Nita Sahara
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN RAGAM HIAS PELAMINAN MELAYU RIAU SEBAGAI INSPIRASI INOVASI KRIYA BATIK Nita Sahara; Agusti Efi; Reni Fitria; Hadiastuti Hadiastuti
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2018): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v7i2.11854

Abstract

AbstrakPelaminan Melayu adalah bagian dari tradisi budaya masyarakat Melayu yang berfungsi sebagai tempat duduk ketika pengantin wanita memiliki upacara pernikahan. Pelaminan Melayu dihiasi dengan sulaman tekat dengan menggunakan berbagai desain ragam hias Melayu. Pelaminan Melayu sebagai simbol perkawinan di Riau telah digunakan sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan batik di Pekanbaru Riau, yang disebut batik tabir. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa ide batik tabir terinspirasi dari pelaminan Melayu Riau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagian pelaminan Melayu yang menjadi inspirasi batik, desain ragam hias yang terdapat pada pelaminan Melayu Riau dan inovasi pada kerajinan batik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan ditetapkan dengan teknik snow ball sampling. Selanjutnya, data ditinjau dan dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan dengan partisipan, observasi, triangulasi, pengecekan dan memberchek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk Tabir salah satu bagian pelaminan  Melayu berbentuk susunan garis-garis vertikal. 2) desain ragam hias Pelaminan Melayu Riau mengacu pada pola flora dan fauna. 3) Pelaminan Melayu sebagai inspirasi untuk inovasi batik. Konsep pola dasar batik berberupa garis-garis vertikal terinspirasi dari bentuk tabir belang pelaminan Melayu dan motif yang dirancang bersumber dari desain ragam hias yang terdapat di pelaminan Melayu Riau. Kata Kunci: Pelaminan Melayu Riau, Desain Ragam Hias dan BatikAbstractMalay pelaminan is part of the cultural traditions of the Malay community that serves as a seat when the bride has wedding ceremony. Malay pelaminan is decorated with tekat embroidery by using various pattern of Malay ornament. Malay pelaminan as a symbol of marriage in Riau has been used as a source of inspiration in the development of batik in Pekanbaru Riau, called batik tabir. However, not many people know that the idea of batik tabir is inspired from Malay pelaminan of Riau. Therefore, this study aims to describe the shape of the Malay pelaminan, pelaminan ornament motifs and innovations to the craft of batik.This research used descriptive method with qualitative approach. Its data collection of the study was conducted by using the interview technique, observation and documentation. The informants were set with snow ball sampling technique. Furthermore, the data reviewed and analyzed  by data reduction steps, presentation of data, drawing conclusions.  The validity of data was done with the participation, the observation, triangulation, checking and memberchek.The results revealed that: 1) the shape of the Malay pelaminan as a whole is rectangular. 2) The decorative motive of Malay Pelaminan Riau refers to flora and fauna pattern. 3) Malay Pelaminan as a inspiration for batik innovation. Batik is the concept of vertical lines of the form tabir belang pelaminan shape, and it is designed from  ornament  in the Malay pelaminan of Riau.Keywords: Riau Malay Pelaminan, Ornament  and Batik 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PADA PELATIHAN MEMBATIK BERBASIS BUDAYA LOKAL Agusti Efi; Nita Sahara
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2020): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v9i1.18878

Abstract

AbstrakPenelitian ini berdasarkan pengembangan bahan ajar yang digunakan untuk pelatihan membatik pada program PPPUD UNP 2019, dengan judul “Pengembangan Kerajinan Batik Berbasis Budaya Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat, Menuju Pasar Global”. Hal ini dilaksanakan,  seiring dengan usaha pemerintah daerah yang mendorong industri batik tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat, salah satunya adalah UMKM Batik Minang Alam Takambang yang berlokasi di Nagari Batu Palano Kec. Sungai Puar Kab. Agam, Propinsi Sumatera Barat yang menjadi mitra dalam PPPUD UNP. Sebagai unggulan daerah UMKM Batik Minang Alam Takambang harus didorong untuk dapat berkembang sama dengan batik lainnya yang telah dahulu maju di pulau Jawa. Metode dalam mengembangkan bahan ajar ini adalah Research and Development dengan model penelitian 4D  yang terdiri dari tahap pendefinisian, tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Bahan ajar yang dikembangkan  dianggap telah dapat  digunakan oleh peserta pelatihan membatik dalam proses belajar, berdasarkan hasil penelitian data uji validitas dan praktikalitas, dengan hasil 83,35% kategori sangat valid. Sedangkan data uji praktikalitas dengan hasil 85,89% kategori sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar batik tulis layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah analisis tekstil.Kata Kunci: bahan ajar, pelatihan, membatik, budaya lokal.AbstractThis research is based on the development of teaching materials used for batik training in the 2019 PPP UNP PPPUD program, entitled "Development of Local Culture-Based Batik Crafts in Agam Regency, West Sumatra, Towards a Global Market". This was carried out, along with the efforts of the local government to encourage the batik industry to grow and develop in West Sumatra, one of which was the Minangkabau Batik Minang Alam Takambang located in Nagari Batu Palano Kec. Sungai Puar Kab. Agam, West Sumatra Province which is a partner in PPPUD UNP. As the pre-eminent regional SME Batik Minang Alam Takambang should be encouraged to be able to develop together with other batik that had previously advanced on the island of Java. The method in developing this teaching material is Research and Development with the 4D research model consisting of the defining stage, the planning stage, the development stage and the deployment stage. Teaching material developed is considered to be able to be used by batik training participants in the learning process, based on the results of the validity and practicality test data, with the results of 83.35% the category is very valid. While the practicality test data with the results of 85.89% is very practical category. It can be concluded that the written batik teaching material is fit to be used as a learning medium in textile analysis courses.Keywords: teaching materials, training, batik, local culture.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK MENJAHIT BUSANA PADA MATA KULIAH BUSANA DASAR DI IKK FPP UNP Reni Fitria; Ernawati Nazar; Weni Nelmira; Nita Sahara
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2019): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v8i1.12676

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas Pengembangan Video Pembelajaran Teknik Menjahit Busana Pada Mata Kuliah Busana Dasar yang bersifat valid dan praktis. Pelaksanaan perkuliahan ini sangat memerlukan penalaran yang cukup tinggi dalam memahami setiap langkah pada proses menjahit  pakaian, sehingga dibutuhkan metode khusus untuk dapat mendeskripsikan proses menjahit secara nyata kepada mahasiswa, maka perlu dikembangkan suatu video yang dapat memvisualisasikan teknik jahit busana. Metoda Research and Development (R&D) dengan model 4D (four-D) yang dikembangkan oleh Thiagarajan 1974 digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yaitu define (tahap pendefinisian), design (tahap perancangan), develop (tahap pengembangan), disseminate (penyebaran). Video pembelajaran teknik menjahit busana didesain menggunakan Macromedia Flash 8. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah video pembelajaran yang  valid dan praktis. Berdasarkan temuan itu diharapkan bisa menjadi desain pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran pada mata kuliah Busana Dasar secara signifikan di IKK FPP UNP. Kata Kunci: video, teknik menjahit, busana dasar.AbstractThis article discusses about Development of Instructional Videos for Clothing Sewing Techniques in Basic Fashion Courses that are valid and practical. The implementation of this lecture really requires quite high reasoning in understanding each step in the process of sewing clothes, so that a special method is needed to be able to describe sewing processes in real terms to students, so a video that can visualize fashion sewing techniques is needed. The Research and Development (R & D) method with a 4D model (four-D) developed by Thiagarajan 1974 was used in this study. This research consists of four stages, namely define, design, develop and disseminate. Learning videos of fashion sewing techniques are designed using Macromedia Flash 8. The results obtained from this study are valid and practical learning videos. Based on the findings, it is expected to be able to be a learning design that can improve the learning process in Basic Clothing courses significantly in IKK FPP UNP. Keywords: video, sewing techniques, basic fashion.