Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SOCIAL MEDIA MARKETING SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SOCIO-TECHNOPRENEURSHIP DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Benni Handayani; Fatmawati Moekahar; Yudi Daherman; Mufti Hasan Alfani
Jurnal Riset Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v3i2.163

Abstract

Creative business in the last few decades has experienced growth supported by technological advancements. This phenomenon is then commodified using a social approach. The above model is known as Socio-technopreneurship. This study discusses social media marketing as marketing media and social media by utilizing technology in building brand awareness of the 5 types of businesses including unaware of brand, brand recognition, brand recall, and top of mind, supporting students, this research is centered in the business center floating canteen of the Riau Islamic University that accommodates a variety of young entrepreneurs both students and alumni with forms of business in any field both goods and services. This research uses a descriptive qualitative approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The conclusion was that social media management competencies especially Instagram used by informants for business media tend to be conventional, even though the latest trends in the online business world are increasingly dynamic and varied. The development of Socio-technopreneurship eventually becomes a significant method in an effort to improve the above competencies.
WORKSHOP PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SOCIO-TECHNOPRENEURSHIP DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Fatmawati Moekahar; Benni Handayani; Yudi Daherman; Mufti Hasan Alfani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.871

Abstract

Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah (1) Meningkatkan capacity building wirausaha muda mahasiswa/alumni Universitas Islam Riau (UIR), (2) Mahasiswa/Alumni memiliki bekal softskill dan hardskill dalam menjalankan usaha dengan competitive advantage, (3) Terbentuknya kantin terapung sebagai “Hangout place” untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Sasaran adalah 20 mahasiswa/alumni yang merupakan pebisnis pemula di lingkungan Universitas Islam Riau. Permasalahan yang dihadapi adalah: a. Belum memiliki capacity building sebagai bekal kemampuan untuk berbisnis; b. Keterbatasan modal; c. Keterbatasan sarana dan prasarana; d. Minimnya kreatifitas produk/differensiasi; e. Kompetensi pengelola yang masih konvensional; f. Belum memiliki model bisnis yang terintegrasi. Solusi permasalahan adalah program pembinaan kewirausahaan, melalui konsep bisnis kreatif yang berbasis pada socio-technopreneurship. Kantin terapung menjadi “Hangout place” bagi para mahasiswa/alumni untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Program yang dilakukan adalah: a. Pelatihan pengembangan skill entrepreneur yang berbasiskan socio-technopreneurship; b. Pelatihan peningkatan softskill/hardskill entrepreneur; c. Magang pada industri mitra; d. Memberikan bantuan modal usaha dalam pengembangan usaha mandiri; d. Pendampingan terhadap wirausaha menjadi wirausaha mandiri. Hasil PKM adalah a. meningkatkan softskill dan hardskill mahasiswa/alumni UIR sebagai pebisnis pemula, b. UIR memiliki “Hangout place” bagi para mahasiswa/alumni untuk dapat mengembangkan bisnisnya, dan c. Lima wirausaha mandiri.
GENERASI MUDA DAN DISKURSUS ISLAM (ANALISIS RESEPSI PENGGUNA MEDIA SOSIAL MENGENAI NARASI GENOSIDA) Handayani, Benni; Moekahar, Fatmawati
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.527 KB) | DOI: 10.52423/jikuho.v6i4.20806

Abstract

Genosida menjadi isu yang mendadak viral di media sosial setidaknya pasca pembantaian minoritas muslim di Rohingya. Genosida sendiri merupakan term yang mulai diinisiasi pada tahun 1948 sebagai buntut panjang kejadian yang dikenal dengan peristiwa Holocaust oleh Nazi Jerman. Penelitian ini secara spesifik melihat sejauh mana generasi muda memaknai “genosida” yang hadir di berbagai platform media sosial bahkan sering dikemas dalam bentuk penindasan terhadap suatu ras, suku, agama, dan ideologi tertentu. Peneliti menggali lebih dalam dengan mewawancarai pengguna media sosial terkhusus pegiat media sosial yang memiliki jumlah pengikut (follower) yang cukup banyak di akunnya. Dengan menggunakan teknik snowball sampling peneliti melanjutkan wawancara dari satu pegiat media sosial ke pegiat media sosial lainnya. Dengan menggunakan analisis resepsi Stuart Hall, hasil yang ditemukan adalah, informan yang berjumlah 5 orang, 2 diantaranya berada pada posisi negosiasi (Negosited Position) yang memaknai bahwa sebagian besar kejadian genosida hadir di berbagai belahan dunia merupakan konflik politik, meskipun ada beberapa di antaranya merupakan perselisihan suku/agama/ras/ideologi tertentu. 3 informan lainnya berada pada posisi oposisi (Oppositional Positition), mereka memaknai semua hal yang terjadi terutama genosida murni merupakan konflik politik dan bagian dari konflik perpolitikan saja, media sosial kerap membungkus menjadi isu agama atau ideologi tertentu agar semakin sensasional.  Kata-kata Kunci: Genosida; Analisis Resepsi; Diskursus Islam; Generasi Muda; Media Sosial
The Identity Construction of Young Gay on Instagram Fatmawati Moekahar; Asrinda Amalia
Jurnal The Messenger Vol 13, No 2 (2021): May-August
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v13i2.1003

Abstract

In Indonesia in the last five years, homosexuals still experience discrimination. This condition causes the gay to create new identities that are constructed. Instagram is a medium that is currently widely used by gay in social interactions. This media is used by gays to construct their identity. This study aims to find out how they construct their identity through instragram social media, and what their identity is different in the real world and cyberspace in Bandung. This research method is qualitative with a phenomenological study approach. The informants in this study were gay groups in Bandung City, expecially gay young. Sampling technique used to purposive sampling with deep interview, observation and documentation. The results of this study say that one's experience of being gay is driven by internal environmental factors, namely the treatment of discrimination from family members, colleague and friends. The popular features of Instagram used by informants on Instagram are posting photo, video, and comment by share story to post. Gays construct their identity through online and offline media. Researchers found that there were two stages (front stage and back stage) played by gays when interacting with others.
Marketing Communication: Pengalaman Pebisnis Pemula Dalam Melakukan Branding Fatmawati Moekahar; Benni Handayani; Yudi Daherman; Mufti Hasan Alfani
Inter Komunika Vol 5, No 1 (2020): Inter Komunika: Jurnal Komunikasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ik.v5i1.717

Abstract

Branding is an important factor for every businessman in the sustainability of his business. The Big brands become alternative choices for consumers in determining the products they want to buy. Therefore a brand is built with a relatively long period of time for businessman. However, for the Beginner businessman, often the brand is not a priority. They only care about how much the products they sell are in demand and are bought by consumers regardless of the brand name of the product itself. This study aims to determine the branding process carried out by the beginner businessman. Researchers look at this problem from the perspective of marketing communication. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Informants consisted of 20 students/graduated who are beginner businessman. The characteristics of a beginner businessman are determined at least one year of the business being run, and are the first-time businessman to have a business. The results of this study found that the branding experience of beginner businessman is done in two ways namely the name and the sign that is used as the closest identity to the product. Whereas marketing communication carried out by beginner businessmen in branding includes communication through social media, word of mouth communication, network communication, which aims to persuade consumers, build impressions and maintain customer loyalty with a simple and limited approach.
Peningkatan Softskill Remaja Masjid Fastabiqul Khairat Kelurahan Sungai Sibam Kota Pekanbaru Fatmawati Moekahar; Al Sukri; Asrinda Amalia
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 4 No 1 (2020): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.16 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v4i1.1779

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan: (1) memberikan keterampilan softskill public speaking; (2) memberikan pengetahuan literasi media bagi remaja di Kelurahan Sungai Sibam. Kegiatan ini bermula dari fenomena perkembangan internet memberikan pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat, terutama bagi remaja. Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Setiap hari anak-anak dan remaja di lingkungan sungai Sibam, banyak menghabiskan waktu untuk bermain internet. Kegiatan ini biasa dilakukan baik melalui gadget maupun di warung internet (warnet) yang saat ini tersebar banyak di berbagai sudut di permukiman warga. Kondisi ini yang menjadikan keresahan bersama bagi setiap orang tua. Kesibukan orang tua bekerja tidak lagi dapat mengontrol kegiatan anak-anak remaja sepulang sekolah. Padahal konten media internet menyuguhkan berbagai informasi baik yang bersifat positif maupun negatif. Kegiatan yang telah dilakukan terdiri dari dua program yakni seminar literasi media dan pelatihan public speaking. Seminar literasi media dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelatihan penulisan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan praktik menulis di mading (majalah dinding). Kegiatan dilanjutkan pelatihan public speaking. Luaran dari program PKMS ini berupa peningkatan softskill remaja terhadap literasi media, dan public speaking. Kata Kunci: Softskill, Literasi Media, Public Speaking dan Remaja
Pengaruh Metode Storytelling terhadap Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Kota Pekanbaru Yudi Daherman; Fatmawati Moekahar
Jurnal Riset Komunikasi Vol 4 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v4i2.360

Abstract

The implementation of public speaking becomes the most important part when appearing to provide information to the audience, so that the development of knowledge about storytelling has an influence in the learning process of students' public speaking lectures. Considering the process that students go through in practice which will be carried out simultaneously, various methods in practice have been implemented, and one of them students can develop themselves by using the storytelling method. This study aims to find out the effect of the storytelling method on the public speaking ability of students of the Communication Science study program in the city of Pekanbaru. This study uses the design of the Explanatory Survey Method. The results showed that the effect of storytelling on the students' public speaking skills was in the high category. This means that the more often students practice public speaking using the storytelling method, it will have an impact on their public speaking practice. Through the significance test of the storytelling method and the students' public speaking skills, there was a significant relationship. Communication Studies students will face the challenges of the current modernization era by developing digital storytelling methods. Modern society is now contaminated with all digital activities. So that the appearance of public speaking is also required to join in the practice.
KOMUNIKASI LINGKUNGAN: UPAYA MEWUJUDKAN ARBORETUM GAMBUT SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN BENGKALIS Anissa Febriani Primananda; Fatmawati Moekahar; Fitri Hardianti
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Medium Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/medium.2021.vol9(2).8635

Abstract

Arboretum Gambut merupakan salah satu PT. Pertamina RU II, Sungai Pakning yang dikelola oleh kelompok masyarakat Kampung Jawa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya lahan yang terselamatkan dari kebakaran lahan gambut di sekitar Kampung Jawa pada tahun 2013-2015. Pada dasarnya masyarakat Kampung Jawa adalah masyarakat yang berpendidikan rendah dan kurang memiliki kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan sebagai kawasan eduwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan CSR dari PT. Pertamina RU II Sungai Pakning dalam membangun partisipasi masyarakat untuk mewujudkan Arboretum Gambut Marsawa sebagai ekowisata di Kabupaten Bengkalis dalam perspektif komunikasi lingkungan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan yang dilakukan PT Pertamina dalam program CSR dalam mewujudkan Arboretum Gambut sebagai ekowisata dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu penilaian, perencanaan, produksi, tindakan dan refleksi. Partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Arboretum Gambut sebagai ekowisata di Kabupaten Bengkalis sudah efektif, hal ini terlihat dari keterlibatan masyarakat secara sukarela dalam program-program yang mengarah pada perubahan sosial. Keempat tahapan tersebut adalah upaya edukasi, solusi komprehensif dalam mewujudkan Arboretrum Gambut sebagai Ekowisata di Kabupaten Bengkalis.
PELATIHAN KOMPETENSI KOMUNIKASI UNTUK PEBISNIS PEMULA Fatmawati Moekahar; Benni Handayani; Yudi Daherman; Mufti Hasan Alfani
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.519

Abstract

Keterampilan komunikasi menjadi modal penting bagi para entrepreneur muda dalam merintis dan membangun sebuah bisnis. Selain memiliki jiwa pengusaha, pebisnis pemula juga diharapkan memiliki kompetensi komunikasi. Kompetensi komunikasi bukan hanya diperlukan untuk berhadapan langsung dengan calon konsumen tetapi juga bagaimana berkomunikasi melalui media. Kegiatan ini dalam bentuk pelatihan kompetensi komunikasi untuk pebisnis pemula. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bagi para tenant yang merupakan mahasiswa dan alumni di Universitas Islam Riau. Kegiatan pelatihan terdiri atas 3 tahap, yakni: Brainstorming, Pelatihan dan Monitoring & Evaluasi. Kegiatan brainstorming dilakukan untuk menggali lebih dalam masalah yang dihadapi oleh para peserta, terutama masalah komunikasi. Sesi I fokus pada keterampilan komunikasi entrepreneur (baik secara langsung maupun by media) dan sesi II adalah presentasi bisnis para tenant. Kegiatan pelatihan ini sangat berguna bagi para pebisnis pemula karena dapat meningkatkan keterampilan komunikasi sebagai pebisnis. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung kepada peserta terkait kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan kompetensi komunikasi.