Weny Lestari
Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Balitbangkes Kemenkes RI, Jl. Indrapura 17 Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS POLA MUSIM KELAHIRAN UNTUK KEBIJAKAN PENINGKATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK Lestari, Weny
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 11, No 04 (2008)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.671 KB)

Abstract

Seasonality of births in Surabaya Municipality and in privatehospital Rumkital dr.Ramelan Surabaya in five years from 1994to 1998 are analysed using chi square statistics analysis, withdegree of freedom (df)=1 and signification (P)=0,05. Bothpatterns either on Surabaya or on Rumkital dr.RamelanSurabaya showed that minor peak of birth happened onNovember and December. In 9 months time lag before, theseasonality of conception showed on February and March. InMessiah’s year (based on solar calendar system) the patterndid not have any meaning, but when we conserved to Hijriyah’syear (based on lunar calender system), February and Marchin 1994 to 1998 were iftar on Ramadhan and Moslem’s holidayon Syawal. These patterns were consisted in five years. Themajor peak of birth in both patterns either on Surabaya or onRumkital dr.Ramelan Surabaya showed differences in theseasonality of births. Practically there were also differenceson seasonality of conception. Seasonality of births analysiscould be a policy adviced to increase the healthcares forpregnant women and babies.Keywords : seasonality of births, seasonality of conception
PEMBIASAAN IBADAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS 1 DI MI WAKHID HASYIM) lestari, weny; Shomiatun, Shomiatun
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi pembiasaan ibadah pada anak usia sekolah dasar yaituuntuk melatih anak agar terbiasa menjalankan kegiatan ibadah sehinggadapat membentengi anak dari hal- hal yang negatif, hal ini tidak terlepasdari bimbingan guru dan orang tua dalam membiasakan anak untukberibadah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosespembiasaan ibadah pada anak usia sekolah dasar di MI Wakhid Hasyim.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenispenelitian lapangan (field research). Subyek penelitian adalah anak kelas1 di MI Wakhid Hasyim sebanyak 23 anak. Pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembiasaanibadah pada anak di MI Wakhid Hasyim dilakukan dengan praktek secaralangsung, menggunakan media asli, guru berperan sebagai demonstratordan menjadi teladan bagi anak- anak. Pembiasaan ibadah ini dilakukansetiap hari secara terus menerus dan guru akan memberikan pujian atauhadiah pada anak yang mau melaksanakan pembiasaan ibadah. Hasil daripembiasaan ibadah yang telah dipraktekkan adalah mampu melatih anakuntuk terbiasa menjalankan ibadah baik di sekolah maupun di rumah.Faktor pendukung yaitu guru yang mempunyai tekhnik dan metode yangtepat dalam pembiasaan ibadah, anak yang memiliki kemampuan cukupbaik dan saling memberikan motivasi, sarana dan prasarana yangmemadai dan orang tua yang mendukung pembiasaan ibadah di rumah.Faktor penghambat yaitu latar belakang pendidik dari luar jurusanpendidikan yang kurang memahami karakteristik anak, anak yang masihlabil dan mudah bosan dan latar belakang keluarga yang berbedasehingga kemampuan anak dalam memahami materi dan penerapanpembiasaan ibadah di rumah berbeda-beda.
MENYAMBUT GENERASI BARU DALAM KONTEKS BUDAYA: METAETNOGRAFI BUDAYA PERSALINAN DI INDONESIA LESTARI, WENY; Agustina, Zulfa Auliyati
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.713 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v20i1.511

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2015 yang mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup masih menjadi pekerjaan rumah yang besar dari tahun ke tahun bagi pembangunan kesehatan di Indonesia. Berbagai program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang telah dilaksanakan dalam beberapa dekade tidak juga menurunkan AKI. Masalah budaya kesehatan menjadi faktor penting dalam berhasil tidaknya suatu program yang telah dicanangkan, dan telah menghabiskan anggaran yang besar. Metode: Kajian ini menggunakan metode metaetnografi untuk membandingkan antara pemaknaan persalinan aman menurut masyarakat dengan persalinan aman menurut pemegang program KIA. Metaetnografi dilakukan pada 22 buku Riset Etnografi Kesehatan yang bertema KIA tahun 2012-2015. Metaetnografi pada 22 etnis dan lokasi hasil Riset Etnografi Kesehatan terbagi menjadi 8 regional kepulauan di Indonesia Hasil: Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial budaya masyarakat dan tenaga kesehatan yang berkompeten masih menjadi masalah terkait persalinan aman. Masyarakat memiliki konsep dan nilai sendiri tentang kehamilan, persalinan, penolong persalinan dan tentang nilai anak dalam suatu keluarga. Kesimpulan: Persalinan aman dalam konteks budaya masyarakat adalah bersalin sesuai kenyamanan ibu dan keluarga, serta tidak melanggar nilai-nilai budaya setempat. Ketidakpercayaan masyarakat kepada tenaga kesehatan dikarenakan faktor kurangnya hubungan interpersonal antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, faktor senioritas dan tabu memperlihatkan organ intim pada orang lain, serta ketiadaan tenaga kesehatan di wilayah masyarakat karena akses yang terpencil. Saran: Rekayasa sosial (social engineering) dapat dilakukan dalam intervensi kesehatan ibu dan anak berbasis budaya lokal, dengan melibatkan masyarakat dan dukun bayi, serta perlu memberi pelatihan yang berkesinambungan tentang pemahaman lintas budaya, komunikasi budaya, dan perilaku kesehatan masyarakat kepada tenaga kesehatan yang bertugas. Kata Kunci: Kesehatan Ibu dan Anak, Budaya, Persalinan Aman
Stunting : Studi Konstruksi Sosial Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan Terkait Gizi dan Pola Pengasuhan Balita di Kabupaten Jember Lestari, Weny; Kristiana, Lusi; Paramita, Astridya
Jurnal Aspirasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.472 KB) | DOI: 10.46807/aspirasi.v9i1.985

Abstract

Indonesia’s rank in world was 5th on stunting case. 5 million of children under five (38.6 % from 12 milion) got stunting in Indonesia. The aims of this study were to descript the social construction of rural-urban community about the meaning of children’s health and illness, and the pattern of nurturing which was related to stunting. The study used qualitative’s method, datas collected with depth interview and observation partisipation. The study was conducted in rural-urban communities which had stunting cases in Jember (Kalisat and Jelbuk). The study was conducted in June to December 2013. The study showed that stunting were related to social construction. Difference social construction in rural-urban which constructed the meaning of healthy or illness and nuruturing the stunting’s children was affected by maternal education, early-age marriage, after marriage’s residence, responsibilities of nurturing, and valuable concept in community that causes the lack of knowledge about nutrition. The study concluded that stunting was not a single cause of heatlh’s problems, but it related to social construction. Causes lied in the distinction of social construction, patterns of communication and interpretation between health providers and community, so there was no meeting point for the success of nutritional improvement children under five’s programs. Kejadian balita pendek (stunting) di Indonesia masih menempati urutan ke-5 di dunia. Terdapat lima Juta (38,6% dari 12 juta) Balita di Indonesia yang memiliki tinggi badan dengan kategori pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konstruksi sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan terkait pemaknaan sehat dan sakit pada balita, dan pola pengasuhan anak terkait dengan stunting. Metode penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Penelitian dilakukan di wilayah perkotaan (Kecematan Kalisat) dan perdesaan (Kecamatan Jelbuk) dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Jember. Waktu penelitian adalah 7 bulan (Juni-Desember 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah stunting terkait erat dengan konstruksi sosial masyarakat. Terdapat perbedaan konstruksi sosial yang membentuk pemahaman sehat/sakit dan pola asuh balita stunting di perdesaan dan perkotaan di Jember. Konstruksi sosial tersebut dipengaruhi oleh pendidikan ibu, usia perkawinan dini, tempat tinggal setelah menikah, tanggung jawab pengasuhan balita, dan prioritas ekonomi pada masyarakat yang menyebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kejadian stunting bukan merupakan akibat tunggal masalah kesehatan balita, namun terkait erat dengan konstruksi sosial masyarakat. Penyebabnya terletak pada perbedaan konstruksi sosial yang dibangun, pola komunikasi dan pemaknaan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, sehingga tidak ada titik temu untuk keberhasilan program peningkatan gizi balita.
PERTUNJUKAN WAYANG INTERAKTIF SEBAGAI SARANA PROMOSI KESEHATAN REMAJA TENTANG ROKOK, NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS Lestari, Weny; Wulansari, Suci
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 21 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.301 KB) | DOI: 10.22435/hsr.v21i2.262

Abstract

Adolescents were prone’s ages to the risk behaviors. Health’s promotion was be the efforts to reduce adolescent involvement in their risk behaviors. Selected of health promotion’s media will increase the adolescents’ knowledge. The aim of the study were to determine the adolescents’ opinion about interactive’s puppet show as a health’s promotion on adolescents’ risk behaviors. The methods of the study were qualitative research with rapid assesment and use the opinion’s questionnaires as a tool. The study was conducted during the Interactive’s Puppet Show and held at Graha Indrapura Surabaya on November 2014. Samples of the study were high school’s students who present at the event. The results showed that 40 from 42 students gave their satisfi ed opinions about the interactive’s puppet show as a health’s promotion medium. The show for them as new thing, consider a very creative, interesting, funny, providing motivation and knowledge to youth-related issues as cigarettes, drugs and promiscuity. Opinions of respondents which were related to the issues were varied. The study concluded that adolescents gave positive’s opinions about puppets show and interactivediscussions as a health promotion’s medium. Adolescents had good responses to get knowledge about their problem. and interactive’s puppet show as health’s promotion models could be enjoyed and understood the content that were delivered to the audience. A good health’s promotion that could be accepted by adolescents were need to consider the topic and new alternative media for them. By holding adolescents as an equal partners was indispensable in delivered health’s promotion messages that were associated with adolescent problem itself. Abstrak Usia remaja merupakan usia rentan terhadap paparan perilaku berisiko. Promosi kesehatan adalah salah satu upaya untuk mengurangi keterlibatan remaja dalam perilaku berisiko. Pemilihan media promosi kesehatan yang tepat akan meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat remaja terhadap pertunjukan wayang interaktif sebagai sarana promosi kesehatan tentang perilaku berisiko pada remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penilaian cepat melalui angket. Penelitian dilakukan saat pertunjukan Wayang Interaktif di Graha Indrapura pada bulan November 2014. Sampel adalah siswa Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat yang menghadiri acara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 dari 42 siswa/siswi sekolah yang hadir menyatakan puas dengan pertunjukan wayang interaktif sebagai media promosi kesehatan. Pertunjukkan tersebut dianggap hal baru bagi remaja, kreatif, menarik, lucu, memberikan motivasi dan pengetahuan kepada remaja terkait masalah rokok, narkoba dan pergaulan bebas. Semua responden berpendapat bahwa permasalahan rokok, narkoba dan pergaulan bebas merupakan perilaku negatif, dengan alasan yang sangat bervariasi. Kesimpulannya remaja memberikan pendapat yang positif terhadap promosi kesehatan menggunakan media wayang dan diskusi interaktif. Respons remaja untuk mendapat pengetahuan tentang masalah remaja adalah baik dan model promosi kesehatan wayang interaktif bisa dinikmati dan dipahami isi materinya oleh remaja. Promosi kesehatan yang baik agar bisa diterima di kalangan remaja perlu mempertimbangkan topik yang sesuai dengan kebutuhan masa remaja disertai pemanfaatan media promosi kesehatan alternatif yang lebih komunikatif. Menggandeng remaja sebagai mitra yang setara diperlukan dalam penyampaian pesan promosi kesehatan terkait dengan masalah remaja itu sendiri.