Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KONTAMINAN AIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA MINYAK TRANSFORMATOR DAN MINYAK KELAPA MURNI Andri Suherman; Herudin Herudin; Endina Puspitasari
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.732 KB) | DOI: 10.30870/gravity.v2i2.1125

Abstract

Isolasi adalah sifat bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar agar tidak terjadi lompatan listrik. Apabila tegangan yang diterapkan mencapai tingkat ketinggian tertentu akan terjadi breakdown yang menyebabkan aliran arus dalam bahan isolasi, bahan isolasi tersebut gagal melaksanakan fungsinya sebagai isolasi. Isolasi cair berupa minyak banyak digunakan sebagai media isolasi dan pendingin transformator. Isolasi cair pada umumnya menggunakan minyak mineral karena mempunyai daya serap panas yang baik dan memiliki karakteristik dielektrik yang bagus sebagai isolator, namun karena sifatnya yang kurang ramah lingkungan, maka perlu dicari solusi untuk mengatasinya sehingga dicoba meneliti karakteristik minyak organik dalam hal ini minyak kelapa murni sebagai pengganti isolasi cair minyak mineral sekaligus untuk mengetahui pengaruh kontaminan air terhadap parameter, seperti tegangan tembus, viskositas, dan angka kenetralannya. Dari hasil pengujian minyak transformator baru dan minyak kelapa murni diperoleh nilai tegangan tembus rata-rata, water content, viskositas, dan kenetralan sebesar 55,9 kV, 18,1 ppm, 8,52 cSt, 0,0015 mgKOH/g sedangkan minyak kelapa murni sebesar 13,6 kV, 1582,1 ppm, 27,3 cSt, 1,69 mgKOH/g. Pengaruh kontaminasi air 1% - 5% terhadap tegangan tembus minyak transformator baru menurun hingga 6.06% -8,13% pada minyak kelapa murni.
Analisis Arus dan Tegangan Transien Akibat Pelepasan Beban pada Sis Primer Transformer Unit 5, Unit 6, dan Unit 7 Suralaya Angga Adi Prayitno; Suhendar Suhendar; Herudin Herudin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.108 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i1.238

Abstract

Gejala transien adalah perwujudan dari perubahan yang mendadak karena terjadi pembukaan dan penutupan saklar atau adanya gangguan pada suatu sistem yang dapat menimbulkan kerusakan pada transformator. Saat terjadi gejala transien peralatan-peralatan mengalami gangguan yang sangat besar berupa tegangan dan arus yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan tersebut. Penelitian ini akan menghitung nilai arus dan tegangan transien yang berada pada sisi primer transformator, dengan menggunakan Electric Transient Analysis Program 7 (ETAP 7) serta pengaruhnya terhadap circuit breaker (CB). Setelah disimulasikan besarnya arus transien pada saat kondisi beban penuh puncak sebesar 59183,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,2345 kV. Pada saat PT. Asahimas dan PT. PolyPrima off arus transien yang terjadi sebesar 57638,6 Ampere sedangkan untuk tegangan transien sebesar 12,1501 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima dan PT.Alindo off arus transien yang terjadi sebesar 57541,4 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV. Pada saat PT. Asahimas, PT. PolyPrima, PT. Alindo dan Serang off arus transien yang terjadi sebesar 57311,5 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 12,0637 kV dan pada saat penambahan beban PT. Krakatau Posco arus transien sebesar 64334,9 Ampere sedangkan untuk tegangan transien 13,1264 kV. Dari hasil simulasi didapat hasil bahwa arus transien mengakibatkan kerusakan pada transformator khususnya pada belitannya serta dapat menurunkan kehandalan transformator. Namun, masih aman untuk circuit breaker sedangkan untuk tegangan transien masih aman untuk transformator tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan kendali elektronik.
Analisa Efisiensi Konsumsi Energi Listrik Pada Kapal Motor Penumpang Nusa Mulia Alimuddin Alimuddin; Herudin Herudin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 1 (2014): Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.466 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v3i1.499

Abstract

Besarnya pemakaian energi listrik dipengaruhi oleh jenis beban yang dipakai. Beban memiliki sifat resistif, induktif, dan kapasitif. Sifat ini akan memiliki dampak pada sistem kelistrikan yaitu faktor daya. Semakin besar faktor daya (daya aktif besar) maka sistem listrik tersebut akan semakin bagus dan sebaliknya. Oleh karena itu ketika sistem memiliki faktor daya yang rendah (daya reaktif besar) maka akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar genset, sehingga dibutuhkan perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor. Sistem kelistrikan kapal Nusa Mulia memiliki faktor daya yang rendah sehingga membutuhkan kapasitor untuk perbaikan faktor daya. Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi pemasangan kapasitor sebesar 80, 11 dan 215 KVAR pada masing-masing feeder panel untuk meningkatkan faktor daya dari 0,78 menjadi 0,95. Hasil perhitungan menunjukkan pengeluaran biaya energi bahan bakar perhari turun dari Rp10.985.000 menjadi Rp7.492.680.
Rancang Bangun Bandpass Filter untuk aplikasi Long Term Evolution (LTE) Frekuensi 1,8 GHz Teguh Firmansyah; Herudin Herudin; Damar Wardhana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.446 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2772

Abstract

Filter is a device to pass a particular frequency by passing wanted frequency and reduce unwanted frequencies. The frequency that used is depend on the applications used. Based on the frequency regions that are passed, the filter is divideed into several type: Lowpass Filter (LPF), Bandpass Filter (BPF), Highpass Filter (HPF), and Bandstop Filter (BSF). This script was aimed to realized Bandpass Filter (BPF) at frequency 1,8 GHz for long term evolution (LTE). The filter is a hairpin filter, which is one method of designing a distributed element filter with λg/2 length of resonators that is parallel coupled and have resonators topology as ‘U’ shape. Realization of this filters was using microstrip with FR4-Epoxy material as a transmission channel. The information filter performance was measured by using network analyzer. In this BPF designing and realizing, some of the parameters measured are frequency respone, bandwidth, insertion loss, return loss, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR). The result of BPF characteristics measurements are: center frequency at 1,8 GHz with 360 MHz bandwidth, insertion loss 8,4 dB, return loss 11,42 dB, VSWR 1,14.
PEMBERDAYAAN PEMUDA PUTUS SEKOLAH DESA MEKAR JAYA MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN INSTALASI LISTRIK Herudin Herudin; Teguh Firmansyah; Siswo Wardoyo; Wahyuni Martiningsih
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Dinamika
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v4i1.8737

Abstract

Kecamatan Bojonegara merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Serang yang wilayahnya berdekatan dengan Kota Cilegon. Salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Wilayah Bojonegara adalah masih rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan/keahlian khusus yang dimiliki para pemuda tersebut.            Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  memberikan kesempatan bagi para pemuda putus sekolah di Desa Mekar Jaya Kecamatan Bojonegara untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pelatihan teknik instalasi listrik.          Metode kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini dikemas dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan.Sebanyak 63,63 % peserta adalah pemuda putus sekolah dengan pendidikan terakhir adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), SekolahDasar (9 %) dan SMA (27,37%). Usia para peserta berada pada usia produktif antara 18 – 30 tahun, dan sebagian besar peserta juga dengan status belum bekerja (45,46 %).Setelah dilakukan pelatihan, sebagian besar peserta dapat menyerap dengan baik materi yang telah disampaikan.Hal ini terlihat dengan berhasilnya semua peserta pelatihan dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan.