Laeli Kurniasari
Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Wahid Hasyim University, No. 22 Menoreh Tengah Road X, Semarang-Indonesia

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ADSORPSI LOGAM TIMBAL DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN KULIT KETELA RAMBAT (Ipomoea batatas L) Wulandari, Yuni; Kurniasari, Laeli; Riwayati, Indah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam timbal menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup. Menyadari ancaman tersebut,salah satu alternatif menghilangkan logam timbal adalah dengan menggunakan biosorben kulit ketela rambat. Biosorben kulit ketela rambat memiliki kandungan utama berupa amilosa dan amilopektin yang merupakan struktur polisakarida dan gugus aktif yang akan menarik dan mengikat logam pada biomassa. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan biosorben dengan larutan timbal dengan variasi pH 3,4,5,6; variasi waktu 1; 1,5;2 ;2,5 jam dan variasi massa biosorben 0,25; 0,5; 0,75; 1 gram. Kondisi terbaik diperoleh pada pH 5, bobot adsorben 0,25 gram dan waktu kontak 2 jam. Pada model kesetimbangan isoterm Langmuir diperoleh nilai Q maks sebesar 45,45 ppm dengan nilai koefisien korelasi 0,943. Sedangkan pada model kesetimbangan isoterm Freundlich menunjukkan nilai korelasi koefisien 0,988 dengan konstanta kesetimbangan KF 0,767 dengan nilai n= 0,3636. Hasil ini menunjukkan model isoterm Freundlich memiliki korelasi relatif yang lebih linier untuk proses biosorpsi dengan kulit ketela rambat. Kata kunci: Adsorpsi, Kulit ketela rambat, Timbal
ENZYMATIC EXTRACTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS A POTENTIAL ANTI CANCER AGENT FROM GREEN CINCAU (Premna Oblongifolia Merr.) Hartati, Indah; Kurniasari, Laeli
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pectin is used in a number of foods as gelling agent, thickener, texturizer, emulsifier and stabilizer. It is also used in pharmaceutical, dental and cosmetic industries for its jellifying properties. Commercial pectin is divided into high and low methoxy pectin. Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. One of our local resources, green cincau (Premna oblongifolia Merr.) is one of source of LMP. Due to its wide spectrum of functional properties and its potency as anti cancer compound, hence it is urge to develop a production process of LMP from green cincau. The current technology of pectin extraction is acidic hydrolysis. It has at leat two demerits: it does not allows pectin to be extracted fully with no damage to its structure and it does not meet the environmental safety. An enzyme-hydrolytic technology seems environmentally safe and more effective in terms of pectin yield. But nowadays the main demerits of the enzymatic extraction is the high price of commercial enzyme. In order to overcome all the demerits of pectin extraction, it is proposed to enzymatically extract the pectin of green cincau by using enzyme isolated from the local resources such as cellulase which can be isolated from hepatopancrease of snail and protease isolated from Calotropis gigantea. Key Words: enzyme, extraction, low methoxyl pectin, anti cancer, green cincau
TEKNOLOGI IMOBILISASI SEL MIKROORGANISME PADA PRODUKSI ENZIM LIPASE Riwayati*), Indah; Hartati,, Indah; Kurniasari, Laeli
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enzim lipase merupakan biokatalis yang berperan dalam berbagai transformasi kimia diantarnya hidrolisis, esterifikasi, transesterifikasi dan metanolisis. Aplikasi dalam industri sebagian besar sebagai katalis reaksi hidrolisa. Mikroba penghasil lipase meliputi kelas fungi, yeast dan bakteri. Penggunaan metode imobilisasi sel mikroba dapat meningkatkan produktivitas, memudahkan pemurnian produk serta kemudahan dalam mengontrol kestabilan sel. Sel yang diimobilisasi dapat diaplikasikan sebagai biokatalisator dalam unit reaktor konversi. Walaupun mempunyai banyak kelebihan, dalam aplikasi teknologi masih perlu investigasi lebih lanjut, terutama untuk data-data proses scale up pada bioreaktor.Kata kunci: Imobilisasi sel, Mikroorganisme, lipase
AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH Kurniasari, Laeli; Djaeni, Mohammad; Purbasari, Aprilina
Reaktor Volume 13, Nomor 3, Juni 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.321 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.3.178-184

Abstract

ACTIVATION OF NATURAL ZEOLITE AS AN ADSORBENT FOR LOW TEMPERATURE DRYING SYSTEM. Drying is one process which is used in many industries, especially in food product. The process usually still has low energy efficiency and can make food deterioration because of the usage of high temperature. One alternative in drying technology is the use of zeolite as a water vapor adsorbent. This kind of drying method make it possible to operate in lower temperature, hence it will be suitable for heat sensitive product. Natural zeolit can be one promising adsorbent since it is spreadly abundant in Indonesia. Natural zeolite must be activated first before used, in order to get zeolite with high adsorption capacity. Activation process in natural zeolite will change the Si/Al ratio, polarity, and affinity of zeolite toward water vapor and also increase the porosity. Activation of natural zeolite can be done with two methods, chemical activation use NaOH and physical activation use heat. In the activation using NaOH, natural zeolite is immersed with NaOH solution 0.5-2N in 2 hour with temperature range 60-900C. The process is continued with the drying of zeolite in oven with 1100C for 4 hours. While in heat treatment, zeolit is heated into 200-5000C in furnace for 2-5 hours. SEM analysis is used to compare the change in zeolite morphology before and after each treatment, while to know the adsorption capacity of zeolite, the analyses were done in many temperature and relative humidity. Result gives the best condition in NaOH activation is NaOH 1N and temperature 700C, with water vapor loading is 0.171 gr/gr adsorbent. In heat treatment, the best condition is 3000C and 3 hours with loading 0.137 gr water vapor/gr adsorbent.  Pengeringan merupakan salah satu proses yang banyak digunakan pada produk pangan. Proses ini umumnya menyebabkan kerusakan pada bahan pangan, disamping masih rendahnya efisiensi energi. Salah satu alternatif pada proses pengeringan yaitu penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.
PRODUCTION OF LOW METHOXYL PECTIN AS AN ANTI CANCER AGENT FROM CITRUS PEEL PECTIN THROUGH ENZYME DEMETHYLATION BY PAPAYA PECTINESTERASE Hartati, Indah; Riwayati, Indah; Kurniasari, Laeli
Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 12, No 1 (2011): Jurnal Techno April 2011
Publisher : UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low methoxyl pectin (LMP) is reported posses anti cancer activity. LMP administering could reduce the risk of cancer, halt the progression of cancer, and in a certain percentage of cases caused the cancer cells to start to die. If this can be developed further, LMP administration could be a good co-treatment for chemotherapy or radiation. This would be a positive advancement, due to the high toxicity to the body of both chemotherapy and radiation. LMP can be produced by demethylation of high methoxyl pectin. One of our local resources that is potential for its pectin content is citrus peel. Pectin demethylation can be conducted by acid, alkali, ammonia in alcohol or enzymatic method. LMP produced by enzyme demethylation have been found to be inferior in quality to those produced by other methods. The enzyme took part in the pectin demethylation is pectinesterase. Pectinesterase can be  be isolated from various source such as fruit and vegetables. One of our local resources that is potential as source of pectinesterase is papaya.  Considering facts above thus it has a great possiblity to produce LMP from citrus peel pectin through enzymatic demethylation by utilize pectinesterase of papaya. Key-word : Low methoxyl pectin pectin (LMP), anti cancer, citrus peel pectin, papaya, pectinesterase 
EKSTRAKSI ANDROGRAPHOLID SAMBILOTO MENGGUNAKAN LARUTAN HIDROTROP NATRIUM ASETAT DAN ETHANOL DENGAN PROSES GELOMBANG MIKRO Pribadi, Chandra; Hartati, Indah; Kurniasari, Laeli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.963

Abstract

Metode  ekstraksi  baru  menggunakan  ekstraksi  gelombang mikro  dengan  larutan  hidrotropi digunakan  untuk  ekstraksi Andrografolide  dari  Andrographis  Paniculata  yang  juga  dikenal sebagai “King of Bitter”. Metode ini diharapkan mampu menjadi alternatif ekstraksi zat aktif. Konsentrasi  hidrotrop  minimum perlu  dikaji  untuk  melihat  pada  konsentrasi  berapa  larutan hidrotrop  mulai  dapat  melarutkan  Andrografolid  dengan  air.  Konstanta  setchenow  adalah konstanta yang menunjukkan keefektifan larutan hidrotrop dan perlu dikaji untuk melihat pada konsentrasi  berapa  larutan  hidrotrop  bekerja  optimum.  Variabel  tetap  pada  penelitian  ini adalah:  serbuk  sambiloto  20  gram,  waktu  ekstraksi  15  menit  dan  volume  larutan  1:10. Sedangkan  variabel  berubah  adalah  konsentrasi  larutan  0M-4M,  daya  microwave  10%  dan 30%.  Hasil  terbesar  dari ekstraksi  ini  didapatkan  pada  larutan  hidrotrop  inatrium  asetat dengan menggunakan daya 30% menghasilkan andrografolid sebesar 7,5%Kata Kunci: Sambiloto, Andrograpolide, Hidrotrop, MAE
POTENSI XANTHATE PULPA KOPI SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMISAHAN ION TIMBAL DARI LIMBAH INDUSTRI BATIK Hartati, Indah; Riwayati, Indah; kurniasari, Laeli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.102

Abstract

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik, semakin besar pula volume limbah cair yang dihasilkannya. Limbah cair industri batik dilaporkan mengandung logam berat. Keberadaan logam berat khususnya timbal dalam limbah cair industri batik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses  pemisahan logam berat dari suatu larutan dapat dilakukan melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben yang berbasis biomassa. Namun demikian, adsorben tersebut memerlukan proses modifikasi guna meningkatkan kapasitas adsorpsi dan performa adsorpsi. Proses modifikasi adsorben melalui pengikatan gugus pembawa sulfur, khususnya xanthate merupakan proses yang paling menonjol karena adsorben terxantasi merupakan: senyawa yang sangat tidak larut, mudah dibuat dengan reagen yang relatif tidak mahal, serta memiliki  kestabilan yang tinggi saat membentuk kompleks dengan logam. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari adsorben yang kaya akan gugus hidroksil, seperti pulpa kopi. Pulpa kopi merupakan limbah proses pengolahan kopi secara basah. Pemanfaatan pulpa kopi sebagai adsorben terxanthasi sebagai adsorben logam berat dapat menyelesaikan setidaknya dua permasalahan sekaligus yakni pemisahan logam berat dari limbah cair serta mengurangi dampak pencemaran industri pengolahan kopi. Guna proses desain sistem adsorpsi timbal dari limbah cair menggunakan senyawa xanthate pulpa kopi, data-data fundamental yang perlu dikaji dan ditentukan antara lain: kajian kesetimbangan adsorpsi isoterm, kinetika adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Kata Kunci: pulpa kopi, adsorpsi, timbal, xanthate, batik
ADSORPSI PEWARNA TEKSTIL RODHAMIN B MENGGUNAKAN SENYAWA XANTHAT PULPA KOPI Setiyanto, Setiyanto; Riwayati, Indah; Kurniasari, Laeli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1078

Abstract

Rodhamin B merupakan zat warna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, bila terpapar Rodhamin B dalam jumlah besar maka dalam waktu singkat akan terjadi gejala akut keracunan Rodhamin B. Pemisahan pewarna rodhamin B dapat dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan biosorben kulit kopi. Kulit kopi memiliki kandungan gugus hidroksil dan selulosa yang cukup tinggi. Namun demikian permukaan biosorbenperlu dimodifikasi untuk meningkatkan performa dari adsorben. Salah satu alternatif adsorben adalah melalui proses xanthasi. Proses pembuatannya yaitu dengan cara mereaksikan biomassa dengan gugus pembawa sulfur (carbon disulfide) dalam suasana basa. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengontakkan biosorben dengan larutan pewarna rodhamin B yang diaduk dengan magnetik stirer dengan variasi pH 2,4,6,8; variasi rasio 0,5:100; 0,5:80; 0,5:60; 0,5:40 dan variasi waktu 30, 60, 90, 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorpsi maksimum dapat dicapai 8,359mg/g pada pH 6, rasio 0,5:100 (0,5 gr adsorben : 100 ml larutan) dan waktu kontak 120 menit dengan presentase penjerapan 50,844%. Kata Kunci: adsorpsi, kulit kopi, rodhamin B, xanthate
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KHLORIN UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN BESI PADA AIR SUNGAI GARANG, SUNGAI KREO DAN SUNGAI DI TUGU SOEHARTO Prasaja, Lukman Eka; Firyanto, Rudi; Kurniasari, Laeli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i2.1386

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup manusia. Air yang aman dikonsumsi adalah air yang memenuhi standar kualitas sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 907 Tahun 2002 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air minum. Fe merupakan unsur yang banyak terkandung dalam air. Oleh karenanya diperlukan pengolahan air agar menjadi layak untuk dikonsumsi, diantaranya dengan menurunkan kandungan Fe menggunakan khlorin yang biasa disebut khlorinasi.Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimum khlorin untuk menurunkan kadar zat besi dalam air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Soeharto. Selain itu akan dihitung juga  efisiensi penurunan kadar besi pada tiap – tiap penambahan khlorin.Pada penelitian ini digunakan natrium hipokhlorit 10 %. Penelitian diawali dengan menyiapkan sampel air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Soeharto. Kemudian menambahkan Natrium Hipokhlorit dengan dosis 5 mg/L, 10 mg/L, 15 mg/L, 20 mg/L, 25 mg/L, 30 mg/L, 35 mg/L dan 40 mg/L. Setelah itu dilakukan pengadukan dengan kecepatan 50 rpm selama 30 menit. Kandungan sisa Fe total dan free khlorin diukur dengan menggunakan Spektrofotometer seri Hach DR 2500. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa khlorin dapat digunakan untuk menurunkan kandungan Fe dalam air. Semakin besar penambahan dosis khlorin maka kandungan Fe total semakin menurun sehingga efektivitas penghilangan Fe semakin tinggi. Dosis optimum khlorin untuk sampel air Sungai Garang sebesar 25 mg /L, sampel air Sungai Kreo sebesar 35 mg/L, dan sampel air Sungai di Tugu Soehartosebesar 30 mg/L. Kata Kunci :besi, dosis, khlorin
PENGUATAN USAHA PENGASAPAN IKAN “SIDO MAKMUR” KETAPANG KABUPATEN KENDAL Hartati, Indah; Kurniasari, Laeli; Darmanto, Darmanto; Hasan, Hasan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i2.918

Abstract

Salah  satu  sentra  produksi  ikan  asap  di  Kabupaten  Kendal adalah  di  desa  Ketapang Kecamatan Kendal yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pengasapan Ikan Sido Makmur. Permasalahan  yang  dihadapi  oleh  Kelompok  Usaha  Pengasapan  Ikan  Sido  Makmur  antara lain:  penggunaan  tungku  konvensional  menghasilkan  asap  yang  menimbulkan  gangguan kesehatan  terhadap  masyarakat  sekitar,  penggunaan  tungku  konvensional  menyebabkan produk  memiliki  penampakan  yang  kurang  menarik,  belum  terlaksananya  cara  produksi pangan yang baik, belum memiliki siup, p-irt, label halal dan desain kemasan yang baik, belum dilaksakannya sistem manajemen usaha yang baik dan belum adanya perluasan pangsa pasar. Guna mengatasi permasalah mitra, solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:  perbaikan proses produksi melalui aplikasi tungku pengasapan tertutup; pelatihan penguatan usaha yang meliputi pelatihan mengenai cppb, perijinan dan pelabelan halal,; pelatihan penataan sistem manajemen  dan  perluasan  pangsa  pasar.  Aplikasi  tungku  pengasapan  sistem  tertutup dilaksanakan  dengan  mendesain,  mempabrikasi,  menguji  coba  dan  mengaplikasikan  tungku pengasapan  ikan.  Penguatan  usaha  dilakukan  dengan  melakasanakan  pelatihan  dan penyuluhan  CPPB,  pengemasan,  perijinan  dan  pelabelan  halal.  Berdasarkan  hasil  uji penggunaan tungku pengasapan ikan sistem tertutup, dihasilkan ikan asap dengan rasa yang tidak  berbeda  dengan  ikan  asap  yang  diasapi  menggunakan  tungku  konvensional.,  namun memiliki penampakan serta higienitas ikan asap yang lebih baik. Hasil pelatihan penguatan usaha  telah  dapat  memberikan  wawasan  kepada  kelompok  Sido  Makmur  mengenai  cara produksi  pangan  yang  baik,  cara  pengawetan  melalui  pengemasan  vakum,  prosedur  untuk mendapatkan  PIRT,  dan  prosedur  untuk  mendapatkan  sertifikat  halal.  Hasil  pelatihan manajemen usaha  mikro  telah  dapat  memberikan  wawasan  mengenai cara  mengelola  usaha kecil pengasapan ikan serta wawasan mengenai pemasaran produk. Diskusi perluasan pangsa pasar  dapat  memetakan  potensi  pasar  yang  dapat  disasar  meliputi  pemasaran  melalui pameran  produk  unggulan  daerah,  toko  oleh-oleh  khas  kendal,  pasar  modern  kendal  serta outlet kelompok Sido Makmur.Kata Kunci: ikan asap, sido makmur, ketapang, tungku, pengasapan
Co-Authors Ajeng Ajeng, Ajeng Amaranti, Ratna Bernika Aminudin, Muhamad Farid Andrianto, Arif Aprianto Aprianto Aprilina Purbasari Aqnes Budiarti Ariyani, Sinta Arum, Dyah Puspa Asmanto, Asmanto Budiarti, Agnes Cahyana, Iga Cahyanto, Yodhi Chandra Pribadi Darmanto Darmanto Eka Dewi Nurjayanti Ernawati Budi Astuti Faria, Rani Aish Farida, Aliyatul Fatkhiyah, Nurul Hartati, Ninik Indah Hasan Hasan Hidayatin, Dien Iffa Imam Sujarwo, Imam Indah Hartati Indah Hartati*) Indah Hartati, Indah Riwayati Indah Riwayati*) Indah Riwayati, Indarwati, Dewi Isdiyanti, Siti Indana Ismiyatun Ismiyatun Kholisoh, Ismiyatul Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus, Khornia Dwi Lestari Kurniasari, Fifi Lukman Eka Prasaja, Lukman Eka Luqman Buchori Maharani Kusumaningrum Maharani, Farikha Mauludin2, Moch Subchan Mia Dinnis A, Mia Mohamad Djaeni Mohammad Djaeni Muhammad Farid Aminudin, Muhammad Farid Mustagfirin Mustagfirin, Mustagfirin Mustaghfirin Mustaghfirin Nanik Andar Miningsih, Nanik Andar Nugroho Eko Budiyanto nugroho widiasmadi Nurdiani, Indah Nurfaizin, Safaah Nurhayani, Mira Nurlaili, Titin Nurohman, Muhammad Ivan Nurrijal, Kolul Prihastuti, Putri Putri, Via Utami Raesta, Revy Andar Rahmah, Ahadta Anindya Renan Subantoro Rita Dwi Ratnani Rohmawati, Alfi Rohmawati, Alfi Rudi Firyanto, Rudi Sa’diyah, Nayyifatus Saiful Huda Setiyanto Setiyanto Siti Iqlima Layudha, Siti Iqlima Sri Mulyo Bondan Respati Sudarmiseh, Siti Sulistiyaningsih, Mey Sulistyaningsih, Nanik Erma Suwardiyono Suwardiyono Tabah Priangkoso Titin Titin Tristiyanti, Alvia Sefie Wijareni, Ajeng Yance Anas Yuni Wulandari