Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYISIHAN KADAR SENG (Zn) DENGAN BIOADSORBEN KULIT SINGKONG MENGGUNAKAN SISTEM KONTINYU Risma Awwalin Nisya; Yusrianti Yusrianti; Arqowi Pribadi; Shinfi Wazna Auvaria; Linda Prasetyaning Widayanti
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss1.art9

Abstract

Cassava peel is the waste produced from processing made from cassava as a raw material in various industrial products. Cassava peels can be used as an ingredient in the manufacture of bio adsorbent, this is because cassava peels contain cellulose. Zinc is a heavy metal that can cause poisoning and damage to the environment if it exceeds quality standards. The purpose of this study was to determine the optimum adsorption efficiency of cassava peel bio adsorbent and to determine differences in absorption of heavy metals at variations in flow rate and bed depth. The variations in the flow rate used were 2 mL/min, 4 mL/min, and 6 mL/min, while for bed depth, they were 12 centimeters, 15 centimeters, and 18 centimeters. The data analysis method used is descriptive and statistical analysis, Kruskal Wallis. The results obtained are that the optimum adsorption efficiency of heavy metals is at a flow rate of 2 mL/minute with a bed depth of 15 cm, the absorption percentage is 92.6% with an initial level of 5.726 mg/Liter down to 0.424 mg/Liter. The data obtained from the statistical test showed that there was a significant difference in the flow rate variation, and for the bed depth variation, there was no significant difference.
Studi Literatur tentang Pencemaran Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Kota Surabaya Yusrianti Yusrianti
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.011 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.29

Abstract

Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia. Permasalahan transportasi di kota ini hampir sama dengan di DKI Jakarta, Bandung dan Medan. Kota Surabaya, sebagai sebuah kota metropolitan, mempunyai volume lalu lintas yang sangat tinggi. Volume lalu lintas yang tinggi akan menimbulkan konsekuensi terhadap peningkatan polusi udara akibat gas buang dari kendaraan bermotor (Abubakar, 2006). Sejalan dengan itu pertumbuhan pada sektor transportasi, yang diproyeksikan sekitar 6% sampai 8% per tahun, pada kenyataannya tahun 1999 pertumbuhan jumlah kendaraan di kota besar hampir mencapai 15% per tahun. Dengan menggunakan proyeksi 6-8% maka penggunaan bahan bakar di Indonesia diperkirakan sebesar 2,1 kali konsumsi tahun 1990 pada tahun 1998, sebesar 4,6 kali pada tahun 2008 dan 9,0 kali pada tahun 2018 (World Bank, 1993 cit KLH, 1997).Berbagai studi yang dilaksanakan menunjukkan bahwa transportasi merupakan sumber utama pencemaran udara. Pencemaran udara dan sektor transportasi rata – rata berkisar 70% dari total pencemaran udara. Di dalam laporan WHO (1992) dinyatakan paling tidak 90% dari CO di udara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor. Menggunakan bahan bakar alternatif merupakan salah satu bentuk upaya perbaikan kualitas udara di Kota Surabaya.Bahan bakar alternatif, selain BBM, yang dapat digunakan diantaranya : CNG (compressed natural gas), LPG (Liquid Petroleum Gas) dan bensin super TT sudah mulai digunakan di Indonesia walaupun masih dalam skala terbatas. Untuk masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor agar memeriksakan kendaraannya jangan sampai kadar emisi gas buang melebihi ambang batas, terutama dengan pemeliharaan kendaraan yang baik dan benar.Kata kunci: pencemaran udara, kendaraan bermotor, transportasi, emisi
PENAMBAHAN CHITOSAN DAN PLASTICIZERGLYCERIN DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR EKSTRAK PROTEIN AMPAS TAHU Rindri Ruri Suryani; Abdul Hakim; Yusrianti Yusrianti; Shinfi Wazna Auvaria; Ika Mustika
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i2.11952

Abstract

Plastik sintetis merupakan plastik yang biasanya berbasis konvensional. Sumber bahan baku plastik sintetis merupakan energi yang tidak dapat diperbarui yaitu minyak bumi. Plastik sintetis memiliki sifat fisik yang fleksibel, ringan, kuat dan ekonomis. Plastik sintetis dapat menyebabkan permasalahan lingkungan yaitu sulitnya plastik sintetis yang terdegradasi oleh tanah. Sehingga dapat menurunkan kualitas tanah dan mikriorganisme. Upaya pencegahan permasalahan sampah plastik dapat dilakukan dengan pengembangan pembuatan plastik dari bahan polimer alami yang disebut bioplastik.  Plastik biodegradableumumnya terbuat dari bahan polisakarida dan dapat terbuat dari sumber protein, salah satunya limbah tahu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tahu yang diekstrak untuk diambil proteinnyasebagai bahan dasar pembuatan plastik biodegradable, serta untuk mengetahui sifat mekanik dan lama bioplastik protein ampas tahu terdegradasi oleh tanah. Pembuatan bioplastik membutuhakan bahan pemlastis dan bahan aditif untuk menghasilkan plastik yang fleksibel. Penelitian  ini menggunakan penambahan plasticizerglycerin dengan variasi 30%,40%,50% dan bahan pengisi 20%. Penambahan chitosan sebanyak 5 ml. Hasil penelitian pembuatan protein ampas tahu menunjukkan bahwa kadar protein ampas tahu yang dihasilkan dari tahap diekstraksi sebesar 29.72%. Hasil pengujian kuat tarik bioplasik dari protein ampa tahu menggunakan alat UTM (Universal Testing Machine) yangberkisar antara 1.04-2.12 Mpa yang telah memenuhi standar bioplastik menurut Japan Industrial Standard (JIS). Sedangkan hasil pengujian daya serap air menggunakan metode swelling memiliki nilai tertinggi pada glycerin 50% sebesar 196% dalam kurun waktu 30 menit. Sedangkan daya serap paling baik terdapat pada variasi glycerin 30% sebesar 49.7%. Bioplastik berbahan dasar protein ampas tahu dapat terdegrdasi dengan sempurna dalam kisaran waktu 7-14 hari.  Kata kunci: biodegradable plastik, biodegradasi, chitosan, glycerin, sifat mekanik.  Synthetic plastics are plastics that are usually conventional based. The source of synthetic plastic raw material is non-renewable energy, namely petroleum. Synthetic plastics have physical properties that are flexible, lightweight, strong and economical. Synthetic plastics can cause environmental problems, namely the difficulty of synthetic plastics which are degraded by soil. So that it can reduce soil quality and microorganisms. Efforts to prevent the problem of plastic waste can be done by developing the manufacture of plastics from natural polymer materials called bioplastics. Biodegradable plastics are generally made of polysaccharides and can be made from protein sources, one of which is tofu waste. This study aims to utilize the extracted tofu waste for protein as a basic material for making biodegradable plastics, as well as to determine the mechanical properties and length of time for the tofu pulp protein to be degraded by the soil. The manufacture of bioplastics requires plasticizers and additives to produce flexible plastics. This study used the addition of glycerol plasticizer with a variation of 30%, 40%, 50% and 20% filler. The addition of 5 ml of chitosan. The results of the research on making tofu pulp protein showed that the protein content of tofu pulp from the extraction process was 29.72%. Bioplastic tensile strength value from tofu pulp ranges from 1.04-2.12 MPa which has met the bioplastic standards according to the Japan Industrial Standard (JIS). The highest water absorption capacity of bioplastics from tofu pulp protein was found in the glycerol 50% variation of 196% within 30 minutes. Meanwhile, the lowest absorption rate was found in the 30% glycerol variation of 49.7%. Bioplastics from tofu pulp protein can completely decompose in 7-14 days. Keywords: chitosan, degradation, glycerol, mechanical properties, plastic biodegradable.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROINVERTEBRATA SEBAGAI BIOINDIKATOR UNTUK MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR DI SUNGAI CANDIPARI, SIDOARJO Dita Afrilia; Yusrianti Yusrianti; Abdul Hakim; Amrullah Amrullah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 1 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.739 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.175

Abstract

Rivers are ecosystems that play an important role in the lives of living things around them. The river is not balanced if there are disturbances such as activities around it. Candipari River is one of the polluted rivers which is influenced by the activities in the vicinity. This study aims to determine the quality of river water using the macroinvertebrate community structure (diversity index, dominance index, and BMWP-ASPT). This research uses a biomonitoring method with macroinvertebrate bioindicators, and the retrieval technique uses kicking and jabbing techniques. Measurement of water quality can be seen based on the biological components contained in the water. These biological components are found in water such as macroinvertebrates. These macroinvertebrates can be used as bioindicators, by knowing the role of macroinvertebrates as bioindicators to determine water quality. Analysis of macroinvertebrate data can be identified and calculated by determining the index value. The results of the water quality research based on the BMWP-ASPT method are that at station 1 is a river in the Very Polluted category with a value of 3.57, at stations 2 and 3 a river in the Moderately Polluted category with a value of 4.
Pelatihan Pembuatan Susu Jagung pada Ibu Rumah Tangga dan Remaja Putri di Desa Anabanua Hartati Hartati; Yusrianti Yusrianti; Nadirah Nadirah
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 2 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dan Remaja Putri di Desa Anabanua Kabupaten Barru Melalui Pelatihan Pembuatan Susu Jagu.Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui gambaran pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan susu jagung di Desa Anabanua Kabupaten Barru; (2)mengetahui efektifitas pelatihan pembuatan susu jagung di Desa Anabanua Kabupaten Barru. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan bentuk One Group pretest-posttest design. Subyek penelitian berjumlah 30 orang dimana 15 ibu-ibu rumah tangga dan 15 remaja putri. Pengumpulan data melalui metode dokumentasi, observasi dan tes yang dianalisis dengan teknik statistik infrensial dengan menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri melalui pelatihan pembuatan susu jagung sudah berjalan dengan baik. Baik dari segi perkenalan jenis bahan dan alat, persiapan bahan dan alat, proses pembuatan susu jagung sampai tahap pengemasan, dengan adanya pelatihan pembuatan susu jagung. Efektifitas ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dinyatakan berdasarkan hasil observasi sebelum pelatihan berada pada kategori sangat tidak terampil dan setelah melakukan observasi kedua responden berada kategori sangat terampil . Dan berdasarkan hasil analisis deskrifsi sebelum pelatihan memperoleh nilai rata-rata pengetahuan = 10,45%, dan setelah pelatihan memperoleh nilai rata-rata pengetahuan = 24,80%,.