Gustri Yeni
Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh konsentrasi ekstrak katekin Uncaria gambir terhadap umur simpan ikan teri (Stolephorus sp.) Gustri Yeni; Yurnalis Yurnalis; Piko Andika
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i1.7009.17-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi katekin dari Uncaria gambir terhadap ketahanan simpan ikan teri. Pengawetan ikan teri pada penelitian ini dilakukan melalui proses perendaman ikan teri dalam larutan katekin (konsentrasi        0%-15%) dengan perbandingan 1:4 selama ±2 jam. Ikan teri hasil perlakuan dikeringkan dalam oven pada suhu ±50oC selama 12-24 jam dan dikemas menggunakan plastik polipropilen (PP). Untuk mengetahui ketahanan simpan ikan teri dilakukan penyimpanan selama 30 hari, setiap 15 hari dilakukan analisis untuk mengetahui mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan ikan teri yang diawetkan menggunakan katekin pada konsentrasi 10% (A3) dapat mengurangi jumlah bakteri (1,10x105 koloni/g) dengan kadar air 18,1339% dan abu 10,5358%. Uji organoleptik pada konsentrasi yang sama memiliki nilai sangat suka-suka terhadap tekstur dan aroma, tetapi warna kurang disukai panelis karena menghasilkan penampakan lebih gelap dibandingkan tanpa perendaman katekin (A1). Pengujian ketahanan simpan produk sampai 30 hari masih memenuhi standar ikan teri kering (SNI.01-3391-2000) dan uji organoleptik mengalami penurunan terhadap nilai tekstur dan warna, dimana produk menjadi kurang kompak dan warna menjadi lebih gelap.
Pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir Gustri Yeni; S Silfia; Yulia Helmi Diza
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.983 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5227.9-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir. Penelitian dilakukan dengan cara katekin gambir dilarutkan dengan variasi pelarut air, etanol 20%, campuran etanol 20% dan etil asetat (perbandingan 1:10) dan kecepatan homogenizer 500; 1.500; 2.000; dan 2.500 rpm. Karakteristik partikel hasil perlakuan diuji menggunakan particle size analyzer (PSA) diperoleh hasil bervariasi antara 2.148-3.354 nm. Proses pengadukan dengan kecepatan 2500 rpm dapat memperkecil ukuran partikel (2.148 nm), secara visual dilihat dari tingkat kejernihan larutan yang dihasilkan. Peningkatan kecepatan homogenizer menyebabkan terjadi kerusakan senyawa katekin yang ditandai dengan perubahan warna menjadi coklat, ditunjukkan dengan penurunan kadar katekin dari 84,32%  menjadi 75,91%. Sampel hasil perlakuan dikeringkan dengan spray dryer pada kondisi operasi suhu inlet 100oC dan outlet 90oC, tekanan vakum pada 15 Psi, terjadi penurunan ukuran partikel (209,45 nm). Sampel diuji menggunakan scanning electron microscope (SEM) menunjukkan morfologi katekin tidak simetris. Analisis ukuran partikel katekin dilanjutkan menggunakan software image-J dan diperoleh ukuran partikel antara 209,53-280,50 nm.ABSTRACTThis study was aimed to determine the effect of solvent type and homogenizer speed on the particle characteristics of gambier catechins. The research was conducted by dissolving the gambir catechins with solvents variation of water, ethanol 20%, mixture of ethanol 20% and ethyl acetate (ratio 1:10) and homogenizer speed 500; 1,500; 2,000; and 2,500 rpm. The particle characteristics of the treatment were tested using a particle size analyzer (PSA) and obtained the results varied between 2,148-3,354 nm. The stirring process at a speed of 2500 rpm can reduce the particle size (2,148 nm), visually seen from the clarity level of the solution produced. Increasing the speed of the homogenizer caused damage to the catechin compound which was marked by a change in color became brown, indicated by a decrease in catechin content from 84.32% to 75.91%. The treated sample was dried with a spray dryer under operating conditions of inlet temperature 100oC and outlet temperature 90oC, vacuum pressure at 15 Psi particle size decreased (209.45 nm). Samples were tested using a scanning electron microscope (SEM) showed the symmetrical morphology of the catechins. The analysis of catechins particle size was continued using the image-J software and obtained the particle size between 209.53-280.50 nm.  
Penentuan Teknologi Proses Pembuatan Gambir Murni dan Katekin Terstandar dari Gambir Asalan Gustri Yeni; Khaswar Syamsu; Etik Mardliyati; Hendri Muchtar
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v7i1.2846.1-10

Abstract

Uncaria gambir Roxb. is an industrial crop commodity that has a high economic value and good prospect for farmers and exporter. Gambier of traditional processed products (raw gambier) generally have various catechin content, so it is required further handling to increase the purity of catechins from raw gambier. The research was aimed to get a process technology on the making of pure gambier and standardized catechins. Sources of raw materials was obtained from extraction process through steaming leaves and twigs of gambier (KA) using equipment from aluminum (RA) and from iron (RF). Purification of raw gambier through repeated extraction with water could decrease tannin content from 24% to 2.4% and increase catechin levels between 40% to 74%. Gambier with a low tannin content (catechin KA) through re-extraction using water had the highest increase of catechin content with a color of yellowish white product. The iron-containing equipment affected the color of the pure gambier produced, which was reddish-brown. The effect of solvent on further extraction using ethyl acetate solvent resulted in higher catechin content (up to 99%) compare to ethanol (95%). The catechin purity of KA samples was tested by looking at its stability at varying levels of acidity, showing catechins of gambier was stabile at pH 6.ABSTRAK Uncaria gambir Roxb. merupakan komoditas tanaman industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai prospek cukup baik bagi petani dan pemasok negara-negara asing. Gambir hasil olahan tradisional (gambir asalan), umumnya memiliki kandungan katekin yang beragam, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk meningkatkan kemurnian katekin dari gambir asalan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan teknologi proses pembuatan gambir murni dan katekin terstandar. Sumber bahan baku diperoleh dari proses ekstraksi melalui pengukusan daun dan ranting tanaman gambir (KA) menggunakan peralatan dari aluminium (RA) dan dari besi (RF). Pemurnian gambir asalan melalui ekstraksi berulang dengan air dapat menurunkan kadar tanin, yaitu dari 24% sampai 2,4% dan meningkatkan kadar katekin, yaitu antara 40% sampai 74%. Gambir dengan kandungan tanin rendah (katekin KA) melalui ekstraksi ulang menggunakan air memiliki peningkatan kadar katekin tertinggi dengan warna produk putih kekuningan. Peralatan mengandung besi berpengaruh terhadap warna dari gambir murni yang dihasilkan, yaitu berwarna coklat kemerahan. Pengaruh pelarut terhadap ekstraksi lanjut menggunakan pelarut etil asetat menghasilkan kadar katekin lebih tinggi (sampai 98%) dibandingkan etanol (95%). Kemurnian katekin sampel KA diuji dengan melihat stabilitasnya pada berbagai tingkat keasaman, menunjukkan katekin dari gambir stabil pada pH 6.
Pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi HCl terhadap karakteristik pati termodifikasi dari bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Gustri Yeni; S Silfia; Wilsa Hermianti; Tri Wahyuningsih
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.4 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4334.53-60

Abstract

Tepung bengkuang dapat dimanfaatkan sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif. Untuk memenuhi spesifikasi produk tersebut tepung bengkuang perlu dilakukan modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh hidrolisis asam terhadap pati secara lambat untuk menghasilkan tepung termodifikasi dari bengkuang dengan karakteristik fisiko-kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai  enkapsulan. Proses hidrolisis asam tepung bengkuang menggunakan variasi perlakuan waktu hidrolisis (24, 48, dan 72 jam) dan konsentrasi HCl (1%, 2%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal diperoleh pada waktu hidrolisis 72 jam dan konsentrasi HCl 2% dengan nilai derajat polimerisasi (DP) 22,34 yang sudah memenuhi persyaratan jika digunakan sebagai matrik enkapsulan. Karakteritik dari tepung termodifikasi pada kondisi ini adalah kadar air 16,47%, kadar abu 1,17%, amilosa 31,01%, viskositas 155cP, kelarutan 80,83%, dan aktivitas antioksidan (IC50) 148 μgml-1. Morfologi granula tepung  hasil uji dengan mikroskop dan SEM bentuknya tidak terlalu banyak mengalami perubahan pada hidrolisis asam. AbstractJicama flour can be used as a thin coating (encapsulation) of an active ingredients. To meet the specifications of the product, jicama flour needs to be modified. The purpose of this study was to study the effect of acid hydrolysis on starch slowly to produce jicama modified flour with physico-chemical characteristics that could be used as an encapsulants. The process of acid hydrolysis of jicama flour using treatment variations of hydrolysis time (24, 48, and 72 hours) and HCl concentrations (1, 2, and 3%). The results showed that the optimal treatment was obtained at 72 hours hydrolysis and 2% HCl concentration with a polymerization degree (DP) of 22.34 which met the requirements if used as an encapsulation matrix. The characteristics of the modified flour in this condition were water content 16.47%, ash content 1.17%, amylose 31.01%, viscosity 155cP, solubility 80.83%, and antioxidant activity (IC50) 148 μgml-1. The test results of flour granular morphology with microscopy and SEM did not change too much in acid hydrolysis.
Pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir Gustri Yeni; S Silfia; Yulia Helmi Diza
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.983 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5227.9-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan kecepatan homogenizer terhadap karakteristik partikel katekin gambir. Penelitian dilakukan dengan cara katekin gambir dilarutkan dengan variasi pelarut air, etanol 20%, campuran etanol 20% dan etil asetat (perbandingan 1:10) dan kecepatan homogenizer 500; 1.500; 2.000; dan 2.500 rpm. Karakteristik partikel hasil perlakuan diuji menggunakan particle size analyzer (PSA) diperoleh hasil bervariasi antara 2.148-3.354 nm. Proses pengadukan dengan kecepatan 2500 rpm dapat memperkecil ukuran partikel (2.148 nm), secara visual dilihat dari tingkat kejernihan larutan yang dihasilkan. Peningkatan kecepatan homogenizer menyebabkan terjadi kerusakan senyawa katekin yang ditandai dengan perubahan warna menjadi coklat, ditunjukkan dengan penurunan kadar katekin dari 84,32%  menjadi 75,91%. Sampel hasil perlakuan dikeringkan dengan spray dryer pada kondisi operasi suhu inlet 100oC dan outlet 90oC, tekanan vakum pada 15 Psi, terjadi penurunan ukuran partikel (209,45 nm). Sampel diuji menggunakan scanning electron microscope (SEM) menunjukkan morfologi katekin tidak simetris. Analisis ukuran partikel katekin dilanjutkan menggunakan software image-J dan diperoleh ukuran partikel antara 209,53-280,50 nm.ABSTRACTThis study was aimed to determine the effect of solvent type and homogenizer speed on the particle characteristics of gambier catechins. The research was conducted by dissolving the gambir catechins with solvents variation of water, ethanol 20%, mixture of ethanol 20% and ethyl acetate (ratio 1:10) and homogenizer speed 500; 1,500; 2,000; and 2,500 rpm. The particle characteristics of the treatment were tested using a particle size analyzer (PSA) and obtained the results varied between 2,148-3,354 nm. The stirring process at a speed of 2500 rpm can reduce the particle size (2,148 nm), visually seen from the clarity level of the solution produced. Increasing the speed of the homogenizer caused damage to the catechin compound which was marked by a change in color became brown, indicated by a decrease in catechin content from 84.32% to 75.91%. The treated sample was dried with a spray dryer under operating conditions of inlet temperature 100oC and outlet temperature 90oC, vacuum pressure at 15 Psi particle size decreased (209.45 nm). Samples were tested using a scanning electron microscope (SEM) showed the symmetrical morphology of the catechins. The analysis of catechins particle size was continued using the image-J software and obtained the particle size between 209.53-280.50 nm.  
Pengaruh konsentrasi ekstrak katekin Uncaria gambir terhadap umur simpan ikan teri (Stolephorus sp.) Gustri Yeni; Yurnalis Yurnalis; Piko Andika
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.064 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i1.7009.17-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi katekin dari Uncaria gambir terhadap ketahanan simpan ikan teri. Pengawetan ikan teri pada penelitian ini dilakukan melalui proses perendaman ikan teri dalam larutan katekin (konsentrasi        0%-15%) dengan perbandingan 1:4 selama ±2 jam. Ikan teri hasil perlakuan dikeringkan dalam oven pada suhu ±50oC selama 12-24 jam dan dikemas menggunakan plastik polipropilen (PP). Untuk mengetahui ketahanan simpan ikan teri dilakukan penyimpanan selama 30 hari, setiap 15 hari dilakukan analisis untuk mengetahui mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan ikan teri yang diawetkan menggunakan katekin pada konsentrasi 10% (A3) dapat mengurangi jumlah bakteri (1,10x105 koloni/g) dengan kadar air 18,1339% dan abu 10,5358%. Uji organoleptik pada konsentrasi yang sama memiliki nilai sangat suka-suka terhadap tekstur dan aroma, tetapi warna kurang disukai panelis karena menghasilkan penampakan lebih gelap dibandingkan tanpa perendaman katekin (A1). Pengujian ketahanan simpan produk sampai 30 hari masih memenuhi standar ikan teri kering (SNI.01-3391-2000) dan uji organoleptik mengalami penurunan terhadap nilai tekstur dan warna, dimana produk menjadi kurang kompak dan warna menjadi lebih gelap.
Penentuan Teknologi Proses Pembuatan Gambir Murni dan Katekin Terstandar dari Gambir Asalan Gustri Yeni; Khaswar Syamsu; Etik Mardliyati; Hendri Muchtar
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.758 KB) | DOI: 10.24960/jli.v7i1.2846.1-10

Abstract

Uncaria gambir Roxb. is an industrial crop commodity that has a high economic value and good prospect for farmers and exporter. Gambier of traditional processed products (raw gambier) generally have various catechin content, so it is required further handling to increase the purity of catechins from raw gambier. The research was aimed to get a process technology on the making of pure gambier and standardized catechins. Sources of raw materials was obtained from extraction process through steaming leaves and twigs of gambier (KA) using equipment from aluminum (RA) and from iron (RF). Purification of raw gambier through repeated extraction with water could decrease tannin content from 24% to 2.4% and increase catechin levels between 40% to 74%. Gambier with a low tannin content (catechin KA) through re-extraction using water had the highest increase of catechin content with a color of yellowish white product. The iron-containing equipment affected the color of the pure gambier produced, which was reddish-brown. The effect of solvent on further extraction using ethyl acetate solvent resulted in higher catechin content (up to 99%) compare to ethanol (95%). The catechin purity of KA samples was tested by looking at its stability at varying levels of acidity, showing catechins of gambier was stabile at pH 6.ABSTRAK Uncaria gambir Roxb. merupakan komoditas tanaman industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai prospek cukup baik bagi petani dan pemasok negara-negara asing. Gambir hasil olahan tradisional (gambir asalan), umumnya memiliki kandungan katekin yang beragam, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk meningkatkan kemurnian katekin dari gambir asalan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan teknologi proses pembuatan gambir murni dan katekin terstandar. Sumber bahan baku diperoleh dari proses ekstraksi melalui pengukusan daun dan ranting tanaman gambir (KA) menggunakan peralatan dari aluminium (RA) dan dari besi (RF). Pemurnian gambir asalan melalui ekstraksi berulang dengan air dapat menurunkan kadar tanin, yaitu dari 24% sampai 2,4% dan meningkatkan kadar katekin, yaitu antara 40% sampai 74%. Gambir dengan kandungan tanin rendah (katekin KA) melalui ekstraksi ulang menggunakan air memiliki peningkatan kadar katekin tertinggi dengan warna produk putih kekuningan. Peralatan mengandung besi berpengaruh terhadap warna dari gambir murni yang dihasilkan, yaitu berwarna coklat kemerahan. Pengaruh pelarut terhadap ekstraksi lanjut menggunakan pelarut etil asetat menghasilkan kadar katekin lebih tinggi (sampai 98%) dibandingkan etanol (95%). Kemurnian katekin sampel KA diuji dengan melihat stabilitasnya pada berbagai tingkat keasaman, menunjukkan katekin dari gambir stabil pada pH 6.
Pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi HCl terhadap karakteristik pati termodifikasi dari bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Gustri Yeni; S Silfia; Wilsa Hermianti; Tri Wahyuningsih
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.4 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i2.4334.53-60

Abstract

Tepung bengkuang dapat dimanfaatkan sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif. Untuk memenuhi spesifikasi produk tersebut tepung bengkuang perlu dilakukan modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh hidrolisis asam terhadap pati secara lambat untuk menghasilkan tepung termodifikasi dari bengkuang dengan karakteristik fisiko-kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai  enkapsulan. Proses hidrolisis asam tepung bengkuang menggunakan variasi perlakuan waktu hidrolisis (24, 48, dan 72 jam) dan konsentrasi HCl (1%, 2%, dan 3%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal diperoleh pada waktu hidrolisis 72 jam dan konsentrasi HCl 2% dengan nilai derajat polimerisasi (DP) 22,34 yang sudah memenuhi persyaratan jika digunakan sebagai matrik enkapsulan. Karakteritik dari tepung termodifikasi pada kondisi ini adalah kadar air 16,47%, kadar abu 1,17%, amilosa 31,01%, viskositas 155cP, kelarutan 80,83%, dan aktivitas antioksidan (IC50) 148 μgml-1. Morfologi granula tepung  hasil uji dengan mikroskop dan SEM bentuknya tidak terlalu banyak mengalami perubahan pada hidrolisis asam. AbstractJicama flour can be used as a thin coating (encapsulation) of an active ingredients. To meet the specifications of the product, jicama flour needs to be modified. The purpose of this study was to study the effect of acid hydrolysis on starch slowly to produce jicama modified flour with physico-chemical characteristics that could be used as an encapsulants. The process of acid hydrolysis of jicama flour using treatment variations of hydrolysis time (24, 48, and 72 hours) and HCl concentrations (1, 2, and 3%). The results showed that the optimal treatment was obtained at 72 hours hydrolysis and 2% HCl concentration with a polymerization degree (DP) of 22.34 which met the requirements if used as an encapsulation matrix. The characteristics of the modified flour in this condition were water content 16.47%, ash content 1.17%, amylose 31.01%, viscosity 155cP, solubility 80.83%, and antioxidant activity (IC50) 148 μgml-1. The test results of flour granular morphology with microscopy and SEM did not change too much in acid hydrolysis.