Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Design Of Agricultural Motivation Media And Agricultural Industry In The Covid-19 Pandemic Period I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Putu Wirayudi Aditama
ADI Journal on Recent Innovation Vol. 2 No. 2 (2021): March
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/ajri.v2i2.75

Abstract

The agricultural sector is not only for the discourse of food sovereignty, but one of the foundations of the economic strategy. The erosion of agriculture by the opportunities of other sectors, refers to the focus of research in Bali's Celuk Buruan Village, by uncovering phenomena that occur in this region. The existence of regional development, the availability of access and public facilities, is a problem in the agricultural sector in this region. Changes in perspective or land-use change are inevitable, impacting agriculture and small businesses that have long worked with farmers to drive the village economy. Based on the phenomenon, an idea arose to revive the agricultural and industrial sectors in Celuk Buruan. During the Covid-19 pandemic crisis, the decline of Bali's tourism, with a qualitative approach, attempted to design, which could provide positive input to the situation. The design of media about agriculture is a preventive action, carried out in a structured, processed in the design of visual communication. In the end, communication media can produce to answer the problem and widely disseminated on the internet media.
FENOMENA PERTANIAN DI DESA CELUK BURUAN BALI DALAM MEDIA DOKUMENTER I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Putu Wirayudi Aditama
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 7, No 01 (2021): February 2021
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v7i01.3517

Abstract

AbstrakPertanian sebagai salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan sebenarnya telah memiliki berbagai piranti hukum yang mendukung. Pesatnya pembangunan dan gencarnya pengadaan infrastruktur ternyata bertambah pesat pula alih fungsi lahan-lahan produktif milik petani. Fenomena ini diikuti pula dengan hasil panen dan industri kecil sebagai pendukung perputaran ekonomi kerakyatan yang perlahan mulai menurun. Perancangan dokumenter tentang eksistensi pertanian dan industri pertanian di Celuk Buruan dilakukan untuk membangkitkan kembali semangat agraris pada sektor ini. Pendekatan riset yang dilakukan dengan pengumpulan data secara kualitatif dari informan, perlahan diungkap fenomena pada realitasnya. Didukung proses perancangan dalam merealisasikan dokumenter, riset ini diharapkan dapat memberikan luaran yang semestinya menjadi bahan renungan khalayak. Tidak hanya termotivasi oleh tindakan penyelamatan sektor pertanian, namun mengingatkan kembali bahwa pertanian adalah salah satu garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan manusia terutama pada kondisi sulit saat ini. Media dokumenter ini dapat menjadi suatu edukasi untuk khalayak agar tidak memandang sektor pertanian dengan sebelah mata. Sehingga pada akhirnya perlu diambil tindakan dalam berbagai studi untuk mengkaji beragam hal terkait pertanian untuk strategi tindakan selanjutnya.  Kata Kunci: Bali, Celuk Buruan, dokumenter, pertanian AbstractAgriculture as one of the significant sectors within food commodity has had various supporting legal tools. The rapid development and incessant provision of infrastructure have also rapidly increased the conversion of productive land owned by farmers. This phenomenon followed by yields and the small industry as a supporter of the people's economy that slowly starts to decrease. The documentary design about the agriculture existence and the agricultural industrial sector in Celuk Buruan was carried to revive the spirit of agrarian in this sector. The research approach was performed by collecting data qualitatively from the informants. Slowly the phenomenon is revealed in its reality. Supported by the design process in realizing the documentary, this research is expected to be able to provide an outcome that should be the subject of public reflection. Not only motivated by the act of saving the agricultural sector but reminded that agriculture is one of the frontlines in fulfillment of human needs, especially under current difficult conditions. This documentary media can be an education for society in order not to demean the agricultural sector. Therefore, eventually, it is necessary to take action in various studies to examine multiple matters related to agriculture for further action strategies. Keywords: agriculture, Bali, Celuk Buruan, documentary
DESIGNING THE PURA IBU CELUK BURUAN LOGO I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2019
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v3i1.413

Abstract

Logo digunakan penggunanya sebagai sarana identitas suatu lembaga, institusi, kelompok dan sebagainya. Pada logo biasanya terdapat aksen yang mencerminkan identitas yang diwakilkan yang dapat mengemban misi pesan perluasan identitas tersebut. Pada kebutuhannya logo terkait juga dengan hubungan antar lembaga sebagai suatu perwakilan keputusan legal yang digunakan oleh lembaga atau institusi bersangkutan. Berkaitan dengan logo sebagai suatu identitas, di Desa Celuk Buruan terdapat sebuah pura yang memiliki status cagar budaya. Pada Pura Ibu ini, merupakan pura yang disungsung beberapa keluarga yang berdomisili di Desa Celuk Buruan. Sebagai pura dengan status cagar budaya ini tentunya terkait dengan hubungan pada dinas-dinas terkait. Permasalahan hubungan tersebutlah, tercetus sebuah pemikiran yang mengarah pada simbol identitas yang berupa logo untuk tujuan tertentu. Adanya kebutuhan logo ini pula, tokoh masyarakat yang sekaligus sebagai pengempon Pura Ibu ini berkordinasi untuk mewujud suatu perancangan logo sebagai identitas. Perancangan logo ini tentu dilandasi dengan metode pengumpulan data yang dibutuhkan dan dianalisis sesuai dengan metode perancangan serta koparasi berdasarkan data teoritis yang ada. Pada kebutuhan visualisasi logo, menghasilkan sebuah logo Pura Ibu yang dapat mewakilkan identitas pura secara menyeluruh untuk kebutuhan administratif dan sebagainya.
PERANCANGAN LOGO KREASI PROGRAM MAGISTER TERAPAN PERENCANAAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI BALI DAN IMPLEMENTASINYA I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
Jurnal Nawala Visual Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Nawala Visual Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v2i1.54

Abstract

Logo is actually created through a very complex process so that in the end the output of a logo can be accepted by the public and build branding of the entity represented. The design of the logo on the Program Magister Perencanaan Pariwisata (Applied Masters Program, Tourism Business Planning), Tourism Department, Politeknik Negeri Bali (PNB) is a brilliant idea because this is the spirit of institutional development. The creation of a logo with a modern impression and the concept of green tourism inspires the logo to be a visual object of message introduction in building PNB branding in general. Creation through three stages of design that are considered important, also through the collection of relevant data, described with descriptive qualitative and gave birth to the final logo based on joint decisions. In general, the creation of a logo must be able to answer the concept of the entity as a whole and there should also be a consideration in the governance of the logo for its sustainable use. Key words: design, logo, applied master, Politeknik Negeri Bali Penciptaan Logo sebenarnya melalui proses yang sangat kompleks, sehingga pada akhirnya luaran sebuah logo dapat diterima khalayak dan membangun branding dari entitas yang diwakilkan. Perancangan logo pada Program Magister Terapan Perencanaan, Pariwisata Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali (PNB) merupakan suatu gagasan yang brilian, karena hal ini menjadi semangat dalam pengembangan institusi. Penciptaan logo dengan kesan modern dan konsep green tourism, menginspirasi logo menjadi suatu objek visual pengantar pesan dalam membangun branding PNB secara umum. Penciptaan dilakukan melalui tiga tahap perancangan yang dianggap penting, melalui pula pengumpulan data yang relevan, dijabarkan dengan deskriptif kualitatif dan melahirkan logo yang final berdasarkan keputusan bersama. Secara umum penciptaan logo harus dapat menjawab konsep dari entitas secara menyeluruh dan perlu pula adanya pertimbangan dalam tata kelola logo untuk pemanfaatannya secara berkelanjutan. Kata kunci: perancangan, logo, magister terapan, Politeknik Negeri Bali
VISUALISASI BUKU KEPARIWISATAAN DAN PERSOALAN FILSAFAT ILMU TERAPAN PARIWISATA I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Gede Mudana; Kadek Ayu Ariningsih; I Dewa Ayu Agung Tantri Pramawati
Jurnal Nawala Visual Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Nawala Visual Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v2i2.111

Abstract

Suatu terbitan buku yang memiliki tujuan komersial pasti akan membutuhkan proses desain yang mendukung. Tujuannya tentu untuk membangun branding positif pada visual awal oleh pembaca dan tertarik untuk membaca. Selain isi konten buku, strategi visual dengan berbagai pertimbangan prinsip desain yang sejalan dengan konsep secara keseluruhan buku menjadi satu kesatuan utuh seperti pada perancangan sampul dan layout buku Persoalan Filsafat Ilmu Terapan Pariwisata yang dibahas. Berhubungan dengan ilmu filsafat maka referensi yang digunakan adalah penyederhanaan ilustrasi fractal, mozaik, dan low poly. Pemanfaatan tipografi pun dipilih dengan karakteristik huruf yang tidak terlalu kompleks seperti jenis sans serif serta prinsip-prinsip teoritik dalam tipografi. Pendekatan nuansa warna dipilih berdasarkan pertimbangan makna unsur pariwisata dengan menggabungkan tone warna pada media sampul buku. Pada hasil akhir mempertimbangkan pula ruang display promo yang dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dengan memanfaatkan media sosial dan google play book. Pada akhirnya buku yang diterbitkan memang selayaknya mempertimbangkan pula visual dan strategi pemasarannya, walau memerlukan waktu dalam penjualannya tetapi proses perancangan yang dilalui telah melingkupi berbagai hal yang bersifat strategis dalam penerbitan sebuah buku.
FILM DOKUMENTER EKSISTENSI TARIAN DAN KESENIAN SAKRAL WAYANG WONG DESA ADAT SIDAN I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Komang Redy Winatha; I Nyoman Yoga Trisemarawima
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 5, No 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2561

Abstract

AbstrakSeni pertunjukan wayang wong adalah salah satu kesenian di Bali dan masih ditarikan di daerah desa tradisional Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kesenian wayang wong ini menjadi menarik, karena merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Tetapi di Desa Sidan, wayang wong hanya ditarikan saat upacara keagamaan khusus. Pada prosesi sebelum pertunjukan ditarikan oleh masyarakat setempat, dilakukan ritual khusus pada para penari. Pengamatan lapangan tidak ditemukan adanya dokumentasi dalam bentuk apapun yang mengacu pada rangkaian acara tersebut, termasuk foto ataupun rekaman video. Berdasarkan wawancara dengan kelompok penari, regenerasi dilakukan dari generasi ke generasi secara langsung. Tidak adanya dokumen fisik atau digital, memotivasi tindak lanjut untuk mengeksplorasi fenomena kesenian ini. Metode kualitatif melalui pengumpulan data observasi tempat rangkaian prosesi kesenian wayang wong dan wawancara dilakukan pada anggota penari serta pimpinan desa adat yang mengetahui eksistensi kesenian ini. Kemudian dikomparasikan dengan proses perancangan video, sehingga didapatkan rangkaian cerita dalam bentuk film dokumenter. Finalisasi film dokumenter kemudian didelegasikan secara langsung pada masyarakat setempat, sehingga dapat digunakan sebagai acuan kajian lebih lanjut oleh para akademisi ataupun praktisi seni. Hal ini bertujuan untuk melestarikan kesenian wayang wong sakral yang telah langka di Bali. Kata Kunci: film, dokumenter, tari, wayang wong, Bali AbstractWayang wong performance art is one of the arts in Bali and is still danced in the traditional village area of Sidan, Petang District, Badung Regency, Bali. Wayang wong art is interesting because it is one of the arts that are considered sacred by the local community. But in Sidan Village, wayang wong is only danced during special religious ceremonies. In the procession, before the performance was danced by the local community, a special ritual was performed for the dancers. Field observations were not found in any form of documentation that refers to the series of events, including photographs or video recordings. Based on interviews with dancer groups, regeneration is carried out from generation to generation directly. The absence of physical or digital documents motivates follow-up to explore this artistic phenomenon. The qualitative method was through observation data collection where a series of wayang wong art processions and interviews were conducted with dancers and traditional village leaders who knew the existence of this art. Then it is compared with the video design process so that a series of stories is obtained in the form of a documentary film. The finalization of the documentary was then delegated directly to the local community so that it could be used as a reference for further studies by academics or arts practitioners. It aims to preserve the art of the sacred wayang wong which has been rare in Bali. Keywords: film, documentary, dance, wayang wong, Bali
BALINESE SCRIPT IN TATTOO MEDIA COMMODITY IN DENPASAR BALI I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
ADI Journal on Recent Innovation Vol. 1 No. 2 (2020): March
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.946 KB) | DOI: 10.34306/ajri.v1i2.29

Abstract

Tattoos in the realm of Indonesian culture has now entered the realm of the tourism industry. Bali in particular, the tattoo is a promising industry, especially in tourist destinations. The presence of rapid tourism development and support of information technology provides opportunities for the enrichment of works in tattoos. Previous influence of outer style on a tattoo in Bali give the effect of shifting perspective to tattoo phenomenon during this time. Changes also occur in ornaments that penetrate the art or tradition ornaments because previously this is a taboo to do. The first step is to collect the data purposively so that it can be interpreted and described in a qualitative comparative analysis. The existence of commodities makes an indication of commodification in the practice of tattoo Balinese script, and there is the hidden motivation behind it. The meaning that can be extracted in this phenomenon is the symbolization that is understood only by the artist and his collector. This situation is symbiotic with the market changing the value that exists in the object and also emerges a creative effort that impacts on the sustainability of traditional Balinese script.
Era Kekinian Publikasi Open Journal Systems dan Perancangan Identitas Visual Jurnal Bali Membangun Bali I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 1, April 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.278 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i1.104

Abstract

Kebutuhan publikasi pada era kekinian sebagai wadah diseminasi informasi dan pengetahuan terutama tentang pembangunan menjadi hal yang penting. Jurnal Bali Membangun Bali sebagai salah satu wadah publikasi merupakan tindakan yang cerdas dalam mensiasati proses pembangunan dan kemajuan pembangunan secara berkesinambungan. Sarana publikasi online menjadi sarana yang tepat dalam publikasi hasil-hasil kajian dan seiring pula dengan himbauan Permenristek melalui Dirjen Dikti prihal publikasi. Adanya sarana online, selain dikelola tim profesional pada bidangnya, diperlukan pula suatu identitas yang mencirikan dan pengantar pesan dari JBMB. Penciptaan identitas visual berupa logo dilakukan dengan beragam pertimbangan dan analisis riset sehingga identitas tersebut dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Logo pada BMB menjadi berperan karena mengakomodir filosofis dari rancangan JBMB diterbitkan. Penciptaan menggunakan metode deskriptif dan runut sehingga proses dapat diikuti dalam pembahasan. Sebagai logo perwakilan entitas BMB akan menjadi bagian popularitas diseminasi riset dan pembangunan yang ada di Provinsi Bali.
Kajian Rancangan Promo Album Faito 61 Tahun 2008 I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2017
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v1i1.134

Abstract

Music has many lovers, especially in Bali there are many bands from various musical genres. In the development of indie music labels required hard work in creativity as supporting the popularity and success in the field of music. Faito 61, the band that existed from many hardcore bands of Bali maintained its existence with it so it is known among hardcore music fans from 2004-2010. Efforts to improve creativity and quality, Faito 61 released its first album as proof of maturity to fans and the community in addition to the creations of musicians that can generate and increase the band's popularity. It utilizes visual communication media as a supporting tool to maximize the album promo and this can also increase the popularity and sales of Faito 61 album. The existing media is so diverse that it needs to be selective and in accordance with theories, concepts and field conditions. For such provision it must begin with research and theoretical review. The hardcore concept is lifted according to the flow of the band. The design of Faito 61 album promo media, applied hardcore elements ranging from illustrations, typography and colors. Data obtained from direct interviews with direct observation media that has been owned so far then compared with design theory. Further analyzed qualitatively so that it can be concluded as the basic design.
STUDY OF VULGAR TEXT AND ILUSTRASI ON T-SHIRT Ida Ayu Dwita Krisna Ari; I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Bahasa Rupa April 2019
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v2i2.297

Abstract

Brand new produce lifestyle support products, t-shirt products popping up fertile. The high competition in the clothing company industry causes, the product is demanded to have an appeal as a differentiator with other products. Some clothing companies have unique concepts, such as text or illustrations that are vulgar and even classified as taboo to say. The paradigm, making research on vulgar themed t-shirts need to a studied at an aesthetic level. Providing valuable input to the academic studies and clothing business. Qualitatively qualitative analysis, social phenomena in society as objects and the interesting reality of characteristics, signs or descriptions of the existing situation and phenomenon conditions. Prizes in the form of t-shirts with vulgar themes, it is assumed that the audience's awareness of art, including the composition of the results of the interaction between memory perception and visual perception as well as the sense of comprehension of the user.