Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Applying Debate Method In EFL Classroom Robi Kurniawan
Journal of English and Arabic Language Teaching Vol 4, No 1 (2013): J/E/A/L/T
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berfokus pada penerapan metode Debat didalam kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Metode yang diterapkan lebih bertujuan untuk memberi kompetensi linguistik daripada pengetahuan tentang debat itu sendiri. Karena tidak ada metode terbaik yang cocok untuk semua situasi belajar, metode ini dapat menjadi alternatif dalam mempelajari bahasa Inggris. Para ahli mendefinisikan metode ini sebagai metode belajar bahasa Inggris aktif. Hal ini dikarenakan metode ini benar-benar melibatkan seluruh siswa dalam situasi belajar. Metode ini menawarkan siswa untuk bekerja dan mengerti dengan lebih baik sendiri, menjadi lebih independen, bergerak, dan berfikir dengan keras namun menyenangkan. Ini sangat penting karena memberikan siswa kemampuan bahasa Inggris yang beraneka ragam, seperti mendengarkan, berbicara, megambil catatan, berfikir kritis dan sebagainya. Untuk tingkatan lanjutan, metode Debat dapat menjadi pemicu yang baik bagi siswa untuk memiliki kemampuan membaca bahasa Inggris yang lebih baik karena metode ini memotivasi siswa untuk membaca lebih banyak literatur dan sumber untuk mendapatkan lebih banyak referensi bagi alasan terhadap argumen dalam kelas Debat. Beberapa ahli yang lain mendefinisikan metode Debat sebagai metode inovatif.  Metode tersebut inovatif karena metode ini berkembang dari metode diskusi. Untuk membuat diskusi tradisional lebih bermakna (meaningful), Debat merupakan  pilihan yang baik dan layak untuk dicoba.
EFEK KOMBINASI BAP DAN NAA TERHADAP MORFOGENENSIS EKSPLAN PELEPAH GANDUM (Triticum aestivum) SECARA IN VITRO Robi Kurniawan; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni CH
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian BAP (6- Benzyl Amino Purine) dan NAA (Napthalene Amino Acid) berserta interaksinya terhadap morfogenensis eksplan pelepah gandum secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kisaran. Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2018. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan. Faktor I pemberian ZPT BAP (6- Benzyl Amino Purine) (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0 = 0 ppm, B0,5 = 0,5 ppm, B1 = 1 ppm, B1,5 = 1,5 ppm. Faktor II pemberian ZPT NAA (Napthalene Amino Acid) (N) terdiri dari 3 taraf yaitu : N0 = 0 ppm, N1 = 1 ppm, N2 = 2 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ZPT BAP menunjukan pengaruh sangat nyata pada jumlah kalus,tunas,akar pada umur 8 MST. Dan Pemberian ZPT NAA menunjukan pengaruh sangat nyata pada jumlah kalus,tunas,akar pada umur 8 MST. Interaksi pemberian ZPT BAP dan NAA (B/N) menunjukan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Economic Dispatch Analysis Using Equal Incremental Cost Method with Linear Regression Approach Hasibuan, Arnawan; Kurniawan, Robi; Isa, Muzamir; Mursalin, Mursalin
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol 1, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v1i1.3617

Abstract

The use of fuel is one thing that needs special attention, because most of the operating costs of a plant are fuel costs. One of the efforts to minimize the cost of generating fuel is called Economic dispatch. In this study, an Equal Incremental Cost method with a Linear Regression approach will be presented to obtain a minimum generation cost. The case taken is the Pangkalan Susu PLTU which operates two generating units. Based on the results of calculations using the Equal Incremental Cost method with the Linear Regression approach, the cost is -0.033% or an average of -13,111 $/hour.
The Effect of Distributed Generator Injection with Different Numbers of Units on Power Quality in the Electric Power System Kurniawan, Robi; Nasution, Ardiansyah; Hasibuan, Arnawan; Isa, Muzamir; Gard, Muskan; Bhunte, Shrikant Vasantrao
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol 1, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v1i2.5236

Abstract

Distributed Generation (DG) is a small capacity generator located in the electricity distribution system and is usually placed on buses that are connected directly to the load. Placement of distributed generation is one of the technical efforts to reduce voltage drop and power losses in the system. In addition, load flow analysis is a study to plan and determine the amount of power in an electric power system. The results of power losses after adding distributed generation were the best in the fifth experiment on bus 149, where the system experienced a total loss of active power (P) previously of 720,822 kW, to 682,939 kW and total loss of reactive power (Q) previously of 530.02 kVar, to 405.835 kVar. From the results of the calculation of the power flow using ETAP software (Electrical Transient Analyzer Program). So, it can be concluded that the electrical network system can be said to be good. The results obtained are the more DG (wind turbine generator) that is input into the bus it will reduce the voltage drop that occurs. After simulating the overall voltage drop, it still meets the standards according to the results of the Text Report on ETAP.