Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Jajan di Luar Kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Donna Permata Sari; Mappeaty Nyorong; Zuraidah Nasution
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1966

Abstract

Menurut data BPOM tahun 2019 sekitar 40-45% jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat. Hal ini dapat memperburuk status gizi anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak sekolah. Makanan jajanan yang mengandung zat berbahaya dan tercemar oleh mikrooba dapat menimbulkan reaksi akut pada  tubuh, yaitu berupa batuk, diare, alergi, kesulitan buang air besar atau bahkan keracunan. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku jajan anak Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas yaitu berjumlah 102 orang. Tehnik pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  50 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariate. Hasil penelitian  variabel Pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,001, Sikap = 0,002, Tindakan = 0,001 artinya ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Pengetahuan dengan nilai Exp (B) 26.000. Ada hubungan penyuluhan kesehatan dengan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor penyuluhan kesehatan yang paling dominan adalah variabel pengetahuan. Diharapkan kepada pihak sekolah agar pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas dapat bertambah dan menjadi media diskusi yang dapat menambah daya tarik siswa dalam mempelajari ilmu tentang kesehatan jajanan secara komprehensif.Kata Kunci: Perilaku Pencegahan Jajan Diluar Kantin Sekolah, Pengetahuan, Sikap, TindakanAccording to BPOM data in 2019, around 40-45% of school children's snacks do not meet the requirements. This can worsen the nutritional status of children which can affect the growth of school children. Snack foods that contain harmful substances and are contaminated by microbes can cause acute reactions in the body, namely coughing, diarrhea, allergies, difficulty defecating or even poisoning. The purpose of the study was to analyze the snacking behavior of children at State Elementary School 060925, Medan Amplas District. The research design used was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study was the population in this study were students of the State Elementary School 060925 Medan Amplas District, which amounted to 102 people. The sampling technique used purposive sampling. The number of samples to be studied is 50 people. Data analysis was performed with univariate analysis, bivariate with Chi Square and multivariate tests. The results of the study of the Knowledge variable obtained p-value = 0.001, Attitude = 0.002, Action = 0.001 meaning that there was an influence between health education on Knowledge, Attitude and action on preventing snacking behavior outside the school canteen in State Elementary School students 060925 Medan Amplas District. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable in this study was the Knowledge variable with an Exp (B) value of 26,000. There is a relationship, health education with knowledge, attitudes and actions towards preventing snacking behavior outside the school canteen for students at State Elementary School 060925 Medan Amplas District, from the results of multivariate analysis, it shows that the most dominant health education factor is the Knowledge variable. It is hoped that the school will increase the knowledge of State Elementary School 060925 Medan Amplas Subdistrict students and become a discussion medium that can increase the attractiveness of students in learning about the health of snacks in a comprehensive manner. Keywords : Behavior of preventing snacks outside the school canteen, Knowledge, Attitude, Action 
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen Tahun 2019 Nurjannah Nurjannah; Zuraidah Nasution; Iman Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1962

Abstract

Pendahuluan: Gizi merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi agar balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktifitas berpikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 ibu dengan menggunakan teknik analisis data accidental sampling.  Hasil: diketahui bahwa tidak ada hubungan pekerjaan ibu terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 1,000 < 0,05. Ada hubungan pendapatan keluarga terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,002 < 0,05, ada hubungan riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,001 < 0,05, ada hubungan pola asuh terhadap kejadian gizi kurang dengan nilai p 0,031 < 0,05. Adapun faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jeunieb Kabupaten Bireuen tahun 2019 adalah faktor riwayat penyakit infeksi dengan nilai p 0,001 < 0,05.. Kesimpulan: Tidak Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian gizi kurang pada balita, dan ada hubungan  dukungan pendapatan keluarga riwayat penyakit infeksi pola asuh. Faktor yang paling berhubungan dalam penelitian ini adalah riwayat penyakit infeksi. Disarankan kepada ibu balita agar lebih memperhatikan pola makan dan asupan konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap anak balita, dalam mengonsumsi makanan sehari-hari membiasakan dengan menu seimbang.Kata Kunci:   Balita, Gizi KurangBackground: Nutrition is one of the needs that must be met so that toddlers can grow and develop properly. Malnutrition is a health disorder due to a lack or imbalance of nutrients needed for growth, thinking activities and all things related to life. Objective: This study aims to determine what factors are associated with the incidence of malnutrition in children under five in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019. Purpose : This study aims to determine what factors are associated with the incidence of malnutrition in children under five in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019. Method :  This study used an analytic survey with a cross sectional approach to study the factors associated with the incidence of under-five malnutrition. The sample in this study amounted to 34 mothers using accidental sampling data analysis techniques..  Result :  it is known that there is no relationship between mother's work and the incidence of malnutrition with p value 1,000 < 0.05. There is a relationship between family income and the incidence of malnutrition with a p value of 0.002 < 0.05, there is a relationship between a history of infectious disease and the incidence of malnutrition with a p value of 0.001 < 0.05, there is a relationship between parenting patterns and the incidence of malnutrition with a p value of 0.031 < 0, 05. The factors most related to the incidence of malnutrition in the work area of the Jeunieb Public Health Center, Bireuen Regency in 2019 were a history of infectious disease factors with a p value of 0.001 < 0.05. Conclusion: There is no relationship between work and the incidence of malnutrition in children under five, and there is a relationship between family income support, history of infectious diseases, parenting. The most related factor in this study was a history of infectious disease. It is recommended to mothers of toddlers to pay more attention to eating patterns and intake of food consumption in accordance with the nutritional needs of each child under five, in consuming daily food to get used to a balanced menu.Keywords: Toddler, Malnutrition
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PIJORKOLING KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020 Seri Hafni; Razia Begum Suroyo; Jitasari Tarigan Sibero; Zuraidah Nasution; Mayang Wulan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1664

Abstract

ABSTRAKHipertensi didefenisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg yang terjadi pada seorang klien pada tiga kejadian terpisah. Angka kasus hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan pada tahun 2019 berjumlah 134 kasus dengan usia 60-80 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan.Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-80 tahun sebanyak 134 orang, dengan rumus Slovin diambil sampel sebanyak 57 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square (bivariat), dan uji binary regression logistic (multivariat). Analisis kualitatif di analisa secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor konsumsi makanan asin dengan kejadian hipertensi p=0,001, faktor kebiasaan olahraga  dengan kejadian hipertensi p= 0,031, dan faktor pola tidur dengan kejadian hipertensi p=0,001. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor konsumsi makanan asin ≥ 1kali/hari mempunyai pengaruh yang lebih besar (paling dominan) terhadap kejadian hipertensi p=0,015dengan nilai Exp(B) = 11,204.Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa adanya pengaruh faktor konsumsi makanan asin, kebiasaan olahraga dan pola tidur terhadap kejadian hipertensi. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Pijorkoling untuk terus melaksanakan program prolanis, program posbindu, serta terus memberikan promosi kesehatan seperti diit pada penderita hipertensi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi. Kata Kunci        : Faktor-faktor, Kejadian hipertensi, Lansia
Determinan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Peulimbang Kabupaten Bireuen Cut Nurnahayati; Zuraidah Nasution; Anto Anto
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita merupakan masa yang tergolong rawan dalam pertumbuhan dan perkembangan karena pada masa ini anak mudah sakit dan mudah mengalami kekurangan gizi. Survei awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Peulimbang Kabupaten Bireuen dengan melakukan pengukuran antropometri terhadap 20 balita, ditemukan 13 balita yang mengalami gizi kurang dan 7 balita lainnya memiliki status gizi baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan penerapan prinsip sadar gizi pada tatanan rumah tangga terhadap status gizi balita. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Peulimbang Kabupaten Bireuen dengan sampel sebanyak 50 orang ibu yang memiliki balita. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi balita adalah pengetahuan (p=0,020), dukungan keluarga (p=0,012),dan sosial ekonomi (p=0,000).
Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Kesehatan yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Binjai Kota Iis Anisah; Zuraidah Nasution; Yuniati Yuniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2393

Abstract

Kemenkes RI menyatakan kualitas pelayanan kesehatan merupakan segala hal yang meliputi kinerja yang menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, tidak saja yang dapat menimbulkan kepuasan bagi pasien sesuai dengan kepuasan rata-rata penduduk tetapi juga sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan. Mutu menjadi salah satu elemen penting dalam setiap pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pihak penyedia jasa pelayanan kesehatan harus selalu menjaga mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk   menganalisis faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas Binjai Kota. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat rawat jalan di Puskesmas Binjai Kota dalam waktu 9 bulan  lebih kurang 2235 kunjungan pengambilan smpel dengan metode Accidental  sampling.sedangkan sampel berjumlah 100 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat.  Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa kejadian hipetensi berpengaruh terhadap Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance dan Empahaty p = 0,001, artinya ada Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance dan Empahaty terhadap kepuasan pasien. Dari hasil analisis multivariat diketahui variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Responsiveness dengan nilai OR 15.104. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Responsiveness  merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Binjai kota. Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang harus diperbaiki terutama jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pasien seperti: menyelesaikan administrasi pasien, cepat tanggap dengan keluhan pasien, memberikan obat secara cepat dan tepat, memberikan informasi dan cepat tanggap dalam menangani pasien agar ditingkatkan tercipta sebuah kepuasan pasien yang menjadi kepuasan pasien terhadap di Puskesmas Binjai Kota.Kata Kunci : Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance,  EmpahatyThe Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the quality of health services is everything that includes performance that shows the level of perfection of health services, not only which can lead to satisfaction for patients in accordance with the satisfaction of the average population but also in accordance with the standards and professional code of ethics that have been set. Quality is an important element in every health service. Therefore, in providing health services for the community, the health service providers must always maintain the quality of the services provided. The aim of this study is to analyze the factors that influence the quality of health services on outpatient satisfaction at the Binjai City Public Health Center. This type of research uses a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all patients who came for outpatient treatment at the Binjai City Health Center within 9 months of approximately 2235 sampling visits with the Accidental Sampling method. While the sample amounted to 100 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. Based on the results of the chi-square test, it is known that the incidence of hypertension affects Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance and Empathy p = 0.000, meaning that there is Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance and Empathy on patient satisfaction. From the results of multivariate analysis, it is known that the most influential variable in this study is the Responsiveness variable with an OR value of 15.104.   The conclusion in this study is that Responsiveness is the dominant factor influencing patient satisfaction at the Binjai City Health Center. To be able to improve the quality of services that must be improved, especially security and comfort guarantees for patients such as: completing patient administration, responding quickly to patient complaints, giving drugs quickly and accurately, providing information and being responsive in handling patients so that it can be improved to create a patient satisfaction that becomes a priority. patient satisfaction at the Binjai City Health Center.Keywords : Tangible, Responsiveness, Reliability, Assurance, Empathy