Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Subtema Keberagaman Makhluk Hidup Di Lingkunganku Kelas IV Sekolah Dasar Agustin, Nurul
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1 No 1 (2019): Child Education Journal - June 2019
Publisher : UNUSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v1i1.912

Abstract

This study aim was to describe the effect of the scientific approach to critical thinking skills of fourth grade students. This research was conducted at Jatikalang II Krian Elementary School with the research subject being fourth grade students in the 2018/2019 academic year. This study is a Classroom Action Research (CAR). This type of qualitative research was carried out in 2 cycles, researchers used observation, documentation, and test techniques to obtain data. The technique of analyzing data is through the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification and data triangulation. The object of research is to improve students' critical thinking skills which are seen through the test results at the end of the first and second cycles and the results of observations, documentation and interviews. The results showed that students' critical thinking skills could be improved through a scientific approach to the sub-themes of diversity of living things in my environment. The first results show that students' critical thinking skills in class IV. This is indicated by the results of the critical thinking ability test, the percentage for students' critical thinking skills has increased from an average of 71, 77% or in the high category to 87, 71%. Thus, students' critical thinking skills are included in the criteria of very high. Means there is an influence of the scientific approach to critical thinking skills. Thrus it can be concluded that the scientific approach affects the ability to think critically
MEMAHAMI NILAI MORAL DAN SOSIAL DALAM KESENIAN BARONGAN SEBAGAI PERTUNJUKAN YANG LAYAK DITONTON ANAK USIA DINI Nurul Agustin; Muhammad Lukman Haris Firmansah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5117

Abstract

Kesenian daerah merupakan warisan dari leluhur. Beraneka ragam kesenian daerah yangberkembang di Indonesia. Di Kecamatan Blora Kabupaten Blora berkembang kesenian daerahyang bernama barongan. Kesenian barongan ditonton oleh semua kalangan mulai dari anakusia dini, remaja, hingga dewasa. Bagaimanapun juga, pertunjukkan hendaknya membatasiusia penonton. Penelitian ini dilakukan untuk memahami ada atau tidaknya nilai moral dansosial dalam keseningan barongan sebagai petunjukkan yang ditonton anak usia dini. Nilaimoral dan sosial merupakan nilai yang digunakan dalam berperilaku sehari-hari meliputikejujuran, kepatuhan, meniru, kerjasama dan berbagi. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini yakni penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan metode mendeskripsikansuatu kejadian secara nyata. Adapun hasil dari penelitian ni yakni : 1) nilai kejujuran memilikikriteria baik dan didukung data wawancara menjelaskan bahwa ada nilai kejujuran, 2) nilaikepatuhan dengan kriteria baik dan data wawancara menjelaskan ada, 3) Nilai peran yang dapatditiru memiliki kriteria kurang dan data wawancara menjelaskan ada,4) Nilai kerjasama memiikinilai kriteria baik dan data wawancara menjelaskan ada, dan 5) Nilai berbagi memiliki kriteriakurang dan data wawancara menjelaskan adaRegional art is the legacy of the ancestors. A wide range of local arts are developed in Indonesia.In Blora district, Blora regency develops arts area named barongan. Art barongan watched by allwalks ranging from early childhood, adolescence, to adulthood. However, the show should limitthe age of the audience. This study was conducted to understand the presence or absence ofmoral and social values in the barongan’s silence as a show that is watched early childhood.Moral and social values are the values used in everyday behavior including honesty, compliance,imitation, cooperation and sharing. The research method used in this research is descriptivequalitative research which is a method of describing a real event. The results of this research are:1) the value of honesty has good criteria and supported by interview data explains that there ishonesty value, 2) compliance value with good criteria and interview data explain exist, 3) Thevalue of the role that can be copied has less criteria and interview data explain there, 4) The valueof the cooperation has a good criterion value and the interview data explains there is, and 5) Theshare value has less criteria and the interview data explains there
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN MODEL TIME TOKEN PADA SUBTEMA KEUNIKAN DAERAH TEMPAT TINGGALKU KELAS IV MI AL-AZHAR MENGANTI GRESIK Agustin, Nurul
Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sains, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/tpd.v2i01.913

Abstract

AbstrakPembelajaran pada subtema Keunikan Daerah Tempat Tinggalku di MI Al-Azhar Menganti Gresik masih ada siswa yang suka mengejek teman yang kurang tepat dalam menjawab pertanyaan dari guru, masih ada siswa yang suka berkata kasar atau meremehkan teman jika ada yang meminjam peralatan tulis, masih ada siswa yang tidak mau bekerja sama dengan siswa lainnya, dan kurangnya interaksi antar guru dan siswa, siswa dengan siswa yang lain dikarenakan guru masih berbasis teacher centered karena masih didominasi oleh guru dan kurang melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar. Guru juga kurang menggunakan dan model pembelajaran sehingga siswa merasa bosan dan cenderung mengabaikan penjelasan materi dari guru. Sehingga bukan hanya mempengaruhi hasil belajar siswa yang rendah serta mempengaruhi keterampilan sosial siswa.Oleh karena itu, peneliti melakukan pembaruan penyajian pembelajaran melalui penerapan model Time Token untuk  meningkatkan keterampilan sosial siswa.Tujuan yang hendak dicapai mendiskripsikan aktivitas siswa dan mendiskripsikan peningkatan keterampilan sosial siswa dalam penerapan model Time Token. Hasil analisis data  menunjukkan bahwa pada aktivitas siswa pada siklus I mencapai 68,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 85,5%. Begitu juga pada keterampilan sosial siswa pada siklus I mencapai 78% dengan kategori Baik dan pada siklus II meningkat menjadi 87% dengan kategori sangat Baik.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan pembelajaran pada subtema Keunikan Daerah Tempat Tinggalku melalui penerapan model Time Token dapat meningkat dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model Time Token keterampilan sosial siswa dapat ditingkatkan. Kata Kunci : Keterampilan Sosial, Model Time Token 
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa S1 PGMI STAI Al-Azhar melalui Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw pada Mata Kuliah Studi Pengembangan Model Pembelajaran Nurul Agustin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.636

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa PGMI STAI Al-Azhar Menganti Gresik pada semester IV tahun akademik 2018-2019 tentang macam-macam model pembelajaran pada mata kuliah Studi Pengembangan Model Pembelajaran melalui penerapan model jigsaw. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian PTK. Hasil penelitian aktivitas dosen pada proses pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw pada siklus I mencapai persentase 65,28% dan pada siklus II mencapai sebesar 85,17% mengalami peningkatan sebesar 19,89%. Hasil aktivitas siswa saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I aktivitas siswa mencapai persentase 71,35% dan pada siklus II 89,08% mengalami peningkatan 17,73% dan peningkatan hpada asil belajar mahasiswa dapat dilihat dari ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 68,88% dan pada siklus II sebesar 91,66% mengalami peningkatan sebesar 22,78% Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa PGMI semester IV tahun akademik 2018-2019 tentang macam-macam model pembelajaran pada mata kuliah Studi Pengembangan Model Pembelajaran. KataKunci: Model Pembelajaran Jigsaw, Pemahaman, Studi Pengembangan Model Pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Sekolah Dasar Nurul Agustin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v8i2.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV di SD Al-Muslim Surabaya, dengan menerapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan 3 siklus yaitu siklus I sampai siklus III. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu Model Pembelajaran Creative Problem Solving, dan variabel terikatnya yaitu kemampuan berpikir kreatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Pada penelitian ini analisis datanya menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I mencapai siklus I dengan rata-rata 65,35 dengan Prosentase 36% mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata-rata 78,90 dengan Prosentase 60% Dan Siklus III dengan rata-rata 89,97 dengan Prosentase 93%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dapat ditingkatkan dengan mengerjakan soal yang diberikan oleh guru dan saling bertukar pendapat antar teman sehingga berpikir kreatif siswa dalam proses pembelajaran dapat berkembang meningkat.
PENERAPAN ROLE PLAYING BERBANTU MEDIA BONEKA JARI DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PERKEMBANGAN SOSIAL PERALIHAN ANAK DARI TK KE SD Nurul Agustin; Ivo Yuliana; Rizki Amelia Andayani
Abata : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Nahdlatul Ulama University Sunan Giri Bojonegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.766 KB) | DOI: 10.32665/abata.v2i1.308

Abstract

This study aims to increase the activity and social development of children transitioning from kindergarten to elementary school through the application of the Finger Puppet Media Assisted Role Playing Method using the Class Action Research (CAR). This research has four stages consisting of: planning, action implementation, observation and reflection. In each cycle, 1 to 4 stages are carried out and each cycle will pass through these four stages. From the research day, the students' activities in participating in learning activities using the role playing method assisted by finger puppet media reached a percentage of 55% in the first cycle and increased by 37.5% in the second cycle, obtaining a percentage of 92.5%. The results of the social development of students when participating in learning activities take place to obtain a percentage of 50%, an increase of 36.25 in the second cycle, obtaining a percentage of 86.25%. Based on these results, it can be concluded that by applying the role playing method assisted by finger puppet media, it can increase the activity and social development of children's transition from kindergarten to elementary school.
Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Aktivitas Belajar Subtema Sikap Kepahlawanan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar admin admin; Nurul Agustin
DIDAKTIKA Vol 23 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap aktivitas siswa kelas IV SD dan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD. Penelitian ini dilakukan di SDN Kalirungkut IV Surabaya dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IVA dan IVB tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan bentuk desain penelitian pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan soal-soal aktivitas siswa dan hasil belajar. Butir soal variabel aktivitas dan hasil belajar telah diuji cobakan melalui uji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach’s dengan hasil yang valid dan reliabel. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov, sedangkan uji homogenitas dan pengujian hipotesis menggunakan rumus Independent Sample t test dengan hasil kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Data-data yang telah berhasil dikumpulkan kemudian dianalisa dengan analisis Uji t dengan memanfaatkan komputer dengan sistem seri program statistik (SPSS version 16). Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan pada kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan nilai mean sebesar 20,3000 dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah yaitu sebesar 11,000. Berarti ada pengaruh metode bermain peran terhadap aktivitas siswa. Sedangkan untuk pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan oleh nilai sig. sebesar 0,000 < á 0,05 dan thitung (7,372) < ttabel (1,684) dengan nilai mean sebesar 59.8500 dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode ceramah yaitu 48,9000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran berpengaruh terhadap aktivitas siswa dan hasil belajar siswa secara signifikan.