Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN TAMU MENGINAP DI ALLSTAY HOTEL SEMARANG Candra, Danish Kusuma; Listyorini, Haniek
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 13, No 2 (2017): GEMAWISATA JULI 2017
Publisher : Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara Bauran Pemasaran terhadap keputusan tamu menginap di Allstay Hotel Semarang, serta untuk mengetahui dimensi manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan tamu menginap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis kuantitatif sedangkan desain penelitiaannya adalah regresi dan korelasi yang terdiri dari satu faktor atau lebih. Data yang digunakan ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Alat dalam penelitian ini adalah, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian merupakan responden sebanyak 89 tamu Allstay Hotel Semarang. Berdasarkan hasil SPSS, hipotesis (baik secara parsial maupun simultan) pada taraf teruji signifikansi dan positif berpengaruh dengan persamaan regresi sebagai berikut :serta terbukti bahwa dimensi Produk berpengaruh paling besar terhadap variabel Y (keputusan menginap) dengan koefisien regresi sebesar 0,506. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari empat dimensi produk, harga, lokasi, dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan tamu menginap di Allstay Hotel Semarang. Jadi apabila bauran pemasarannya baik, maka keputusan menginap meningkat.
Perencanaan kesempatan kerja pariwisata dalam perspektif negara berkembang Listyorini, Haniek, SE., MBA.
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 4, No 1 (2005): GEMAWISATA NOV 2005
Publisher : Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada pendapat yang menyatakan bahwa perencanaan pariwisata seharusnya perencanaan terhadap masyarakat lokal dan terhadap wisatawan. Jika pariwisata diharapkan menjadi kekuatan positif bagi kehidupan masyarakat lokal, maka harus ada respon, partisipasi serta dukungan dari masyarakat tersebut. Sebagian besar perencanaan pariwisata untuk mengembangkan daerah dinilai masih kurang memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusianya. Bahkan banyak yang tidak sesuai dengan kapabilitas sumber daya manusia setempat, sehingga masyarakat lokal sulit untuk berperan serta dalam kegiatan pariwisata tersebut, akibatnya manfaat kegiatan pariwisata sedikit atau bahkan tidak mereka peroleh.Pengembangan sumber daya manusia pariwisata seringkali dinilai hanya memfokuskan diri pada kebutuhan ketenagakerjaan dari sejumlah perusahaan besar berskala internasional, khususnya dalam bidang perhotelan, sehingga mengabaikan kebutuhan dan peluang ketenagakerjaan pariwisata dalam arti yang lebih luas. Untuk memperluas perspektif pengembangan sumber daya manusia pariwisata di dalam perencanaan pariwisata, maka diusulkan suatu kerangka pikir hubungan tiga elemen yaitu : kebijakan-industri-lokalitas, disertai dengan kebutuhan adanya penelitian dan pengumpulan data. kata kunci : negara berkembang, kesempatan kerja, sumber daya manusia, perencanaan, kebijakan pariwisata.
DAMPAK PERSIAPAN BAHAN MAKANAN DAN METODE MEMASAK TERHADAP KUALITAS MAKANAN DI SRI KATONGRAND EDGE HOTEL SEMARANG Ardhana, Rizka; Listyorini, Haniek
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 14, No 1 (2018): GEMAWISATA JANUARI 2018
Publisher : Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk meneliti analisis dampak persiapan bahan makanan dan metode memasak terhadap kualitas makanan di sri katon grand edge hotel semarang. Fokus penelitian ini analisis dampak persiapan bahan makanan dan metode memasak di sri katon grand edge hotel semarang. Tujuan penelitian ini adalah memberikan suatu kesimpulan tentang dampak persiapan bahan makanan dan metode memasak di sri katon grand edge hotel semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara dengan pihak kitchen sri katon grand edge semarang
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Wisatawan Berkunjung Ke Desa Wisata Kandri Semarang Jawa Tengah Fahdini, Nimas Ihza; Listyorini1, Haniek
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 16, No 3 (2020): GEMAWISATA SEPTEMBER 2020
Publisher : Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa Faktor yang mempengaruhi keputusan berkunjung. Dalam penelitian ini dibatasi pada Produk, Harga, Tempat dan Promosi terhadap keputusan berkunjung karena keputusan berkunjung membawa kemajuan bagi pengelola. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh produk terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh harga terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh tempat terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang, menjelaskan pengaruh promosi terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang dan menjelaskan pengaruh bersama-sama variabel produk, harga, tempat dan promosi terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 99 responden. Teknik pengumpulan data studi pustaka. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji model, uji hipotisis sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Harga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Tempat tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang. Produk, harga, tempat dan promosi bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung pada Desa Wisata Kandri Semarang.Kata Kunci : Produk, Harga, Tempat, Promosi dan Keputusan berkunjung
PENGUATAN KELEMBAGAAN POKDARWIS DALAM MERINTIS DESA WISATA MELALUI PENCIPTAAN IDENTITAS DAN KAPABILITAS PERENCANAAN ORGANISASI Haniek Listyorini; Sapto Supriyanto; Pranoto Hadi Prayitno; Gana Wuntu; Mochamad Miswanto Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.561 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4083

Abstract

Abstrak: Rintisan Desa Wisata yang dikelola oleh organisasi masyarakat Pokdarwis diidentifikasi memiliki masalah minimnya kapabilitas pengelolaan kelembagaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan pokdarwis melalui pembuatan identitas dan peningkatan kapabilitas perencanan organisasi.  Empat metode diterapkan untuk melaksanakan kegiatan yaitu sosialisasi tata kelola pokdarwis,  FGD pembuatan nama, logo, penyusunan visi dan misi, serta simulasi dan pendampingan lapangan untuk menyusun strategi dan program kegiatan. Pengabdian masyarakat ini menghasilkan identitas organisasi berupa nama dan logo pokdarwis, dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) terkait visi, misi, strategi serta program kegiatan yang akan dilakukan 5 tahun ke depan. Monitoring dan evaluasi dilakukan selama dan setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukan 90% anggota Pokdarwis menyatakan sangat penting untuk memiliki identitas dan rencana strategis. Untuk tindak lanjut kegiatan pengabdian akan difokuskan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan implementasi program.  Hasil pengabdian ini diharapkan memiliki implikasi pada penggunaan identitas bagi seluruh aspek pemasaran dan pelaksanaan program kegiatan yang telah disusun guna mencapai visi menjadi destinasi tujuan utama. Abstract: Tourism Village inititation managed by Tourism Awareness Group (Pokdarwis) was identified as having problems with the lack of institutional management capabilities, so this community service activity aims to strengthen the institutional through the creation of organizational identity and improvement in their planning capability.  Four methods were implemented to execute several activities.  Namely socialization of pokdarwis governance, FGD to create the organization’s name, logo, vission and missions, as well as simulation and field assistance to develop strategies and activity programs. This community service produced name and logo for pokdarwis identity, also a strategic plan document (RENSTRA) that will guide the organization direction for the next 5 years. Monitoring and evaluation were carried out during and after the activity. The evaluation results showed that 90% of Pokdarwis members stated that it is very important to have an identity and a strategic plan. Therefore, further assistance will be focused on increasing local community engagement and programs implementation. The resuls of this community service is expected to have implication for the use of organization’s identity for any marketing campaign and programs implementation that have been proposed to support the achievement of the vision  to be the main village tourism destination.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN TEMA IKONIK, ACARA WISATA, DAN USAHA EKONOMI KREATIF Haniek Listyorini; Nina Mistriani; Pranoto Hadi Prayitno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.212 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5284

Abstract

Abstrak: Kampung Tematik yang dicanangkan oleh pemerintah kota Semarang tidak semuanya sukses diimplementasikan. Masalah yang dihadapi oleh kampung tematik Kelurahan Tegalsari, adalah belum adanya tema yang ikonik, rendah dukungan dan partisipasi, kurang pemberdayaan masyarakat serta minimnya dampak ekonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun tema ikonik, meningkatan kesadaran wisata, dukungan, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat agar dampak ekonomi maksimal. Pengabdian dilaksanakan dalam 6 tahapan kegiatan, dengan cara sosialisasi, FGD, survey, praktik dan workshop. Hasil pengabdian menunjukan adanya peningkatkan soft-skill berupa peningkatan kesadaran wisata masyarakat dari 15% menjadi 100%, peningkatan dukungan masyarakat dari 30% menjadi 100%, kemampuan warga menyusun Tema Ikonik “Cafe Batik Gesek Godhong”, dan kemampuan merencanakan acara wisata. Peningkatan hard-skill tercapai dari kesuksesan pelaksanaan acara wisata di era New Normal, dan kesuksesan UMKM lokal sebagai penyedia workshop ekonomi kreatif bagi wisatawan. Acara wisata dipandang sebagai cara sukses untuk meningkatkan dukungan, partisipasi, pemberdayaan masyarakat sekaligus dampak ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.Abstract: Thematic Villages Program by the Semarang city government were not all successfully implemented. The problems faced by Tegalsari Village are the absence of an iconic theme, low support and participation, lack of community empowerment and minimal economic impact. This activity aims to help this village to develop iconic themes, increase tourism awareness, community support, participation and empowerment to maximize the economic impact. This community service is carried in 6 stages, by means of socialization, FGD, surveys, practical and workshops. The results show an increase in soft-skills in the form of increasing local tourism awareness from 15% to 100%, increasing community support from 30% to 100%, the ability of locals to compose the Iconic Theme "Cafe Batik Gesek Godhong", and to plan tourism event. Hard-skills were achieved from the successful tourism event using New Norm, and local small entrepreneurs’ ability to provide creative economy workshops. Event has been seen as the successful way to increase support, participation, empowerment as well as economic impact for the community. 
Merintis desa wisata, menguatkan kerjasama badan usaha milik desa dan kelompok sadar wisata Haniek Listyorini; Aurilia Triani Aryaningtyas; Gana Wuntu; Renny Aprilliyani
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v5i1.1076

Abstract

Kabupaten Kuningan Jawa Barat memiliki target menumbuhkan 25 desa wisata, dan salah satu yang sedang dirintis adalah desa wisata Cikaso Desa Kramatmulya. Dalam pembentukan desa wisata membutuhkan organisasi kelembagaan yang akan mengelola pariwisata di desa tersebut. Meskipun pemerintah telah menetapkan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa wisata namun dalam perjalanannya pengelola masih memiliki ketidakmampuan dalam mengelola. Masalah lain adalah tidak adanya hubungan harmonis dan tumpang tindih tupoksi antara Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan Pokdarwis dalam pengelolaan rintisan desa wisata. Pokdarwis membutuhkan pendampingan bagaimana tata organisasi dapat berjalan, tupoksi masing-masing, apa saja permasalahan yang ada dalam pengembangan destinasi dan bagaimana mendapatkan dukungan dari masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat kerjasama antara Bumdes dan Pokdarwis dalam rintisan suatu desa wisata. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, Focus Group Discussion, simulasi, dan role play lapangan.
Destinasi Wisata Pintar untuk Meningkatkan Pengalaman Wisata Melalui Personalisasi Layanan (Studi Kasus Pada Perusahaan Pariwisata di Jawa Tengah) Bambang Guritno; Haniek Listyorini; Renny Aprilliani; Y Sutomo
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): MAY
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.48333

Abstract

Smart concepts into tourism destinations are dynamically embraced to connect stakeholders through technology platforms where information related to tourism activities can be exchanged directly. Instant information exchange has also created a huge data collection known as Big Data which may be computationally analyzed to reveal patterns and trends. Smart Tourism Destinations must make optimum use of Big Data by offering services that are suitable for the preferences of the user at the right time. In this connection, this paper aims to understand the contribution of how smart Tourism Destinations can potentially enhance the tourism experience through offering more personalized products or services to meet each visitor's unique needs and preferences. By using the skinative method and descriptive approach and the sample was taken through purposive sampling, the companies engaged in the tourism sector obtained the following research results: Understanding the needs, desires and desires of travelers became increasingly important for the competitiveness of tourism destinations. Therefore, the findings in this study are expected to be very beneficial for the number of tourism destinations.
Peningkatan Kinerja Pengembangan Produk Berkelanjutan Berbasis Budaya Organisasi Lingkungan Dan Kapasitas Daya Serap Keberlanjutan Hendrajaya Hendrajaya; Samtono Samtono; Bambang Guritno; Haniek Listyorini; Henry Yuliamir; Sukrisno Sukrisno
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v10i2.2328

Abstract

This study aims to build a conceptual model that seeks to improve the performance of green product development proposed. In this study, the improvement of green product development performance based on environmental organizational culture and green absorption capacity. A construction study methodology was adopted using 200 samples taken from various elements of employees in the manufacturing industry in Central Java and data collected through questionnaires, to test the models and hypotheses in this study, using the author Amos 25 as a tool. data analysis. The results of this study indicate that there is a strategic path to improve product development performance and the second strategy is from organizational culture. green product development. Limitations: This study has limitations, including not being able to define specifically the organizational culture environment. In addition, the sample used is only limited to organizations engaged in the manufacturing industry in the province of Central Java. The results of this study are expected to have a contribution to the development of organizational culture theory and stakeholder theory.
Berbagi Nilai Modal Relasional Sebuah Upaya Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Usaha Kecil Dan Menengah Di Kota Semarang Sukrisno Sukrisno; Henry Yuliamir; Enik Rahayu; Bambang Guritno; Haniek Listyorini; Julian Andriani Putri
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v10i2.2325

Abstract

This study aims to develop an empirical research model based on the synthesis of a new concept called sharing the value of relational capital. The new concept generated in this study is expected to be able to provide a key role for research solving the influence of entrepreneurial orientation on the marketing performance of MSMEs in the city of Semarang. With a quantitative research design, this study tested the empirical research model on existing MSME industries in the city of Semarang by using 130 research samples. Data analysis was carried out using Amos 25. The results of this study showed that all the hypotheses proposed in this research model were accepted as indicated. with the statistical significance of testing using the software. This study has limitations, including not being able to define specifically the organizational culture environment. In addition, the sample used is only limited to organizations engaged in the manufacturing industry in the province of Central Java. Specifically, the role of the new concept of sharing the value of relational capital can be used as a key strategy for improving the marketing performance of SMEs.