Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor Predisposisi yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerj a Las di Kecamatan Kemiling Fitria Saftarina; TA Larasati; Rizqa Atina
JUKE Unila Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7179.145 KB)

Abstract

~
Studi Kualitatif Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karier pada Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Internship di Bandar Lampung Idzni Mardhiyah; Oktadoni Saputra; TA Larasati; Rika Lisiswanti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1627

Abstract

Pemilihan karier merupakan hal penting dan krusial bagi seorang dokter. Pemilihan karier menjadi hal yang sangat menentukan masa depan seorang dokter ketika terjun di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui faktorfaktor yang mempengaruhi pemilihan karier mahasiswa kedokteran tahun pertama, ketiga dan dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) di Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kualitatif. Studi pendahuluan dilakukan dengan melakukan survei gambaran pilihan karier pada mahasiswa kedokteran tahun pertama dan ketiga FK Unila. Dari gambaran pilihan karir yang didapatkan, dilakukan wawancara mendalam pada mahasiswa tahun pertama (n=4), tahun ketiga (n=6) dan dokter internship (n=8). Data kemudian ditranskripsi, dikoding, dan dianalisis konten untuk mendapatkan tema-tema yang muncul. Gambaran pilihan karier mahasiswa masih didominasi oleh dokter fungsional khususnya dokter spesialis baik pada mahasiswa tahun pertama (67%;85 dari 127 responden) maupun pada mahasiswa tahun ke tiga (54%; 70 dari 130 responden). Faktor yang mempengaruhi pemilihan karier terdiri dari faktor pendorong dan faktor penghambat. Terdapat delapan kategori utama faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karier yaitu; karakteristik pribadi, karakteristik profesi, kondisi lapangan pekerjaan, perankeluarga, kehiduoan pribadi, tuntutan pendidikan lanjut, fase preklinik, dan fase rotasi klinik. Dari kedelapan kategori tersebut, kategori fase preklinik tidak didapatkan sebagai kategori pada faktor penghambat tetapi terdapat dua kategori lainnya yaitu beban kerja dan keterbatasan informasi. Simpulan. Pemilihan karier mahasiswa kedokteran dan dokterinternship bervariasi sesuai dengan tahapan pendidikan yang dilalui.Semakin tinggi tahapan pendidikan yang dilalui, semakin kompleks hal-hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan kariernya. [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata Kunci: dokter internship, mahasiswa kedokteran, pemilihan karier
Faktor Determinan Personal Hygiene Anak Pada Siswa Sekolah Dasar TA Larasati
JUKE Unila Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5316.133 KB)

Abstract

~
Aktivitas Musa paradisiaca dalam Terapi Diare Akut pada Anak Larasati, TA; Hardita, WA; Dewi, IK
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1652

Abstract

Tanaman obat telah digunakan sebagai bentuk alternatif dari perawatan kesehatan. Pisang (Musa paradisiaca) merupakan salah satu tanaman obat yang paling sering digunakan. Pisang (Musa paradisiaca) memiliki efek potensial terhadap penyembuhan pada banyak penyakit, terutama penyakit gastrointestinal. Diare merupakan salah satu contoh penyakityang bisa disembuhkan dengan Musa paradisiaca. Diare merupakan salah satu penyebab kematian paling sering di dunia pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai etiologi, seperti patogen, perubahan metabolik, subtansi dan intoksikasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu pemulihan pasien diare yangmengonsumsi diet dengan pisang lebih cepat dibanding pasien yang tidak mengonsumsi diet dengan pisang. Musa paradisiaca bisa menyembuhkan diare dengan aktivitas dari kandungan karbohidratnya. Kandungan karbohidrat yang resisten terhadap kadar amilase yang tinggi akan berperan dalam resistensi terhadap hidrolisis di usus. Ketika tiba di kolon,kandungan karbohidrat tersebut difermentasi oleh mikroflora kolon menjadi short chain fatty acids (SCFAs) yang menstimulasi absorpsi garam dan air. Di sisi lain, Musa paradisiaca bisa mengurangi diare dengan menormalisasi fungsi usus. Kandungan pektin dalam Musa paradisiaca akan mengabsorpsi air dalam jumlah besar untuk menormalisasipergerakan usus. Simpulan: Pisang (Musa paradisiaca) dapat menjadi alternatif terapi diare pada anak di bawah usia lima tahun karena mempunyai kandungan fitokemikal alami, aktivitas farmakologis, dan aktivitas antibakteri. [JK Unila. 2016;1(2)]Kata kunci: diare, musa paradisiaca, pektin
Komunikasi Dokter-Pasien Berfokus Pasien pada Pelayanan Kesehatan Primer TA Larasati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2221

Abstract

Tantangan yang dihadapi pelayanan kesehatan primer adalah dapat memberikan pelayanan dengan karakteristik 4C, yaitu first contact, comprehensive, continous, dan collaborative. Dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, dokter yang berada di pelayanan kesehatan primer menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama perubahan perilaku gaya hidup sehat dan pengobatan penyakit, kepatuhan pasien dengan penyakit kronis, juga menghadapi pasien dengan perbedaan latar belakang budaya. Sehingga dibutuhkan komunikasi efektif dokter-pasien agar tercapai tujuan pelayanan kesehatan. Menurut WONCA of Europe, pelayanan berpusat pasien dijabarkan dalam empat aspek, doctor-patient relationship, centred on patient and context, promote patient empowerment, longitudinal continuity. Doctor-patient relationship atau hubungan dokter-pasien dibangun dalam komuniikasi dokter pasien yang efektif, yang memunculkan dan memahami perspektif pasien (kekhawatiran, ide, harapan, kebutuhan, perasaan, dan fungsi), memahami pasien dalam konteks psikososial dan budaya yang unik, mencapai pemahaman bersama tentang masalah pasien dan perawatan yang sesuai dengan nilai-nilai pasien, dan pasien dalam menawarkan pilihan-pilihan yang berhubungan dengan masalah kesehatannya. Manfaat komunikasi dokter-pasien berpusat pasien adalah meningkatkan kepatuhan pasien pada pengobatan, mencapai keberhasilan pengobatan, meningkatkan kepuasan pasien dan juga memudahkan penegakkan diagnosis, meminimalkan terjadinya malpraktik.Kata kunci: komunikasi berpusat pasien, pelayanan primer
Analysis Of Smoking Behaviour In Children TA Larasati
JUKE Unila Vol 4, No 07 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.29 KB)

Abstract

~
Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rs Abdul Moeloek Propinsi Lampung TA Larasati
JUKE Unila Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.522 KB)

Abstract

Pengelolaan Diabetes Melitus secara umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, sehingga dapat menghilangkan keluhan-keluhan dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat. Karena Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup.: Penelitian ini untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang rawat jalan di RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung, dengan sampel sebanyak 89 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 15 oktober-15 Desember 2011, dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner mengenai demografi, dan kualitas hidup. Kualitas hidup responden diukur dengan kuesioner kualitas hidup pasien DM tipe 2, SF-36. Dari 89 responden, didapatkan hasil bahwa lebih dari separuh responden memiliki gambaran kualitas hidup sedang yaitu sebanyak 59,6 % (53 orang), kualitas hidup baik sebanyak 27,0 % (24orang) dan kualitas hidup buruk sebanyak 13,5 % (12 orang)
Aktivitas FiSik, Diet Serat, dan Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Abdul Moeloek Propinsi Lampung TA Larasati
JUKE Unila Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3842.709 KB)

Abstract

-
Uji Efektivitas Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus [Sinonim=Sericocalyx crispus L]) sebagai Anti Diabetes Mellitus TA Larasati; Meiwa Rizky Ardhi Bella Putri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 5, No 1 (2021): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v5i1.2929

Abstract

Daun keji beling (Strobilanthes crispus) merupakan salah satu jenis tanaman yang secara empiris banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan. Beberapa literatur menyebutkan nama latin daun keji beling sebagai  Sericocalyx crispus L. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, menunjukkan bahwa rata – rata prevalensi Diabetes Mellitus di masing – masing provinsi di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter dari penduduk umur lebih dari 15 tahun pada tahun 2013 mencapai 1,5%, dan meningkat pada tahun 2018 mencapai 2%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan kimia pada ekstrak etanol 70% daun keji beling seperti flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid yang bekerja sinergis untuk menghambat aktivitas enzim alfa penelitian menunjukkan kandungan kimia pada ekstrak etanol 70% daun keji beling seperti flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid yang bekerja sinergis untuk menghambat aktivitas enzim alfa – glukosidase akan menurunkan peningkatan kadar glukosa darah serta dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan juga dapat menghambat kerja enzim alpha – glukosidase. Kata Kunci : Daun keji beling (Strobilanthes crispus, Sericocalyx crispus L), Diabetes mellitus, Enzim alfa – glukosidase 
MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II PADA ANGGOTA PROLANIS DI BANDAR LAMPUNG TA Larasati; Ratna Dewi Puspitasari; Fitriani Antika Dhamayanti
Essence of Scientific Medical Journal Vol 18 No 1 (2020): Volume 18 No. 1 (Januari - Juni 2020) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2020.v18.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Besarnya kelompok penderita DM tipe II beresiko tinggi terhadap terjadinya komplikasi DM. Komplikasi pada pasien DM tipe II akan menurunkan kualitas hidup penderita DM. Dalam pengendalian penyakit DM diperlukan adanya manajemen diri diabetes. Manajemen diri diabetes akan menurunkan terjadinya resiko komplikasi pada penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen diri diabetes dengan kontrol gula darah pasien DM tipe II pada peserta Prolanis di Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling alat ukur berupa Accu Check Blood Glucose Meter dan kuesioner . Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Penelitian dilakukan terhadap 97 responden pasien DM tipe II pada peserta Prolanis di Bandar Lampung. Hasil: Tingkat manajemen diri diabetes sebesar 80,41% tinggi dan 19,58% rendah. Kontrol gula darah sebesar 54,63% terkontrol dan 45,36% tidak terkontrol. Hasil uji chi-square didapatkan nilai p yaitu 0,034. Pembahasan: Penelitian ini memiliki hubungan yang bermakna antara manajemen diri diabetes dengan kontrol gula darah pasien DM tipe II pada peserta prolanis di Bandar Lampung Simpulan: Terdapat hubungan antara manajemen diri diabetes dengan kontrol gula darah Kata kunci: Kontrol gula darah, manajemen diri diabetes, pasien DM tipe II, peserta prolanis