A. Kusdiwelirawan
Program Studi Pendidikan Fisika - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Karakteristik Energi Kecap Konvensional Jenis X, Y dan Z Berdasarkan Karakterisasi Sifat Optik Septiana, Ria; Kusdiwelirawan, A.; Sugianto, .
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan bahan dasar sebagai pembuatan kecap. Genistein dan genistin merupakan kandungan utama yang ada dalam kecap dengan daerah serapan 382 nm. Kecap konvensional X, Y dan Z selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS dan Fluoresens. Hasil karakterisasi memperlihatkan bahwa kecap konvensional jenis X berdasarkan keadaan energi relaksasi lebih cepat rusak apabila berinteraksi dengan cahaya. Kata kunci: kecap konvensional, sifat optik, genistein dan genistin.
Perbandingan Peningkatan Keterampilan Generik Sains Antara Model Inquiry Based Learning dengan Model Problem Based Learning Kusdiwelirawan, A.; Hartini, Tri Isti
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan peningkatan keterampilan generik sains siswa dengan menggunakan model Inquiry Based Learning dan Problem Based Learning kelas X SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dalam desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas X SMAN 1 Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian 42 siswa dari kelas X MIA 6 dan 44 siswa dari kelas X MIA 5 yang ditentukan dengan simple random sampling. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan bahwa dari hasil uji signifikansi data didapatkan nilai thitung = 4,6875 > 1,99208 = ttabel dengan menggunakan taraf signifikan = 0,05. Berdasarkan kriteria pengujian yang telah ditetapkan maka H0 ditolak H1 diterima, dengan nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen (X MIA 6) sebesar 80,64 dan pada kelas kontrol (X MIA 5) sebesar 73,14. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan peningkatan keterampilan generik sains yang menggunakan model Inquiry Based Learning dan Problem Based Learning. Kata kunci: keterampilan generik sains, Inquiry Based Learning, Problem Based Learning.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAIN (SFAE) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISSION (STAD) Ermawati, Imas Ratna; Kusdiwelirawan, A.; Khusnul, Khusnul
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan hasil belajar fisika siswa antara Metode Student Facilitator And Explain (SFAE) dengan Student Teams Achievement Divission (STAD).Dimana metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi eksperimen. Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  merupakan metode yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, menjadikan siswa sebagai fasilitator dan berfikir kreatif sehingga dapat menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri siswa. Yang membedakan Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  adalah langkah-langkah pembelajarannya dimana Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain siswa yang belajar sepenuhnya sendiri tidak demikian dengan metode Student Teams Achievement Divission dan di metode Student Teams Achievement Divission diadakan kuis di setiap akhir pertemuannya. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan, bahwa dari perhitungan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan Teori Kinetik Gas dan Termodinamika yang diterapkan di kelas eksperimen I dengan metode Student Facilitator And Explain  memiliki nilai rata-rata 79,58 sedangkan kelas eksperimen II dengan metode Student Teams Achievement Divission  memiliki nilai rata-rata 72,68, yaitu di atas KKM sebesar 70,00. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat thitung = 3,102 > 1,667= ttabel. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explain dan Student Teams Achievement Divission.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan hasil belajar fisika siswa antara Metode Student Facilitator And Explain (SFAE) dengan Student Teams Achievement Divission (STAD).Dimana metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi eksperimen. Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  merupakan metode yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, menjadikan siswa sebagai fasilitator dan berfikir kreatif sehingga dapat menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri siswa. Yang membedakan Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  adalah langkah-langkah pembelajarannya dimana Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain siswa yang belajar sepenuhnya sendiri tidak demikian dengan metode Student Teams Achievement Divission dan di metode Student Teams Achievement Divission diadakan kuis di setiap akhir pertemuannya. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan, bahwa dari perhitungan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan Teori Kinetik Gas dan Termodinamika yang diterapkan di kelas eksperimen I dengan metode Student Facilitator And Explain  memiliki nilai rata-rata 79,58 sedangkan kelas eksperimen II dengan metode Student Teams Achievement Divission  memiliki nilai rata-rata 72,68, yaitu di atas KKM sebesar 70,00. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat thitung = 3,102 > 1,667= ttabel. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explain dan Student Teams Achievement Divission.
PENGARUH BERPIKIR KREATIF DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TES OPEN ENDED Hartini, T. I.; Kusdiwelirawan, A.; Fitriana, I.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v3i1.2902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemikiran kreatif dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBL ) terhadap prestasi belajar siswa dengan tes fisika terbuka berakhir . Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh pemikiran kreatif dengan model PBL prestasi fisika siswa melalui tes terbuka berakhir . Penelitian ini dilakukan di Al - Hidayah MTs Cinangka kelas VIII pada semester kedua tahun akademik 2012/2013 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre - Eksperimental . Dengan target dari populasi siswa seluruh MTs Al - Hidayah Cinangka , sedangkan populasi keterjangkauan siswa kelas VIII . Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes seperti penelitian berakhir terbuka dalam bentuk narasi . Instrumen penelitian sebelum diberikan kepada objek penelitian dilakukan sebelum uji validitas instrumen tes, uji reliabilitas , uji dan uji tingkat kesulitan membedakan . Uji validitas rumus product moment diperoleh 17 pertanyaan yang valid dan 3 pertanyaan yang tidak valid, sedangkan uji reliabilitas dengan alpha formula untuk rhitung = 0,81 > 0.361 = r tabel. Sebelum data dianalisis terlebih dahulu diuji normalitas dengan persyaratan tes dan uji uji homogenitas Lilliefors menggunakan uji Bartlet . Uji normalitas diperoleh Lhitung = 0,091 < 0,161 = Ltabel dapat disimpulkan bahwa sampel terdistribusi secara normal . Hasil perhitungan yang diperoleh X2 hitung = 6,83991 , dan X2 tabel = 30,1 tabel dapat disimpulkan dalam dua kelas X2 hitung < X2 tabel . Dengan demikian H0 diterima dan kelas dalam keadaan homogen . Deskripsi hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata untuk pre -test dari 49,3 , sedangkan nilai rata-rata 79,2 untuk post-test berarti ada peningkatan prestasi siswa . Sedangkan Hipotesis pengujian menggunakan uji-t diperoleh thitung = 2.53 > 1,994 = t tabel dengan menggunakan tingkat signifikansi = 0,05 . Ini berarti terima H0 , maka hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pemikiran kreatif yang signifikan dengan menggunakan model PBL prestasi siswa fisika menggunakan uji terbuka berakhir. This study aims to determine whether there is influence creative thinking by using the model Problem Based Learning (PBL) to the learning achievement of students with a physics test open ended. The hypothesis of this research is there influence creative thinking with the PBL model of physics achievement tests students through open ended. This study was conducted at Al-Hidayah MTs Cinangka Class VIII in the second semester of academic year 2012/2013. The method used in this research is the Pre-Experimental. With the target of the entire student population of MTs Al-Hidayah Cinangka, while the population of the class VIII student affordability. Data collection techniques using test instruments such as open ended research in narrative form. The research instrument before given to the object of research is done before the test instrument validity test, reliability test, test and test level difficulty distinguishing. Test the validity of the product moment formula obtained 17 valid questions and 3 questions that are not valid, while the reliability test with alpha formula for rhitung = 0.81> 0.361 = r table. Before the data were analyzed first tested for normality with the requirements of the test and the Lilliefors test homogeneity test using the test Bartlet. Normality test obtained Lhitung = 0.091 <0.161 = Ltabel it can be concluded that the samples are normally distributed. Calculation results obtained X2 hitung = 6.83991, and X2 tabel = 30.1 table it can be concluded in the second class X2 hitung < X2  tabel. Thus H0 is accepted and classes in a homogeneous state. Description of the results of the analysis of data obtained average values for pre-test of 49.3, while the average value of 79.2 for the post-test means there is an increase in student achievement. Whereas Hypothesis testing using t-test obtained thitung = 2.53> 1.994 = t table using a significance level of = 0.05. This means thank H0, then the results of this study concluded that there are significant creative thinking using the PBL model of physics student achievement using test open ended.
PENGARUH BERPIKIR KREATIF DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TES OPEN ENDED Hartini, T. I.; Kusdiwelirawan, A.; Fitriana, I.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v3i1.2902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemikiran kreatif dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBL ) terhadap prestasi belajar siswa dengan tes fisika terbuka berakhir . Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh pemikiran kreatif dengan model PBL prestasi fisika siswa melalui tes terbuka berakhir . Penelitian ini dilakukan di Al - Hidayah MTs Cinangka kelas VIII pada semester kedua tahun akademik 2012/2013 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre - Eksperimental . Dengan target dari populasi siswa seluruh MTs Al - Hidayah Cinangka , sedangkan populasi keterjangkauan siswa kelas VIII . Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes seperti penelitian berakhir terbuka dalam bentuk narasi . Instrumen penelitian sebelum diberikan kepada objek penelitian dilakukan sebelum uji validitas instrumen tes, uji reliabilitas , uji dan uji tingkat kesulitan membedakan . Uji validitas rumus product moment diperoleh 17 pertanyaan yang valid dan 3 pertanyaan yang tidak valid, sedangkan uji reliabilitas dengan alpha formula untuk rhitung = 0,81 > 0.361 = r tabel. Sebelum data dianalisis terlebih dahulu diuji normalitas dengan persyaratan tes dan uji uji homogenitas Lilliefors menggunakan uji Bartlet . Uji normalitas diperoleh Lhitung = 0,091 < 0,161 = Ltabel dapat disimpulkan bahwa sampel terdistribusi secara normal . Hasil perhitungan yang diperoleh X2 hitung = 6,83991 , dan X2 tabel = 30,1 tabel dapat disimpulkan dalam dua kelas X2 hitung < X2 tabel . Dengan demikian H0 diterima dan kelas dalam keadaan homogen . Deskripsi hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata untuk pre -test dari 49,3 , sedangkan nilai rata-rata 79,2 untuk post-test berarti ada peningkatan prestasi siswa . Sedangkan Hipotesis pengujian menggunakan uji-t diperoleh thitung = 2.53 > 1,994 = t tabel dengan menggunakan tingkat signifikansi = 0,05 . Ini berarti terima H0 , maka hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pemikiran kreatif yang signifikan dengan menggunakan model PBL prestasi siswa fisika menggunakan uji terbuka berakhir. This study aims to determine whether there is influence creative thinking by using the model Problem Based Learning (PBL) to the learning achievement of students with a physics test open ended. The hypothesis of this research is there influence creative thinking with the PBL model of physics achievement tests students through open ended. This study was conducted at Al-Hidayah MTs Cinangka Class VIII in the second semester of academic year 2012/2013. The method used in this research is the Pre-Experimental. With the target of the entire student population of MTs Al-Hidayah Cinangka, while the population of the class VIII student affordability. Data collection techniques using test instruments such as open ended research in narrative form. The research instrument before given to the object of research is done before the test instrument validity test, reliability test, test and test level difficulty distinguishing. Test the validity of the product moment formula obtained 17 valid questions and 3 questions that are not valid, while the reliability test with alpha formula for rhitung = 0.81> 0.361 = r table. Before the data were analyzed first tested for normality with the requirements of the test and the Lilliefors test homogeneity test using the test Bartlet. Normality test obtained Lhitung = 0.091 <0.161 = Ltabel it can be concluded that the samples are normally distributed. Calculation results obtained X2 hitung = 6.83991, and X2 tabel = 30.1 table it can be concluded in the second class X2 hitung < X2  tabel. Thus H0 is accepted and classes in a homogeneous state. Description of the results of the analysis of data obtained average values for pre-test of 49.3, while the average value of 79.2 for the post-test means there is an increase in student achievement. Whereas Hypothesis testing using t-test obtained thitung = 2.53> 1.994 = t table using a significance level of = 0.05. This means thank H0, then the results of this study concluded that there are significant creative thinking using the PBL model of physics student achievement using test open ended.
Effect of Task Through Test Rankings Based Learning Model REACT to the Achievement of Physics Amirudin, Dessy; Kusdiwelirawan, A.; Soenarto, Y.
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31758/OmegaJPhysPhysEduc.v3i2.31

Abstract

The aim of this study is to find out the effect of test-based on the ranking task through the learning model of REACT (relating, experiencing, applying, cooperating, and transferring) toward physics learning achievement. The research is held in 105 Senior High School in Jakarta on the even semester of 2015-2016. The population in this research is around 32 students roommates are all investigated. The sampling technique that use is purposing sampling technique. This research use quantitative research. After the data is distributed normally and the homogeneity based on the normality test and homogeneity, the data that is gained the lcount &lt; ltable (0.11 &lt; 0.156). The hypothesis test is done by using the t-test and the result tcount &gt; ttable (8.575 &gt; 1.689) (on the 0.05 significant extent) or 8.575 &gt; 2.456 (on the 0.01 significant extent) which means&nbsp;H0 is rejected,&nbsp;H1 is therefore accepted. All in all this research could bring the effect of test-based on the ranking task learning model through the REACT toward physics learning achievement.