Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP TOTAL FENOL DAN pH BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) Maksum, Ali
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.139 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2018.2.2.1404

Abstract

Minuman fungsional adalah minuman yang mengandung senyawa aktif seperti fenol, vitamin C, dan antosianin. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa bioaktif adalah rosella. Namun, kandungan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela mudah terpengaruh oleh panas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti pengaruh daya microwave dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela yang tepat agar diperoleh rendemen senyawa bioaktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi daya microwave, lama waktu ekstraksi, terhadap total fenol dan pH ekstrak kelopak bunga rosela. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu metode daya microwave (P), yang terdiri dari 100 watt (P1), 175 watt (P2), 250 watt (P3), 325 watt (P4), dan 400 watt (P5) dan Lama Waktu Ekstraksi (T) yang terdiri dari lama ekstraksi 1 menit (T6), 3 menit (T7), 5 menit (T8), 7 menit (T9), dan 9 menit (T10). Hasil penelitian menunjukan daya microwave terbaik yaitu pada daya 325 watt (P4) dengan total fenol 75,755 mg/100 gram dan pH sebesar 2,4. Sedangkan pada lama waktu ekstraksi terbaik pada 5 menit (T8) dengan total fenol sebesar 75,843 mg/100 gram, dan pH sebesar 2,49.
PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) Maksum, Ali
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 1 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.1.1405

Abstract

Salah satu fungsi bahan tambahan makanan adalah memperpanjang daya simpan produk. Saat ini terjadi pergeseran permintaan konsumen dari pemakaian bahan pengawet sintetis ke bahan pengawet alami. Salah satu sumber bahan pengawet alami adalah kelopak bunga rosela. Namun, kandungan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela yaitu fenol, antosianin dan vitamin C mudah terpengaruh oleh panas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti pengaruh daya microwave dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela yang tepat agar diperoleh aktivitas antibakteri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi daya microwave, lama waktu ekstraksi, dan aktivitas antibakteri terhadap karakteristik kimia ekstrak kelopak bunga rosela. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu metode daya microwave (P), yang terdiri dari 100 watt (P1), 175 watt (P2), 250 watt (P3), 325 watt (P4), dan 400 watt (P5) dan Lama Waktu Ekstraksi (T) yang terdiri dari lama ekstraksi 1 menit (T6), 3 menit (T7), 5 menit (T8), 7 menit (T9), dan 9 menit (T10). Hasil penelitian menunjukan daya microwave terbaik yaitu pada daya 325 watt (P4) dengan nilai zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 11,85±1,69 Eschericia coli sebesar 8,95 ±2,35 mm, Bacillus cereus 10,26±2,86 mm, dan Pseudomonas aeruginosa sebesar 10,13±0,96 mm. Sedangkan pada lama waktu ekstraksi terbaik pada 5 menit (T8) dengan nilai rata-rata zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 13,16±1,79 mm, Eschericia coli sebesar 8,22±2,35 mm, Bacillus cereus 11,2±2,86 mm, dan Pseudomonas aeruginosa sebesar10,96±0,96 mm.
MODEL PENDIDIKAN TOLERANSI DI PESANTREN MODERN DAN SALAF Maksum, Ali
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.02 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.1.81-108

Abstract

Bahasa Indonesia:Penelitian ini bertujuan mengetahui model pendidikan toleransi di pesantren modern dan di pesantren salaf. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan setting dua pesantren, yakni pesantren modern Gontor Ponorogo dan pesantren salaf Tebuireng Jombang. Teknik pengumpulan datanya dengan wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data digunakan teknik analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pesantren Darussalam Gontor merupakan pesantren modern, dengan ciri khas berupaya memadukan tradisionalitas dan modernitas pendidikan. Sistem pengajaran wetonan dan sorogan diganti dengan sistem klasikal (pengajaran di dalam kelas) yang berjenjang dan kurikulum terpadu diadopsi dengan penyesuaian tertentu. Sistem pendidikan yang digunakan di pondok modern dinamakan sistem Mu’allimin, atau terkenal dengan nama Kulliyatul-Mu'allimin al-Islamiyah (KMI). Sedangkan sistem pendidikaan di pondok pesantren Tebuireng, dilihat dari segi sistem pendidikan dan pengajarannya sepenuhnya tidak dapat disebut sebagai pesantren salaf murni. Karena di pesantren Tebuireng masih mempertahankan sistem pendidikan  salaf, juga menerapkan sistem pendidikan modern. Oleh karena itu, untuk sekarang ini lebih tepat apabila menyebut Pondok Pesantren Tebuireng dengan sebutan Pondok Pesantren Campuran atau Pondok Pesantren Terpadu (antara khalaf dan salaf).  (2) Baik di pondok pesantren modern dan salaf, Islam yang dipahami dan diaktualkan adalah Islam yang inklusif, ramah, tidak kaku, moderat, yakni Islam yang bernuansa perbedaan dan sarat dengan nilai-nilai multikultural. Mendakwahkan Islam yang  seperti inilah yang menjadikan Islam bisa bersentuhan dengan multikultur. Untuk membentuk santri yang toleran kedua pesantren ini mengajarkannya melalui kurikulum pendidikan dan keteladanan hidup sehari-hari.  English:This research purposes to examine tolerant education model in both modern and salafis pesantren. This qualitatively descriptive study involves two pesantren settings, the modern pesantren Gontor Ponorogo and the salafis pesantren Tebuireng Jombang. Data is collected through interviews and documentations. From an inductive analysis, this research shows the following results. First, the Gontor modern pesantren acculturate preserved traditional value of pesantren in the modernity of educational systems. Particular teaching methods such as wetonan and sorogan are transformed into more standardized grades in classical way. Classic curriculum is still preserved in the class with some adaptations. This system is later called Mu’allimin or more popular as Kulliyatul-Mu'allimin al-Islamiyah (KMI). On the other hand, educational system in the pesantren of Tebuireng cannot be considered as the pure salafis category as the pesantren is still conducted the salafis education and the modern one separately. Therefore, the Tebuireng is now more exactly called “mixed pesantren” or integrated pesantren –between the khalafis and salafis. The next result of this result shows the fact that both salafis and integrated pesantrens actualize inclusive, peaceful, flexible, ad moderate Islam in which diversity and multiculturalism is in it. Islamic missionary in this way sustain Islam to live together with multi-culture. Curriculum of education and good-model leadership create santris with high tolerance.
POLITIK IDENTITAS MASYARAKAT TENGGER DALAM MEMPERTAHANKAN SISTEM KEBUDAYAAN DARI HEGEMONI ISLAM DAN KEKUASAAN Maksum, Ali
El-HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.416 KB) | DOI: 10.18860/el.v17i1.3083

Abstract

This article explores the dynamic of Tengger communities life in order to defend its culture with regard to the expansion of Islam and the power of Indonesian government. The research were conducted in two villages, Ngadisari and Sapikerep, Probolinggo. Using the perspective of representation theory, this study  elaborate more detail about the strategy of the Tengger people in representing their identity in the midst of the dynamics of the changing time. The dynamics dialectic between the Tengger and power (Islam) have brought out two important propositions. First, because of the strong tradition and culture Tengger systems, both Hindu and Islamic ideology interpreted as a cultural system that only symbolically attached to the Tengger. Second, although impressed syncretic, in fact, Islam and Hinduism also established world view Tengger substantive and culturally. The second view is as commonly as Islam in Java, "Javanese Islam" behind its character as if syncretic. However, it shows "substantial Islam" because it is based on religious traditions of Sufism. Artikel ini mengeksplorasi dinamika masyarakat Tengger dalam mempertahankan sistem kebudayaan dari ekspansi Islam dan kekuasaan pemerintah Indonesia. Penelitian dengan mengambil lokus di dua desa, Ngadisari dan Sapikerep, Probolinggo. Dengan menggunakan perspektif teori representasi, penelitian ini hendak mengelaborasi strategi masyarakat Tengger dalam merepresentasi identitas diri mereka di tengah-tengah dinamika perubahan zaman. Dinamika dialektika antara Tengger dengan kekuasaan (Islam) melahirkan dua proposisi penting. Pertama, karena kuatnya tradisi dan sistem kebudayaan masyarakat Tengger, baik ideologi Hindu maupun Islam, dimaknai sebagai sistem kebudayaan yang tidak ubahnya hanya melekat secara simbolik bagi masyarakat Tengger. Kedua, meskipun terkesan sinkretis, sesungguhnya Islam maupun Hindu juga membentuk world view masyarakat Tengger secara subtantif dan kultural. Pandangan kedua tidak ubahnya seperti sistem keagamaan masyarakat Jawa pada umumnya yang menganut agama Islam. ”Islam Jawa” di balik wataknya seolah-olah sinkretis, namun sesungguhnya tetap menunjukkan ”Islam subtansial” karena berbasis tradisi keagamaan tasawuf
OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA FENOLIK DARI KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) BERBANTU GELOMBANG MIKRO Maksum, Ali; Purbowati, Ike Sitoresmi Mulyo
Agrin Vol 21, No 2 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.2.368

Abstract

Kelopak bunga rosella adalah sumber senyawa fenolik yang baik. Dalam penelitian ini ekstraksi dibantugelombang mikro digunakan untuk mengekstrak senyawa fenolik dari kelopak bunga Rosella. Denganmenggunakan metode respon permukaan, efek daya gelombang mikro, konsentrasi etanol, dan waktu ekstraksipada hasil total fenol yang diselidiki dan kondisi optimal ditentukan sebagai berikut: daya gelombang mikro 250W, konsentrasi etanol 78,36% dan waktu ekstraksi 4,91 menit. Nilai perkiraan untuk total hasil fenol, 24,61 mg/gdiperoleh pada kondisi tersebut. Percobaan verifikasi pada kondisi optimum, terdiri dari 4 putaran, dilakukan danhasil praktis 23,77 + 0,25 mg/g jumlah fenol lebih tinggi dari pada metode konvensional 19,84 + 0,46 mg/g.Dibandingkan dengan metode konvensional, antosianin, vitamin C dan hasil ekstraksi dibantu gelombang mikroadalah 14,80 + 0,08, 10,74 + 0,14 mg/g dan 22,09 + 3,3% yang lebih tinggi dan berbeda secara signifikan dalamtingkat kepercayaan 95% dari pada ekstraksi konvensional, yaitu 9,25 + 0,04, 9,99 + 0,16 mg/g dan 16,18 + 1,9%.Aktivitas antibakteri yang dinyatakan dengan nilai zona hambat adalah 12,6 + 0,6 mm pada E. coli dan 11,6 + 0,3mm terhadap S. aureus. Nilai IC50 ekstrak adalah 202,47 μL/mL. Dibandingkan dengan metode konvensional,zona hambatan 10,2 + 0,4 mm pada E. coli dan 9,8 + 0,6 mm pada S. aureus. Aktivitas antioksidan dinyatakandengan nilai IC50293,09 μL/mLKata kunci: kelopak bunga Rosella, ekstraksi berbantu gelombang mikro, fenolABSTRACTRoselle calyx is an excellent source of phenolic compounds. In this study, microwave-assisted extractionwas applied to extract the phenolic compounds from Roselle calyx. By using response surface methodology, theeffects of microwave output power, ethanol concentration, and extraction time on total phenolic yield wereinvestigated and the optimal conditions were determined as follows: microwave output power 250 W, ethanolconcentration 78.36% and extraction time 4.91 min. The estimated values for total phenols yield, 24.61 mg/g wasobtained at those conditions. A verification experiment at the optimum condition, consisting of 4 runs, wasperformed and the practical yield 23.77 + 0.25 mg/g total phenols higher than using conventional method 19.84+ 0.46 mg/g was obtained. Compared with conventional method, anthocyanin, vitamin C and yield of microwaveassisted extraction were 14.80 + 0.08, 10.74 + 0,14 mg/g and 22.09 + 3.3 % which were higher and significantlydifferent within 95% confidence level than conventional extraction , which were 9.28 + 0.04, 9.99 + 0.16 mg/gand 16,18 + 1,9%, respectively. Antibacterial activity expressed with inhibitory zone value was 12.6 + 0.6 mmagainst E coli and 11.6 + 0.3 mm against S aureus. IC50 value of the extract was 202.47 μL/mL.Compared withconventional method, with inhibitory zone of 10. 2 + 0.4 mm against E coli and 9.8 + 0.6 mm against S aureus.Antioxidant activity expressed with IC50 value of 293.09 μL/mL.Key words: roselle calyx, extraction, microwave, phenols
RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI SINGLE STIRRING REACTOR (SSR) PUTARAN SEARAH PADA BERBAGAI RPM UNTUK PRODUKSI BIODIESEL furqon, Furqon; Ritonga, Abdul Mukhlis; Maksum, Ali
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 1 (2018): April
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.423 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v7i1.9-14

Abstract

Produksi biodiesel dengan metode katalitik membutuhkan sistem pengadukan agar trigliserida dan metanol yang mempunyai sifat tidak saling bercampur dapat bercampur dengan baik. Aplikasinya sebagian besar produksi biodiesel masih menggunakan beberapa reaktor dan menggunakan putaran tinggi. Oleh karena itu, akan lebih baik jika proses produksi biodiesel menggunakan satu reaktor sebagai tempat terjadi reaksi tersebut dan menggunakan putaran yang tidak terlalu tinggi sehingga lebih efisien dalam penggunaan energi. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah merancang single stirring reactor (SSR) pada putaran searah dan menguji performansi SSR putaran searah. Rancangbangun SSR dilakukan dengan melakukan tahapan perancangan dan perhitungan analisis teknik. Alat yang dibuat merupakan tipe batch dan skala laboratorium. Alat yang dibuat diujicoba saat tanpa beban dan dengan beban yaitu dengan memproduksi biodiesel menggunakan bahan minyak kelapa sawit, metanol dan katalis KOH. Hasil biodiesel (metil ester) dianalisis dengan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Hasil perancangan alat SSR mempunyai dimensi tabung reaktor tinggi 400 mm, diameter 150 mm dan tebal 1 mm menggunakan bahan Stainless steel 304. Hasil pengujian mendapatkan alat mampu bekerja dengan baik sesuai performansi yang diharapkan, baik dengan beban maupun tanpa beban. Hasil uji performansi alat SSR putaran searah saat memproduksi biodiesel dengan bahan minyak kelapa sawit dan metanol (rasio 1:6), katalis KOH 0,5%, suhu 45 oC, dan waktu 30 menit pada putaran 200 rpm, 350 rpm, dan 500 rpm berturut-turut menghasilkan kadar metil ester 98,89%, 99,55%, dan 99,50%, yang berarti sudah memenuhi syarat mutu biodiesel berdasarkan SNI 7182:2015.
Rekonsiliasi Epistemologi Antara Agama dengan Sains (Telaah tentang Pemikiran Filsafat Seyyed Hossein Nasr) Maksum, Ali
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 3, No 1 (2001): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.572 KB) | DOI: 10.18860/ua.v3i1.6083

Abstract

The framework of thinking about modern scholarship tries to break away from the spiritual dimension. Human consciousness is herded towards the secular. As a result, modern Western humans no longer know about the meaning and purpose of life. Then revisions arose in the form of relativizing the absurdities that had been attributed to the scientific method, while at the same time trying to pave the way for the entry of divine values and spiritual dimensions into the basis of scientific epistemology, ontology and axiology. Some even see that value based on revelation (religion) can enter the scientific methodology process. The scientific method can no longer be maintained in a neutral sense in the absolute sense. Postmodern criticism does not eliminate rationality and does not divert human attention from material phenomena to the spiritual world, but complements rationality with philosophical keys that contain world views and religious morality. Nasr's epistemological thinking has significance with modern or postmodern human consciousness, which requires moral awareness and the meaning of life. Nasr offers in the form of religious-spirituality formulations within the framework of modern human thought.
Interpretation of democracy, pluralism and tolerance among the young activists of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama Maksum, Ali; Febrianto, Priyono Tri; Wahyuni, Esa Nur
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 32, No 3 (2019): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V32I32019.275-289

Abstract

Anarchism and other forms of violence committed by religious groups and mass organizations are still very common in Indonesia. There have been violations of human rights, religious freedom and civil liberties, which are essential pillars of democracy. Indonesia, as a country that adheres to religious freedom regards all forms of intolerance as violations of democracy. This study described and explored the views of young cadres of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) in Malang, East Java, about democracy, pluralism and tolerance. This research intended to unravel some of the issues of how young generations of Muhammadiyah and NU understand democracy, pluralism and tolerance and if their views are associated with their social construction. This study employed qualitative methods using interviews and direct observations to collect the data. The results of this study showed there were differences in the patterns between the younger generation and the older generation of Muhammadiyah. The members of Muhammadiyah recognized that the young cadres of Muhammadiyah tended to act more violently towards intolerant mass organizations compared to their senior (old cadre) generation. The senior cadres, such as the Muhammadiyah Youth, were more likely to be calm when responding to the presence of radical organizations. The senior cadres of Muhammadiyah tended to be open-minded with the community organizations that are perceived by the public to be a radical mass organization, which is fundamental in addressing the presence of radical organizations. This view indicated by the absence sense of precariousness or a situation that is considered to be very threatening to religious and national life while still in the corridor of diversity. On the other hand, the younger generation of Nahdlatul Ulama showed a different pattern, revealing that their seniors tended to be harsher in responding to radical organizations and supporting mass organizations.
PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP TOTAL FENOL DAN pH BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) Maksum, Ali
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.139 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2018.2.2.1404

Abstract

Minuman fungsional adalah minuman yang mengandung senyawa aktif seperti fenol, vitamin C, dan antosianin. Salah satu tanaman yang mengandung senyawa bioaktif adalah rosella. Namun, kandungan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela mudah terpengaruh oleh panas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti pengaruh daya microwave dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela yang tepat agar diperoleh rendemen senyawa bioaktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh variasi daya microwave, lama waktu ekstraksi, terhadap total fenol dan pH ekstrak kelopak bunga rosela. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu metode daya microwave (P), yang terdiri dari 100 watt (P1), 175 watt (P2), 250 watt (P3), 325 watt (P4), dan 400 watt (P5) dan Lama Waktu Ekstraksi (T) yang terdiri dari lama ekstraksi 1 menit (T6), 3 menit (T7), 5 menit (T8), 7 menit (T9), dan 9 menit (T10). Hasil penelitian menunjukan daya microwave terbaik yaitu pada daya 325 watt (P4) dengan total fenol 75,755 mg/100 gram dan pH  sebesar 2,4. Sedangkan pada lama waktu ekstraksi terbaik pada 5 menit (T8) dengan total fenol sebesar 75,843 mg/100 gram, dan pH sebesar 2,49.
PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) Maksum, Ali
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 1 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.1.1405

Abstract

Salah satu fungsi bahan tambahan makanan adalah memperpanjang daya simpan produk. Saat ini terjadi pergeseran permintaan konsumen dari pemakaian bahan pengawet sintetis ke bahan pengawet alami. Salah satu sumber bahan pengawet alami adalah kelopak bunga rosela. Namun, kandungan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela yaitu fenol, antosianin dan vitamin C mudah terpengaruh oleh panas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti pengaruh daya microwave dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela yang tepat agar diperoleh aktivitas antibakteri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh variasi daya microwave, lama waktu ekstraksi, dan aktivitas antibakteri terhadap karakteristik kimia ekstrak kelopak bunga rosela. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu metode daya microwave (P), yang terdiri dari 100 watt (P1), 175 watt (P2), 250 watt (P3), 325 watt (P4), dan 400 watt (P5) dan Lama Waktu Ekstraksi (T) yang terdiri dari lama ekstraksi 1 menit (T6), 3 menit (T7), 5 menit (T8), 7 menit (T9), dan 9 menit (T10). Hasil penelitian menunjukan daya microwave terbaik yaitu pada daya 325 watt (P4) dengan nilai zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 11,85±1,69 Eschericia  coli sebesar 8,95 ±2,35 mm, Bacillus cereus 10,26±2,86 mm, dan Pseudomonas aeruginosa sebesar 10,13±0,96 mm. Sedangkan pada lama waktu ekstraksi terbaik pada 5 menit (T8) dengan nilai rata-rata zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 13,16±1,79 mm, Eschericia  coli sebesar 8,22±2,35 mm, Bacillus cereus 11,2±2,86 mm, dan Pseudomonas aeruginosa sebesar10,96±0,96 mm.