Lilis Lismayanti
STIKes Tasikmalaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SEFT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Fitri, Gita Nur; Lismayanti, Lilis; Sari, Nina Pamela
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.749 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimenpre-test dan post test two group design untuk menganalisis hasil eksperimen yang menggunakan intervensi sebelum dan sesudah pada dua kelompok. Populasi semua pasien lansia yang berumur antara 60-74 tahun yang mengalami hipertensi esensial di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tawang Kota Tasikmalaya sebanyak 48 orang dengan jumlah sampel 30 orang, 15 orang lansia laki-laki dan 15 orang lansia perempuan. Alat pengumpul data dengan sphygmomanometer digital  dan buku panduan terapi SEFT. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T dependen dan independen.Hasil penelitian tidak ada perbedaan tekanan sistolik sebelum dan sesudah terapi SEFT pada kelompok lansia laki-laki dan kelompok lansia perempuan dengan p-value 0,385 namun ada perbedaan pada tekanan diastolik sesudah terapi SEFT pada kelompok lansia laki-laki dan kelompok lansia perempuan dengan p-value 0,035. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, disarankan bagi responden yang memiliki faktor risiko sebaiknya dilakukan terapi SEFT pada faktor risikonya terlebih dahulu sebelum melakukan SEFT pada hipertensinya.
TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN PENDERITA DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK RSUD CIAMIS Kusumawaty, Jajuk; Lismayanti, Lilis; Fitria, Pipin
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.218 KB)

Abstract

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang mempunyai dampak negatif terhadap fisik maupun psikologis. Dampak psikologis yang terjadi yaitu kecemasan yang merupakan gangguan mental emosional. Biasanya respon terhadap kenyataan, ancaman kehilangan dan kesakitan dalam bentuk manifestasi suasana cemas berkepanjangan yang, menetap atau timbul sewaktu-waktu, timbul pula gambaran diri yang buruk dan merasa   kehilangan harapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan dan tingkat kecemasan pada klien yang menderita diabetes mellitus. Desain penelitian     menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua klien diabetes mellitus yang datang ke Poliklinik RSUD Ciamis periode 18 – 23 Mei 2015. Teknik sampling menggunakan total populasi sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan klien penderita diabetes mellitus sebagian besar berpendidikan dasar (SD – SMP) sebanyak 14 orang (46,7%), dan tingkat kecemasan klien penderita diabetes mellitus sebagian besar pada kecemasan sedang sebanyak 13 orang (43,3%). Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku. Pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diketahuinya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA LANSIA DI TASIKMALAYA Fuzia Andhika, Ressy; Lismayanti, Lilis; Falah, Miftahul
Healthcare Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Healthcare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v1i2.980

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang erat kaitannya dengan perilaku individu. Pembentukan perilaku sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Bertambahnya usia, stimulasi pada lansia menurun yang mengakibatkan lansia lupa kejadian baru dan mengingat kejadian lama sehingga untuk bisa menyampaikan informasi pun harus dengan cara berulang-ulang. Hasil dari wawancara kepada lansia mengatakan tidak mengetahui PHBS terutama dalam menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air dan sabun, tidak merokok di dalam rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Desa Parakanyasag Kecamatan Indihiang Tasikmalaya. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan metode survey analitik korelasional. Jumlah sampel sebanyak 53 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan kuesioner dan dianalisis secara analitik menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan PHBS dengan nilai Korelasi Pearson –0,365 dengan P-value / Sig. 0.007<0,05 dan nilai persentasi kategori baik sebanyak 33 orang dengan persentasi 62.3% dan kategori tidak baik 20 orang dengan persentasi 37.7%. Kesimpulannya pengetahuan lansia yang tidak baik berdampak pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Mengingat pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan lansia lebih memperhatikan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB DI KOTA TASIKMALAYA Nopiayanti, Gita; Falah, Miftahul; Lismayanti, Lilis
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Healtcare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i1.1838

Abstract

TB Paru merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Indonesia masih menjadi negara kedua penyumbang tingginya angka kejadian TB di dunia setelah India. Total jumlah kasus TB di Indonesia sebanyak 209.575 kasus pada tahun 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Cihideung kota Tasikmalaya tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik, pendekatan cross sectional dilakukan dalam penelitian dengan total sampling 66 responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value 0.000), sikap (p-value 0.000), dukungan keluarga (p-value 0.016), peran tenaga kesehatan (p-value 0.000) dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita TB. Terdapat 4 faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat namun kedepan diharapkan variabel faktornya dapat diperluas cakupannya.