Nadjib Dahlan Lubis
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

35 Vol. 24 No. 1 Januari 2015 Ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada Tumor Jinak dan Ganas Epitelial Ovarium Jenis Serosum dan Musinosum Ainun Mardiah; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar -
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.509 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Tumor serosum dan musinosum merupakan jenis tumor epitelial ovarium. IFN-γ berhubungan dengan tumor epitelial ovarium melalui aktivitas anti proliferasi, walaupun pada keadaan tertentu IFN- γ mempunyai efek apoptosis terhadap sel tumor ovarium manusia. Terapi IFN-γ mempunyai aktivitas anti dan protumor, tergantung pada keadaan selular, lingkungan mikro, dan konteks molekul. Sitokin IL-4 berperan sebagai anti apoptosis. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada tumor jinak dan ganas epitelial ovarium tipe serosum dan musinosum. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dari 40 sampel jaringan tumor jinak dan ganas serosum dan musinosum dengan jumlah yang sama. Dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi IFN-γ dan IL-4. Hasil Pada penelitian ini IL-4 menunjukkan ekspresi positif sebanyak 60% (n=6) dan pada tumor jinak serosum, sedangkan pada tumor ganas serosum ekspresi positif 90% (n=9). Pada tumor jinak musinosum IL-4 menunjukkan ekspresi positif 40% (n=4), sedangkan pada tumor ganas musinosum seluruhnya menunjukkan ekspresi positif (100%). IFN-γ menunjukkan ekspresi positif sebanyak 50% (n=5) pada tumor jinak serosum, sedangkan tumor ganas serosum menunjukkan ekspresi positif 40% (n=4). Pada tumor jinak musinosum IFN-γ menunjukkan ekspresi positif 60% (n=6), sedangkan pada tumor ganas musinosum menunjukkan ekspresi positif 80% (n=80). Kesimpulan Tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada tumor jinak dan ganas serosum dan musinosum. Kata kunci : imunohistokimia, tumor epitelial ovarium, tumor musinosum ovarium, tumor serosum ovarium. ABSTRACT Background Serous and mucinous tumors were variant of epithelial ovarian tumors. IFN-γ associated with anti-proliferative activity of the tumor, but in the spesific situation IFN-γ has anti apoptosis effect against the ovarian tumor cells. IFN-γ treatment was protumorigenic and anti tumorigenic activities were dependent on the cellular, microenvironment, and/or molecular context. The cytokines IL-4 acts as an anti-apoptotic. The purpose of this study was to view the difference expression of IFN-γ and IL-4 in benign and malignant serous and mucinous epithelial ovarian tumors. Methods This study is a observational analytic assesment with cross-sectional approach in 40 samples of benign and malignant serous and mucinous tumors. Immunohistochemistry with IFN-γ and IL-4. Results In this study the expression of IL-4 was positive in 60% (n=6) in the benign serous tumors, whereas in the malignant serous tumors was positive in 90% (n=9). In the benign mucinous tumors the expression of IL-4 was positive in 40% (n=4), whereas in the malignant mucinous tumors was entirely positive (100%). Expression of IFN-γ was positive in 50% (n=5) in the benign serous tumors, whereas in the malignant serous tumors was positive in 40% (n=4). In the benign mucinous tumors the expression of IFN-γ was positive in 60% (n=6), whereas the malignant mucinous tumors was positive in 80% (n=80). Conclusion There was not difference expression of IFN-γ and IL-4 in benign and malignant serous and mucinous tumors. Key words: epithelial ovarian tumor, immunohistochemistry, mucinous tumor, serous tumor.
Ekspresi H19 dan Insulin-Like Growth Factor 2 (IGF2) pada Tumor Epitel Permukaan Ovarium Tipe Serosum dan Musinosum Rita Juliana Pohan; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar Delyuzar
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 2 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.032 KB)

Abstract

Latar belakang Tumor-tumor epitel permukaan ovarium merupakan neoplasma ovarium yang paling sering. Kanker ovarium mempunyai prognosis buruk karena gejalanya tidak spesifik dan kebanyakan dijumpai sudah stadium lanjut. Genomic imprinting adalah proses epigenetik yang menyebabkan ekspresi allel yang berbeda dari gen parental dalam sel-sel somatik. Adanya loss of imprinting gen IGF2 dan H19 diperkirakan terlibat dalam terjadinya kanker ovarium. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan adanya perbedaan ekspresi H19 dan IGF2 pada tumor jinak dan ganas yang berasal dari epitel permukaan ovarium, tipe serosum dan musinosum, mendeteksi kekambuhan dini dan terapi target.MetodePenelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 80 blok parafin jaringan ovarium dari operasi ooforektomi yang telah didiagnosis tumor jinak dan ganas ovarium, tipe serosum dan musinosum dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Sampel akan dievaluasi intensitas dan kuantitas ekspresi immunohistokimia H19 dan insulin-like growth factor 2 (IGF2), kemudian diamati dan dianalisa dengan uji Fisher’s exact. Hasil H19 terekspresi kuat (81,82%) pada tumor serosum jinak, sedang pada tumor serosum ganas sebagian besar terekspresi lemah (88,89%), nilai p 0,005. Pada tumor musinosum jinak, H19 terekspresi kuat (77,78%) dan pada yang ganas terekspresi lemah (72,73%), dengan nilai p 0,070. IGF2 terekspresi kuat (90,91%) pada sebagian besar tumor serosum ganas, sedang pada tumor serosum jinak semuanya (100%) terekspresi lemah, dengan nilai p = 0,001. Pada tumor musinosum, IGF2 terekspresi kuat pada yang ganas (62,50), pada yang jinak (37,50%) juga terekpresi kuat, nilai p 0,087.Kesimpulan Expresi H19 dan IGF2 dapat menyokong kepastian diagnosis histologik tumor serosum jinak dan ganas. Ekspresi kuat H19 menunjukkan prognosis baik, ekspresi kuat IGF2 menunjukkan prognosis buruk pada tumor serosum.
Perbedaan Ekpresi Imunositokimia Thyroid Transcription Factor-1 (TTF-1) pada Adenokarsinoma dan Karsinoma Sel Skuamosa dari Sikatan Bronkus Kanker Paru Lita Feriyawati; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar -
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.448 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Karsinoma bukan sel kecil (KBSK) merupakan 85% keganasan dari seluruh kanker paru. Dalam beberapa tahun terakhir adenokarsinoma merupakan tipe KBSK yang paling dominan. Pemeriksaan sitologi sikatan bronkus dengan pewarnaan rutin papanicolaou pada beberapa keadaan mempunyai keterbatasan, terlebih pada beberapa jenis tumor paru dengan gambaran sel yang mirip. Thyroid transcription factor-1 (TTF-1) diekspresikan pada adenokarsinoma paru dan karsinoma sel kecil paru. Pemeriksaan imunositokimia TTF-1 dengan prosedur yang efisien dan efektif sebagai alat bantu pemeriksaan sitologi sikatan bronkus dapat meningkatkan keakuratan diagnosa sitologi kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa (KSS) dari sikatan bronkus kanker paru melalui tampilan imunositokimia TTF-1. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan potong lintang pada 45 sampel sitologi sikatan bronkus yang terdiri dari adenokarsinoma sebanyak 77,78% (n=35) dan KSS sebanyak 22,22% (n=12). Dilakukan pemeriksaan imunositokimia TTF-1 menggunakan antibodi TTF-1 rabbit polyclonal (klon ab136633) dengan metode labelled streptavidin biotin immunoperoxidase complex langsung pada slaid yang sebelumnya telah diwarnai dengan papanicolaou. Hasil Pada penelitian ini sebanyak 62,9% (n=22) adenokarsinoma menunjukkan tampilan positif dengan imunositokimia TTF-1, ekspresi kuat 36,3% (n=8), ekspresi sedang 50% (n=11), dan ekspresi lemah 13,6% (n=3), serta tampilan negatif 37,1% (n=13). Sampel KSS menampilkan hasil positif dengan imunositokimia TTF-1 sebanyak 30% (n=3) dengan ekspresi kuat serta tampilan negatif sebanyak 70% (n=7). Hasil uji hubungan antara hasil imunositokimia TTF-1 dengan ekspresi pada adenokarsinoma dan KSS menggunakan uji Fisher’s exact menunjukkan p-value = 0,083. Kesimpulan Pada penelitian ini didapati tampilan intensitas yang beragam pada hasil imunositokimia TTF-1 pada jenis adenokarsinoma dan KSS, dan menurut perhitungan statistik tidak bermakna. Kata kunci: adenokarsinoma, kanker paru, karsinoma sel skuamosa, sikatan bronkus, thyroid transcription factor-1. ABSTRACT Background Non-small cell carcinoma (NSCC) is 85% of all lung cancer malignancy. In recent years, adenocarcinoma is the most dominant type of NSCC. Bronchial brushings cytology examination with routine Papanicolaou staining have limitations especially to distinguish between some types of lung tumors which have similar pattern. Thyroid transcription factor-1 (TTF-1) is a transcription factor that normally found in adult thyroid and lung tissue, expressed in lung adenokarsinoma and small cell lung carcinoma. Immunocytochemistry examination TTF-1 is an efficient and effective procedures as aids bronchial brushings cytology examination that can improve the accuracy of cytological diagnosis of lung cancer. The objective of the research is to determine the differences between adenocarcinoma and squamous cell carcinoma (SCC) from bronchial brushings in lung cancer by the expression of immunocytochemistry TTF-1. Methods A cross sectional analytic study was performed at 45 brushings cytology samples consisted of 77.78% (n=35) adenocarcinoma and 22.22 % (n=12) SCC Immunocytochemistry examination using rabbit polyclonal (clone ab136633) TTF-1 antibody was perfomed by immunoperoxidase labeled streptavidin biotin complex methode directly on slides previously stained with Papanicolaou. Results In this study, 62.9% (n=22) adenocarcinoma were positive for TTF-1 with 36.3% (n=8) gave strong expression, 50% (n=11) gave moderate expression, 13.6% (n=3) gave weak expression and showed negative as 37.1% (n=13). SCC were positive for TTF-1 as 30% (n=3) with overall gave strong expression and showed negative results as 70% (n=7). The relationship between TTF-1 expression in adenocarcinoma and SCC by using Fisher 's exact test showed p-value=0.083 Conclusion This study showed that there were not differences of TTF-1 immunocytochemistry intensity between adenocarcinoma and SCC. Key words : adenocarcinoma, bronchial brushings, lung cancer, squamous cell carcinoma, thyroid transcription factor-1.