Darmawati Darmawati
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

OPTIMASI LAMA WAKTU FERMENTASI LIMBAH SAYUR DENGAN CAIRAN RUMEN TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN NUTRISI PAKAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Murni Murni; Darmawati Darmawati; Muhammad Irwandi Amri
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 1 (2017): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.762 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v6i1.680

Abstract

The purpose of this study was to determine the length of time vegetable waste fermentation with rumen fluid effective in improving the nutritional quality of tilapia fish feed. Fermentation is carried out in rumen fluid after fermentation is complete, the fermented vegetable waste is dried and subsequently roasted proximate analysis and total sugars. In this study, there were four treatments, three days (treatment A), 4 days (treatment B), 5 days (treatment C), and 6 days (treatment D). The results obtained during the study showed that the use of rumen fluid in the fermentation process of vegetable waste was not significant (P 0.05) on the content of moisture, crude protein, fat, crude fiber, ash and extract materials without nitrogen (BETN) and the content of total sugars
OPTIMASI PERTUMBUHAN CAULERPA SP YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN LAGURUDA KABUPATEN TAKALAR Darmawati Darmawati; Rahmi Rahmi; Eko Aprilyanto Jayadi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.901 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.672

Abstract

The study aims to determine the effect of planting depth of seaweed (Caulerpa sp) is different to growth, as well as the depth of planting is best for the growth of seaweed Caulerpa sp. The experimental design of this study was completely randomized design (CRD) with 3 treatments ie different planting depths are: 50 cm, 100 cm and 150 cm, each treatment was repeated 3 test kali.Parameter absolute growth and daily growth rate is using ANOVA and followed by LSD test. Based on these results, value - average absolute growth (PM) was obtained at a depth of 50 cm is (197.5 g) followed by a depth of 100 cm (177.5 g) and the lowest at a depth of 150 cm (114.3 g). Results of water quality measurements at the site of the research is still in the ideal conditions for the growth of Caulerpa sp.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT Caulerpa sp. DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Darmawati Darmawati; Syawaluddin Soadiq; Nurfa Nurfa
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7072

Abstract

Pemanfaatan Caulerpa sp. dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan beberapa organisme akuatik, namun belum diujicobakan pada ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Caulerpa sp. dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng (Chanos chanos). Sebanyak 120 ekor benih ikan bandeng dengan ukuran 3-4 cm dan bobot rata-rata 5,39±0,07 g dipelihara dalam waskom volume 15 liter dengan kepadatan 10 ekor/waskom. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung Caulerpa sp. dalam pakan masing-masing sebanyak 10%/kg pakan, 20%/kg pakan, 30%/kg pakan, dan tanpa penambahan tepung Caulerpa sp. (kontrol). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari biomassa perhari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 16.00). Pemeliharaan dan pemberian pakan uji dilakukan selama 40 hari dan setiap hari dilakukan penyiponan dan pengantian air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung Caulerpa sp. memberikan pengaruh nyata (P0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata (P0.05) terhadap sintasan ikan bandeng. Pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada pemberian tepung Caulerpa sp sebanyak 20%/kg pakan yaitu 6.90 g dan 1.34 %/hari.
OPTIMASI PERTUMBUHAN Caulerpa sp YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN LAGURUDA KAB. TAKALAR Darmawati Darmawati; Eko Aprilyanto Jayadi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i2.1302

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh  kedalaman penanaman  rumput laut (Caulerpa sp) yang berbeda terhadap pertumbuhan , serta mengetahui kedalaman penanaman yang terbaik untuk pertumbuhan rumput laut Caulerpa sp. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan 3 perlakuan  kedalaman penanaman yang berbeda yaitu :50 cm,  100 cm dan 150 cm, masing-masing perlakuan  diulang 3 kali.Parameter uji pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian adalah menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian ini, nilai rata – rata pertumbuhan mutlak ( PM ) diperoleh pada kedalaman 50 cm yaitu (197,5 g) diikuti kedalaman 100 cm (177,5 g) dan terendah pada kedalaman 150 cm ( 114,3 g ). Hasil pegukuran kualitas air di lokasi penelitian masih dalam kondisi ideal bagi pertumbuhan Caulerpa sp.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP RESPONS IMUN DAN SINTASAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Muh. Amri Maulana; Hamsah Hamsah; Darmawati Darmawati; Muhamad Ikbal; Rahmi Rahmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis S. cerevisiae pada pakan terhadap respons imun dan sintasan ikan kakap putih (L. calcarifer). Pemeliharaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Setiap perlakuan diberi pakan komersil yang telah diberi penambahan S. cerevisiae 5 g/kg pakan (perlakuan B); 10 g/kg pakan (perlakuan C); 15 g/kg pakan (perlakuan D) dan perlakuan tanpa penambahan S. cerevisiae (control/perlakuan A). Metode pengambilan darah dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan spluit 1 mℓ, sampel darah diambil melalui intravena ikan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan S. cerevisiae memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap respons imun dan sintasan ikan kakap putih dengan respons imun tertinggi pada perlakuan C (10 g/kg pakan).
FREKUENSI PERENDAMAN TIRISAN RUMPUT LAUT SEBAGAI PUPUK CAIR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) PADA WADAH TERKONTROL Akmal Akmal; Darmawati Darmawati; Agus Satriyono
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.138 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.679

Abstract

The purpose of this study was to determine the frequency of seaweed soaking liquid seepage towards daily growth rate and production of seaweed Kappaphycus alvarezii. The usefulness of this research is the data and information with seepage benefits of seaweed with a test frequency of immersion. This study was conducted in February to the month of March 2014 in BBAP Takalar, Takalar, South Sulawesi Province, tools and materials used jars, aeration, wearing a green, plastic bag crop thermometer, pH-meter, hand refractometer, Scales, autoclave, sliding bar, knife Kutter, Kappaphycus alvarezii seaweed, seawater, detergent and distilled water. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with treatments and 3 replications and 1 control. Treatment A (1 time), treatment B (2 times), the carrying out of the C (3 times), the carrying out of D (control). Testing frequency leakage liquid immersion using seaweed as liquid fertilizer correlated to the growth and production of seaweed daily. The average daily relative growth rate and production are considered to be effective is the treatment C with a frequency of immersion 3 times each (0.0357% / day and 1,5000gr / m2) and lowest in D without soaking treatment (control) respectively (0.0094% / day and 0,3967gr / m2).
PENGARUH PEMBERIAN VITERNA DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreocromis niloticus) Riza Fadilah; Darmawati Darmawati; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7074

Abstract

Pakan merupakan komponen penentu dalam budidaya sehingga perlu dioptimalkan penggunaannya, salah satunya dengan penambahan suplemen viterna yang dapat membantu pencernaan makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian viterna dengan dosis berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan, FCR dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu penambahan viterna 15 ml/kg pakan, 20 ml/kg pakan, 25 ml/kg pakan, dan tanpa penambahan viterna (kontrol). Penambahan viterna pada pakan komersil (PF1000) dilakukan dengan metode spray sesuai dosis  perlakuan, lalu dikering anginkan pada suhu ruang selama ± 10 menit. Ikan nila yang digunakan adalah benih umur 25 hari dengan panjang berkisar 4-5 cm dan dipelihara dalam waskom plastik dengan padat tebar 30 ekor/wadah (2 ekor/L). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari bobot tubuh dengan frekuensi 3 kali sehari (08.00, 13.00, dan 18.00 wita) selama 30 hari pemeliharaan. Parameter utama yang diukur yaitu laju pertumbuhan spesifik, FCR dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan viterna pada pakan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik, food convertion ratio (FCR), dan sintasan benih ikan nila. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan C (penambahan viterna sebanyak 20 ml/kg pakan) yaitu laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,63% per hari, FCR sebesar 1,15, dan sintasan sebesar 94,66%.
OPTIMASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaus Vannamei) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Abd. Wahyu H. Lama; Darmawati Darmawati; Farhanah Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4001

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk Mengetahui pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara menggunakan air baku dari hasil reserkulasi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukandengan cara acak untuk menjaga agar tidak ada organisme yang terlalu kecil atau besar yang terambil pada saat sampling atau dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental yakni menguji hasil penelitian dengan ragam uji ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kepadatan yang berbeda (1500 ekor/wadah) menyebabkanPertumbuhan mutlak, Laju pertumbuhan, dan Sintasan pada udang vaname (Litopenaeus vannamei)   meningkat. Hal inidisebabkan karena rendahnya kepadatan diperlakuan A (1500 ekor) dibandingkan perlakuan B (2000 ekor) dan perlakuan C (2500 ekor), menyebabkan tidak terjadi persaingan ruang gerak dan tidak terjadi persaingan makanan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan sintasan udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pada penelitian ini disarankan, jika untukmenambah kepadatannya diharuskan menggunakan tambahan aerasi dan kincir untuk menyuplay oksigen kewadah budidaya.
OPTIMASI SERBUK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) PADA PAKAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN SINTASAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) YANG DIPELIHARA PADA SUHU PANAS Tri Syawal Dalle; Muhamad Ikbal; Akmaluddin Akmaluddin; Darmawati Darmawati; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal pemberian serbuk biji papaya  (Carica papaya L) pada pakan terhadap  kadar hemoglobin dan survival rate ikan nila (Oreochromis sp) yang dipelihara pada suhu panas.Sedangkan kegunaan penelitian ini sebagai pedoman bagi pengembangan teknik budidaya ikan nila dalam upaya meningkatkan nilai mutu dan kesehatan ikan.Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Limbung, Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Dosis pemberian serbuk biji papaya yang digunakan adalah  10 g/kg pakan (perlakuan A), 15 g/kg pakan (perlakuan B), 20 g/kg pakan (perlakuan C), dan tanpa penambahan serbuk biji papaya pada pakan (perlakuan D).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tertinggi terdapat pada perlakuan B (penambahan serbuk biji pepaya sebanyak 15g/kg pakan) yaitu 7,7 g/100 ml. Parameter kualitas air selama penelitian dalam kondisi yang layak dalam pemeliharaan ikan nila (Oreochromis sp).
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN MANNANOLIGOSAKARIDA (MOS) TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Hamsah Hamsah; Darmawati Darmawati; Siti Nurhijrah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7071

Abstract

Mannanoligosakarida (MOS) merupakan prebiotik yang mampu memacu pertumbuhan mikroflora yang menguntungkan pada saluran cerna sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan organisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan penambahan MOS terhadap kinerja pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu penambahan MOS pada pakan komersil masing-masing 1%, 1,5%, 2%, dan kontrol (tanpa penambahan MOS). Pemeliharaan udang uji menggunakan waring berukuran 60x90x100 cm yang diletakkan dalam tambak dengan tinggi air ± 80 cm dengan kepadatan udang uji 60 ekor/waring.  Pemeliharaan dan pemberian pakan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari (pukul 05:00, 11:00, 17:00, dan 23:00 wita). Parameter uji meliputi specific growth rate (SGR), pertumbuhan mutlak, aktivitas enzim pencernaan, food convertion ratio (FCR) dan kualitas air sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan MOS mampu menghasilkan SGR, pertumbuhan mutlak, aktivitas enzim pencernaan, dan food convertion ratio (FCR) yang lebih baik dibandingkan kontrol. Penambahan MOS sebanyak 1% relatif lebih baik dibanding perlakuan lainnya (1,5% dan 2%).