Samadi Samadi
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Evaluasi Nilai Nutrisi dan Karakteristik Complete Feed Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda Rivaldi Fadhlul Lizar; Samadi Samadi; Mira Delima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.35 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1246

Abstract

Abstrak. Penggunaan bahan pakan yang berasal dari limbah pertanian dan industri pertanian merupakan salah satu usaha untuk menekan biaya pakan. Penelitian tentang nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu dengan teknik berbeda telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 pelakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 kontrol (Complete feed tanpa penambahan SBP dan tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi dengan SBP selama 14 hari kemudian dicampur menjadi Complete feed dan difermentasi hingga 21 hari), dan P3 (ampas sagu + Complete feed kemudian difermentasi menggunakan SBP selama 21 hari). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan bahan kering, serat kasar, protein kasar, lemak kasar, abu, BETN, serta karakteristik fisik pakan berupa tekstur, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi mempengaruhi nilai nutrisi dan karakteristik fisik Complete feed berbahan dasar ampas sagu.  Evaluation of nutritive Values and Physical Charakteristics Complete Feed Based on Sago Residues by Application Different Technique FermentationAbstract. Utilization of feed coming from agricultural and agro-industrial by products is one of the efforts to reduce feed cost. The study about evaluation of nutritive values and physical characteristics complete feed based on sago residues by application different technique fermentations was conducted at Laboratory of Animal Nutrition, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The experiment was designed by using completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 5 replications. The treatments in this study were P1 as control (complete feed without fermentation), P2 (first sago residue was fermented for 14 days, then mixed with complete feed and fermented for 21 days), P3 (sago residue and complete feed were mixed and fermented for 21 days). Parameters observed in this study were dry matter, crude fiber, crude protein, crude fat, ash and N-free extract. In conclusion, different of technique fermentation influenced nutritive values and physical characteristic of fermented complete feed on the basis of sago residues.
Evaluasi Fraksi Serat Kasar Kulit Kopi yang Difermentasi Menggunakan Sumber Inokulan Komersil Harianto Arbi; Samadi Samadi; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.613 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6490

Abstract

Abstrak. Suatu penelitian tentang fraksi serat kulit kopi untuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Pogram Studi Peternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh untuk proses fermentasi pakan dan pengujian kadar serat kasar, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman sampel penelitian ke Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi untuk pengujian kadar NDF dan ADF, penelitian ini berlangsung dari bulan Juni 2017 sampai bulan Juli 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kadar serat kasar, kadar NDF, dan kadar ADF kulit kopi yang difermentasi menggunakan sumber inokulan komersil berbeda. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, dimana P0 (kontrol), P1 (Kulit kopi+SBP), P2 (kulit kopi+EM4), P3 (kulit kopi+probion). Masing-masing perlakuan kecuali P0 ditambah inokulan sebanyak 1%, molases 3%, urea 0,1%, dan tepung sagu 3%. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah kandungan serat kasar, kandungan NDF, dan Kandungan ADF.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan inokulan yang berbeda pada fermentasi kulit kopi belum mampu menurunkan kadar NDF dan ADF secara nyata (P0,05), namun berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kandungan serat kasar substrat.Evaluation Crude Fiber Fraction Coffee Skin which is Fermented Using Different Commercial Inoculant Resource Abstract.A study about fiber fraction of coffee peelas feed for ruminants. The research was conducted at Nutrition Science and Feed Technology Laboratory of Animal Science Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh for feed fermentation process and crude fiber analysis. NDF and ADF content were sent and analized at Quality Testing Center and Feed Certification (BPMSP) Bekasi. This study runs from June 2017 to July 2017. The aim of this study was to evaluate the content of crude fiber, NDF and ADF in fermented coffee peel which was fermented using different commercial inoculants. The research design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) consisted of 4 treatments and 4 replications, with combination of treatments were P0 (control), P1 (Skin Coffee + SBP), P2 (Skin Coffee + EM-4), and P3 (Skin Coffee + probion). Each treatment except P0 added 1% inoculant, 3% molasses, 0.1% urea, and 3% sago meal. Teh Parameters observed in this study were crude fiber content, NDF content, and ADF content. The results of study showed that using different inoculant in fermented coffee meal not significantly effect decreasing the NDF and ADF content (P 0,05), but significantly effect (P 0,05) to the crude fiber content. 
Pengaruh Substitusi Amtabis yang Difermentasi dengan Aspergillus Niger terhadap Performa Ayam Broiler Muhammad Asril; Samadi Samadi; Yunasri Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.315 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1240

Abstract

Abstrak: Penelitian initelah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlokasi di Darussalam Banda Aceh sejaktanggal 4 Desember 2015 sampai dengan tanggal 9 Januari 2016. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi Amtabisterhadap performa ayam broiler yang meliputi pertambahan berat badan, konsumsi pakan dan feed conversion ratio. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum dan efisiensi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi Amtabis dalam ransum komersial pada level yang berbeda selama perlakuan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertambahan berat badan, namun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan.Terjadinya penurunan performa broiler dengan pemberian Amtabis kemungkinan disebabkan karena ketidak seimbangan kandungan nutrisi dalam ransum akibat penambahan Amtabis dalam pakan komersil. The Effect of Substitution Fermented Amtabis with Aspergillus Niger on Broiler Performance Abstrack: Study on the effect of substitution fermented Amtabis with Aspergillus niger on broiler performance was conducted at Experimental Farm Laboratory, Animal Husbandry Department, Syiah Kuala University Darussalam Banda Aceh from 4 December 2015 to 9 January 2016. The purposes of this study was to evaluate substitution of fermented Amtabis with commercial broiler on broiler performance including body weight, feed consumption and feed conversion ratio. Parameters which were observed in this study were body weight, feed consumption and feed conversion ratio. The results on the study indicate that substitution of Amtabis in commercial feed significantly effected (P0,05)on body weight, but had no significantly effect (P0,05)on feed consumption, feed conversion ratio and feed efficiency.Decreasing of performance broiler by substitution Amtabis in the commercial feed was probably caused by imbalance of nutritive feed formulation after Amtabis substitution
Evaluasi Kualitas Nutrisi Complete Feed Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Lama Pemeraman yang Berbeda Taufiqul Hafizh; Sitti Wajizah; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.155 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1156

Abstract

Abstrak. Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produtivitas dan reproduktivitas ternak, disamping beberapa faktor lainnya seperti genetik, pengontrolan penyakit, dan manajemen pemeliharaan. Salah satu usaha yang dapat menunjang ketersediaan pakan ternak ruminansia adalah dengan memanfaatkan berbagai limbah pertanian berupa ampas sagu. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar yang cukup tinggi dan kandungan protein kasar masih rendah. .  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi dari Complete feed berbahan dasar ampas sagu yang difermentasi dengan menggunakan saus burger pakan (SBP) pada lama pemeraman yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa lama pemeraman yaitu P0 (0 hari), P7 (7 hari), P14 (14 hari) dan P21 (21 hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit perlakuan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar bahan kering, kadar protein kasar, kadar serat kasar, kadar abu, kadar lemak kasar dan kadar BETN.  Evaluation of Nutritive Values Complete Feed Based on Sago Residues with different Incubation TimeAbstract. Feed is one of the factors influencing productivity and reproductivity of animals besides other factors such as genetics, disease control, and management. One of the efforts to support the availability of ruminant feed is to utilize agriculture by products such as sago residues. However, nutritive values of sago residues was very low fiber with high level of crude fiber and low level of  crude protein. One of the efforts to improve the nutritional quality of sago residues is by fermentation. This study aimed to evaluate the nutritional quality of the fermented complete feed based on sago residues  with different incubation time. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with 4 treatments (incubation time) ; P0 (without incubation-control), P7 (7 days), P14 (14 days) and P21 (21 days) of incubation time. Each treatment was repeated four times with total of 16 treatment units. The parameters observed in this study were the contents of dry matter, crude protein, crude fiber, ash, fat and N-free extract.
Analisis Kandungan Nutrisi Kulit Kopi (Coffea sp.) dengan Menggunakan Metode Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Andika Boy Yuliansyah; Sitti Wajizah; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.833 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5589

Abstract

Abstrak.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akurasi metode analisis pakan dengan metode (Near Infrared Reflectance Sectroscopy) NIRS dalam memprediksi kandungan nutrisi limbah kulit kopi serta mengetahui panjang gelombangnya.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Univeritas Syiah Kuala, dari Agustus hingga September 2017.  Penelitian ini menggunakan 30 sampel limbah kulit kopi yang terdiri dari 2 varietas kopi yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea canephora). Spektrum diukur dengan menggunakan yaitu FT-IR IPTEK T-1516 pada rentang wavelengrh 1000-2500 nm dan di kalibrasi dan validasi dengan menggunakan software The Unscrambler X version 10.4.  Pretreatment yang digunakan yaitu Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) dengan metode regresi Principal Component Regression (PCR). Parameter nutrisi yang dianalisis yaitu bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan serat kasar (SK).  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa NIRS dengan model yang telah dibangun tidak dapat menprediksi bahan kering dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r, R2 dan RPD yang rendah (0.58, 0.34 dan 3.06) serta RMSEC yang tinggi (3.06). Metode NIRS dapat memprediksi kandungan PK dan SK dengan baik pada penggunaan pretreatment MSC (PK= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; SK= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Prediksi kasar untuk PK dan SK didapatkan dengan menggunakan pretreatment DT (PK= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; SK= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). Analysis of Coffee Pulp (Coffea sp.) Nutrition Content Using Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Method Abstract.   The aim of present study was to evaluate the accuration of feed analysis method of Near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) in predicting nutritional content of Coffee pulp and to know its wavelength.  The study was conducted in  nutrition science and feed technology Laboratory,   Department of Animal Husbandry,  Faculty of Agriculture,  Syiah Kuala University,  august until september, 2017.   As many as 30 coffee pulps  were used in this study and seperated to 2 specieses of coffee, arabica coffee (Coffea arabica) and robusta coffee (Coffea canephora).  The spectrum was scanned using. FT-IR IPTEK T-1516 at 1000 to 2500 nm wavelength and calibrated and validated using The Unscrambler X version 10.4 software. Pretreatment used in this study was Multiplicative scatter analysis (MSC) dan DeTrending (DT) with Principal component regression (PCR) calibration method. Nutrition parameters analyzed were dry matter (DM), crude protein (CP) and dietary fiber (DF). The results of study showed that NIRS with prediction models that have been build cannot predicted DM content in coffee pulp. This was shown with low value of r, R2 dan RPD (0.58, 0.34 dan 3.06) and high value of RMSEC (3.60). NIRS method can predicted CP and DF content quite well using MSC pretreatment (CP= r: 0.87, R2: 0.76, RMSEC: 0.45 dan RPD: 2.07; DF= r: 0.87, R2: 0.75, RMSEC: 2.83 dan RPD: 2.03). Rough prediction for CP and DM content was obtained by using DT pretreatment (CP= r: 0.75, R2: 0.57, RMSEC: 0.60 dan RPD: 1.55; DF= r: 0.84, R2: 0.71, RMSEC: 3.06 dan RPD: 1.88). 
Analisis Kandungan Nutrisi Kulit Kopi (coffea sp ) yang Difermentasi dengan Berbagai Bahan Inokulan Hendra suratno; Yunasri Usman; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.11739

Abstract

Abstrak. Tujuanipenelitianiini adalahiuntukimengevaluasi kualitas fermentasi kulit kopi dengan menggunakan inokulan yang berbeda. Penelitianiiniidilakukanidi LaboratoriumiIlmuiNutrisiidani TeknologiiPakan, berlangsung mulai dari bulan Maret hingga April 2018. Penelitian ini menggunakan limbah kulit kopi bagian paling luar yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari P0 (kontrol/tanpa penggunaan inokulan), P1 (penggunaan inokulan SBP 1%), P2 (penggunaan inokulan EM4 1%), dan P3 (penggunaan inokulan SOC 1%). Parameter yang diamati meliputi, BKi( bahanikeringi), PKi(iproteinikasari), SKi(seratikasari), LKi(lemakikasari), BETNi(ibahan ekstrakitanpainitrogeni) daniAbu. Dataiyangidiperolehidianalisisidenganimenggunakan sidik ragam (Analisis ofiVariancei/ ANOVA). Hasilipenelitianimenunjukkanibahwaipemberian inokulan yang berbeda SBP, EM4 dan SOC dalam fermentasi kulit kopi tidakiberpengaruhinyata (iP0,05i) terhadapiBK,iPK, LK, BETN daniAbuidan berpengaruh nyata (iP0,05i) terhadapiSK.Analysis of Coffee Skin Nutrient Content (Coffea sp) Fermented with Various Inoculant IngredientsAbstracti. Theipurposeiofithisistudyiwasitoievaluateitheiquality ofifermented coffee pulp usingi different commercial inoculants. This study was carried out at Laboratory of Nutrition andiFeediTechnology, from March to April 2018. This study used waste of the outer coffee skin that have been dried out and grinded. The experimental design used aiCompletelyiRandomized Design (CRD), which consisted of 4itreatmentsiand 4ireplications, in orderrtoiobtainii16 experimentaliunits. Treatments in this study consisted of P0 (control/no inoculant was added), P1 (1% of SBP inoculant was added), P2 (1% of EM-4 inoculant was added), and P3 (1% of SOC inoculantiwas added). The parameters were observed including dryiimatter i(DM), crudeiprotein (CP), crude fibre (CF), ether extract (EE), ash and nitrogen-free extract (NFE). The data were analyzediusingiAnalysisiof Variancei(ANOVA). The results showed that different inoculants supplementation (SBP, EM-4, and SOC) in pineapple skin fermentation had no significant effect (P 0.05) on DM, CP, EE, ash and NFE and hadi aisignificanti effecti(Pi0.05) oniCF.
Pengaruh Substitusi Amtabis yang difermentasi dengan aspergillus niger terhadap Berat dan Persentase Karkas Broiler Rifki Marzani; Herawati Latif; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.721 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1236

Abstract

Abtrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh substitusi amtabis yang difermentasi dengan Aspergillus niger (A.niger) terhadap berat dan persentase karkas broiler. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlokasi di Desa Kopelma Darussalam Banda Aceh sejak tanggal 4 Desember 2015 sampai dengan tanggal 9 Januari 2016. Parameter yang diukur adalah berat hidup, berat karkas, persentase karkas, berat potongan karkas, persentase potongan karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi Amtabis dengan ransum komersial berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap berat hidup dan berat karkas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap persentase karkas. Pada penambahan Amtabis dengan level 6% cenderung menaikkan berat hidup, berat dan persentase karkas tetapi tidak melebihi kontrol. Pengaruh substitusi Amtabis terhadap berat dan persentase bagian-bagian karkas menunjukkan pengaruh yang nyata pada berat sayap, berat paha atas dan berat paha bawah.Effect of Substitution Amtabis Fermented with Aspergillus niger on the Weight and the Percentage of Carcass Broiler Abstrack: The purpose of this study was to obtain information about the effect of substitution amtabis fermented with Aspergillus niger (A.niger) on broiler weight and the percentage of carcass. This research was conducted at the Field Laboratory of Animal Husbandry Department,  Agricultural Faculty, Syiah Kuala Universtiy Darusslam, Banda Aceh from December 4, 2015 to January 9, 2016. Parameters measured in this study were live weight, carcass weight, carcass percentage, pieces of carcass weight, carcass percentage cuts. The results showed that the substitution of Amtabis in commercial rations significant effect (P0,05) on live weight and carcass weight, but not influenced (P0,05) on carcass percentage. Substitution of Amtabis at the level of 6% on commercial feed tended to increase live weight, carcass weight and percentages but still not above control weight. Effect of substitution Amtabis on weight and cut-up pieces of broiler carcass showed significantly influenced on the weight of the wings, tights and drum sticks
Uji Mikrobiologi Pakan Lengkap Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda Syahrul Ramadhan; Samadi Samadi; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.57 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6560

Abstract

Abstrak.  Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalan usaha peternakan dalam menentukan kemampuan ternak dalam mengekspresikan potensi genetiknya Sumber bahan dasar pakan ternak ruminansia pada umumnya terdiri dari hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian. Limbah hasil olahan produk pertanian selama ini kerap terbuang begitu saja, padahal sangat berpotensi sebagai pakan ternak ruminansia. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar hanya berkisar 1,36% (Sutama dan Budiarsana, 2009). Penelitian tentang uji mikrobiologi pakan lengkap fermentasi berbahan dasar ampas sagu dengan teknik fermentasi berbeda telah dilaksanakan di Laborotarium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh mulai tanggal 12 Januari sampai dengan 17 Maret 2016. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi terlebih dahulu lalu baru dicampur ke dalam bahan penyusun pakan lengkap lainnya dan difermentasi lanjutan, P3 (ampas sagu bersama bahan penyusun pakan lengkap dicampur dan baru dilakukan fermentasi. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah populasi Bakteri Asam Laktat (BAL), Bakteri Total (BT) dan Kapang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan lengkap fermentasi dengan teknik fermentasi berbeda tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap populasi BAL dan Bakteri Total, namun berpengaruh nyata (P0,05) nyata terhadap populasi Kapang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi tidak mempengaruhi jumlah populasi Bakteri Asam laktat (BAL) dan Bakteri Total Namun mempengaruhi terhadap jumlah populasi Kapang.(Microbiological Test of Complete Feed of Fermentation Based on Sago Pulp With Different Fermentation Techniques).Abstract. Feed is one of the most important factors in the livestock business in determining the ability of livestock to express its genetic potential Source of feed ingredients of ruminant livestock feed generally consists of forage, grain and agricultural waste. Waste from processed agricultural products has been wasted so often, when it is very potential as ruminants feed. Research on microbiological test of complete feed of fermented sago-based fermentation with different fermentation technique has been conducted in Laboratory of Nutrition Science and Feed Technology of Syiah Kuala University of Darussalam Banda Aceh from 12 January to 17 March 2016. The design used in this research is Completely Randomized Design (RAL) with 3 treatments and each treatment consisted of 5 replications. The treatments in this study were P1 (without fermentation), P2 (fermented sago pulp first and then mixed into other complete feed compounds and further fermented, P3 (the sago pulp with the complete feed ingredient mixed and newly fermented. in this research is population of Lactic Acid Bacteria (BAL), Total Bacteria (BT) and Kapang. This research indicate that complete fermentation feed with different fermentation technique has no significant effect (P 0,05) to BAL population and Total Bacteria, (P 0,05) real to Kapang population Based on the research result, it was concluded that the fermentation technique did not affect the total population of lactic acid bacteria (BAL) and Total bacteria but influenced to Kapang population.
Evaluasi Kualitas Complete Feed Fermentasi Berbahan Dasar Tongkol Jagung dengan Lama Pemeraman yang Berbeda Dedy Supriadi; Yunasri Usman; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.217 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6591

Abstract

Abstrak.  Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produtivitas dan reproduktivitas ternak, disamping beberapa faktor lainnya seperti genetik, pengontrolan penyakit, dan manajemen pemeliharaan. Salah satu usaha yang dapat menunjang ketersediaan pakan ternak ruminansia adalah dengan memanfaatkan berbagai limbah pertanian berupa tongkol jagung. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada tongkol jagung sangat rendah dengan kandungan serat kasar yang cukup tinggi dan kandungan protein kasar masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi dari Complete feed berbahan dasar tongkol jagung yang difermentasi dengan menggunakan saus burger pakan (SBP) pada lama pemeraman yang berbeda.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa lama pemeraman yaitu P0 (0 hari), P7 (7 hari), P14 (14 hari) dan P21 (21 hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit perlakuan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar bahan kering, kadar protein kasar, kadar serat kasar, kadar abu, kadar lemak kasar dan kadar BETN.Evaluation of Nutritive Values Complete Feed Based on corn cob with Different Incubation TimeAbstract. Feed is one of the factors influencing productivity and reproductivity of animals besides other factors such as genetics, disease control, and management. One of the efforts to support the availability of ruminant feed is to utilize agriculture by products such as corn cob. However, nutritive values of corn cob was very low fiber with high level of crude fiber and low level of  crude protein. One of the efforts to improve the nutritional quality of corn cob is by fermentation. This study aimed to evaluate the nutritional quality of the fermented complete feed based on corn cob  with different incubation time. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with 4 treatments (incubation time) ; P0 (without incubation-control), P7 (7 days), P14 (14 days) and P21 (21 days) of incubation time. Each treatment was repeated four times with total of 16 treatment units. The parameters observed in this study were the contents of dry matter, crude protein, crude fiber, ash, fat and N-free extract.
Analisis Usaha Ayam Broiler yang Menggunakan Prebiotik Immuno Forte® Agus Setiawan; Mira Delima; Samadi Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.997 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2232

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Prebiotik Immuno Forte® terhadap usaha ternak ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Jurusan Peternakan Universitas Syah Kuala, Banda Aceh dari tanggal 22 Agustus sampai 21 September 2015. Penelitian ini menggunakan 100 ekor DOC ayam broiler CP 707 strain arbor acres produksi PT. Charoen Pokphand. Ransum yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum komersial R511 HI PRO VITEperiode starterdan R512 Bravo periode finisher. Perlakuan dalam penelitian ini adalah level Immuno forte® dalam air minum terdiri dari yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0(0 mL Immuno forte®/3 L air ), P1 (0,5 mL Immuno forte®/3 L air), P2(1 mL Immuno forte®/3 L air), P3 (1.5 mL Immuno forte®/3 L air) dan P4 (2 mL Immuno forte®/3 L air). Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Immuno forte® dalam air minum selama pemeliharaan memberikan hasil yang berbeda terhadap total biaya produksi. Biaya produksi tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (Rp) 143.761, dan yang terendah P2 (Rp) 140.250, dan B/C ratio tertinggi pada P3 1,39, dan terendah pada P2, 1,24. Hasil dari penelitian ini, penggunaan Immuno forte sebagai prebiotik dalam air minum broiler pada semua perlakuan layak untuk dilanjutkan sebagai usaha ternak ayam broiler.  The Broiler Chicken Business Analysis Using Immuno Forte PrebioticsAbstract. The purpose of this experiments is to obtain the effect of prebiotic Immuno forte® on broiler enterprise. This experiment was conducted at Field Laboratory of Animal Husbandry (LLP), Animal Husbandry Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh from 22nd August to 21st September 2015. Totally, 100 of day old chickens (DOC) from CP 707 Strain Arbor Acres produced from PT. Charoen Pokphand were used in this study. Commercial feed of R511HI PRO VITE for starterperiod and R512Bravo for finisher was used in this experiment. This study consisted of 5 treatments and 4 replications. The treatment in this study was the level of prebiotic in the drinking water P0 (0 mL Immuno forte®/3 L in drinking water), P1 (0,5 mL Immuno forte®/3 L in drinking water), P2(1 mL Immuno forte®/3 L in drinking water), P3 (1.5 mL Immuno forte®/3 L in drinking water) and P4 (2 mL Immuno forte®/3 L in drinking water). The results of the study indicated that the level of Immuno forte®   in the drinking water significantly influenced on total production cost. The highest production costs are in treatment P1 (Rp) 143 761, and the lowest P2 (Rp) 140 250, and B / C ratio P3 highest at 1.39, and the lowest in P2, 1.24. The results of this study, the use of Immuno forte as a prebiotic in the broiler drinking water at all feasible to continue treatment as broiler chicken farming.