Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Biopropal Industri

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA ASAM LEMAK DARI MIKROALGA Lyngbya sp. - (ANTIBACTERIAL ACTIVITY AND FATTY ACID COMPOUNDS IDENTIFICATION FROM MICROALGAE Lyngbya sp.) Agustini, Ni Wayan Sri; Kusmiati, Kusmiati; Handayani, D
Biopropal Industri Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.452 KB)

Abstract

Fatty acid has biological activity to terminate or inhibit the growth of pathogenic bacteria. Lyngbya sp. is one of microalgae that producing fatty acid. This study aims to obtain a compound with antibacterial activity from Lyngbya sp. The extraction method used specifically to isolate fatty acid with dichloromethane solvents. The A, B and C extracts were tested its antibacterial activity using diffusion method with paper disc. The C extract which most active was fractionated using SiO2 column chromatography, dichlromethane-ethyl acetate (1:1). The result then tested against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Fraction that had antibacterial activity with highest inhibition zone was identified using Gas Chromatography Mass Spectrometry. The 16th fraction of the C extract had the highest antibacterial activity with inhibition zone of 30.30 mm. The identification of 16th fraction showed it was phthalic acid (bis(2-ethylhexyl) phatalate 1.2 benzene dicarboxylic acid) with retention time 19.73 minutes which classified as fatty acid.Keywords: antibacterial, chromatography, fatty acid, Lyngbya sp.ABSTRAKAsam lemak memiliki aktivitas biologis untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Salah satu mikroalga penghasil asam lemak adalah Lyngbya sp. Penelitian ini bertujuan  untuk memperoleh senyawa kimia yang mempunyai aktivitas antibakteri dari mikroalga Lyngbya sp. Metode ekstraksi yang digunakan khusus untuk mengisolasi senyawa asam lemak dengan pelarut diklorometan. Ekstrak yang diperoleh adalah ekstrak A, B dan C, masing-masing ekstrak lalu diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Setelah diketahui ekstrak C merupakan ekstrak teraktif, selanjutnya ekstrak tersebut difraksinasi menggunakan kromatografi kolom SiO2, dengan pelarut diklorometana-etil asetat (1:1). Fraksi yang diperoleh kemudian diuji aktivitas antibakterinya dan ditetapkan fraksi yang mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Fraksi yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi diidentifikasi dengan kromatografi gas-spektrometri massa. Fraksi 16 ekstrak C memberikan aktivitas antibakteri dengan zona hambat 30,30 mm. Identifikasi fraksi 16 dengan kromatografi gas-spektrometer massa menunjukkan bahwa kandungan senyawa yangbersifat antibakteri adalah asam ftalat (bis(2 etil heksil) ftalat 1,2 benzena asam karboksilat) dengan waktu retensi 19,73 menit yang merupakan golongan asam lemak.Kata kunci: antibakteri, asam lemak, kromatografi, Lyngbya sp.