Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFECT OF ETHANOL-GASOLINE MIXES ON PERFORMANCES IN LAST GENERATION SPARK-IGNITION ENGINES WITHIN THE SPARK-PLUG NO GROUND-ELECTRODES TYPE. Setyono, Gatot; Arifin, Ahmad Anas
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 02 (2019): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.296 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i02.3003

Abstract

The objective of this research is to investigate the effect of ethanol-gasoline mixes on the performances of a four-stroke Spark-Ignition engine. Ethanol is observed as an alternative fuel for Spark-Ignition engines and is known for producing blends with gasoline. An experimental investigation was performed on the engine is a four-stroke cycle single-cylinder, engine volume of 124,8 cm3, port fuel injection, a compression ratio of 9,3:1 , and a Euro 3 large-size motorcycle fuelled with commercial gasoline with a Research Octane Number (RON) of 95 and gasoline/ethanol mixes G25, G35, and G45 (range of 25%, 35%, and 45%). The experiments were performed utilizing spark plug no ground-electrodes type, varied engine speeds of 4000-9000 rpm. Regulated and unregulated performances and fuel consumption were measured over the carrying out of chassis-dynamometer tests. The combustion analysis, actualized by taking the pressure cycle inside the cylinder, highlights the autoregulation of the engine control unit and guarantees utilize within the same parameters of various tested fuels, with the besides of fuel injection time, which escalates with increasing ethanol percentage. The maximum power, mean effective pressure and efficiency thermal values were obtained with an ethanol-gasoline mix (G45) the position with operated at 7000 rpm. A significant decrease in specific fuel consumption was observed using an ethanol-gasoline mix of G45 (45%)
Pengaruh Variasi Pendinginan Terhadap Peforma Photovoltaik Kapasitas 100 WP Ddngan Variasi Sudut Kemiringan 0°, 5° dan 10° Rakhmadanu, Yanuariza; Setyono, Gatot; Arifin, Ahmad Anas
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.439 KB)

Abstract

Di Surabaya suhu atau temperature udara yang tinggi yang dapat mempengaruhi kinerja pada panel surya. Suhu udara di Surabaya pada siang hari dapat menembus angka diatas 42°C dibandingkan suhu optimal operasi dari panel surya sendiri adalah 25°C. Kenaikan itulah yang membuat daya pada output panel surya menurun / berkurang sekitar -0.7 W/°C. Untuk itu pemanfaatan radiasi matahari dapat di maksimalkan menggunakan suatu system mekanik untuk orientasi modul PV ( Photovoltaic ). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil keluaran daya yang menurun akibat panas berlebihan dengan variasi fluida menggunakan Air biasa dan udara. Pada penelitian ini menggunakan panel surya 100WP dengan metode 3 variasi yaitu tanpa pendinginan 0°,pendinginan 5° dan pendinginan 10°. Hasil analisis pada penelitian ini adalah presentase peningkatan efisiensi sebesar 16,57 % jika dibandingkan dengan panel surya tanpa pendinginan , presentase peningkatan daya keluaran sebesar 2,5%  dan arus meningkat sebesar 0,98%  jika dibandingkan dengan panel surya tanpa pendinginan. Pengaruh variasi pendinginan pada kemiringan memiliki peforma lebih baik daripada tanpa pendinginan 0? dan pendinginan 5? dikarenakan kemiringan 10? lebih mendekati pancaran sinar matahari yang maksimal.
Experimental Study of The Alternative Analysis of Cross-Section Variety of Half-Circle, Bowl and Isosceles Triangle to Generate Electricity: A Case Study of Pico Hydro-Pelton Turbines in ITATS Surabaya syamsuri syamsuri; Ahmad Anas Arifin; M Arif Hidayatulloh
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v6i1.11139

Abstract

One of the main urgencies of a developing country such as Indonesia is developing energy supply. Under the government regulation, Indonesia thrives the supply of electricity which mainly maintain by fossil fuels such as oil, gas and coal. This energy supply is limited from time to time. To alternate the condition, environment-friendly energy sources need to be developed. One such energy source is Pico hydro with the use of the concept of a hydroelectric power generator. As we know, this type of generator proven only useful in small, remote communities balanced with a small amount of electricity and considerably function with the Pelton turbines. This study focuses to maximize the valve opening of Pelton turbines to give a good distribution system to generate the electricity. The variety of valve opening of 18⁰, 36⁰, 54⁰, 72⁰ and 90⁰ are matched to the variety of cross-section of the half-circle, bowl and Isosceles Triangle. The result of this research is that the greater the valve opening the greater the efficiency system. Type of bowl blade results in greater efficiency of the system than the semicircular and isosceles triangular blade.
Pengembangan Desain Lengan Support Jib Crane Dengan Menggunakan Analisa Metode Elemen Hingga Arifin, Ahmad Anas; Maulana, Hasan Syafik
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i1.4029

Abstract

Galengdowo adalah salah satu desa penghasil cengkeh di Jombang. Mayoritas penduduk Jib crane adalah salah satu jenis crane yang banyak digunakan di skala industri menengah dan besar sebagai alat pemindah bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konfigurasi support arm terbaik untuk di pasang pada lengan crane. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan tiga jenis konfigurasi support lengan crane menggunakan software finite element analysis. Simulasi difokuskan pada displacement yang terjadi pada lengan crane ketika diberi beban. Berdasarkan hasil simulasi bahwa displacement yang terjadi adalah 56 mm, 21.09 mm, dan 18.48 mm berturut-turut untuk jenis support arm 1, 2, dan 3. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jenis support arm yang paling baik diantara tiga jenis tersebut adalah support arm 3.Kata kunci: jib crane, FEA, support arm, displacement
Pengaruh Variasi Pendinginan Terhadap Peforma Photovoltaik Kapasitas 100 WP Ddngan Variasi Sudut Kemiringan 0°, 5° dan 10° Yanuariza Rakhmadanu; Gatot Setyono; Ahmad Anas Arifin
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Surabaya suhu atau temperature udara yang tinggi yang dapat mempengaruhi kinerja pada panel surya. Suhu udara di Surabaya pada siang hari dapat menembus angka diatas 42°C dibandingkan suhu optimal operasi dari panel surya sendiri adalah 25°C. Kenaikan itulah yang membuat daya pada output panel surya menurun / berkurang sekitar -0.7 W/°C. Untuk itu pemanfaatan radiasi matahari dapat di maksimalkan menggunakan suatu system mekanik untuk orientasi modul PV ( Photovoltaic ). Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil keluaran daya yang menurun akibat panas berlebihan dengan variasi fluida menggunakan Air biasa dan udara. Pada penelitian ini menggunakan panel surya 100WP dengan metode 3 variasi yaitu tanpa pendinginan 0°,pendinginan 5° dan pendinginan 10°. Hasil analisis pada penelitian ini adalah presentase peningkatan efisiensi sebesar 16,57 % jika dibandingkan dengan panel surya tanpa pendinginan , presentase peningkatan daya keluaran sebesar 2,5%  dan arus meningkat sebesar 0,98%  jika dibandingkan dengan panel surya tanpa pendinginan. Pengaruh variasi pendinginan pada kemiringan memiliki peforma lebih baik daripada tanpa pendinginan 0? dan pendinginan 5? dikarenakan kemiringan 10? lebih mendekati pancaran sinar matahari yang maksimal.
Studi Eksperimental Pengaruh Kecepatan Engkol dan Variasi Diameter Disk terhadap Amplitudo, Frekuensi dan Daya pada Mekanisme Pembangkit Gelombang Miftahul Ulum; Ardi Noerpamoengkas; Ahmad Anas Arifin; Hanif Darmawan Firmansyah
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.091 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i1.1761

Abstract

Kebutuhan akan energi yang terbarukan di Indonesia perlu dikembangkan salah satunya adalah energi  yang berasal dari pembangkit listrik mikrohidro karena dapat meminimalisir penggunaan sumber energi yang berasal dari fosil. Penggunaan gelombang air sebagai seumber energi juga dirasa memiliki dampak resiko yang relatif kecil, serta pemanfaatannya yang mudah diperbarui. Pada penelitian ini akan dilakukan studi eksperimental dengan simulasi pada alat pembuat gelombang air. Studi eksperimental ini menggunakan metode variasi frekuensi kecepatan motor dan jarak engkol terhadap amplitudo dan frekuensi gelombang. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinggi gelombang atau amplitudo dan panjang gelombang yang dihasilkan. Dengan membuat  prototype  wave  tank  dan  melakukan  pengukuran  dan  perbandingan antara parameter-parameter yang berpengaruh terhadap perhitungan gelombang air yaitu amplitude gelombang (A), periode gelombang (T), dan panjang gelombang (?), kecepatan putaran motor dan diameter poros engkol maka didapatkan parameter apa saja parameter yang saling berpengaruh serta bagaimana variasi kecepatan dan variasi poros engkol berpengaruh terhadap parameter-parameter yang ada. Sehingga dari penelitian ini didapatkan Frekuensi terbesar pada crank nomor 1 dengan kecepatan 120 rpm dengan frekuensi sebesar 2.83 Hz, amplitudo terbesar didapatkan pada crank nomor 3 kecepatan 1 dan 2 dengan amplitudo sebesar 30 mm, dan daya terbesar didapatkan pada crank nomor 3 kecepatan 1 dan 2 dengan energi bangkitan 4.41 watt
Uji Presisi dari Nonholonomic Mobile Robot pada Rancang Bangun Sistem Navigasi Desmas A. Patriawan; Bagoes P. Natakusuma; Ahmad Anas Arifin; Hasan S. Maulana; Hery Irawan; Bambang Setyono
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.266 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i1.1760

Abstract

Navigasi menjadi bagian yang penting bagi kendaraan. Global positioning system (GPS) merupakan sistem navigasi yang paling banyak digunakan pada kendaraan. Namun dengan akurasi 5-10 meter membuat GPS tidak bisa diaplikasikan dalam bagian sistem kendali pada kendaraan. Penambahan sensor inertia measurement unit (IMU) diharapkan mampu menambahkan akurasi pada Gerakan kendaraan. Kendaran yang digunakan adalah robot beroda dengan sistem nonholonomic. Pada robot ini dipasang Sensor IMU, GPS dan kontroler supaya robot tersebut bisa berputar lalu melaju secara lurus dengan kordinat yang sudah ditentukan. Hasil pengujian didapatkan robot memiliki respon time sebesar 4.1 detik tanpa kontroler dan 2.1 detik dengan kontroler. Akurasi sudut dari 5  menjadi 2 .
Pengaruh Variasi Massa Raw Material dan Jenis Material Terhadap Respon Steady State Error Spindle Mesin Lathe Mini Muhammad Ali Masykur; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.618 KB)

Abstract

Lathe machines have played an important role in the development of the world of education and industry, learning how to operate lathe machines also requires expertise in accuracy, accuracy, speed, and improving quality and producing maximum results, this research method focuses on the analysis of motor spindle rpm and motor response mini lathe machine when given variations in load, material and feed, namely variations in spindle speed of 1000, 2000 and 3000 Rpm, mass of raw material Teflon PL and Aluminum 50, 100 and 150 grams, feeding 0.5 mm. The results of the study were to The greatest steady state error averagely was to 8 volt by 2000 rpm; it situation was obtained at no feeding procedure at a voltage of 8 volts with a target of 2000 rpm, without feeding conditions. Further, the feeding depth 0.5mm was obtained the greatest steady state error at 4 volt and 1000 rpm.Keywords: Lathe, Steady State Response, Spindle Speed
Perhitungan Biaya Manufaktur Alat Pembulat Adonan Kosmetik Dengan Sistem Putaran Eksentrik Skala Usaha Kecil Menengah Hery Irawan; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan; Hasan Syafik Maulana; Bambang Setyono; Vincentius Deny Pradana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.388 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi adalah kunci untuk peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Hal ini juga berlaku pada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Banyak UKM yang telah menerapkan teknologi pada proses produksi yang dilaksanakan. Salah satunya adalah UKM obat dan kosmetik yang mengembangkan alat pembuat adonan kosmetik dengan sistem putaran eksentrik. Sistem kerja alat ini hampir sama dengan mesin nastar bulat profood dengan type mini encrusting ME-168 with DR-138 rounding machine. Dimana adonan yang keluar dari ekstruder akan terpotong sesuai dengan dimensi yang akan dikehendaki dan hasil potongan akan dihantarkan oleh belt conveyor ke sebuah plat yang bertumpu pada 4 buah poros eksentrik yang nantinya akan membulatkan adonan yang sudah terpotong. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung total biaya yang diperlukan untuk membuat satu alat pembuat adonan kosmetik. Perhitungan dilakukan pada komponen penyusutan biaya tetap, screw, hopper, nozzle, nozzle lock, rangka, plat landasan dan plat tertutup. Selanjutnya perhitungan dilandaskan pada waktu produksi dan biaya part yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan adalah total biaya produksi proses pemesinan = Rp. 5.620.241,114,- dan total jumlah biaya keseluruhan, pembelian material atau komponen, non pemesinan = Rp. 7.508.450,-. Sehingga harga pokok produksi untuk pembuatan mesin “Pembulat Adonan Kosmetik dengan Sistem Putaran Eksentrik” adalah Rp. 13.128.691,114 ,- /unit.
Analisis Proses Manufaktur Mesin Penggiling Padi Portable Berpenggerak Motor Listrik DC 0.5 HP Energi Surya Aloysius Doni Bramantyo; Miftahul Ulum; Ahmad Anas Arifin; Hery Irawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.504 KB)

Abstract

Proses penggilingan padi merupakan titik pusat dari agroindustri padi. Pada umumnya, proses penggilingan padi masih menggunakan mesin mobil penggiling yang bertenaga motor diesel. Dimana dampak negatif dari mobil penggiling yaitu asap yang dikeluarkan oleh mesin dapat mengganggu pernafasan serta dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, dibutuhkan mesin penggiling padi portable yang bertenaga energi surya untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terima masyarakat serta beras yang dihasilkan sesuai standarisasi mutu. Namun tidak hanya itu, agar dapat diterima oleh masyarakat luas, mesin penggiling padi ini harus dianalisa dari segi proses manufaktur dan biaya pembuatan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manufaktur yang dibutuhkan untuk membuat satu unit mesin penggiling padi portable beserta penentuan harga pokok produksinya. Pada penelitian ini, mesin penggiling dirancang menggunakan 2 buah rol yang terpasang pada poros dan ditransmisikan oleh roda gigi yang berputar. Salah satu rol berputar searah jarum jam dan satu rol lagi berputar berlawanan arah jarum jam. Dimana sumber energi mesin penggiling ini menggunakan baterai / accu yang disuplai dari solar cell. Metode yang digunakan adalah analisa proses manufaktur dari beberapa komponen penyusun mesin tersebut dan perhitungan harga pokok produksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harga pokok produksi untuk pembuatan mesin penggiling ini sebesar Rp 12.447.841 dengan membutuhkan waktu pengerjaan selama 31,2 jam.