Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT PADA SMAN 7 KOTA BANJARMASIN Manaf, Abdul
977-2442404
Publisher : Management of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin dapat terlihat dari dari indikator yakni: Pertama, Jenis-jenis hubungan sekolah dengan masyarakat yang terdiri dari: Hubungan edukatif yang dijalin dengan membentuk komite madrasah dan terus menerus melakukan pertemuan antara pihak sekolah dengan para orangtua siswa dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Hubungan kultural dibina dengan cara menyesuaikan sebagian pendidikan yang diberikan pihak sekolah kepada siswa pada sebagian kegiatan ekstrakurikuler dan muatan lokal disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar seperti musik panting tari tradisional Banjar peragaan busana lokal dan nasional, mengundang masyarakat menghadiri acara di sekolah pada hari-hari besar keagamaan, dan ikut bela sungkawa bagi masyarakat yang mengalami musibah. Hubungan institusional yang dilakukan oleh SMAN 7 Kota Banjarmasin dengan instansi yaitu dengan pihak BNN, kepolisian dan puskesmas, Kemenag, perbankan Kediknas, Kecamatan, maupun hubungan antar sekolah tidak terkecuali perguruan tinggi. Kedua, Teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat terdiri dari: Teknik tertulis yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu dengan pamflet. Teknik lisan yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu kunjungan rumah, panggilan orangtua, dan pertemuan. Teknik peragaan yaitu dengan menampilkan keterampilan siswa. Teknik elektronik yang digunakan yaitu telepon dan internet. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin, yaitu tenaga pelaksana, media informasi dan lingkungan. Kata Kunci: Manajemen, Hubungan, Jenis, Teknik dan Faktor
PERAN MEDIA DAKWAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA Manaf, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3870

Abstract

In human development process, media is needed which will be a channel in the da'wa carried out. Da'wa as an effort to build the existence of human beings is an entry point that supports the success of it. The more suitable the da'wah media used, the more positive and successful the da'wah will be. Conversely, if the preacher is wrong in choosing a channel causing his missionary activity to fail. This brief article highlights the importance of the media as a missionary channel. The results of the analysis in this paper state that mass media as a da'wah channel has positive implications as a da'wa channel. In addition, mass media also has a negative contribution if it is not maximized by its use and errors in the selection of themes in da'wa.****Dalam pembangunan manusia dibutuhkan media yang akan menjadi saluran dalam dakwah yang dilakukan. Dakwah sebagai upaya membangun keberadaan diri manusia menjadi sebuah entry point yang mendukung keberhasilan terhadapnya. Semakin sesuai media dakwah yang digunakan, maka akan memberikan makna positif dan keberhasilan atas dakwah yang dilakukan. Sebaliknya, apabila pendakwah salah dalam memilih saluran menyebabkan aktivitas dakwahnya menjadi gagal. Tulisan singkat ini menyoroti tentang pentingnya media sebagai saluran dakwah. Hasil analisa dalam tulisan ini menyatakan bahwa media massa sebagai saluran dakwah mempunyai implikasi positif sebagai saluran dakwah. Selain itu media massa juga mempunyai kontribusi negatif apabila tidak dimaksimalkan penggunaannya dan kesalahan dalam pemilihan tema dalam dakwah.
NILAI BUDAYA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI SMK BEKASI Manaf, Abdul; Omar, Che Mohd Zulkifli Che
Tarbawi Vol 4 No 01 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v4i01.1951

Abstract

This study aims to determine and analyze the school culture values ​​associated with the implementation of the curriculum in the learning process at school. The study was conducted on teachers at SMK in Bekasi. The research used quantitative method with correlation analysis and regression analysis. Data were collected by using instruments on the variables used in the study, ie school culture and educational curriculum. This study found that the school culture aspect has a relationship with the educational curriculum, both academic, socio-cultural and democratic cultures have a positive influence on the school curriculum, so it can be said that the curriculum used in schools will be done well if it has a school culture it is also good that curriculum development in schools requires attention and focus on school culture factors as a way to improve the quality of education curriculum in schools. Keywords. Value of School Culture, Education Curriculum, School, Quality
CORRIGENDUM TO “PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA MELALUI KOMPETISI SAINS” [Transformasi 4(2) 2020, 361-373] Farida, Khoirul; Zuhroh, Yuyun E.; Afifah, Dian S. N.; Setiani, Rahyu; Manaf, Abdul
TRANSFORMASI Vol 5 No 1 (2021): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan dalam pembelajaran Matematika menjadi salah satu acuan persaingan intelektualitas antar Negara. Salah satu upaya pemerintah dalam peningkatan intelektualitas adalah dengan mengadakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Berbagai upaya dilakukan guru terhadap peningkatan kompetensi mtematika siswa melalui KSM, salah satunya dengan pembinaan KSM di sekolah-sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembinaan KSM di Indonesia sebagai upaya meningkatkan kompetensi siswa. Metodologi yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian lapangan (field reserch) di MTsN 2 Tulungagung dan studi kepustakaan (field research) yang diperoleh dari jurnal penelitian tentang pembinaan olimpiade di Indonesia. Hasil studi ini menemukan berbagai bentuk metode pembinaan yang variatif, lebih menyenangkan dan dapat diserap oleh siswa serta menunjang peningkatan kompetensi di bidang Matematika, diantaranya bentuk pembinaan intensif mandiri, pretest-treatment-postest, kelompok (study club) rutin, dan kelas olimpiade serta pengembangan bahan ajar yang lebih berkualitas.
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT PADA SMAN 7 KOTA BANJARMASIN Manaf, Abdul
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1, No 1: Februari 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.478 KB) | DOI: 10.18592/moe.v1i1.344

Abstract

Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin dapat terlihat dari dari indikator yakni: Pertama, Jenis-jenis hubungan sekolah dengan masyarakat yang terdiri dari: Hubungan edukatif yang dijalin dengan membentuk komite madrasah dan terus menerus melakukan pertemuan antara pihak sekolah dengan para orangtua siswa dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Hubungan kultural dibina dengan cara menyesuaikan sebagian pendidikan yang diberikan pihak sekolah kepada siswa pada sebagian kegiatan ekstrakurikuler dan muatan lokal disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar seperti musik panting tari tradisional Banjar peragaan busana lokal dan nasional, mengundang masyarakat menghadiri acara di sekolah pada hari-hari besar keagamaan, dan ikut bela sungkawa bagi masyarakat yang mengalami musibah. Hubungan institusional yang dilakukan oleh SMAN 7 Kota Banjarmasin dengan instansi yaitu dengan pihak BNN, kepolisian dan puskesmas, Kemenag, perbankan Kediknas, Kecamatan, maupun hubungan antar sekolah tidak terkecuali perguruan tinggi. Kedua, Teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat terdiri dari: Teknik tertulis yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu dengan pamflet. Teknik lisan yang digunakan SMAN 7 Kota Banjarmasin yaitu kunjungan rumah, panggilan orangtua, dan pertemuan. Teknik peragaan yaitu dengan menampilkan keterampilan siswa. Teknik elektronik yang digunakan yaitu telepon dan internet. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat di SMAN 7 Kota Banjarmasin, yaitu tenaga pelaksana, media informasi dan lingkungan.Kata Kunci: Manajemen, Hubungan, Jenis, Teknik dan Faktor
OPTIMALISASI PENGGUNAAN METODE FUNDRAISING DALAM MEMPEROLEH DANA ZAKAT, INFAQ DAN SHODAQAH Abdul Manaf; Risti Lia Sari; Maskudi Maskudi
LABATILA: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam Vol 5 No 01 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.779 KB) | DOI: 10.33507/labatila.v5i01.389

Abstract

Nahlatul Ulama is an Islamic community organization that not only spreads Islamic teanchings, but also acts as a community facilitator in the religious, social, economic and educational fields. In an effort to become a community facilitator in the social sector, NU established the amil zakat infaq and shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Institude which is tasked with collecting, managing and distributing social services to people in need. The research focuses on how the fundraising method is used in raising funds. The formulation of the problem is (1) how is the LAZISNU-CARE fundraising method in Semarang city in obtaining zakat, infaq and shodaqah fund? (2) what are the supporting and inhibiting factors of LAZISNU in Semarang city in obtaining zakat, infaq and shodaqah fund? To answer this question, the type of research used in this research is qualitative. The sources of research data used are primary data sources and secondary data. Data collections tecniquies used include observation, interviews and documentation, technical data analysis using data reduction, data presentation, data verification, drawing conclusions. The results of this study indicate that (1) in conducting fundraising LAZISNU-CARE Semarang City uses two methods, namely the direct fundraising method and the indirect fundraising method. (2) the supporting factors are the factors of coomperation with branch leaders in the city of semarang, the existence of a transparent reporting system, the existence of payments through accounts, the awareness of muzakki to tithe. While the inhibiting factors are the lack of public knowledge about the obligation to pay zakat other than zakat fitrah, as well as the abundance of direct distribution by muzakki.
Meningkatkan Penguasaan Konsep Operasi Bilangan Berpangkat Melalui Pendekatan Inductive-Development Hasnawati &; Abdul Manaf
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2: Juli 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.716 KB) | DOI: 10.36709/jpm.v2i2.1977

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan penguasaan konsep operasi bilangan berpangkat melalui pendekatan Inductive-Development. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan  kelas dalam dua siklus. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti prosedur pendekatan Inductive-Development yaitu : (1) persiapan dan penentuan tujuan, (2) penyajian, (3)  perbandingan dan abstraksi, (4) generalisasi, dan (5) penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek penguasaan konsep matematika dan kemandirian siswa dalam belajar mengalami peningkatan. Berdasarkan indikator kinerja, disimpulkan bahwa penguasaan konsep operasi bilangan berpangkat dapat ditingkatkan melalui pendekatan Inductive-Development. Kata Kunci :  operasi bilangan berpangkat, pendekatan Inductive-Development.