This Author published in this journals
All Journal Kinesik
Siti Anjani
Universitas Tadulako, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BAHASA SATIRE DALAM KOMIK STRIP PADA AKUN INSTAGRAM @TAHILALATS Siti Anjani
KINESIK Vol. 7 No. 2 (2020): August
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i2.120

Abstract

Latar belakang penelitian adalah bahasa satire yang termuat pada komik strip tahilalats mempunyai pengemasan satire dalam strip yang memiliki daya tarik tersendiri sebagai sarana koreksi perbaikan diri dengan cara menyindir kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan pada masyarakat melalui ilustrasi komik strip secara tidak langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui bahasa satire pada teks-teks komik strip tahilalats. Penelitian menggunakan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yakni dua pendekatan Signified (Petanda) dan Signifier (Penanda). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan unit analisis yang diambil secara purposive sampling. Adapun unit analisisnya ialah yang memiliki konteks kehidupan yang termuat dalam komik strip tahilalats. Serta untuk pengambilan unit analisis pada komik strip tahilalats berjumlah delapan komik strip yang diambil menurut dominan cerita yang muncul mengenai profesi yang diunggah pada setiap hari. Berdasarkan hasil unit analisis dapat disimpulkan bahwa delapan komik strip menjelaskan bahasa satire yang ditujukan sebagai cerminan dari masyarakat yang masih belum paham mengenai kebiasaan yang sebaiknya dilakukan. Seperti pada strip pertama menjelaskan etika dalam menyapa satu sama lain, kedua menjelaskan usaha tidak akan menghianati hasil, ketiga mengenai berternak bukan lagi hal yang buruk, keempat mengenai adanya strata, kelima mengenai etika dalam berbahasa, keenam mengenai pandangan sebelah mata untuk perempuan, ketujuh mengenai cerminan diri sebagai perumpamaan anjing, delapan mengenai profesi yang tidak sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.