Teguh Marhendi
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202 Purwokerto 5318

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINTEKS

PENGARUH FAKTOR PANJANG KELERENGAN TERHADAP PENENTUAN AWAL EROSI LAHAN Marhendi, Teguh; Iskahar, Mr
SAINTEKS Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Sainteks Volume XI No 2 Oktober 2014
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penentu dalam analisis erosi lahan adalah faktor panjang kelerengan lahan daerah aliran sungai. Perubahan panjang kelerengan, akan memberikan dampak terhadap besaran erosi lahan tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh panjang kelerengan lahan terhadap penentuan awal erosi lahan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Merawu. Kajian diawali dengan penyusunan peta jenis-jenis tanah sesuai dengan kondisi setempat dan tanaguna lahannya untuk menentukan panjang kelerengan lahan. Kajian selanjutnya adalah menentukan besaran erosi lahan dengan formula USLE. Analisis dilakukan menggunakan data peta  satuan lahan dan tataguna lahan untuk menentukan faktor C dan K, sedangkan data hujan menggunakan data tahun 1988 sampai dengan 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi kelerengan lahan memberikan pengaruh terhadap penentuan awal erosi lahan pada lokasi penelitian. Berubahnya satuan lahan dan kelerengan lahan akan memberikan perubahan tehadap besaran erosi lahanKata kunci:  DAS Merawu,  Karakteristik tanah, erosi lahan
ANALISIS LOW FLOW MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS 3.1 UNTUK KASUS SUB DAS KRANGGAN Marhendi, Teguh
SAINTEKS Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Sainteks Volume XI No 1 Maret 2014
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi aliran (Rainfall-runoff transformation), merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Input hujan mengandung variabilitas ruang dan waktu yang sangat tinggi serta tidak dapat diperkirakan untuk beberapa waktu ke depan. Dengan demikian akan memerlukan analisis hidrologi yang sangat kompleks serta memerlukan hitungan  yang sangat banyak. Analisis yang dapat dilakukan adalah dengan mengandaikan suatu proses transformasi terjadi mengikuti kondisi tertentu. Kondisi atau aturan ini yang kemudian dikenal sebagai model hidrologi. Tulisan ini mencoba menganalisis low flow pada Subdas Kranggan di Borobudur menggunakan Software HEC-HMS 3.1. Software HEC-HMS3.1  (Hydrologic Modelling System) dirancang untuk menghitung proses hujan–aliran suatu sistem DAS. Software ini dikembangkan oleh Hydrologic Engineering Center (HEC) dari US Army Corps of Engineering (2005),  yang merupakan pengembangan dari HEC-1. Dalam HEC-HMS 3.1 terdapat fasilitas kalibrasi, kemampuan simulasi model distribusi, model kontinyu dan  kemampuan membaca data GIS.  Berdasarkan analisis sensitivitas, parameter surface capacity dan max infiltration rate memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perubahan hasil kalibrasi apabila kedua parameter tersebut diubah besarannya. Perubahan hasil kalibrasi akibat sensitivitas parameter surface capacity dan max infiltration rate menunjukkan bahwa parameter ini sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sub DAS tersebut atau besaran parameter ini sangat mempengaruhi sistem aliran air tahunan pada Sub DAS tersebut. Kata Kunci: Low flow, HEC-HMS 3.1, Subdas Kranggan