Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Program Unggulan Masyarakat Religius Menuju Masyarakat Madani Berbasis Model CIPP Roid Ismail Ardho; Harun Joko Prayitno; Murfiah Dewi Wulandari; Laili Etika Rahmawati; Rasidi
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i2.17376

Abstract

Permasalahan karakter yang menjadi fokus dalam penelitian adalah degradasi moral pada anak sekolah dasar di Kota Magelang. Pemerintah Kota Magelang mempunyai program unggulan yaitu masyarakat religius menuju masyarakat madani. Adanya program unggulan dari pemerintah Kota Magelang, merupakan solusi menangani permasalahan karakter dengan menanamkan karakter religius pada anak-anak usia sekolah dasar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan capaian program unggulan masyarakat religius menuju masyarakat madani di sekolah dasar Muhammadiyah Kota Magelang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah evaluasi program CIPP (Context, Input, Process, dan Product). metode penelitian yaitu deskriptif. Subjek penelitian adalah sekolah dasar Muhammadiyah Kota Magelang, dengan melibatkan siswa, guru, kepala sekolah, bahkan orang tua siswa. Pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara, studi dokumen, maupun angket yang mengungkap data mengenai analisis program masyarakat religius menuju masyarakat madani di sekolah dasar Muhammadiyah Kota Magelang. Hasil analisis evaluasi dari tahapan, disimpulkan bahwa program masyarakat religius menuju masyarakat madani yang telah dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Alternatif Kota Magelang, dapat dikategorikan efektif. Namun masih terdapat kesenjangan pada masing-masing tahapan  evaluasi
MANAJEMEN MUTU KERJASAMA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS DAN AKREDITASI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN-KOTA MAGELANG Tria Mardiana; Rasidi Rasidi; Ela Minchah Laila Alawiyah
WARTA LPM WARTA LPM Vol. 20, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i3.3042

Abstract

Tujuan program ini adalah mengetahui langkah-langkah pelatihan mutu kerjasama dan mengoptimalkan pelatihan manajemen mutu kerjasama. Hal ini didasari pada permasalahan yang terjadi pada mitra yaitu kurangnya perhatian Kepala Sekolah dalam kerjasama lembaga, Bentuk kerjasama-kerjasama yang dimiliki oleh sekolah kurang maksimal, dan terbatasnya sumber dana yang dimiliki sekolah dalam peningkatan mutu.Target luaran dalam pengabdian ini adalah Modul Pelatihan Manajemen Mutu   Kabupaten dan Kota Magelang Kepala Sekolah Sebagai  Penunjang Kualitas Dan Akreditasi  Sekolah Dasar. Target ini meliputi beberapa aspek: 1) Model pelatihan manajemen sebagai penunjang mutu dan akreditasi sekolah dasar di Kabupaten-Kota Magelang. 2) Pemahaman Kepala Sekolah tentang pentingnya dan manfaat dari manajemen mutu kerjasama. 3) Kemampuan menyusun rencana strategis, dan tindak lanjut kerjsama Sekolah Dasar.Pelatihan yang diikuti oleh 25 kepala Sekolah Dasar di Kabupaten dan Kota Magelang ini, menggunakan model pelatihan yang tertutup dengan  keuntungan penggunaan model ini yaitu: 1) Menerangkan beberapa aspek dari perilaku manusia dan interaksi, 2) Mengintegrasikan apa yang akan diketahui dengan observasi, 3) Penyederhanaan proses hubungan antar manusia yang kompleks, 4) Membimbing observasi. Pelatihan dalam program pengabdian ini memiliki aspek yaitu, mengidentifikasi kebutuhan organisasi, penilaian dan umpan balik, spesifikasi pekerjaan, identifikasi kebutuhan peserta pelatihan, menentukan tujuan, membuat kurikulum, memilih strategi pengajaran, dan pengadaan sumber–sumber pengajaran, pelaksanaan pelatihan. Efektifitas pelatihan  dilihat pengkuruan awal yaitu menggunakan pretest diperoleh skor pemahaman awal dengan persentase 67,4% dan pengukuran akhir dalam bentuk postest dengan persentase 82,95%. Terjadi peningkatan pemahaman tentang manajemen mutu kerjasama sekolah sebesar, terjadi peningkatan 15,55% dalam tahap pelatihan. Hal ini menunjukan efektifitas model pelatihan mutu kerjasama.
PENGARUH MODEL CTL (PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS V SDN SEPATHI PURWOREJO Elvina Zulaikhah; Rasidi Rasidi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.045 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v11i1.8505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Berbasis Mi (Multiple Intelligence)  Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V SD Negeri Sepathi Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre eksperimental one group pretest posttest desain dengan populasi dan sampel 21 siswa kelas V SD yang terdiri dari 7 siswa laki-laki, dan 14 siswa perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Instrumen test pilihan ganda yang terdiri dari 14 butir soal dan lembar observasi kemudian diolah menggunakan program SPSS 22 dengan  analisis uji statistic non parametrik dengan menggunakan uji wilcoxon yang menunjukan nilai Asymp. Sig  2- tailed  sebesar  0,001,  yang berarti Ha diterima  sehingga disimpulkan bahwa penerapan  Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Berbasis MI (Multiple Intelligence)  memiliki pengaruh terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V SD Negeri Sepathi Purworejo. 
Persepsi Guru Tentang standar Pembelajaran Matematika Di Tk Di Kabupaten Magelang febru puji astuti; Rasidi Rasidi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2020): Juli 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui persepsi guru terhadap standar pembelajaran matematika di TK di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. 2) Faktor pendukung persepsi guru tentang standar pembelajaran matematika di TK. 3) Faktor penghambat persepsi guru tentang standar pembelajaran matematika di TK. Penelitian ini menggunakan mix method dengan jenis ekspalanasi sekuensial, Data penelitian ini diawali dengan penelitian kuantitatif untuk melihat kondisi persepsi guru secara deskriptif, kemudian dicari akar masalah dan faktor yang dominan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada 38 guru TK di kecamatan mertoyudan, dengan simple random sampling. Metode yang digunakan 1). Menghimpun data melalui angket (data primer), studi dokumentasi (sekunder); 2). Ditindaklanjuti oleh observasi, wawancara, partispatoris, kajian dokumen, dan FGD. Analisis data tahap pertama menggunakan deskriptif persentase, dan tahap kedua menggunakan analisis data kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) secara deskriptif diperoleh persepsi guru tentang standar pembelajaran dengan skor 3.186 dengan persentase 70.42% dan masuk dalam kategori baik. 2) Faktor pendukung utama yaitu dukungan kurikulum, pembinaan kepala sekolah, permintaan stakeholder terutama guru SD, permintaan orang tua. 3) Faktor penghambat utama yaitu Pemikiran guru, media pembelajaran, penilaian, kepribadian guru dalam menerapkan standar pembelajaran matematika di TK. 
Analisis Nilai dan Sikap Kemanusiaan dalam Kepedulian Siswa Sekolah Dasar pada Daerah Berpotensi Bencana Gunung Merapi di Kabupaten Magelang Rasidi Rasidi; Galih Istiningsih
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 4, No 1 (2020): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.227 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v4i1.41051

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: 1) nilai kemanusiaan siswa; 2) kepedulian siswa; 3) analisis prioritas untuk aspek peningkatan kepedulian siswa. Penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian survei. Populasinya, siswa SD kelas V di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang dengan jumlah 505 di 29 SD. Sampel yang digunakan adalah purposive Sampling, dengan jumlah sampel 5 sekolah, subjeknya adalah siswa kelas V dengan jumlah 110 siswa. Instrumen menggunakan angket sebagai instrumen utamanya. Analisis datanya adalah deskriptif persentase pada tahap awal, dilanjutkan dengan analisis regresi untuk memperoleh proporsi sebagai prioritas untuk peningkatan kepedulian bencana. Hasil penelitian menunjukkan; 1) kesadaran siswa dalam nilai kemanusiaan sebesar 78,64% dengan kategori baik. 2) kepedulian sosial bencana sebesar 77,89% dengan kategori baik. 3) Hasil analisis regresi untuk melihat sumbangan relatif diperoleh indikator utama; a) membantu orang lain (55%).  b) penyelamatan diri (18%). c) pasrah pada tuhan (18%). d) upaya mengungsi (9%). Hasil analisis regresi tiap aspek yang diperoleh pemetaan untuk prioritas yang perlu ditingkatkan berturut-turut adalah: pasrah dengan tuhan, upaya mengungsi, menjaga hubungan, memberi makanan, menjaga lingkungan, membantu mengungsi.
Iptek Mitigasi Sampah Plastik Pada Sekolah Dasar Di Kecamatan Mertoyudan Rasidi Rasidi; Galih Istiningsih; Sambodo Sriadi Pinilih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v9i2.43414

Abstract

Kurangnya kesadaran sebagian masyarakat tentang lingkungan, seperti membuang sampah plastik sembarangan dapat menyebabkan berbagai masalah dan berbagai penyakit. Program mitigasi ini dilakukan untuk mengurangi bahayanya, Tujuannya adalah mampu menyusun langkah – langkah produktif sehingga gerakan mitigasi sampah plastik dan aspeknya membudaya di masyarakat. startegi pelatihan berbasis personal, berorientasi sosial yang tujuannya mengubah, pemikiran, pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang. Tahapan kegiatannya: 1) Membangun kesadaran pribadi dengan pedekatan personal, diharapkan mampu mengubah Pemikiran, Sikap, perilaku kesadaran bahaya sampah plastik. 2) Membangun kesadaran kolektif yang berorientasi lingkungan. 3) Membangun kesadaran masyarakat, berbasis budaya sosial. 4) Best Practices dengan aktualisasi hasil tindakan. Keberhasilan program adalah dilaksanakannya model pelatihan mitigasi sampah plastik di sekolah. Hasil pengabdian ini adalah 1) Pengetahuan guru meningkat dari hasil pengukuran rata – rata pretest 60% sedangkan postest 79%, berhasil meningkatkan pengetahuan dengan skala 100 yaitu 18 poin atau 18%. 2) Meningkatnya respon guru terhadap program mitigasi sampah plastik dengan rata – rata respon 79% masuk dalam kategori baik. 3) Meningkatnya respon siswa terhadap program mitigasi dengan rata-rata respon 79.27% masuk kategori baik. Hasil ini menjadi capaian untuk memulai Gerakan mitigasi sampah plastik di sekolah. Hasil ini sebagai bahan untuk meningkatkan program mitigasi sampah plastik yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Studi Keterampilan Bertanya Dalam Praktek Micro Teaching Mahasiswa PGSD R Rasidi; Annis Ika Mayawati; Suci Wulan Sari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.267 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman mahasiswatentang keterampilan bertanya, praktek mahasiswa dalamketerampilan bertanya, dan faktor dominan yang mempengaruhiketerampilan bertanya mahasiswa dalam paktek micro teaching.Metode yang digunakan adalah penelitian mix method. Data penelitianini diawali dengan penelitian kuantitatif untuk melihat sejauh manakondisi pemahaman dan praktek secara deskriptif, kemudian dilacakmenggunakan pendekatan kualitatif dicari akar masalah dansolusinya. Setelah itu dianalisis untuk mencari rekomendasi solutifuntuk menyelesaikan permasalahan keterampilan bertanya mahasiswa.Penelitian ini dilakukan pada 182 mahasiswa yang mengikuti praktekmicro teaching. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkatpemahaman mahasiswa menunjukan rerata 72,63%. Praktek mengajarmahasiswa dalam keterampilan bertanya dalam Micro Teachingmenunjukan hasil 69,41%. Faktor yang mempengaruhi keterampilanbertanya mahasiswa dalam praktek Micro Teaching yaitu faktorinternal dan eksternal. Faktor internal mahsiswa, adalah 1) minatmahasiswa terhadap profesi guru, 2) konsep diri mahasiswa, 3)pengelolaan diri. Faktor eksternal yaitu 1) lingkungan tempat tinggal,2) kemampuan dosen mengajar, 2) dukungan orang tua dalam kuliah.
Collaborative Management Practice menuju Sekolah Berkualitas di Bustanul Athfal Aisyiyah Pujotomo Rasidi Rasidi; Eka Septi Lestari; Rizka Afni Amalia; Mela Rafika Yuliandari; Fatika Aurellia Anissa Balqis; Nurmalia Dwi Pangesti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.57295

Abstract

Perubahan dan perkembangan yang begitu cepat menuntut dunia pendidikan mengikuti perkembangan. Manajmen dan pengelolaan sekolah perlu adaptasi sehingga sekolah tetap eksis dan menjalankan fungsinya di sekolah. Berdasarkan analisis situasi diperoleh permasalahan belum adanya perencanaan strategis sekolah, kurang optimalnya sarana prasarana sekolah, belum optimalnya kompetensi guru, belum optimalnya kerjasama sekolah, belum optimalnya pengembangan kreativitas siswa, belum adanya company profile sekolah. Oleh karena itu, perlu Iptek Collaborative Management Practice dengan strategi pengabdian masyarakat ini yaitu: sosialisasi, perencanaan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilakukan di Bustanul Athfal Aisyiyah Pujotomo, dengan target sasaran yaitu kepala sekolah 5 guru, komite sekolah, masyarakat di daerah Dusun Santan, Desa sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Hasil pengabdian secara kualitas pengabdian terlaksana dengan baik dan keberlanjutan program ini mengarahkan pada pengembangan serta kemandirian kader sekolah. Pengabdian dilakukan untuk menyelesaikan masalah kelembagaan yang kompleks dengan melibatkan hubungan kolektif kolegial bersama stakeholder dan masyarakat sekolah. Kata Kunci: collaborative management; sekolah berkualitas; practice
ANALISIS INDEKS KEBAHAGIAAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Rasidi Rasidi; Robiul Fitri Mashitoh
Jendela Inovasi Daerah Vol 5 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v5i2.125

Abstract

“Sekolah Penggerak” is a policy of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, since 2021. The program is an effort to realize Indonesia's education vision in realizing "A Sovereign, Independent, and Personalized Advanced Indonesia through the Creation of Pelajar Pancasila." Development of student learning outcomes holistically which includes competence (literacy and numeracy) and character, with superior human resources (principals and teachers). The purpose of this study is to reveal the psychological side by discussing the happiness index of principals and teachers in increasing happiness in the technical guidance of “Sekolah Penggerak”. The method used is the mix method. The data begins with quantitative research to see the condition of the happiness index descriptively, then traces a qualitative approach and looks for the root of the problem and the solution chosen. Furthermore, an analysis is carried out to find solution recommendations to solve the problems of happiness experienced by teachers and principals. The results showed that the happiness index in following the technical guidance showed an average of 80 %. The influencing factors are internal and external factors. The internal factors are 1) the interest of the technical guidance participants to the adaptation of the independent curriculum, 2) the teacher's self-concept, 3) self-management. The external factors are 1) the living environment, 2) the ability of the technical guidance facilitator, 2) the support of colleagues at school.
Mitigation-Based Assistance Project For Strengthening Pancasila Student Profile (P5) to Realize Independent Learning at Sukodadi 2 Elementary School, Bandongan District Rasidi Rasidi; Madani Eko Bimantoro; Fita Tri Karnia; Aji Nugraheni; Ofika Putri Kinanti; M Ardha Bawono Seto Aji
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3121

Abstract

The 2013 curriculum change to an independent curriculum with the concept of independent learning provides many conveniences for teachers and students to learn according to their talents, interests and potential. What is new is related to the project to strengthen the pancasila student profile (p5), where not all schools fully understand the concept of the project desired by the government. Teachers need to understand the importance of projects; project planning needs to be more optimal, assistance from related agencies is not optimal, and projects are still product-oriented, not process oriented. These problems were then accommodated, and needed intervention from outsiders, one of which was from the integrated community service team (ppmt). The implementation methods used in this service are team-based projects for strategic project steps, brainstorming and focus group discussions in preparing instruments, experiential learning in project assistance, and exploratory data analysis in project reflection. The results of the service in terms of the quality of the service are carried out well, and the sustainability of this program leads to the development and independence of teachers in optimizing projects. This service is carried out for schools that independently implement an independent curriculum and solve problems in planning, implementing, and evaluating projects. The project's continuation to strengthen pancasila students' profile can be continued through changes in mindset, collaboration, and a community of practitioners.