Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bencana Multi Bahaya Pada Daerah Aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat Widjonarko Widjonarko; Iwan Aminto Ardi; Solikhah Retno Hidayati
REKA RUANG Vol 4 No 2 (2021): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v4i2.2756

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang kompleks. Keberadaan ekosistem mempengaruhi sistem aktivitas mahluk hidup didalamnya. Salah satu peran penting ekosistem DAS adalah mengatur siklus hidrologi.Apabila ekosistem DAS terganggu maka akan berpengaruh terhadap siklus hidrologi dan dampaknya bagi masyarakat di sepanjang DAS. DAS Kapuas merupakan daerah aliran sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang aliran sungai mencapai 1143 km membentang dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak di Hilir. Dinamika ekosistem pada DAS Kapuas seiring dengan perkembangan aktivitas perkebunan monokultur dan juga dinamika iklim menjadikan ancaman bahaya pada DAS Kapuas Meningkat. Bencana yang dipicu oleh aspek hidrometeorologi telah menjadi satu bencana rutin yang harus dihadapi oleh masyarakat pada sepanjang DAS. Wilayah dengan potensi ancaman bencana multibahaya sedang hingga tinggi terdapat pada daerah-daerah tengah dan hilir DAS yang mendapatkan intervensi manusia. Bencana yang memberikan kontribusi terbesar adalah bencana banjir. Kawasan permukiman di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan anak-anak sungainya merupakan kawasan yang paling rentan terdampak bencana banjir tersebut.
PROTOTYPE ALAT FERMENTOR STATER MODIFIED CASSAVA FLOUR MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI Widjonarko Widjonarko; Sumardi Sumardi; Khairul Anam; Sherly Mutiara Cahyani
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v7i1.24321

Abstract

Stater MOCAF is a seed fermented during the manufacture of biologically modified MOCAF. The manufacture of MOCAF stater tools can help MOCAF flour entrepreneurs to use automated tools in producing staters. The design used the Arduino Mega2560 as a microcontroller to control the fermentation tank system. Temperature parameters in the heater are used to stabilize the temperature with a set point of 370C. As for the set point pH 5.5. Use citric acid for acidic liquids, and use water pH 8+ for alkaline solutions. The bacteria used to make mocaf staters is lactobacillus plantarum. The first test was to test the PWM PG45 motor, which is used to drive a mixer in the form of a duty cycle. Sensor testing includes DS18B20 waterproof temperature sensor testing and pH sensor testing. In addition, the Fuzzy Mamdani method is used to test the tool as a whole. This fuzzy control is used to control the temperature and pH value of the MOCAF fermentor. If the temperature and pH values do not match the required parameters, then there are temperature actuators and pH actuators to stabilize the parameters. Fermentation is carried out for 24 hours, and the temperature and pH value are controlled to remain stable at 370C and the pH range of 4-6. After about 4 hours of measurement, the new temperature drops. However, after 10 minutes, the temperature stabilizes at 370C. As for the pH value, because the pH sensor reading response is about 2 minutes then the value will change.
EFEKTIVITAS PROGRAM SANIMAS TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN PAMIJEN KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Leonardo Rio Wibowo; Widjonarko Widjonarko
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.588 KB)

Abstract

Potensi pencemaran limbah rumah tanggan dikarenakan pengolahan limbah rumah tangga secara teratur masih minim. Berkaca pada kondisi pengolahan limbah tersebut, pemerintah meluncurkan program untuk menanggulangi masalah limbah ini melalui program Sanimas. Program Sanimas sudah terlaksana di Kelurahan Pamijen, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Program Sanimas ditujukan sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan khususnya di bidang sanitasi di Kawasan PAKUMIS (padat, kumuh, dan miskin). Untuk mengetahui keefektifan program Sanimas di Kelurahan Pamijen dirasakan perlu untuk menilai kinerja dari program Sanimas dalam peningkatan kesehatan lingkungan di Kelurahan pamijen. Berdasarkan analisis, implementasi program SANIMAS di Kelurahan Pamijen  terlaksana  dengan baik sesuai dokumen perencanaan, sedikit perbedaan pada pemeliharaan yang masih belum baik. Berkaitan dengan kondisi mutu lingkungan dengan parameter (BOD, COD, dan DO), peningkatan kualitas lingkungan terlihat dengan adanya perbaikan menuju standar kualitas mutu lingkungan. Nilai BOD 3 mg/l, COD 4,8 mg/l, dan DO 7,4 mg/l. Penilaian untuk kinerja program SANIMAS di Kelurahan Pamijen dinilai sudah baik. Berdasarkan pada hasil penilaian kinerja program Sanimas, maka dapat disimpulkan bahwa program Sanimas secara efektif mampu meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat di Kelurahan Pamijen. Hal ini diindikasikan dari menurunnya orang yang menderita penyakit akibat sistem sanitasi dalam kurun waktu 3 tahun dan menurunnya kandungan (COD, BOD, DO) pada air tanah sehingga mutu lingkungan di Kelurahan Pamijen menjadi lebih baik.