Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUKURAN KINERJA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KODYA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM Rumita, Rani; Suliantoro, Hery; Lilik A, Martin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.515 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.1.72-81

Abstract

Instalasi Rawat Jalan RSUD Kodya Dati II Semarang merupakan rumah sakit yang dibangun untuk membantu RS Karyadi dalam penanganan pasien. Peningkatan status rumah sakit ini dari grade C ke grade B memberikan konsekuensi tuntutan kinerja yang lebih baik bagi setiap instalasi yang ada, khususnya bagi Instalasi Rawat Jalan yang merupakan instalasi yang menunjukkan kunjungan pasien paling banyak. Kinerja instalasi rawat jalan, selama ini hanya diukur dari jumlah pasien yang datang. Penggunaan kriteria tunggal tersebut untuk mengukur kinerja dinilai kurang representatif, sehingga dipandang perlu untuk menerapkan suatu sistem pengukuran kinerja yang melihat kinerja secara lebih komprehensif. Posisi RSUD Kodya Semarang sebagai suatu rumah sakit milik pemerintah menyebabkan lembaga ini selain mempunyai fungsi bisnis, juga mempunyai fungsi sosial dan struktural, sehingga sebagai konsekuensinya harus selalu menjaga hubungan baik dengan banyak pihak. Hal ini menjadi alasan mengapa penggunaan metode performance prism dipandang cocok untuk digunakan sebagai alat ukur kinerjanya.
ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGGINYA TURNOVER INTENTION PADA OPERATOR PRODUKSI DENGAN METODE REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus Pada PT Star Fashion Ungaran) Aditya, Panji Maulana; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.951 KB)

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) semakin diakui sebagai sumber daya organisasi vital dan sentral di masa yang akan datang. Suatu perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang baik serta memiliki loyalitas tinggi untuk mencapai tujuan mereka. Perusahaan yang mengutamakan kualitas SDM tidak akan membiarkan karyawannya meninggalkan perusahaan mereka. Adanya karyawan yang keluar dari perusahaan( turnover intention ) merupakan suatu masalah dan kerugian yang besar bagi suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variabel-variabel apa yang mempengaruhi terjadinya tingkat turnover intention yang sangat tinggi pada PT star fashion ungaran.Turnover intention merupakan variable dependen dalam penelitian ini, serta variable kepuasangaji, komitmen organisasi, dan dukungan supervisor menjadi variabel independennya. Alat ukur penelitian ini dengan membagi kuisioner kepada 91 operator produksi PT SFU. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variable kepuasan gaji menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya turonover intention. Kemudian variable dukungan supervisor, serta komitmen organisasional berpengaruh negative secara signifikan terhadap turnover intention pada PT SFUABSTRACTHuman resources (HR) the more recocnized as a vital power organization in the future. A company  need of human resources as well and loyality to reach their purpose. A company that concern in high-quality of human resources will not allow their employees leave their company. The worker came out form the company ( turnover intention ) is a huge problem and a loss for the company. The purpose of this research is to know which variable that affecting the occurrence of turnover intention level, which very high in PT star fashion ungaran (PT SFU). Turnover intention is the dependent variable during this reaserch, as well as variable satisfaction salary the commitment of the organization and supervisory support become independent variabel. An instrument to measure this reaserch by share  91 quisioner to labour production in PT SFU. The result of this reaserch will show that salary satisfaction become the most influence variable with the occurance of turnover intention. Supervisory support and organizational commitment will give negative effect to turnover intention in PT SFU.
PENERAPAN LEAN MANUFACTURING PADA PRODUKSI ITC CV. MANSGROUP DENGAN MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING DAN 5S Arbelinda, Karina; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.205 KB)

Abstract

CV. Mansgroup merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi alat-alat bantu pada bidang otomotif terutama alat-alat yag dibutuhkan bengkel motor dengan produk unggulan perusahaan yaitu ITC (Injector Tester and Cleaner) yang berfungsi sebagai pembersih injektor yang terdapat pada motor. CV. Mansgroup berencana untuk memperbesar kapasitas produksi produk-produknya dan memperluas jangkauan pemasarannya. Akan tetapi pada produksinya terdapat beberapa pemborosan yang berdampak pada efisiensi produksi ITC. Pemborosan tersebut adalah Movement, Transportation, dan Defect yang diidentifikasi dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping. Lean Manufacturing merupakan pendekatan yang meminimasi pemborosan yang terjadi pada aliran proses produksi. Setelah diidentifikasi, pemborosan tersebut dicari penyebabnya dan ditangani dengan menggunakan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Penggunaan prinsip 5S akan menghasilkan Future Stream Mapping dan Process Activity Mapping yang baru, serta keuntungan kinerja produksi dan finansial bagi perusahaan yakni meningkat sebanyak 16,2%Abstract                CV. Mansgroup is a manufacturing company that produces tools in the automotive field, especially tools needed by motorcycle workshop with the company's flagship product is ITC (Injector Tester and Cleaner) which serves as a cleaner for injector that contained in the motor. CV. Mansgroup has a plan to increase production capacity of its products and expanding its marketing reach. However, in production, there are several waste which affects the production efficiency of ITC. The wastes are Movement, Transportation, and Defect which identified by using Value Stream Mapping (VSM) and Process Activity Mapping. Lean Manufacturing is an approach that minimizes waste that occurs in the flow of the production process. After identification activity, the causes of waste will be generated and the sollutions will be dealt by using the principles of 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). The use of the principles of 5S will generate Future Stream Mapping and new Process Activity Mapping and increase production performance and  finanicial profits for the company to 16,2%.
Analisis Kecelakan Kerja dengan Menggunakan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) dan 5WHYS di Divisi Stamping PT.Mekar Armada Jaya FAHD, MOHAMMAD; PUSPITASARI, NIA BUDI; RUMITA, RANI
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.952 KB)

Abstract

PT. Mekar Armada Jaya biasa disebut New Armada dibagi menjadi dua divisi produksi yaitu Divisi karoseri dan Divisi Stamping & Tools. Pada Divisi Stamping & Tools tahun 2010 sampai dengan 2014, terjadi 69 kecelakaan kerja dimana kejadian tersebut dibagi lagi menjadi tiga kategori dalam level rendah, sedang, dan besar. Dari hasil rekap kecelakaan kerja banyaknya terjadi kecelakaan pada mesin press yaitu sebanyak 17 kejadian pada level sedang.Penelitian pada PT. Mekar Armada Jaya ini bertujuan untuk melakukan identifikasi masalah yang terjadi pada level sedang, setelah dilakukan identifikasi maka kejadian yang terbesar terdapat pada mesin press. Setelah mengetahui kecelakaan kerja terbesar terdapat pada mesin press maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode HFACS dan 5whys yang bertujuan untuk mendapatkan identifikasi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.Hasil dari analisis menggunakan metode HFACS maka didapat nilai tertinggi terdapat pada sub level comunication & coordination pada level 2 dan decision error pada level 1 dengan nilai odds ratio sebesar 14 dan convidence interval sebesar 0,451 – 434,411. Maka perlu perbaikan pada lingkungan kerja, memberikan peraturan yang memaksa operator untuk bertindak aman sebelum melakukan pekerjaan, pengawas harus bertindak tegas kepada operator yang melakukan kesalahan, pengawas bertanggung jawab atas operator dengan cara mengetahui SOP penggunaan mesin dan memberikan pengawasan secara teratur.    ABSTRACT                 PT . Mekar Armada Jaya as known as New Armada divided into two production division, named Car Body division and Stamping & Tools division. In Stamping & Tools Division from 2010 to 2014, occurred 69 work accident where those cases are divided into three categories there are low, medium, and high level. From the results recap many working accidents mostly happen in the machine press accident occurred as 17 cases in medium levels.                The resesearch at PT . Mekar Armada Jaya aims to identify the problems that occur at medium level , after the identification of the biggest incident occur in the press machine. After knowing  that the highest number of working accident in the medium level occur in the press machine, therefore this analysis performed by using HFACS and 5whys methods which aim to get identify the causes of working accidents.                    Results of the analysis is using HFACS method then the gained highest score contained in the sub-level of comunication and coordination at the 2nd level and the decision error at the 1st level with the odds ratio of 14 and convidence interval of 0,451-434,411. So the working environment need to be fixed, giving rules which force the operator to act safely before doing the job, the supervisor must be firm to the operator who do mistake, the supervisor must responsible to the operator by understanding the SOP of the machines usage and give supervision in order.   
ANALISIS UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS KAIN DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA MESIN SHUTTEL PROSES WEAVING PT TIGA MANUNGGAL SYNTHETIC INDUSTRIES Andriyani, Atika; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.894 KB)

Abstract

PT Tiga Manunggal Synthetic Industries adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil di Kota Salatiga. Masalah yang terdapat pada perusahaan ini adalah banyaknya cacat yang terjadi pada bagian weaving yaitu mencapai 9% per harinya. Jika kondisi seperti ini dibiarkan maka akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dengan kondisi seperti ini, PT Timatex ingin mengurangi jumlah cacat seminimal mungkin. Untuk itu permasalahan utama yang diangkat pada jurnal ini adalah bagaimana caranya mengetahui faktor penyebab cacat pada produk kain yang diproduksi oleh PT Timatex dalam upaya mendukung dan mengevaluasi kebijakan pengendalian kualitas yang diterapkan oleh PT Timatex dengan menggunakan tools diagram pareto, peta kendali p, dan diagram sebab akibat (fishbone) kemudian di analisis dengan menggunakan metode Failur Mode And Effect Analysis (FMEA).  Abstract[Analysis Of Quality Control Measures Fabric With Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) Shuttel Machine Weaving Process PT Tiga Manunggal Synthetic Industries]PT Tiga Manunggal Synthetic Industries is a company engaged in the field of textiles in Salatiga. The matter contained in this company is the number of defects that occur in the weaving, reaching 9% per day. This conditions will causing a loss for the company. With this condition, PT Timatex want to reduce the number of defects to a minimum. To the main issues raised in this paper is how to determine the causes of defects in the fabric products manufactured by PT Timatex in order to support and evaluate the quality control policy implemented by PT Timatex using Pareto Diagrams, p Chart, and Cause and Effect Diagram  (fishbone) and then analyzed using Failur Mode And Effect analysis (FMEA) methodes.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, REWARD DAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA (Studi Kasus PT Indotama Omicron Kahar) Rahmawati, Annisa; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.109 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kepuasan kerja pada PT Indotama Omicron Kahar. Hal ini terlihat dari tingkat absensi dan turnover yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan jumlah produksi yang mengalami penurunan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh motivasi, reward dan hubungan kerja terhadap kepuasan kerja dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini menguji motivasi (X1), reward ekstrinsik (X2), reward intrinsik (X3),hubungan kerja dengan rekan kerja (X4) dan hubungan kerja dengan manajemen (X5) terhadap kepuasan kerja (Y).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Indotama Omicron Kahar. Sampel yang diambil sebanyak 96 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Dimana semua variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,745. Sehingga menunjukkan bahwa 74,5% variabel kepuasan kerja dijelaskan oleh motivasi, reward ekstrinsik, reward intrinsik, hubungan kerja dengan rekan kerja dan hubungan kerja dengan manajemen. Sisanya sebesar 25,5% kepuasan kerja dijelaskan oleh variabel lainnya.   ABSTRACTThe purpose of this study is to examine job satisfaction of PT INDOTAMA Omicron Kahar. This problem can be seen from the level of absenteeism and turnover has increased from year to year and the amount of production has decreased each year. This study aims to analyze how the influence of motivation, reward and working relationship to job satisfaction and to identify and analyze the dominant factors affecting job satisfaction. This study examine motivation (X1), extrinsic rewards (X2), intrinsic rewards (X3), working relationships with co-workers (X4) and a working relationship with management (X5) towards job satisfaction (Y). The population in this study were all employees of PT INDOTAMA Omicron Kahar. 96 respondents were taken as samples using Slovin formula. The analytical method used is multiple regression analysis. Where all independent variables have positive and significant effect on the dependent variable. Adjusted R Square value is equal to 0.745. 74.5% showed that job satisfaction variables described by motivation, extrinsic rewards, intrinsic rewards, working relationships with co-workers and management. The remaining 25.5% of job satisfaction is explained by other variables. 
USULAN PENGADAAN MOTOR HOIST STANDBY YANG OPTIMAL UNTUK MENGATASI TINGGINYA TINGKAT BREAKDOWN PADA PT. X Sesariana, Yuanita; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.459 KB)

Abstract

Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan dan tidak mengalami kerusakan. Kerusakan pada suatu sistem kemungkinan besar dapat menyebabkan konsekuensi yang serius untuk perusahaan seperti biaya downtime atau mengakibatkan kondisi yang tidak aman karena kerusakan alat. Peralatan cadangan dapat digunakan untuk mengurangi akibat dari rusaknya peralatan. Proses produksi pada PT. X menggunakan mesin yang cukup banyak. Salah satu mesin yang sering mengalami kerusaan adalah mesin hoist Curing yang digunakan untuk memindahkan produk beton ke proses selanjutnya. Semua mesin hoist ini telah mendapatkan perawatan secara preventive sesuai dengan instruksi kerja alat yang ada. Namun pada kenyataannya di lapangan, beberapa jenis mesin hoist masih sering mengalami kerusakan. Bagian mesin Hoist yang sering mengalami kerusakan adalah bagian motor. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah motor mesin hoist Curing cadangan yang optimal untuk mengantisipasi terhambatnya produksi dengan pendekatan distribusi Poisson dan mempertimbangkan beberapa biaya. Distribusi Poisson adalah distribusi probabilitas diskrit yang menyajikan frekuensi darikejadian acak tertentu. Penelitian menghasilkan jumlah motor mesin Hoist cadangan adalah 4 buah dengan biaya Rp 144.218,00.   AbstractMaintenance is an activity to maintain or keep the facility / factory equipment and make  necessary repairing or adjustment / replacement, so that there is a satisfactory state of production operations in accordance with what was planned and not damaged. Damage to the system is likely to cause serious consequences for companies such as the cost of downtime or lead to unsafe conditions due to damage to the tool. Backup equipment can be used to reduce the effects of damage to the equipment. The production process at PT. X uses quite many machines. One of the machines often has damage is Curing hoist machine that is used to move concrete products to the next process. All hoist machines have got preventive maintenance work in accordance with the instructions of the existing tools. But in reality, some sort of hoist machine still often damage. The hoist machine part are often damages is motor parts. This study aims to determine the number of motor hoist machine Curing optimal backup to anticipate delays in production with a Poisson distribution approach and consider some of the costs. Poisson distribution is a discrete probability distribution that presents frequency from a certain random event. The research resulted in the number of motor Hoist machine backup is 4 pieces at a cost of Rp 144,218.00 
Penilaian Risiko Green Supply Chain menggunakan Pendekatan Fuzzy AHP – PDSA pada PT Jamu Sehat Handayani, Naniek Utami; Rumita, Rani; Dewi, Nadia Cynthia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9173.281 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.1.4

Abstract

Abstract. Facing the era of global business competition, the company is required to continue to innovate and improve sustainably to expand and maintain the market. Business uncertainty breeds a new awareness of the importance of risk elements in every decision-making. Risks are unavoidable but risks can be well managed so that the probability of losses can be mitigated. Green Supply Chain Management examines the integration of environmental concepts in supply chain management. Prior research suggests that there are risks in GSCM implementation including partnerships, management policy failures, supplier failures, major customer failures, technology, and markets. This risk may result in delays in delivery, financial deviation, and damage to goods or other matters that may affect the smooth operation of the business. PT. Jamu Sehat which is one of the herbal manufacturers in Indonesia. The problem faced is the decline in the value of product sales. Therefore, the company seeks to increase the value of sales through the fulfillment of the demands of environmentally friendly products to provide added value to its products. The purpose of this study is to evaluate the risk of GSCM implementation at PT. Jamu Sehat. The method used is Fuzzy Analytical Hierarchy Process to determine the priority of risk agent, then Plan-Do-Study-Act method is used to develop GSCM implementation strategy. Based on the analysis using PDSA, the proposed strategy is to update the existing Standard Operational Procedure in the company and standardize the product.Keywords: Risk, green supply chain management, fuzzy analytical hierarchy process, plan-do-study-actAbstrak. Memasuki era persaingan bisnis global, perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna memperluas dan mempertahankan pasar. Ketidakpastian bisnis melahirkan kesadaran baru tentang pentingnya unsur risiko dalam setiap pengambilan keputusan. Risiko tidak bisa dihindari namun risiko dapat dikelola dengan baik sehingga peluang tingkat kerugian dapat dimitigasi. Green Supply Chain Management mengkaji pengintegrasian konsep lingkungan dalam supply chain management. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa terdapat risiko dalam implementasi GSCM mencakup kemitraan, kegagalan kebijakan manajemen, kegagalan pemasok, kegagalan pelanggan utama, teknologi, dan pasar. Risiko ini dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, penyimpangan finansial, dan kerusakan barang atau hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kelancaran operasi bisnis. PT. Jamu Sehat yang merupakan salah satu produsen jamu di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi adalah penurunan nilai penjualan produk. Untuk itu, perusahaan berusaha meningkatkan nilai penjualan melalui pemenuhan terhadap tuntutan produk yang ramah lingkungan guna memberikan nilai tambah pada produknya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi risiko implementasi GSCM pada PT. Jamu Sehat. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Analytical Hierarchy Process untuk menentukan prioritas risk agent, kemudian metode Plan-Do-Study-Act digunakan untuk menyusun strategi implementasi GSCM. Berdasarkan analisis menggunakan PDSA, usulan strategi adalah memperbaharui Standard Operational Procedure yang ada di perusahaan dan melakukan standardisasi produk.Kata kunci: Risiko, green supply chain management, fuzzy analytical hierarchy process, plan-do-study-act
ANALISIS LOGISTIC SERVICE QUALITY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN JASA PENGIRIMAN JNE EXPRESS Rosyada, Zainal Fanani; Puspitasari, Nia Budi; Susanty, Aries; Andini, Anggita Realiza; Rumita, Rani
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.431 KB) | DOI: 10.14710/jati.15.2.73-81

Abstract

Jasa kurir merupakan salah satu sektor yang tumbuh pesat saat ini di Indonesia seiring dengan pertumbuhan e-commerce. Pada UU No. 38 Tahun 2009 dijelaskan bahwa setiap penyedia jasa kurir diwajibkan memiliki standar pelayanan sebagai pedoman penyelenggaraan dan acuan penilaian kualitas pelayanan. JNE Express merupakan salah satu layanan jasa kurir yang paling luas jangkauannya di Indonesia dengan layanan YES (Yakin Esok Sampai) sebagai produk unggulannya yang menjanjikan barang kiriman sampai di alamat tujuan pada keesokan hari. YLKI menyebutkan bahwa JNE merupakan layanan kurir yang paling banyak diadukan oleh pelanggannya karena keterlambatan pengiriman terutama pada produk layanan YES. Melalui survei kepuasan pelanggan, penelitian ini menganalisis atribut kualitas Logistic Service Quality (LSQ) yang dinilai belum dapat memberi kepuasan pelanggannya. Hasilnya menjadi masukan bagi perusahaan dalam memprioritaskan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di masa mendatang. Secara keseluruhan, Customer Satisfaction Index (CSI) untuk layanan YES dengan asal kiriman dari Jakarta dalam penelitian ini sebesar 62,29%, yang artinya layanan tersebut dinilai cukup memuaskan pelanggannya. Penelitian ini memfokuskan 3 atribut LSQ yang dinilai belum dapat memuaskan pelanggannya yaitu dalam  pemenuhan klaim, respon pengaduan pelanggan, dan ketepatan waktu pengiriman. Dengan metode Aanalytical Hierarchy Process (AHP), setiap atribut akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam memprioritaskan masing-masing 3 alternatif.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIRARC (STUDI KASUS PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA UNIT SEMARANG) Rani Rumita; Susatyo Nugroho W.P.; Sari Veronica Jantitya
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya kesadaran akan keselamatan dan kesehatan pekerja di kalangan pelaku bisnis, mendorong semakin meningkatnya upaya penerapan dan perbaikan program K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di banyak perusahaan. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti potensi risiko yang berkaitan dengan permasalahan K3 di lantai produksi PT. Coca Cola Bottling Indonesia unit Semarang, kemudian menganalisanya untuk mendapatkan peringkat risiko tersebut. Dari peringkat risiko tersebut, penulis berharap dapat memberikan rekomendasi pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia unit Semarang agar penerapan K3 di perusahaan itu menjadi lebih baik. Upaya penulis ini juga dilatarbelakangi oleh masih cukup tingginya angka kecelakaan kerja dan tingginya potensi kecelakaan dan potensi gangguan kesehatan kerja bagi para pekerja di PT. Coca Cola Bottling Indonesia unit Semarang. Risiko dianalisa dengan menggunakan metode HIRARC  (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). Langkah pertama dalam analisa adalah identifikasi semua potensi risiko kecelakaan dan potensi gangguan kesehatan pada lantai produksi PT. Coca Cola Bottling Indonesia unit Semarang.Kemudian untuk masing-masing risiko ditentukan nilai probabilitas terjadinya (likelihood) dan tingkat keparahan jika risiko tersebut menjelma menjadi sebuah kecelakaan/gangguan kesehatan (severity). Kemudian langkah terakhir adalah menentukan score risiko dan peringkat risiko. Risiko yang menduduki peringkat tertinggi akan direkomendasikan untuk mendapatkan prioritas penanganan. Kata Kunci: hazard identification, HIRARC, risiko, K3