Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Paradigma Progresif dan Maqashid Syariah: Manhaj Baru Menemukan Hukum Responsif Maulidi Maulidi
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 49, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.2015.49.2.251-264

Abstract

Law both Islamic law and positive law has been more textual normative. This viewpoint is believed to occur because the law must have the principle of legality postscript found in the text (statutory law). To borrow a phrase in the study of Islamic Emirate of Muhammad, Islam is a divine source- oriented Insaniah (ilahiyul masdar insaniyul maudlu'). Sui generis- positivistic paradigm is considered by legal experts postmodernists are not sufficient to understand and find the law in the contemporary era. One of the legal experts Indonesia, Satjipto Raharjo also provide strong criticism against the way of thinking of positivistic-normative. According to this paradigm precisely the legal handcuff themselves to find substantive justice, especially in the absence of the text. Hence judges (mujtahid) required to be more creative and progressive thinking in the interpretation/ijtihad. The notion of progressive legal paradigm is actually trying to understand and find maqasid sharia-based law (legal purposes) to achieve the objectives of the law. Integration and interconnection of scientific disciplines become keywords in this paradigm, as a new form of legal epistimologi bid that is sui generis-cum empirisuntuk find solutions to the problems of contemporary law.
UJI PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Agustina Listiawati; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani; Maulidi Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3118

Abstract

Edamame soybean is a vegetable with high commercial value in Indonesia, especially after the popularity of edamame as a snack. Soybeans originating from Japan contain antioxidants and isoflavones. The purpose of this study was to determine the best interaction between goat manure and NPK on the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soil. The design used in this study was a completely randomized factorial design consisting of 2 treatment factors. The first factor was goat manure (B) which consisted of 3 treatment levels, namely b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha while the second factor was NPK fertilizer (P) which consisted of 3 levels treatment, namely p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each repetition consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of fresh pods, fresh pod weight, number of filled pods, number of empty pods. Observational data were analyzed statistically using analysis of variance (F test at 5% level), if the F test showed a significant effect of each treatment it was followed by an Honest Significant Difference Test at 5% level. The results showed that the interaction of goat manure at a dose of 10 tons/ha and NPK at a dose of 200 kg/ha was effective in increasing the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soilsINTISARI Kedelai edamame merupakan sayuran dengan nilai komersial tinggi di Indonesia, terutama setelah populernya edamame sebagai makanan ringan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini mengandung antioksidan dan isoflavon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi terbaik antara pupuk kandang kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, bobot polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong kosong. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F pada taraf 5%), apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang kambing dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.
EFISIENSI PEMUPUKAN NITROGEN PADA PENGGUNAAN Azospirillum sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Warganda Warganda; Maulidi Maulidi; Agustina Listiawati; Surachman Surachman; Asnawati Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3531

Abstract

        Continuous use of inorganic N fertilizer for a long time in high doses can cause land degradation. Land productivity will decrease if land experiences degradation. The application of Azospirillum sp is an effort to reduce the use of inorganic N fertilizer. The aim of this research is to obtain the best dose of Urea and Azospirillum sp fertilizer as an effort to efficiently use inorganic N fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peatlands. This research used a factorial randomized block design. The first factor is Azospirillum sp which consists of 2 levels and the second factor is Urea fertilizer which consists of 5 levels and each treatment combination is repeated 3 times with 5 plant samples. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf greenness (spad unit), plant dry weight (g), total leaf area (cm2), N uptake, cob weight per plot (kg), weight cobs with husks (g), weight of cobs without lobs (g), cob length (cm), cob diameter (cm) and other supporting variables. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for the efficiency of nitrogen fertilizers. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of  75 kg/ha is an efficient treatment for increasing the growth and yield of sweet corn plants in peat soil. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for efficient use of Nitrogen fertilizer. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of 75 kg/ha is an efficient treatment in increasing the growth and yield of sweet corn plants on peat soil.Key words: Azospirillum sp., peat, sweet corn, nitrogenINTISARI Penggunaan pupuk N anorganik  secara terus menerus yang berlangsung lama dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan lahan terdegradasi. Produktivitas lahan akan menurun jika lahan mengalami degradasi.  Aplikasi Azospirillum sp merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk N anorganik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan  dosis pupuk Urea dan azospirillum sp yang terbaik sebagai upaya efisiensi penggunaan pupuk N an organik pada pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu Azospirillum sp yang terdiri dari 2 taraf dan factor kedua adalah pupuk Urea yang terdiri dari 5 taraf dan setiap kombinasi perlakuan diulang sejumlah 3 kali dengan sampel tanaman berjumlah 5 tanaman.   Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), bobot kering tanaman (g), luas daun total (cm2), serapan N, bobot tongkol per petak (kg), bobot tongkol berkelobot (g), bobot tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan variabel penunjang lainnya. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien untuk meningkatkankan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di tanah gambut. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi penggunaan pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Kata kunci : Azospirillum sp., gambut, jagung manis, nitrogen
PENGARUH ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Resti Apriani; Warganda Warganda; Rini Susana; Maulidi Maulidi; Agus Hariyanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Peat soil has low soil pH and less available macro nutrients. Application of coconut coir ash had the purpose of increasing the pH of the soil, whereas NPK fertilizer aimed to increase the availability of macro elements needed for plant growth. This research aims to obtain the best dose of coconut coir ashes and NPK fertilizer on the growth and yield of radish. This research was conducted in the Eastern Pontianak, The city of Pontianak, West Kalimantan, April -May 2023. The design used is completely Random Disign with Factorial Pattern, consists of 2 factors with 3 repetitions.The first factor is the coconut cor ash (A) with dosage treatment, which is, a1 = 109 g / poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/ poybag. The second factor is a NPK fertilizer (P) with dosage treatment is, p1 = 18 g / poybag, p2 = 24 g/polybag, p3 = 30 g/polybag. Variables observation is the number of leaves, weight of fresh plants, weight of fresh bulbs, length of blub, diameter of bulb, and dry weight of plants. The results showed that the application of coconut coir ash dose of 33.33 tons/ha and NPK fertilizer dose of 300 kg/ha gave the best results on the diameter of radish tubers. Keywords: Coconut Coir Ash, NPK Fertilizer, Peat, RadishINTISARI          Tanah gambut mempunyai kendala sebagai media tumbuh lobak yaitu pH tanah yang rendah dan unsur hara makro yang kurang tersedia. Pemberian abu sabut kelapa mempunyai tujuan untuk meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk NPK diberikan untuk menambah ketersediaan unsur hara makro yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang berlangsung pada April - Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah abu sabut kelapa (A) dengan 3 taraf  dosis yaitu, a1 = 109 g/poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/poybag. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) dengan perlakuan dosis yaitu, p1 = 18 g/poybag, p2 = 24 g/poybag, p3 = 30 g/polybag. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sabut kelapa 33,33 ton/ha dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap diameter umbi tanaman lobak. Kata kunci : Abu Sabut Kelapa, Gambut , Lobak, Pupuk NPK
Pengembangan Ekonomi Kreatif Batik Tulis Pamekasan Upaya Peningkatan Ekonomi Masyakat Persepektif Ekonomi Islam Maulidi Maulidi
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 5 No. 6 (2023): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v5i6.152

Abstract

The development of the creative economy has an important role in the development of the community's economy in the field of cultural heritage-based crafts, namely written batik. The biggest challenge for batik artisans in the current era is that we must maintain the preservation of a work so that it is not inferior to other batik industries. Because as time went on, Pamekasan written batik was getting thinner due to the rise of printing batik starting to be marketed considering that printing batik was cheaper in terms of price and production was more practical. Therefore, empowering the creative economy is capable of providing change through training and this training is an effort to empower the creative economy in Pamekasan district, especially in the Proppo and Palegaan sub-districts to improve the community's economy. This research used field research. The purpose of this research is to find out the extent of people's understanding of the creative economy, the majority of which are batik artisans. The method used in this research is qualitative, with the following data collection tools: interviews, observation and documentation. From this research Pamekasan district can increase people's income by using sharia principles, in addition to the program provided by the district government through the sub-district so that it can add insight and experience to participants who take part in the training. There were 15 people who took part in the training program and all implemented it in terms of batik management and also the use of social media.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN JEPANG AKIBAT PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH SAYUR DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Warganda Warganda; Maulidi Maulidi; Tatang Abdurrahman; Tris Haris Ramadhan; Rizkyo Yoga Afrilien
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3813

Abstract

Japanese cucumber (Cucumis sativus var japonese) is one of the crops with high economic value, but cucumber production in West Kalimantan tends to be low. In an effort to increase Japanese cucumber production on alluvial soils have several problems in the physical properties of the soil that is not good. Bokashi aims to improve the physical properties of soil and NPP fertilizer as a fulfillment of nutrient needs in planting media. This study aims to be the best interaction between bokashi vegetable waste and NPP fertilizer. This research was conducted in Pontianak Tenggara District, Pontianak City. The design used in this study is a factorial Complete Randomized Design consisting of 2 treatment factors. The first factor is bokashi vegetable waste (B) which consists of 3 treatment levels b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha while the second factor is NPP fertilizer (P) which consists of 3 treatment levels p1 = 350 kg/ha, p2 = 450 kg/ha, p3 = 550 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each repetition consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were root volume, dry weight of plants, number of fruits by plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight by fruit and fruit weight by plant. The observational data were analyzed statistically using variance analysis (F test at level 5%), if test F showed real difference then continued test Real Honest difference at level 5%. The results showed that the interaction of bokashi vegetable waste 30 tons/ha and NPP fertilizer 550 kg/ha gave the best results on the variables of root volume, dry weight of plants, number of fruits by plant, fruit length, fruit diameter, fruit weight by fruit and fruit weight by plant. Key-words : Alluvial soil, Bokashi Vegetable waste, Japanese cucumber, NPP fertilizer. INTISARIMentimun jepang (Cucumis sativus var japonese) adalah salah satu tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, akan tetapi produksi mentimun di Kalimantan Barat cenderung rendah. Dalam usaha peningkatan produksi mentimun jepang pada tanah aluvial memiliki beberapa permasalahan pada sifat fisik tanah yang kurang baik. Pemberian bokashi bertujuan memperbaiki sifat fisik tanah dan pupuk NPK sebagai pemenuh kebutuhan unsur hara pada media tanam. Penelitian ini bertujuan menjadi interaksi terbaik antara bokashi limbah sayur dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Rancangan yang digunanakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi limbah sayur (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan p1 = 350 kg/ha, p2 = 450 kg/ha, p3 = 550 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F pada taraf 5%), apabila uji F menunjukan berbeda nyata maka dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahaw interaksi bokashi limbah sayur 30 ton/ha dan pupuk NPK 550 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Bokashi Limbah Sayur, Mentimun jepang, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Gambas Akibat Pemberian Poc Kulit Pisang Pada Tanah Gambut vicky vijay; putu dupa bandem; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45478

Abstract

Gambas (Luffa acutangula L Roxb), tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram buah gambas adalah kalori  18 kal, protein 0,8 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 4,1 g, kalsium 19 mg, fosfor 33mg, besi 0,9 mg, (Sunarjo 2000). Buah gambas berkhasiat sebagai pengobatan radang telinga, batuk, batuk rejan, bronchitis, terkilir/keseleo dan kudis. Di indonesia tanaman gambas masih belum menjadi komoditi utama para petani khususnya kalimantan barat sehingga sulit untuk menentukan sentra tanaman gambas, luas panen dan besarnnya produksi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai juni 2020 di Pontianak, jalan ahmad yani gg rigin sari 2. dengan metode ral dengan 5 perlakuan pemberian poc kulit pisang pada tanaman gambas di tanah gambut dengan konsentrasi P1 (5 ml/liter air), P2 (10 ml/liter air), P3 (15 ml/liter air), P4 (20 ml/liter air), P5 (25 ml/liter air) . Dengan variable pengamatan yaitu volume akar, berat buah pertanaman, Panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman.dan hasil dari penelitian tersebut adalah dengan pemberian POC limbah kulit pisang dengan konsentrasi 25 ml/liter air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil gambas. Namun konsentrasi yang efektif yaitu 15ml/liter air.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT Adrianus Sepoel; MAULIDI MAULIDI; AGUS HARIYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.775 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bawang Sabrang yang terbaik terhadap pemberian Pupuk Organik Padat pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jl. Reformasi Gg. Matematika Pontianak Tenggara Kalimantan Barat, mulai tanggal 7 November 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu (p1) : 10 g, (p2) : 20 g, (p3) : 30 g , (p4) : 40 g, (p5) : 50 g dan lima ulangan, sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Banyaknya sampel setiap perlakuan yaitu 4 tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah klorofi daun (spead unit), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar umbi per rumpun (g) dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Padat memberi respon yang sama terhadap semua variabel pengamatan.Kata Kunci : Bawang Sabrang, Gambut, Pupuk Organik Padat.RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIANPUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT
PENGARUH KOMBINASI KAPUR DOLOMIT DAN POC BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH GAMBUT Sona Apriansa; Dwi Zulfita; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50797

Abstract

Pemberian kapur dolomit dan POC batang pisang pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman sawi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Aloevera,  Kelurahan Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dilaksanakan dari tanggal 23 mei – 23 juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 taraf perlakuan. P1 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P2 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P3 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air, P4 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P5 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 3000 ml/ L air, P6 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/L air, P7 : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air , P8: Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P9: : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air.  Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, volume akar, luas daun,  kadar klorofil daun, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang berpengaruh nyata  terhadap jumlah klorofil daun, luas daun,  jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman serta berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Kapur dolomit 15 ton/ha dan POC batang pisang 300ml/liter air  merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI Anik Handayani; Purwaningsih Purwaningsih; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58202

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi.  Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.