of One-Group Pretest research, - Posstest Design. The subject of this study used group A children with 18 children. Data collection techniques using non-participant observation and documentation. Data analysis techniques used non parametric statistical data and level test using Wilcoxon. Based on the results of data analysis about the ability to recognize the number symbol at the initial measurement before treatment and the final measurement after treatment, the activity of recognizing the number symbol using numerical tube media, the results of the study before the treatment were 6.16 and an average treatment of 7.5. This is influenced by the number tube media on the ability to recognize number symbols and the number tube media used precisely, concretely, safe for children. Based on the average results of the prestest post test, it can be seen that the data analysis shows that Tcount = 0 is smaller than Ttable with a level of 5% with N = 18 equal to 40. The results of the decision are Ha accepted because Tcount <Ttable = (0 <40) and Ho rejected because Ttable <Thitung = (40> 0). Thus the hypothesis states that there is a influence of the numerical tube media on the ability to recognize the symbol of the age 4-5 in Dharma Wanita TK Jugo Kesamben Blitar. Keywords: numerical tube media, recognize number symbols.
PENGEMBANGAN JUNGKAT-JUNGKIT PELEMPAR BOLA PADA KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN NOVIA ANGGRAINI, KIKI; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kurang adanya inovasi dalam alat permainan edukatif untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak. Dengan demikian, dikembangkan alat permainan jungkat jungkit pelempar bola untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak khususnya kemampuan menangkap bola. Dalam penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Alat ini menggunakan prinsip kerja jungkat-jungkit untuk melemparkan bola ke anak. Untuk bola dapat terlempar ke anak tinggi maksimal anak yaitu 1,2 meter dengan jarak anak 1 meter dan tinggi minimum anak yaitu 0,8 meter dengan jarak minimum 0,5 meter. Uji coba produk dilakukan di 5 TK di desa Kampungbaru yaitu uji coba kelompok kecil dilakukan di TK Aisyiyah dan Uji coba kelompok besar dilakukan di RA Daya Muda Al Islam, TK Muslimat Khodijah, TK Pertiwi 4 Kampungbaru, TK Pertiwi 1 Kampungbaru dengan jumlah semua subjek ujicoba yaitu 50 anak. Dari hasil validasi ahli materi diperoleh 85,71% , dari ahli media diperoleh 81,8% dan untuk hasil uji coba kecil diperoleh hasil 75 % serta uji coba kelompok besar di peroleh 75 %. Dengan demikian jungkat-jungkit pelempar bola dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Kata Kunci: Jungkat-jungkit Pelempar Bola, Kemampuan Motorik Kasar Thus this study aims to develop an Educational Game Tool that can be applied to activities to stimulate rough motor skills, especially the ability to catch ball. This study used a development model with ADDIE design. This study developed a tool for throwing balls taken from the seesaw working principle. To bounce the ball so that it can be caught by the child, it is calculated that if the child has a maximum height of 1.2 meters, the maximum distance of the child is 1 meter. And a minimum height of 0.8 meters, the minimum distance for a child is 0.5 meters. In applying the product, product testing was carried out in 5 kindergartens in Kampungbaru village, Tanjunganom Subdistrict, Nganjuk Regency. Small group trials at TK Aisyiyah Kampungbaru with 10 children, and large group trials conducted at RA Daya Muda Al Islam, TK Muslimat Khodijah, TK Pertiwi 4 kampungbaru, TK Pertiwi 1 Kampungbaru with a total of 40 children. The results of the validation with the material experts and media experts obtained the results of 85.71% with material experts while the media experts obtained the results of an average value of 81.8%. And from the trial of small group products the results were 75% and in the large group trials the same results obtained 75%. With these results it can be stated that the development carried out can be used on the rough motor skills of children aged 4-5 years. Key words: Pitcher Seesaw, Rough Motor Skills
STUDI DESKRIPTIF PEMAHAMAN GURU TENTANG TAHAPAN MENGAJARKAN KEGIATAN MELIPAT UNTUK ANAK USIA 4-6 TAHUN DI KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK Gugah Putri Prasojo, Yepi; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman guru tentang tahapan mengajarkan melipat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak pada perkembangan motorik halusnya. Pemahaman guru dalam kegiatan mengajar melipat yang terjadi di lapangan tidak memperhatikan tahapan melipat untuk anak. Sehingga kegiatan melipat bagi anak akan terasa lebih sulit dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman guru tentang tahapan mengajarkan melipat untuk anak usia 4-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Penelitian ini hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah dengan empat responden guru. Masing-masing terdiri dua guru Kelompok A dan dua guru Kelompok B. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, pemyajian data dan verifikasi data. Dalam penelitian ini pemahaman guru tentang tahapan mengajarkan melipat untuk anak usia 4-6 tahun dari dua Taman Kanak-kanak yang ada di Kecamatan Baron masing-masing berada pada tingkatan yang cukup tinggi. G3 dan G4 memiliki cara mengajarkan melipat yang sesuai dengan tahapan anak. Akan tetapi, terdapat dua guru yang belum memenuhi pada tingkatan pemahaman membandingkan karena G1 dan G2 menyamakan kegiatan melipat yang diberikan kepada anak. Meskipun anak tersebut berbeda tingkatan usianya. Simpulan dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat dua guru yang berada pada tingkatan pemahaman memberikan contoh dan menjelaskan, yaitu G3 dan G4 sedangkan dua guru lain yaitu G1 dan G2 berada pada tingkat pemahaman membandingkan. Kata Kunci: pemahaman guru, tahapan mengajar melipat
PENGARUH MEDIA BUSY BOARD TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB IDHATA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FIRMAN KURNIAWAN, EKO; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berkembangnya keterampilan motorik halus anak di KB Idhata Universitas Negeri Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh media busy board terhadap motorik halus anak usia 3-4 tahun di KB Idhata Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre experiment, jenis penelitian one group pre test dan post test design dengan subjek penelitian 10 anak kelompok bermain di KB Idhata Labschool Unesa Ketintang Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistic non parametric Wilcoxon uji jenjang bertanda (match pair test) Berdasarkan hasil penelitian skor total yang didapatkan oleh 10 anak pada pre-test sebesar 99 dengan skor rata-rata sebesar 5,21. Pada kegiatan post-test skor total yang didapatkan 10 anak sebesar 178 dengan skor rata-rata sebesar 17,8. Hasil perhitungan dengan uji wilcoxson math pairs test menunjukan perolehan Thitung > Ttabel = (0 >8) maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media busy board berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak di KB Idhata Labschool Unesa ketintang Surabaya. Peningkatan kemampuan motorik halus tersebut terjadi karena kegiatan dilakukan secara berulang-ulang dan anak sudah mulai mengenal konsep bagaimana cara membuka sabuk tas, membuka mengunci gembok, memasukkan stop kontak, memasukkan slot pintu, memasukkan bola ke dalam pipa yang sebelumnya belum pernah mereka kerjakan. Kata kunci : busy board, kemampuan motorik halus
LITERASI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN (STUDI KASUS DI TK ABA 45 LAMONGAN) KARIMAH, IBROTUL; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek perkembangan bahasa anak dimulai sejak lahir dan penggunaan bahasa menjadi efektif ketika seorang anak perlu berinteraksi dengan orang lain. Pertambahan kosa kata seorang anak berperan penting dalam perkembangan bahasa individu selanjutnya. Salah satu TK di kota Lamongan terdapat seorang anak yang perkembangan bahasanya belum berkembang sesuai dengan capaian perkembangan, Anak tersebut cenderung pendiam dan kurang mengerti dengan materi yang diajarkan oleh guru saat pembelajaran di kelas. Pembelajaran di TK tersebut menggunakan bahasa Indonesai sebagai bahasa formal. Tujuan dari penelitian kualitatif literasi pemerolehan bahasa kedua dalam perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun adalah untuk menggambarkan bagaimana literasi pemerolehan bahasa kedua dalam perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi terus terang dan tersamar, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang memilik tiga langkah yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1.) Literasi pemerolehan bahasa kedua sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Dengan kuantititas respon yang sesuai dan konsistenitas respon yang diberikan membantu berkembangnya literasi pemerolehan bahasa kedua. Literasi pemerolehan bahasa kedua yang berkembang dapat membantu dan merangsang perkembangan bahasa anak dengan aktif. Kemampuan bahasa (bahasa reseptif dan bahasa ekspresif) anak usia 5-6 tahun berkembang seiring dengan literasi pemerolehan bahasa kedua dalam kondisi kegiatan pembelajaran di kelas aktif menggunakan bahasa kedua. 2.) Faktor eksternal yang mempengaruhi literasi pemerolehan bahasa kedua adalah proses sosial, interaksi dinamis dan reponsi. Ketiga faktor di atas saling berkaitan dengan baik dalam literasi pemerolehan bahasa kedua. Kata Kunci : literasi, pemerolehan bahasa kedua, perkembangan bahasa
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) PRISMA ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN OKDIANTARI, ERNI; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif khususnya mengenal lambang bilangan. Dengan demikian, dikembangkan APE prisma angka, dengan mendeskripsikan kemampuan mengenal lambang bilangan dari indikator mengurutkan lambang bilangan 1-10, memasangkan lambang bilangan 1-10 sesuai dengan jumlah benda dan mencocokan jumlah benda yang sama dengan lambang bilangan 1-10. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan uji validasi produk diperoleh hasil nilai rata-rata 95% dari ahli materi dan nilai rata-rata 90% dari ahli media. Sedangkan uji produk dilakukan di lima lemabaga dengan mendapatkan hasil data menggunakan uji normalitas lilifers yang diperoleh data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan menggunakan uji wilcoxon. TK A diperoleh data thitung < ttabel (0<65), TK B diperoleh data thitung (-9,626) < ttabel (-2,533) atau sig. (0,000) < ? (0,05), TK C diperoleh data thitung < ttabel (0<25), TK D diperoleh data thitung < ttabel (0<73) dan TK E diperoleh data thitung < ttabel (0<10). Pengambilan keputusan adalah Ho ditolak Ha diterima. Kesimpulannya adalah bahwa alat permaianan edukatif prisma angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak khususnya mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. Kata kunci: alat permainan edukatif, kemampuan lambang bilanganAbstract This research is motivated by the lack of variations in learning media to improve cognitive abilities, especially knowing the symbol of numbers. Thus, APE prism numbers are developed, describing the ability to recognize the number symbol of the indicator sort numbers 1-10, pairing symbols 1-10 according to the number of objects and matching the number of objects that are the same as symbols 1-10. This research is Research and Development (R & D) using the development model of Borg & Gall with product validation test, the results obtained an average value of 95% of material experts and an average value of 90% of media experts. While the product test was carried out in five lemabaga by getting the results of the data using the normality lilifers test which obtained abnormal distribution data so that it continued using the Wilcoxon test. TK A obtained data tcount <ttable (0 <65), TK B diperoleh data thitung (-9,626) < ttabel (-2,533) atau sig. (0,000) < ? (0,05), TK C obtained data tcount <ttable (0 <25), TK D data tcount <ttable (0 <73) and TK E obtained data tcount <ttable ( 0 <10). Decision making is Ho refused Ha accepted. The conclusion is that prism numerical educational equipment can improve childrens cognitive abilities, especially recognizing the symbol of numbers in children age 4-5years. Keywords: educational game tools, number symbol abilities
PERILAKU ORANGTUA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TK X SIDOARJO WIDYA WININGRUM, MAIDAH; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan anak usia dini memiliki jenjang pendidikan formal yang perlu diberikan mulai anak sejak dini. Prinsip belajar sambil bermain merupakan prinsip pendidikan anak usia dini. Pada lembaga pendidikan anak usia dini secara formal yaitu TK (Taman Kanak-kanak). Pada proses kegiatan belajar anak didik di sekolah TK anak akan difasilitasi oleh kemampuan guru untuk menstimulasi perkembangan anak. Peran guru merupakan peran penting dalam kegiatan belajar mengajar dan sekolah memiliki peraturan yang akan dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di TK X Sidoarjo, (2) faktor pengaruh perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di TK X Sidoarjo, (3) peran orangtua di sekolah dan (4) peran guru di sekolah. Model penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perilaku orangtua dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Mendampingi anak tidak diperbolehkan dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah diterapkan di tata tertib sekolah dan sudah disosialisasikan. Perilaku orangtua dapat diamati secara langsung dengan melihat ketika orangtua sedang mengarahkan dan membantu menyelesaikan tugas anak. Orangtua beralasan dan orangtua belum memahami peran ketika anak-anak sedang dalam kegiatan belajar mengajar. Guru berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengingatkan kepada orangtua yang masih mendampingi dan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: perilaku orangtua, tata tertib, belajar mengajar.
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL EMOSIPADA ANAK KELOMPOK A TK BKKP SURABAYA HERLI DIANITA, AGUSTIN; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya anak mengenal emosi pada dirinya. Hal ini diduga karena anak suka memukul temannya tanpa merasa bersalah, sulit mengucapkan kata maaf ketika berbuat kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan mengenal emosi pada anak di TK BKKP Surabaya.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif pre-eksperimental design dan jenis penelitian One Group Pre-test Post-test Design. Subjek penelitian ini adalah semua anak kelompok A TK BKKP Surabaya. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan mengenal emosi pada anak di TK BKKP Surabaya. Simpulan penelitian ini setelah diberikannya perlakuan berupa metode bercerita ini terbukti mampu memberikan dampak yang signifikan pada emosi pada anak seperti anak dapat menirukan ekspresi emosi pada saat bercerita berlangsung, anak mendapatkan pesan moral yang mudah diingat dari isi cerita bahwa ketika marah harus minta maaf, saling memperingati bahwa jika pinjam sesuatu harus meminta ijin terlebih dahulu.
PENGARUH MEDIA PAPAN JARI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN FATRIA, HELMA; KOMALASARI, DEWI
PAUD Teratai Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Media Papan Jari Terhadap Kemampuan Konsep Bilangan anak usia 5-6 tahun di TK Sidoarjo. Usia 0-6 tahun adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan konsep bilangan, karena menginjak usia 0-6 tahun anak sangat peka terhadap rangsangan yang diterima lingkungan. Rasa ingin tahunya yang sangat tinggi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun dengan jumlah 10 anak di TK Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan menggunakan pre-experimental design, karena tidak adanya variabel kontrol dengan jumlah sampel sedikit,dengan jenis Tabel Penolong Wilcoxon Match Pairs Text. Penelitian tentang pengaruh media papan jari terhadap mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Sidoarjo termasuk dalam pendekatan penelitian kuantitatif karena data yang digunakan berupa angka-angka dan analisis datanya menggunakan statistika. Hasil analisis menunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N= 10 diperoleh Ttabel sebesar 62 (Thitung<Ttabel=0<62) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan jari dapat mempengaruhi dalam kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Kata kunci: mengenal konsep bilangan, media pembelajaran Abstract: This study discusses the influence of fingerprint media on the ability of the number concept of children aged 5-6 years in kindergarten Sidoarjo. Age 0-6 years is the right time to introduce the concept of numbers, because at the age of 0-6 years children are very sensitive to stimuli received by the environment. His curiosity is very high. The sample in this study were children aged 5-6 years with a total of 10 children in kindergarten Sidoarjo. This research uses quantitative and uses pre-experimental design, because there are no control variables with a small sample size, with the type of Help Table Match Pairs Text Wilcoxon. Research on the influence of fingerprint media on recognizing the concept of numbers in children aged 5-6 years in kindergarten Sidoarjo included in the quantitative research approach because the data used in the form of numbers and data analysis using statistics. The results of the analysis show that Tcount = 0 is smaller than Ttable with a significant level of 5% with N = 10 obtained Ttable of 62 (Ttest <Ttable = 0 <62) so it can be concluded that the use of finger board media can influence the ability to recognize the concept of numbers in children age 5-6 years. Keywords: recognize the concept of numbers, learning media