Nazaruddin Nazaruddin
Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS USUS IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) YANG TERPAPAR MERKURI KLORIDA (HgCl2) (The Histopathology of Tiapia Fish (Oreochromis mossambicus) Intestine Exposed To Mercury Cloride (HgCl2) hasni marmas; Dwinna Aliza; Nazaruddin Nazaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.4776

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologis usus ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang terpapar merkuri klorida (HgCl2). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan mujair sebanyak 36 ekor, berjenis kelamin jantan, dengan berat badan berkisar 200-300 gram. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan motode rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial 3x4, terdiri atas 4 kelompok perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu PO (kontrol), PI (konsentrasi 0,25 ppm), PII (konsentrasi 0,50 ppm), dan PIII (konsentrasi 0,75 ppm) masing-masing perlakuan terdiri atas 9 ekor ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 10, 20, dan 30 setelah perlakuan. Ikan di eutanasia kemudian dilakukan nekropsi untuk mengambil organ usus bagian anterior, kemudian dibuat preparat histopatologis dan diwarnai dengan hematoxylin eosin. Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan PI, PII, dan PIII pada hari 10, 20, dan 30 terjadi kerusakan lapisan usus, kerusakan vili usus, dan nekrosis sel usus. Kerusakan tersebut semakin parah seiring dengan peningkatan konsentrasi dan lama waktu paparan. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa paparan merkuri klorida dapat menyebabkan kerusakan usus ikan mujair.Kata kunci : insang, ikan mujair (Oreochromis mossambicus), histopatologis, merkuri klorida. ABSTRACT        The aimed of this research was to find out the histopatological changes of tilapia fish (Oreochromis mossambicus) intestine exposed to mercury chloride (HgCl2). A total of 36 male tilapia fish with the weight of 200-300 gram were used as sample. This study used a complete randomized design of 3x4 factorial pattern, consisting of 4 treatment groups and 3 replications ie PO (control), PI (concentration 0,25 ppm), PII (concentration 0,50 ppm), PIII (concentration 0,75 ppm), 9 fish each. The treatment duration factors were 10, 20, and 30 days. Fish were eutanized and necropsied, then intestines were colleted before proceed to histopathology preparations using hematoxylin eosin staining. The results showed that group PI, PII, and PIII on day 10, 20, and 30 show the damage of intestine layer, intestine villi, and necrosis of intestine cell. The damage was more severe along with the increase of the concentration and the lenght of exposure. In condusion, mercury chloride exposure affect the of tilapia intestine.Keywords : gills, tilapia fish (Oreochromis mossambicus), histopathology, mercury chloride.   
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JELLY DAUN SIKHOH-KHOH (Chromolaena odorata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) (The Effect of Sikhoh-Khoh Jelly Leaf Extract (Chromolaena odorata) on the White Rats (Rattus norvegicus) Skin Thickness in the Healing Process of Open Wounds) Nazaruddin Nazaruddin; Siti Aisyah; Rossy Septia Putri; Dasrul Dasrul; Hennivanda Hennivanda; Roslizawaty Roslizawaty; Amalia Sutriana
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 6, No 3 (2022): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v6i3.18387

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jelly daun sikhoh-khoh dan lama waktu pengamatan terhadap penurunan luas luka pada proses penyembuhan luka terbuka pada tikus putih secara makroskopis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental tipe The Postest Only Control Group. Sampel yang digunakan adalah tikus putih strain Wistar sebanyak 9 ekor. Dengan jenis kelamin jantan, umur 3 bulan, dan berat badan rata-rata 200 g. Sampel dibagi secara acak menjadi 3 perlakuan dan 3 kali ulangan, masing-masing 3 ekor yaitu perlakuan kontrol (P0) dengan perlakuan tidak diberi ekstrak jelly daun sikhoh-khoh, perlakuan 1 (P1) dengan perlakuan diberi ekstrak jelly daun sikhoh-khoh 10%, dan perlakuan 2 (P2) dengan perlakuan diberi ekstrak jelly daun sikhoh-khoh 30%. Pemberian ekstrak jelly daun sikhoh-khoh dilakukan sehari dua kali secara topikal di atas luka. Pengamatan kesembuhan luka dilakukan secara makroskopis. Pengukuran luas luka terbuka menggunakan jangka sorong untuk menghitung panjang dan lebar luka. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA split plot kemudian dilanjutkan uji Duncan dengan kesimpulan pemberian ekstrak jelly daun sikhoh-khoh perlakuan 10% dan 30%  dalam lama waktu pengamatan dapat menurunkan luas luka terbuka tikus putih sejak mulai hari ke 3, 7 dan 14. Penurunan luas luka terbuka pada kelompok pemberian ekstrak jelly daun sikhoh-khoh 10% lebih baik dibandingkan dengan jelly tanpa ekstrak daun sikhoh-khoh dan ekstrak jelly daun sikhoh-khoh 30%.Kata kunci: Daun sikhoh-khoh, tikus putih, luka terbuka ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of giving sikhoh-khoh leaf jelly extract and the length of time of observation on the decrease in wound area in the process of healing open wounds in white rats macroscopically. This research is an experimental research type The Posttest Only Control Group. The samples used were 9 white Wistar rats. Witgh male sex, age 3 months, and an average weight0f 200 g. Samples were randomly devided into 3 treatmens and 3 replicates, each 3 tails, namely control treatment (P0) with treatment not given sikhoh-khoh leaf jelly extract, treatment 1(P1) with treatment given sikhoh-khoh leaf jelly extact 10% and , treatment 2(P2) was treated given with 30% sikhoh-khoh leaf jelly extact. The administrationof sikhoh-khoh leaf jelly extract was applied topicaly twice a day over the wound. Wound healing was observed macroscopically. Measurement of the area of an open wound usinga caliper to calculate the length and width of the wound. The data abtained were analyzed by split plot ANOVA then followed by Duncan's test with the conclusion that giving sikhoh-khoh leaf jelly extract 10% and 30% treatment in the length of time of observation could reduce the area of open wounds in white rats from days 3, 7 and 14. Decreased open wound area in the group given 10% sikhoh-khoh leaf jelly extract was better than jelly without sikhoh-khoh leaf extract and 30% sikhoh-khoh leaf jelly extract.Keywords: Sikhoh-khoh leaves, white rat, open wound