Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

A Novel Selective and Sensitive Electrochemical Sensor for Insulin Detection Zulkarnain, Zulkarnain; Suprapto, Suprapto; Ersam, Taslim; Kurniawan, Fredy
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 3, No 3: September 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v3.i3.pp496-502

Abstract

A novel selective and sensitive electrochemical sensor for insulin detection has been fabricated and investigated. The electrochemical sensor was made from a mixture of silica gel, chitosan and nickel hydroxide (Ni(OH)2) nanoparticles, which was mounted on a silver wire and covered by a glass tube (silica gel/chitosan/Ni(OH)2 nanoparticles paste electrode). The sensor was characterized using cyclic voltammetry (CV) and electrochemical impedance spectroscopy (EIS). The anodic and cathodic currents of the silica gel/chitosan paste electrode with Ni(OH)2 are 580 mA and -750 mA, respectively. Without Ni(OH)2, however, the currents are 150 mA and -250 mA, respectively. The sensitivity and limit of detection of the silica gel/chitosan/Ni(OH)2 nanoparticle paste electrode for insulin detection are 5573 × 10­5pA/pMcm2 and 0.25 pM, respectively. The sensor also shows good reproducibility of measurement for 35 days with an RSD of 0.29%. The fabricated electrodes also show good reproducibility, with an RSD of 1.39%.
INNOVATION OF TECHNOLOGY TO PRODUCE HIGH QUALITY SALT IN MADEGAN-MADURA Dharmayanti, Arynta; Ridha, Fuji; Wijiyanti, Rika; Rachmat, Arif; Nusbangga, Dipta; Kurniawan, Fredy
Program Kreativitas Mahasiswa - Teknologi PKM-T 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.085 KB)

Abstract

Salt farmers have a problem about the low selling price of salt in common, which is Rp 400,-/kg for B quality salt and Rp 550,-/kg for quality salt A. The cause of the low selling price is because the yield of salt mixed impurities from mineral in soil. In addition, other barriers experienced by the salt farmers are can not operate during the rainy season. It is caused due to the use of the conventional method is not maximized so it produces salt with low quality and quantity. These conditions have been experienced by salt farmers in the Madegan village. Therefore the purpose of the PKM-T is to make the tool named “Talang Cerdas” producing high quality salt with crystallization method using stainless steel gutters and lenses as a focus rays. The methods used are literature studies and field observations on a group of salt farmers in Madegan village as a partners of salt producers using “Talang Cerdas”. Then, we made the design and manufacture of equipment. “Talang Cerdas” has three parts. The first part is tank and pump as a container and pump sea water into it. The second part is the gutters and supporting tools as a medium of salt farmers. The third part is the lens for the convergence process. After that, we did test to the tool and the salt result, and also socialiszation to the salt farmers. “Talang Cerdas”produces a greater salt that is 2,67 kg/m2 in 14 days which operates for 7 hours per day. Based on the chemical test, the salt has low water content which is 0,733%, the levels of NaCl, Mg, Ca and SO4 respectively 95,73%, 0,05%, 0,08% and 0,17%.Keywords : Salt, stainless steel, crystallization, saltpond
PEMETAAN POTENSI WISATA HALAL DI KABUPATEN SUMENEP, JAWA TIMUR, INDONESIA Kurniawan, Fredy; Soeprijanto, Adi; Guntur, Harus Laksana; Wardhana, Mahendra; Abadi, Imam; -, Sayyida
Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 2: Agustus 2018
Publisher : Dinar Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism activities are one thing for supporting regions and the countrys economic development, through foreign exchange, tax revenues, and other levies. Tourism activities in one area can increase employment, accelerate the construction of facilities and infrastructure. Tourism also be able to introduce the local production goods for local and foreign tourists. Recently, the Muslim community is the largest community in the world and Indonesia is one of the countries with the most Muslim population. Seeing this opportunity, the Indonesian government in 2012 began for introducing halal tourism in Indonesia. Sumenep, East Java, Indonesia has a variety of tourism potential that can be developed into halal tourism. This study has been mapped all potential for halal tourism in Sumenep, East Java, Indonesia. The potential of halal tourism in Sumenep which has been successfully mapped includes object of food, beach tourism, traditional weapon (keris) tours, centers of batik Sumenep, religious tours, historical tours and natural tours. Hotel and hostelry was also available so that the tourist can plan their vacation in the desire time. Transportation between tourist attractions can also be accessed easily. All tourism objects are includes the criteria of Halal tourism. It can be summarized as Sumenep Halal tour package. This potential was also supported by the religious culture of Sumenep people. This mapping will make it easier for Muslim tourists in particular to access halal tourism in Sumenep, East Java, Indonesia.
Pemetaan Potensi Wisata Halal Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia Kurniawan, Fredy; Soeprijanto, Adi; Guntur, Harus Laksana; Wardhana, Mahendra; Abadi, Imam; Sayyida, Sayyida
Dinar : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/dinar.v5i2.5002

Abstract

Kegiatan pariwisata adalah satu hal untuk mendukung daerah dan pembangunan ekonomi negara, melalui valuta asing, pendapatan pajak, dan pungutan lainnya. Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi Muslim terbanyak. Melihat peluang ini, pemerintah Indonesia pada 2012 mulai memperkenalkan pariwisata halal di Indonesia. Sumenep, Jawa Timur, Indonesia memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi pariwisata halal.Fokus penelitian ini adalah bagaimana memetakan potensi pariwisata Halal di Sumenep Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknikpengumpulan datanya observasi terhadap berbagai destinasi wisata dan pelaku-pelaku usaha di bidang pariwisata Kabupaten Sumenep.Hasil penelitian ini telah adalah konsep pemetaan potensi wisata halal di Sumenep, Jawa Timur, Indonesia. Potensi wisata halal di Sumenep yang telah berhasil dipetakan meliputi objek makanan, wisata pantai, wisata senjata tradisional (keris), pusat batik Sumenep, wisata religi, wisata sejarah dan wisata alam. Hotel dan penginapan juga tersedia sehingga wisatawan dapat merencanakan liburan mereka di waktu yang diinginkan. Transportasi antar tempat wisata juga dapat diakses dengan mudah. Semua objek wisata termasuk kriteria pariwisata halal. Ini dapat diringkas sebagai paket wisata Halal Sumenep. Potensi ini juga didukung oleh budaya keagamaan masyarakat Sumenep. Dengan pemetaan ini akan memudahkan para wisatawan Muslim khususnya untuk mengakses pariwisata halal di Sumenep, Jawa Timur, Indonesia.
Pengaruh Reduktor Zink pada Sintesis Graphene terhadap Performa PdAu/Graphene sebagai Material Elektrokatalis DMFC Vietanti, Frizka; Susanti, Diah; Purwaningsih, Hariyati; Kurniawan, Fredy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.247 KB)

Abstract

Sel bahan bakar adalah peralatan elektrokimia yang mengubah energi kimia dalam bahan bakar secara langsung menjadi energi listrik. Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) merupakan jenis sel bahan bakar yang menarik perhatian karena menghasilkan densitas energi yang tinggi dan menggunakan jenis bahan bakar cair yaitu metanol. Saat ini katalis berbasis Palladium (Pd) yang didepositkan pada elektroda berbasis karbon memainkan peranan penting untuk menggantikan Platina (Pt)/C karena cadangan terbatas, harga mahal, dan ketidakstabilan dalam operasi sebagai material elektrokatalis DMFC. Graphene sebagai material baru untuk elektroda DMFC telah terbukti dapat meningkatkan performa DMFC. Faktor keberhasilan reduksi graphene oxide menjadi graphene dipengaruhi oleh reduktor zink (Zn). Dalam penelitian ini diberikan variasi massa reduktor Zn senilai 0.8, 1.6, dan 2.4 gram. Metode sputtering diaplikasikan untuk mendepositkan nanopartikel PdAu pada graphene. Dari hasil pengujian scanning electron microscopy (SEM) dan X-ray diffraction (XRD), reduktor Zn senilai 1.6 gram menunjukkan performa terbaik. Pada pengujian elektrokimia dengan menggunakan cyclic voltammetry (CV) diperoleh densitas arus sebesar 80mA/g dan potensial onset sebesar -0.58 V vs. Ag/AgCl.
Fiber Optic Adaptive Probe as a Cuvette Substitution for UV-Vis Spectrophotometer (Genesis 10S) Kurniawan, Fredy; Suharmanto, Edi
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 25, No 2 (2014)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v25i2.536

Abstract

Fiber optic adaptive probe UV-Vis for Genesis 10S has been fabricated to substitute cuvette for real time analysis. Most of standard spectrophotometers UV-Vis (the common type) use cuvette to place sample which is being analyzed. The light pass through the sample in the cuvette to detector then the intensity of the absorption of the solution is measured. Most of the cuvette system requires to transferring sample solution to cuvette from its original vessel, so the real time analysis cannot be conducted. The probe with special design using fiber optic cable FT-Au tonics 420-10 has been made to substitute the cuvette system. The light from the source moved inside fiber optic cable, which has been cut in the middle of the cable (the sample can passes through at this gap), to the detector. The end (entrance and exit) of the fiber optic was designed so that it fit to the compartment of the Genesis 10S spectrophotometer without any modification from the standard instrument condition. The spectrum results from the probe in varies gap, in the range 0.2 – 1 cm, was observed. The gap in the middle of the fiber optic was equal to the length of the pathway in the cuvette system. Rhoda mine B was used as the sample with variation concentration 4.175 × 10-5 M, 3.34 × 10-5 M, 2.5 × 10-5 M, and 1.67 × 10-5 M. The spectrum result of adaptive fiber optic probe was compared to the spectrum of standard cuvette system. The optimum result was provided using 0.2 cm gap. The maximum wavelength absorbance of adaptive fiber optic probe was at 533 nm which similar to the cuvette system
JENIS DAN PENYELESAIAN SENGKETA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Kurniawan, Fredy
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pihak yang terlibat di dalam suatu proyek konstruksi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda, sehingga perselisihan sering timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek. Hal ini akan berdampak buruk apabila dalam proses penyelesaian sengketa dilakukan dengan jalur yang kurang sesuai. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menganalisis jenis sengketa yang sering terjadi dan jalur penyelesaian sengketa yang sering digunakan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data dari responden. Secara keseluruhan responden terdiri dari, 20 kontraktor, 10 owner dan 10 pihak netral di Surabaya yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil survey, jenis sengketa yang sering terjadi pada proyek konstruksi di Surabaya menurut para praktisi konstruksi dan pihak netral secara keseluruhan adalah sengketa segi teknis dengan karena “kegagalan terjadi akibat kekhilafan (slips) atau kesalahan (mistakes) atau kecerobohan (ignorance)”. Sedangkan jalur penyelesaian sengketa di luar jalur hukum yang sering digunakan adalah jalur negosiasi menurut kontraktor dan owner, sedangkan menurut pihak netral adalah jalur arbitrase. Kata kunci: Sengketa, Penyelesaian sengketa, Konstruksi, Surabaya.
PENINGKATAN KUALITAS KELULUSAN PENDIDIKAN TINGGI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PASAR JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA Koespiadi, Koespiadi; Mudjanarko, Sri Wiwoho; Kurniawan, Fredy
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang masih belum memenuhi harapan dan standar kompetensi kerja, dampak globalisasi yang akan menciptakan persaingan ketat perlu disikapi dengan mempersiapkan kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang mampu bersaing. Pertumbuhan pemenuhan tenaga kerja yang terlibat dibidang jasa konstruksi terus meningkat seiring dengan tumbuhnya sektor konstruksi di Indonesia, untuk memenuhi hal tersebut maka dibutuhkan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi ini. Dengan diterbitkan Peraturan Presiden Republik Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Perpres 8/2012 tentang KKNI) dan ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Permendikbud 49/2014 tentang SN Dikti), maka perlu ada pemahaman yang memadai dan arah yang benar untuk menerapkan kebijakan tersebut. Dengan rencana diterapkannya peraturan baru maka muncul pertanyaan mendasar yaitu, apakah model sistem manajemen yang berbeda-beda di masing-masing Perguruan Tinggi dapat mempengaruhi capaian pemenuhan (target dan waktu) standar mutu minimal, Hal ini memerlukan evaluasi internal oleh Perguruan Tinggi itu sendiri dan juga evaluasi eksternal oleh kementerian. Adanya persyaratan untuk tenaga ahli konstruksi harus memiliki pengalaman antara 2 sampai dengan 4 tahun dari tahun kelulusan, hal ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi lulusan Perguruan Tinggi dan secara tidak langsung belum mengakui kualitas dari lulusan Perguruan Tinggi siap untuk bekerja di sektor konstruksi. Untuk menjembatani antara kesenjangan antara kompetensi lulusan suatu program pendidikan tinggi dengan kompetensi keahlian maka harus ada sistem akreditasi yang saling menunjang antara sistem akreditasi pendidikan dan sistem akreditasi profesi dan memasukan pendidikan profesi kedalam kurikulum pembelajaran. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan tinggi adalah dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran, dan sarana/prasarana. Strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi adalah memperhatikan peraturan yang mengatur tentang pendidikan tinggi, dengan melihat potret kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan kompetensi tenaga ahli konstruksi, untuk meningkatkan kualitas dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran dan sarana/prasarana. Kata kunci: kualitas kelulusan, pendidikan tinggi, kompetensi lulusan, kompetensi tenaga ahli.
STUDI KASUS KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI PROVINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN KONTRAK KERJA Kurniawan, Fredy; Wulandari, Diah Ayu Restuti; Ayu, Lilian Arlista
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.698

Abstract

The development of increasing infrastructure development gave birth to the rapid development of service companies engaged in construction. Delay is one of the obstacles to development because the completion time does not match the one specified in the employment contract document. The delay in the construction project means the increase in the timing of the completion of the planned project and is contained in the contract documents agreed by both parties, namely the first and second parties. This study is to look for factors that affect the delays of construction projects, identify the role of legislation, and identify contracts. This research method is qualitative that is by observation and interview with resource person from Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang that is PPK and staff. Also speakers from private contractors are supervisors, structural estimators, and some staff. On the scope of Government projects, the three dominant factors that affect the construction project's delays are weather, labor, and design. On the scope of Private projects, the three dominant factors that affect construction project delays are weather, material, and finance. The laws governing the delay are Law No.2 / 2017 article 54 paragraph (1) and (2), Perpres No.54 / 2010 Jo Perpres No.35 / 2011 Jo Perpres No.70 / 2012 and LKPP No.14 / 2012. The clause on the delay in the government work contract is in the SSUK, namely the critical contract, the term SSKK, and the bank's guarantee. Clauses on Private contracts namely the breach of wanprestasi and sanctions, and bank guarantees.
STUDI KASUS KERJASAMA PEMERINTAH BADAN USAHA DI JAWA TIMUR Kurniawan, Fredy
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 1 (2020): NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i1.1225

Abstract

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) memperkirakan kebutuhan dana infrastruktur pada tahun 2015-2019, terdapat kesenjangan pendanaan sekitar 36,5% (Rp 1.385 Triliun) dari total kebutuhan dana infrastruktur (Rp 4.796 triliun). Kesenjangan pendanaan tersebut diharapkan dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan swasta atau Badan Usaha, yang menggunakan skema Public-Private Partnership (PPP) atau dikenal dengan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), sebagai salah satu alternatif pembiayaan kebutuhan infrastruktur. Tujuan artikel ini adalah memaparkan pelaksanaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yang ada di Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang mekanisme pelaksanaan KPBU di Jawa Timur. Berdasarkan dari hasil analisis pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa KPBU telah berhasil diterapkan pada pengadaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur.