Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI KONSEP DESA WISATA KANDRI DI KOTA SEMARANG Dwi Prabowo; Andarina Aji Pamurti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Alauddin University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa wisata merupakan salah satu wujud dari konsep pengembangan ekonomi local suatu wilayah. Saat ini ada beberapa desa wisata yang sedang dikembangkan di Kota Semarang seperti Desa Kandri, Desa Nongko Sawit dan Desa Wonolopo. Konsep pengembangan desa wisata tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga masyarakat lokal. Terdapat 5 indikator pengembangan ekonomi local yaitu :daya saing, pengembangan  klaster, pengembangan kelembagaan, pengembangan sumber dayamanusia, dan penguasaan teknologi Tujuan studi  ini adalah untuk mengkaji stategi pengembangan ekonomi local melalui pengembangan desa wisata di Kota  Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kajian strategi pengembangan ekonomi local melalui konsep desa wisata di kota semarang yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan stategi pengembangan ekonomi local melalui pengembangan desa wisata di Kota Semarang. Ada 4 alternatif strategi pengembangan ekonomi local Desa Wisata Kandri. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan masukan untuk stategi pengembangan ekonomi local melalui pengembangan desa wisata di Kota Semarang.
Kajian Kesehatan Lingkungan Permukiman di Kawasan Perdagangan Petudungan Kota Lama Semarang Andarina Aji Pamurti
Jurnal Planoearth Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v6i1.3433

Abstract

Petudungan merupakan perkampungan kuno yang berada di tengah Kota Semarang. Pemukiman Petudungan tumbuh dan berkembang menjadi kawasan perdagangan karena terletak pada jalur yang strategis. Masyarakatnya adalah etnis Tionghoa yang berusia lanjut, usia lanjut membutuhkan lingkungan permukiman yang sehat. Hunian di Petudungan terdiri dari dua jenis yaitu rumah toko dan rumah tinggal. Rumah tinggal menggunakan arsitektur tropis Tionghoa dengan pintu dan jendela yang selalu tertutup untuk menghindari pencemaran udara dan kebisingan dari aktivitas perdagangan. Dan drainase yang dipenuhi sampah selain dapat mengakibatkan banjir pada kawasan juga dapat  menjadi vektor penyakit. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengukuran tingkat kebisingan menggunakan Sound Level Meter, pengukuran kualitas udara menggunakan alat ukur portable PM2.5 Air Quality Tester Detector dan pengukuran kelembaban udara menggunakan Hygrometer. Hasil Pengukuran kebisingan dan kualitas udara Kawasan Petudungan serta kelembaban udara ruangan adalah melebihi standard baku Peraturan Menteri Kesehatan. Tingginya tingkat  kebisingan dan pencemaran udara diakibatkan oleh padatnya kendaraan yang melintas dan kendaraan yang memiliki knalpot buruk. Kurangnya pencahayaan dan ventilasi serta kondisi fisik bangunan lama menyebabkan tingginya kelembaban udara yang dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan lingkungan permukiman yang berada pada kawasan perdagangan. Diharapkan pengambil kebijakan dapat mempertimbangkan perencanaan permukiman yang bercampur dengan kawasan perdagangan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SATU MOBIL SATU GARASI PROVINSI DKI JAKARTA Wahjoerini Wahjoerini; Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 2 (2021): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.062 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.3975

Abstract

Kebijakan mengenai kepemilikan kendaraan bermotor disertai dengan kepemilikan garasi telah tertuang Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140. Namun karena berbagai kendala, peraturan yang terbit pada tahun 2014 belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengurangi jumlah kendaraan bermotor. Satu diantara metode yang sangat berguna dalam kajian kebijakan adalah Institutional Analysis Development (IAD) yang dikembangkan oleh Elinor Ostrom pada tahun 1994. kebijakan terkait kepemilikan garasi bagi pemilik kendaraan bermotor khusus nya mobil terdapat tumpang tindih dengan kebijakan yang kedudukannnya diatasnya yang saling terkait. kemungkinan terjadinya konflik kepentingan antar stakeholder terkait implementasi sementara itu jika dirinci lebih lanjut, terdapat kemungkinan konflik kepentingan dan potensi yang dapat dikembangkan melalui interaksi antar stakeholder. Masalah yang ada berakar dari ketiadaan aturan teknis dan kurangnya koordinasi antar sektor pemerintahan baik dalam skala nasional maupun lokal (provinsi). Kedua akar masalah tersebut menghasilkan permasalahan yang terjadi saat ini seperti perbedaan peraturan dan kepentingan antar Lembaga. Kemudian belum adanya mekanisme kontrol perizinan dan pengawasan yang terstruktur dan terintegrasi antar Lembaga. 
PENGARUH ORIENTASI SELUBUNG BANGUNAN KACA GELAP TERHADAP BESARNYA PERPINDAHAN PANAS MATAHARI PADA GEDUNG SUKOWATI SEMARANG Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 1, No 1 (2020): VOLUME 1 NOMOR 1 MARET 2020
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.984 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v1i1.1989

Abstract

Bangunan bergaya modern semakin berkembang di Indonesia, dengan gaya yang minimalis, simpel, mengusung keutamaaan fungsi bangunan serta terkesan mewah ini cocok dengan life style masyarakat perkotaan di Indonesia. Bangunan modern didominasi oleh penggunaan bahan – bahan pabriksasi, terutama kaca. Bahan pabriksasi ini apabila penggunaannya tidak tepat serta dengan desain arsitektur yang tidak memperhatikan iklim tropis lembab di Indonesia, mengakibatkan ketidaknyamanan penghuni. Hal tersebut meliputi penggunaan bahan pada selubung bangunan yang menyangkut mutu dan warna bahan serta desain sistem pembayangan baik berupa sun shading device maupun komposisi bangunan, disamping itu orientasi bangunan juga merupakan hal yang penting terhadap perolehan panas matahari. Studi dilakukan pada bangunan modern yaitu gedung Sukowati Semarang yang minim akan sun shading device dengan selubung bangunan yang didominasi oleh kaca, terutama pada  facade timur dengan persentasi kaca 67 % dan facade selatan dengan prosentasi kaca                55 %. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna gelap jenis panasap atau kaca warna. Hasil penelitian menunjukkan facade timur dan selatan memiliki nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) adalah di atas standard 45 Watt / m2, maka terjadi ketidaknyamanan penghuni. Perpindahan panas matahari yang masuk ke dalam ruangan, salah satunya dipengaruhi oleh orientasi, Window to Wall Ratio (WWR), serta bahan bangunan. Kaca berwarna gelap memilki Shading Coefficient yang lebih rendah dibanding kaca bening, hijau atau biru. Namun kaca berwarna gelap pada Gedung Sukowati Semarang belum mengatasi permasalahan akan naungan panas matahari dikarenakan kurang tepatnya penggunaan jenis kaca. Kata Kunci : Orientasi, Selubung Bangunan, Kaca Gelap, Perpindahan Panas Matahari
KAJIAN PARTICULATE MATTER DAN KEBISINGAN PADA PERMUKIMAN DI SEKITAR JALAN TOL KEDUNGMUNDU SEMARANG Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.754 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3325

Abstract

The construction of toll roads has a positive impact to facilitate the mobility rate of the community. But the construction of toll roads also has a negative impact on the residential area around the toll road, namely air pollution due to the burning of vehicle fuel. PM2.5 and PM10 air particles are particles that damage the working system of the lungs. The health of the environment where settled is an important support that affects health, especially in the era of pandemic covid. Air particle measurement using portable PM2.5 and PM10 Air Quality Tester Detector. The daily average level of PM2.5 particles in residential areas around Semarang's Kedungmundu toll road is 65.44 μg/Nm³, while the PM10 particle content is 95.2 μg/Nm³. PM2.5 levels exceed the standards of the National Ambient Air Quality Standard (BMUA), The WHO Air Quality Guidline and Ambient Air Quality Standards (USEPA). For PM10 exceeds WHO standard. In addition to air pollution, another impact is that these residential areas have noise. The daily average noise value when measuring the sampling time is 62.23 dB, this value is exceeding the standard threshold of the Regulation of the Minister of Environment for residential areas. So the residential area around Kedungmundu Semarang toll road is less feasible for health when viewed from the value of PM 2.5 and PM10 as well as noise. This study aims to determine the level of PM2.5 and PM10 particles as well as noise in residential areas around the Kedungmundu Semarang toll road. Once the measurement results are obtained, it will be used as a reference for planners to provide solutions for settlements that have an impact due to toll road construction activities with dense vehicle intensity.
PELATIHAN PEMBUATAN VISUALISASI DATA SPASIAL BAGI SISWA SMA WALISONGO SEMARANG Wahjoerini Wahjoerini; Andarina Aji Pamurti; Dwi Prabowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9331

Abstract

ABSTRAKDewasa ini perkembangan dalam dunia teknologi informasi sangat tinggi, hal ini akan memberikan banyak manfaat dan kemudahan kita dalam penggunaan teknologi informasi itu sendiri. Permasalahan yang ada pada mitra yaitu dalam penyajian bentuk data, banyak siswa yang masih menggunakan tabel sehingga diperlukan penyajian data yang lebih informatif  dengan cara memvisualisasikan data dengan bentuk lainnya seperti peta. Metode yang akan dilaksanakan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi adalah Identifikasi permasalahan, selanjutnya pendekatan penyelesaian masalah dengan pelaksanaan pelatihan pembuatan visualisasi data spasial. Pelatihan ditujukan untuk siswa-siswi SMA Walisongo Semarang dengan jumlah peserta 19 orang. Sebelum melaksanakan pelatihan, kami melakukan pretest dan setelah pelatihan dilakukan post test untuk mengevaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sesuai dengan tujuan. Hal ini ditunjukan dengan capaian sebesar 100% mahasiswa telah memahami mengenai visualisasi data. Tujuan utama dari visualisasi data adalah untuk mengkomunikasikan informasi secara jelas dan efisien. Visualisasi yang efektif membantu pengguna dalam menganalisis dan penalaran tentang data dan bukti. Metode yang digunakan untuk memvisualisaikan data yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel 3D Map. Untuk luaran yang akan dihasilkan berupa jurnal pengabdian masyarakat. Kata kunci: visualisasi; data; ms. excel. ABSTRACTDevelopment in the world of information technology are very high, this will provide many benefits and convenience for us in the use of information technology itself. The problem with partners is that in presenting data in the form of data, many students still use tables, so it is necessary to present more informative data by visualizing data in other forms such as maps. The method that will be implemented in overcoming the problems faced is the identification of the problem, then the approach to solving the problem is by implementing training in making spatial data visualization. The training is intended for students of SMA Walisongo Semarang with 19 participants. Before carrying out the training, we did a pretest and after the training we did a post test to evaluate the activities. The implementation of activities runs smoothly according to the objectives. This is shown by the achievement of 100% of students have understood about data visualization. The main purpose of data visualization is to communicate information clearly and efficiently. Effective visualization assists users in analyzing and reasoning about data and evidence. The method used to visualize the data is by using Microsoft Excel 3D Map. The output that will be produced is in the form of a community service journal. Keywords: visualization; data; ms. excel.
PELATIHAN PEMODELAN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN SOFTWARE SKETCHUP BAGI SISWA SMAN 11 SEMARANG Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini; Rizqy Ridho Prakasa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10567

Abstract

ABSTRAKSiswa Sekolah Menengah Umum yang notabene bukan Sekolah Menengah Kejuruan memerlukan ketrampilan khusus akan penguasaan teknologi agar memiliki pandangan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau sebagai bekal di dunia kerja pasca lulus Sekolah Menengah Atas. Tujuan pelatihan ini yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa SMAN 11 Semarang agar mendapatkan ketrampilan khusus yaitu membuat pemodelan 3 dimensi menggunakan software SketchUp. Metode pelatihannya yaitu pengenalan akan software SketchUp, Pre Test untuk mengetahui keminatan siswa, pemberian materi pelatihan yaitu penggunaan toolbars serta pembuatan gambar    3 dimensi, kemudian evaluasi berupa Post test. Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMAN 11 Semarang yang diikuti oleh 18 siswa. Pemodelan yang dibuat yaitu gambar 3 dimensi perumahan, yang meliputi jaringan jalan, unit rumah, vegetasi, penggunaan component, penggunaan material serta pembayangan. Hasil dari Pre Test adalah 39% siswa sangat tertarik dan 44% siswa tertarik akan penggunakan komputer untuk desain 3 dimensi. Sedangkan hasil Post Test adalah 67% siswa mengetahui penggunaan toolbars. Semua siswa dapat melakukan hasil akhir pembuatan objek 3 dimensi perumahan dengan baik dan benar. Diharapkan pelatihan ini menambah pengetahuan serta point plus bagi siswa sehingga siswa mendapatkan pandangan untuk jenjang berikutnya. Kata Kunci: 3 dimensi; keterampilan; sketchup ABSTRACTGeneral high school students who are not vocational high schools need special skills in mastering technology in order to have a view to continuing to college or as a provision in the world of work after graduating from high school. The purpose of this training is to provide knowledge to SMAN 11 Semarang students in order to gain special skills, namely making 3-dimensional modeling using SketchUp software. The training method is an introduction to the SketchUp software, Pre Test to determine student interests, providing training materials, namely the use of toolbars and making 3-dimensional images, then evaluation in the form of a Post test. The training was held at the Computer Laboratory of SMAN 11 Semarang, which was attended by 18 students. The model made is a 3-dimensional image of housing, which includes the road network, housing units, vegetation, use of components, use of materials and shading. The results of the Post Test are 39% of students are very interested and 44% of students are interested in using computers for 3-dimensional designs. While the results of the Post Test are 67% of students know the use of toolbars. All students can do the final result of making 3-dimensional housing objects properly and correctly. It is hoped that this training will increase students' knowledge as well as a plus point so that students can gain insight into the next level. Keywords: 3 dimensional; skills; sketchup
ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN KECAMATAN SEMARANG TENGAH Wahjoerini Wahjoerini; Rizqy Ridho Prakasa; Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i1.5253

Abstract

Sarana adalah sesuatu yang beruapa alat yang biasa digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang biasa  digunakan sebagai penunjang utama agar terselenggaranya suatu produksi, sedangkan prasarana adalah kelengkapan dasar fisik suatu lingkungan, kawasan, kota atau wilayah sehingga memungkinkan ruang tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Meningkatnya penduduk sebanding dengan peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana permukiman di Kecamatan Semarang Tengah. Metode yang akan digunakan yaitu menggunakan analisis proyeksi penduduk serta proyeksi sarana dan prasarana. Output yang diharapkan yaitu ketersediaan sarana dan prasarana permukiman di Kecamatan Semarang Tengah.
KAJIAN TINGKAT KELAYAKAN SANITASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN MLATIBARU KOTA SEMARANG Nur Sukma; Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 2 (2022): VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i2.5751

Abstract

Mlatibaru is one of the settlements located in the District of East Semarang which has an unfavorable environment so it needs to get a lot of attention and handling. A clean and healthy environment can be influenced by the behavior of people living within the scope of that environment. The lack of environmental health in the Mlatibaru settlement is not only influenced by community behavior, but also influenced by several factors such as a less than optimal sanitation system, namely the drainage system (waste water), clean water, solid waste, and waste management, which can reduce the feasibility of the system. sanitation and cause environmental pollution. Because the availability of the sanitation system does not have to run properly, there will always be problems. Where as a result, besides being able to reduce the feasibility of sanitation, it can also cause environmental pollution such as tidal flooding. The purpose of this study is to examine the sanitation conditions such as the drainage system (wastewater), clean water, solid waste, and waste management as well as how the level of sanitation in the Mlatibaru settlement area is. This study uses quantitative methods. With the method of data collection observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results of the study of the feasibility level of sanitation in Mlatibaru settlements are the drainage system (wastewater) which is included in the moderate level, clean water is included in the high feasible level, solid waste is included in the low feasible level, and waste management is included in the moderate feasible level. So in this case, it is necessary for the community to have an active role in improving the quality of sanitation provision to continue to improve the health of the residential environment.
EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KELURAHAN BRUMBUNGAN KOTA SEMARANG Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 2 (2022): VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i2.5996

Abstract

Ruang Terbuka Publik merupakan ruang terbuka yang mampu mewadahi keperluan aktivitas masyarakat sebagai tempat pertemuan dan interaksi sosial yaitu berupa taman atau lapangan olah raga. Pada setiap kelurahan diperlukan taman atau lapangan olahraga sebagai pelayanan kebutuhan kegiatan penduduk di area terbuka. Di Kelurahan Brumbungan Kota Semarang terdapat 2 ruang terbuka publik yaitu Taman Nada dan Taman Kartun. Taman Nada adalah taman tematik yang menggunakan tema not nada sedangkan Tamah Kartun menggunakan konsep desain tema tokoh kartun dan diaplikasikan pada landmark dan keseluruhan desain taman. Taman Nada dan Taman Kartun tersebut tergolong dalam ruang terbuka aktif karena dipergunakan masyarakat untuk beraktivitas sosial dan berekreasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat efektivitas ruang terbuka publik yang berada di Kelurahan Brumbungan dengan melakukan penilaian pada setiap variabel dengan menggunakan variabel keamanan, kenyamanan, pencapaian, livability/kehidupan, dan image/citra dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah Taman Nada memiliki tingkat efektivitas kategori SEDANG dan Taman Kartun memiliki tingkat efektivitas kategori SEDANG. Perlu dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas yang belum ideal atau belum tersedia. Ruang terbuka publik tersebut memiliki manfaat dalam segi sosial, ekonomi dan ekologis.