Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKADITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013) Komarudin, Komarudin; Sujadi, Imam; Kusmayadi, Tri Atmojo
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 2, No 1 (2014): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.699 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the process of creative thinking of students of SMP Negeri 1 Sukoharjo who have the type of cognitive style field-independent (FI) and field-dependent (FD) in the mathematics problems posing on Wallas steps, namely preparation, incubation, illumination, and verification. This research was a case study. The data collection techniques conducted by using think aloud method. The results showed that the process of creative thinking on: (1) the FI students, namely (a) the preparation, students read silently APP (assignment problem posing), observe the instructions and image information carefully, and students can know the things that are known on first reading of APP; (b) incubation, the students tend to be silent for a moment, it is as a start in developing a mathematical problem; (c) illumination, the students determine the attributes and the things that will be proposed to the problem, students verbalize the problem as he bowed his head, after that, the students write the problem in the worksheet and if something goes wrong on the issues raised, the students tend to immediately fix the problem; (d) verification, the students correct mathematical issues raised, explain the troubleshooting procedures and resolving the issues raised at worksheet, students corrected back problems and the settlement has been made; (2) Students FD, namely (a) the preparation, students read silently APP, observe the instructions and image information on the APP, to find the information and the things that are known, students need to read back the APP; (b) incubation, the students tend to be silent for a moment, this is the first step in preparing mathematics problems, in this step, students were less calm and worried while playing both hands; (c) illumination, the students determine the attributes and things to issues raised by several silent, students write the problem in the worksheet and if something goes wrong on the issues raised, the students tend to replace the problem; (d) verification, the student explains the troubleshooting procedures and resolves the issues raised at worksheet, students corrected the solved problem and solution.Keywords: creative thinking, problems posing, and cognitive style.
PENGALAMAN BERSUA TUHAN: Prespektif William James dan al-Ghazali Komarudin, Komarudin
WALISONGO Vol 20, No 2 (2012): Walisongo, Spiritualisme
Publisher : IAIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Experience of meeting God constitutes an interresting phenomenon and become the focus of interrest of many disciplines. Psychology and tasawuf are two disciplines which focusedly study this phenomenon applying different approaches. Ghazali is the representative of the dicsipline of tasawwuf and William James is the representative of the dicsipline of psychology. The both experts applied the different approaches in studying the religious experiences. Epistemological base on which William James used , has the scientific accountability but less accurate in the source of knowledge. In other side, Ghazali has a deep source of knowledge but less of rationality. An effort to compromise the both approach in order to study about the experience of meeting God will result in a comprehensive, deep, and objective depiction. *** Pengalaman bersua Tuhan merupakan fenomena yang menarik dan menjadi titik perhatian banyak disiplin ilmu. Psikologi dan tasawuf merupakan dua disiplin ilmu yang memfokuskan kajiannya pada fenomena ini dengan menerapkan pendekatan yang berbeda. Ghazali adalah representasi dari disiplin ilmu tasawuf dan William James adalah representasi disiplin ilmu psikologi. Kedua ahli tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mengkaji pengalaman keagamaan. Basis epistimologi yang digunakan oleh James memiliki akuntabilitas ilmiah namun kurang akurat dalam sumber pengetahuannya. Di sisi lain Ghazali memiliki sumber pengetahuan yang dalam namun kurang dari sisi rasionalitas. Upaya untuk mengkompromikan kedua pendekatan dalam rangka untuk mengkaji pengalaman bersua Tuhan akan menghasilkan penggambaran yang dalam dan obyektif. Keywords: pengalaman religius, ma’rifat, psikologi, tasawuf BIBLIOGRAFI Ali, Yunasril, Manusia Citra Ilahi, Jakarta: Paramadina, 1997. Ansari, Muhammad Abd. Haq, Merajut Tradisi Syari`ah dengan Sufisme, terj. Achmad Nashir Budiman, Jakarta: Grafindo Persada, 1997. Arberry, A.J., Sufism: An Account of the Mystics of Islam (Pasang Surut Aliran Tasawuf), terj. Bambang Herawan, Bandung: Mizan, 1989. Azhari, Noer, Kautsar, Ibn al-‘Arabi Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan, Jakarta: Paramadina, 1995. Atkinson, et.all., Pengantar Psikologi jilid 1-2, terj. Dra. Nurdjannah Taufiq, Jakarta: Erlangga, 1993. Bakar, Osman, Hierarkhi Ilmu Membangun Rangka-Pikir Islamisasi Ilmu, terj. Purwanto, Bandung: Mizan, 1997. Chittick, William C., The Sufi Path of Knowledge, terj. Ahmad Nidjam, M.Sadat Ismail. Dan Ruslani, Yogyakarta: Qalam, 2001. Devidoff, Linda L., Psikologi Suatu Pengantar, Jakarta: Erlangga, 1988. al-Faruqi, Isma’il Raji, Tauhid, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Pustaka, 1982. Fathurahman, Oman, Menyoal Wahdatul Wujud Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17, Bandung: Mizan, 1999. Gazur-i-Ilahi, Shayk Ibrahim, Mengungkap Misteri Sufi Besar Mansur al-Hallaj “Ana ‘l-ḥaqq,” terj. Hr. Bandaharo dan Joebaar Ajoeb, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000. Ghazali, Miskāt al-Anwār (Miskat Cahaya-cahaya), terj. Muhammad Bagir, Bandung: Mizan, 1992. __________, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, Indonesia: Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah, t.th. __________, al-Munqid min ’l-Ḍalāl, Beirut: Dar al-Fikr, 1996. __________, al-Tibr al-Masbūq fi Naṣāih al-Muluk, Riyad: Dar al-Azariyah, 1994. __________, Majmū Rasā’il, Beirut: Dar al-Fikr, 1996. __________, Kimiya al-Sa‘ādah, Beirut: al-Maktabah al-Syabiyah, t.th. __________, al-Qawā‘id al-‘Ashrah, Beirut: al-Maktabah al-Syabiyah, t.th. Hallaj, al-Husain ibn Manshur, al-Thawwasin, Paris: t.p., 1913. Hidayat, Komaruddin dan Muhammad Wahyuni Nafis, Agama Masa Depan Perspektif Filsafat Perenial, Jakarta: Paramadina, 1995. Hidayat, Komaruddin, Memahami Bahasa Agama Sebuah Kajian Hermeneutik, Jakarta: Paramadina, 1996. Hujwiri, ‘Ali ‘Utsman, Kasyf al-Mahjub, terj. Suwardjo Muthary dan Abdul Hadi W.M., Bandung: Mizan, 1993. Iqbal, Muhammad, The Reconstruction of Religious in Islam (Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam), terj. Osman Raliby, Jakarta: Bulan Bintang, 1883. Izutsu, Toshihiko, Relasi Tuhan dan Manusia, terj. Agus Fahri Husein, Supriyanto Abdullah, dan Amirudin, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997. James, William, The Varieties of Religious Experience, terj. Gunawan Admiranto, Bandung: Mizan, 2004. __________, The Will to Believe and Human Immortality, New York and Chicago: Bob Corbett, 1987. __________, Pragmatism: and Four Essays from The Meaning of Truth, New York: Meridian Books, 1959. Kalabadzi, ibn Abi Ishaq Muhammad ibn Ibrahim, al-Ta‘āruf li Madhhab Ahl al-Taṣawwuf (Ajaran Kaum Sufi), terj. Rahmani Astuti, Bandung: Mizan, 1995. Khaja Khan, Khan Sahib, Tasawuf Apa dan Bagaimana, terj. Achmad Nasir Budiman, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1995. King, Richard, Orientalism and Religion Postcolonial Theory, India and ‘the Mystic East’ (Agama, Orientalisme, dan Poskolonialisme), terj. Agung Prihantoro, Yogyakarta: Qalam, 2001. Madjid, Nurcholish, et.all, Kontektualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah, Jakarta: Paramadina, 1995. Massignon, Louis, Al-Hallaj Sang Sufi Syahid, terj. Dewi Candraningrum, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2001. Masyhur, Kahar, Meninjau Berbagai Ajaran, Jakarta: Kalam Mulia, 1986. Mubarak, Zaki, at-Tasawwuful Islami fi Adab wa Akhlaq, Jil. II, Mesir: t.p., 1938. Muhammad, Hasyim, Dialog antara Tasawuf dan Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002. Murata, Sachiko, The Tao of Islam, terj. Rahmani Astuti dan M.S. Nasrullah, cet. ke- 2, Bandung: Mizan, 1997. Nasr, Seyyed Hossein, Intelektual Islam Teologi Filsafat dan Gnosis, terj. Suharsono dan Jamaluddin MZ, Yogyakarta: CIIS, 1995. __________, Knowledge and the Secred (Pengetahuan dan Kesucian), terj. Suharsono, Yoryakarta: Pustaka Pelajar, 1997. __________, Islamic Art and Spirituality (Spiritualitas dan Seni Islami), terj. Drs. Sutejo, Bandung: Mizan, 1993. Nata, Abuddin, Metodologi Studi Isla m, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001. Nawawi, Hadari, Hakekat Manusia Menurut Islam, Surabaya: al-Ikhlas, 1993. Pals, Daniel L., Seven Theories of Religion, terj. Ali Noer Zaman, Yogyakarta: Qalam, 2001. Sadra, Mulla, Kearifan Puncak, terj. Dr.Ir. Dimitri Mahayana dan Ir. Dedi Djunardi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001 Sagiran, Mukjizat Gerakan Shalat, Jakarta Selatan: Qultummedia, 2007 Schimmel, Annemarie, Dimensi Mistik Dalam Islam, Yogyakarta: Pustaka Firdaus, 2000. Schoun, Frithjof, Sufism: Veil & Quintenssence (Tasawuf Prosesi Ritual Menyingkap Tabir Mencari Yang Inti), terj. Tri Wahono Budhi Santoso, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000. Soedjarwo, Dja’far, al-Janibul Illahi, Aspek Ketuhanan Sebagian dari Rasional Islam, Surabaya: al-Ikhlas, 1993. Stevenson, Leslie dan David L. Haberman, Ten Theories of Human Nature (Sepuluh Teori Hakekat Manusia), terj. Yudi Santoso dan Saut Pasaribu, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 2001 Taftazani, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi, Sufi dari Zaman ke Zaman, terj. Ahmad Rofi’ Utsmani, Bandung: Pustaka,1985. Tholuck, Priedrich August Deofidus, Sufisme sive Theosophia Persarum Pantheistica, Berlin: t.p.,1921. Yazdi, Mehdi Ha’iri, Ilmu Huḍuri, terj. Ahsin Mohammad, Bandung: Mizan, 1992. Walgito, Bimo, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi, 2002. Wilcox, Lynn, Sufism and Psychology (Psychosufi), terj. Soffa Ihsan, Jakarta: Pustaka Cendekia Muda, 2007. Wirawan, Sarlito, Pengantar Umum Psikologi, Jakarta: Bulan Bintang, 1982.
APLIKASI UNDANG-UNDANG TENTANG INFORMASI DAN PELAYANAN PUBLIK DALAM KASUS SISTEM INFORMASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN AIR BERSIH DAN LIMBAH CAIR Komarudin, Komarudin; Yudo, Satmoko
Jurnal Air Indonesia Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.359 KB) | DOI: 10.29122/jai.v5i2.2451

Abstract

The Law of Information and Electronics Transaction, the Law of Public Information Transparency, the Law of Ombudsman of the Republic of Indonesia, and the Law of Public Services  is a part of the legal system related to information and public services. These four laws should be scrutinized in terms of technology application. To create prime services in the management of clean water and waste water, it has been developed the technology information system of clean water and waste water processing (SITPABLC). SITPABLC is the information system to provide information and technology services due to supporting the implementation of these four laws.         Keywords: informasi, transaksi elektronik, informasi publik, keterbukaan informasi publik, pelayanan publik, ombudsman, dan good governance. 
Analisis Determinasi Tingkat Net Core Operational Margin Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Komarudin, Komarudin; Yusuf, Ayus Ahmad
SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/serambi.v1i2.68

Abstract

Purpose- The purpose of this study is to explore the impact of a bank’s internal and external factors on net core operating margin in Indonesia’s Islamic commercial bank's companies. Methods- A quantitative approach by using panel data regression with a period from 2nd quarter 2010 to 2nd quarter 2015. The object of this study is eight Islamic commercial banks companies which were listed in sharia bank directory of Central Bank of Indonesia and Financial Services Authority of the Republic of Indonesia, those selected by purposive sampling technique with specific criteria. Findings- This study can be concluded that capital adequacy ratio and average operational cost have a positive and significant impact on the net core operational margin. On the contrary, financing to deposit ratio, bank size, operational efficiency ratio, and BI rate have a negative and significant impact on net core operational margin. Research implications- The management needs to create an efficient banking system by reducing operational costs and improving management quality. Banks are also advised to increase the prudential principle in managing finance so that the risk of default can be minimized.
KELOMPOK KADER PENANGANAN GANGGUAN JIWA Komarudin, Komarudin; Hidayat, Cahya Tribagus
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 2 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.921 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i2.984

Abstract

Selama ini masyarakat menganggap bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan masalah orang-orang yang memiliki gangguan jiwa saja atau yang kerap disebut orang awam sebagai orang gila. Padahal kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Selama ini penderita gangguan jiwa kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari masyarakat,baik berupa isolasi sosial, pembatasan memperoleh akses kesehatan, hingga pemasungan fisik. Hal ini disebabkan adanya stigma yang berkembang di masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa adalah orang aneh, berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut mengakibatkan penderita dan keluarga merasa malu dan terhina, sehingga mereka cenderung untuk menutupi penyakitnya dan menghindari pengobatan. Padahal gangguan jiwa merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah untuk mengobatinya, bukan untuk disembunyikan. Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan pengenalan deteksi dini gangguan jiwa. Kader serta tokoh masyarakat yang merupakan pelaku utama dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa binaan, perlu dibekali dengan prinsip penggerakan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbM Kelompok Kader adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara deteksi dini pada keluarga dengan kasus gangguan jiwa. Sehingga mitra dapat mendata dan melaporkan apabila ada kasus gangguan jiwa yang ada di keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan IbM ini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalah mengurus perijinan dan melakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalah melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada kelompok kader jiwa, sedangkan tahap evaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak. Kegiatan IbM yang dilakukan adalah 1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dan kooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kelompok kader jiwa; dan 3) evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhan tentang peran dan fungsi keluarga mengenal gangguan jiwa, pengetahuan Mitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin  sedangkan Mitra 2 meningkat sebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Selama masa evaluasi, ada perubahan keahlian dan keterampilan dikedua mitra. Masing ? masing mitra yang mengikuti pelatihan mampu mengenal cara deteksi secara dini keluarga dengan gangguan jiwa sesuai dengan materi yang telah diberikan.Kata Kunci: pelatihan, gangguan jiwa, peran masyarakat
Rencana Strategis Perpustakaan Sekolah : Pendekatan Praktis Komarudin, Komarudin
Pustakaloka Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v3i1.632

Abstract

Environment always changes. It must be anticipated bythinking strategically, that is a rethinking of the organization,itsvision for the future. To achieve that visionrequires a mission. It also requires reexamining the organization’s strengths and weaknesses. Organization has to identify threats as well as opportunities that exist to encourage future directions. This article explains strategic planning practically especially that is implemented at school library.
Relationship of Intrapersonal and Interpersonal Intelligence with Teamwork and Performance of Karate Athletes Nuraeni, Alfi; Komarudin, Komarudin; Mulyana, Mulyana
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 13, No 3 (2021): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v13i3.24776

Abstract

The components of intrapersonal and interpersonal intelligence have been widely studied in the psychological domain of emotional intelligence. Intrapersonal intelligence is closely related to the individual's ability to recognize, regulate, and express one's feelings and emotions. The purpose of this study was to examine the relationship between intrapersonal and interpersonal intelligence with teamwork and the performance of athletes in the sport of karate. This research method is descriptive quantitative with a correlational research design. The population of this research is the beginner karate athletes in the said team number in Cianjur Regency with a total of 21 athletes. With characteristics: (1) Team kata karate athletes in Cianjur Regency who have received an intensive training program, (2) Age level is between 12-16 years, (3) Has practiced karate for at least 1 year, (4) Minimum belt level is yellow. The sampling technique in this study uses total sampling. The conclusion of this study shows that intrapersonal intelligence and interpersonal intelligence have a significant influence on teamwork for team kata athletes in karate sports, teamwork team kata athletes karate can be explained or influenced by variables of intrapersonal intelligence and interpersonal intelligence by 24.9%, while 75.1% is influenced by variables that are not studied, intrapersonal and interpersonal intelligence do not have a significant influence on the performance of team athletes in karate, the performance of team athletes in karate is influenced by variables of intrapersonal intelligence and interpersonal intelligence of 0.56 %, while the remaining 99.44% is influenced by variables not examined.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 06 CIPUTAT Komarudin, Komarudin
JURNAL SeMaRaK Vol 1, No 2 (2018): Jurnal SeMARAK
Publisher : universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.163 KB) | DOI: 10.32493/smk.v1i2.1805

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi karena budaya organisasi yang ada pada Sekolah Dasar Negeri 06 Ciputat belum terlaksana secara baik dalam konteks manajemen sekolah semua kegiatan sekolah harus dikelola dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien pada Sekolah Dasar Negeri 06 Ciputat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data yang diperoleh dari kuesioner dengan jumlah responden 50 orang guru Sekolah Dasar Negeri 06 Ciputat dan dianalisis secara manual dan dibantu dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007 dengan pengujian instrument penelitian Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Analisis Korelasi Sederhana, Koefisien Determinasi, Uji Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis T (parsial). Berdasarkan hasil penelitian uji analisis korelasi sederhana yang dilakukan didapati hubungan yang kuat antara budaya organisasi dan kinerja guru, sedangkan hasil penelitian koefisien determinasi dengan kontribusi sebesar 40,2% dan selebihnya yaitu 59,8% dipengaruhi oleh beberapa faktor lain dan berdasarkan penelitian menggunakan uji regresi linier sederhana didapati hasil Å· = 13,53 + 0,661 (X). Dengan nilai thitung sebesar 5,875 lebih besar dari ttabel sebesar 2,010 yang artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja guru. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kinerja.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUMON TERHADAP PEMAHAMAN MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP 4 PESAWARAN Karyanti, Karyanti; Komarudin, Komarudin
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Matematik dan Pendidikan Matematika 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian quasy experimental design, populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri Satu Atap 4 Pesawaran. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang dipilih dengan teknik acak kelas, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran kumon dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran tanpa kumon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett.Berdasarkan hasil analisis data penenlitian diperoleh  sehingga  ditolak,  sehingga  ditolak,  sehingga  diterima. Berdasarkan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama diperoleh kesimpulan (1) ada pengaruh pada penggunaan model pembelajaran kumon terhadap pemahaman matematis, (2) ada pengaruh pada peserta didik yang memiliki gaya kognitif field independent dan field dependent terhadap pemahaman matematis, (3) tidak terdapat interaksi antara perlakuan pembelajaran dan gaya kognitif terhadap pemahaman matematis. 
Rencana Strategis Perpustakaan Sekolah : Pendekatan Praktis Komarudin, Komarudin
Pustakaloka Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v4i1.834

Abstract

Environment always changes. it must be anticipated by thinking strategically, that is rethinking of the organization, its vision for the future. To acheive that vision requires mission. It also requires reexamining  the organizatons strenghts and weaknesses. Oraganization has to identify threats as well as opportunities that exist to encourage future diraction. This article explains strategic palnning practically especially that is implemented at school library.
Co-Authors Abdul Rosyid Adang Suherman Ahmad Nasrulloh Aisa, Neilinda Novita Ajid, Oktoviana Nur Akbar, Reza Rizki Ali Akhmad Hidayatno Akhmad Khisni, Akhmad Amin Purnawan Angraini, Cici Desra Arijulmanan, Arijulmanan Armand Omar Moeis Awwaludin, Patriana Nurmansyah ayus ahmad yusuf, ayus ahmad Badriah, Badriah Basiran, Basiran Baskoro, Satriyo Yudi Choirunnisa?, Choirunnisa? Farizki, Rafi Fatkhullah, Faiz Karim Fauzan, Helmi Akmal Geok, Soh Kim Guo, Sonny Hari Yuliarto Helmia, Rizki Hendriana, Deni Hendro Setyono Herlan, Herlan Hermanu, Entang Heru Dwi Wahjono Hidayat, Cahya Tribagus Husri, Zainul Imam Sujadi Irianto, Nandya Indriana Adha Istihana Istihana, Istihana Ja'far, Budi Jaenudin, Muhamad Ade Jaka Sunardi Karyanti Karyanti, Karyanti Lugaya, Yuga Rahmatullah Manik, Ida El Methelina Meikahani, Ranintya Mudian, Deni Mulyana Mulyana Mustika Fitri Novan, Novrizal Achmad Novian, Geraldi Nuraeni, Alfi Nurhafid, Arief Pati, Gennady Chitra Prabowo, Mardianto Pratama, Albiansyah Prayudha, Dhian Dharma Raden Boyke Mulyana, Raden Boyke Rahmadan, Syahawirya Ega Rahman, Muhammad Rizqi Fauzi Rahmaputra, Reza Ramadhianto Agung Wibowo, Ramadhianto Agung Ratnasari, Dian Kartika Risqi, Farhana Riyadi, Dzaki Rizkyanto, Willy Ihsan Rohmana, Omay Sadikin, Dadan Ali Saputra, Rudi Sartono, Hadi Satmoko Yudo Sidik, Dikdik Zafar Soni Sopiyana, Soni Suhana, Nono Suprijatmono, Djoko Tafaqur, Muhamad Tatan Kostaman Teuku Yuri M. Zagloel Tri Atmojo Kusmayadi Winarsih, Tri Yohanes, Primson Yudanto Yudanto Yudik Prasetyo