Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBULATAN HARGA PADA TRANSAKSI JUAL BELI MENURUT SYARI’AT ISLAM DI MINIMARKET INDOMARET KELURAHAN PONTAP KOTA PALOPO Ilham Ilham; Ilasari Ilasari
MUAMALAH Vol 6, No 1 (2016): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/m.v6i1.695

Abstract

Permasalahan pokok dalam skripsi ini adalah (1) Persepsi masyarakat terhadap pembulatan harga pada transaksi jual beli di minimarket Indomaret; (2) pandangan Islam tentang penggantian uang sisa pembelian dengan permen di minimarket Indomaret. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan, desain yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati. Penelitian ini mengangkat fakta. Sumber data yang peneliti gunakan ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu data yang langsung diambil dari objek peneliti yaitu kasir Indomaret dan pelanggan. Sumber data primer ini berasal dari data lapangan diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sumber data sekunder yaitu data yang diambil berupa dokumen Indomaret.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menerima adanya pembulatan harga dengan alasan sudah terbiasa tetapi masih ada sebagian kecil masyarakat yang merasa kurang puas dan tidak setuju jika praktek pembulatan harga yang dilakukan. Bila dalam penggenapan uang sisa pembelian ini ada pembeli yang merasa kurang rela, ia dapat memilih untuk tetap mengikuti apa yang dikatakan penjual atau membatalkan jual beli tersebut. Adapun pandangan Islam tentang penggantian uang sisa pengembalian dengan permen yaitu dibolehkan melihat kelangkaan uang receh sehingga membuat pengelola Indomaret menyediakan permen sebagai gantinya. Hal ini memunculkan hukum satu kaidah yang berbunyi “adanya kesulitan memunculkan adanya kemudahan“. Kemampuan dan potensi yang dimiliki manusia dalam memikul hukum itu berbeda-beda, sehingga perlu diadakan jalan untuk menghindarai kesukaran dengan mengadakan pengecualian hukum.
KRITIK EKONOMI ISLAM MODERN Ilham Ilham
MUAMALAH Vol 4, No 1 (2014): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/m.v4i1.649

Abstract

Kebangkitan ekonomi negara-negara Islam telah menunjukkan hasil yang menggembirakan  terutama  pada variabel-variabel makro dan mikro ekonomi. Hal tersebut didasarkan pada asumsi bahwa reformasi sosial ekonomi telah diimplementasikan dengan berhasil, model mudharabah dan musyararakah telah dijalankan, dan sejumlah lembaga tambahan yang dibutuhkan untuk memfasilitasi berjalannya fungsi dari model-model ini juga telah ada. Namun kendala yang dihadapi beberapa negara Islam sesungguhnya cukup besar mengingat dalam prakteknya sejumlah nilai-nilai Islam banyak yang terlupakan dan sangat susah untuk diimpelementasikan secara seragam  yang pada gilirannya menyebabkan banyak lembaga-lembaga keuangan Islam  terperangkap dalam jebakan lembaga keuangan konvensional.  Suatu perekonomian yang bebas bunga merupakan sebuah visi dari kaum muslimin dan ini merupakan tugas dari pemerintah untuk menentukan cara terbaik untuk memenuhi permintaan ini. Bunga dapat dengan berhasil dihilangkan hanya apabila dilakukan secara simultan terhadap seluruh aktifitas ekonomi. Strategi ini  dapat dilakukan dengan memasukkan pelarangan bunga pada sektor ekonomi dengan memperkuat lembaga-lembaga keuangan secara demokratis, menghilangkan korupsi dari pemerintah dan sistem perbankan, meminimalisir ketidakseimbangan makroekonomi dan memulai sejumlah reformasi sosial ekonomi, hukum dan kelembagaan yang diperlukan
ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS PENGANGGURAN, INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PALOPO Ilham Ilham
MUAMALAH Vol 5, No 1 (2015): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/m.v5i1.668

Abstract

This study discusses the relationship of causality unemployment, inflation and economic growth in Palopo. The purpose of this study is 1. Testing the significance of the inflation-unemployment relationship in Palopo 2. Testing the significance of the relationship of unemployment with economic growth in Palopo 3. Test the significance of the relationship of inflation and economic growth in the City of Palopo. This study was included in the quantitative research design of this study include time series model. The results showed that the unemployment 1. Relationship with weak positive inflation, unemployment with negative economic growth and inflation with a very strong positive economic growth weak if using the Pearson product moment correlation test. If using Spearman correlation test, the relationship of unemployment with a strong positive inflation, unemployment with negative economic growth is very strong and inflation with negative economic growth is weak. 2. There is no significant relationship of unemployment with inflation in Palopo, unemployment there is a significant relationship with economic growth in Palopo and there was no significant correlation of inflation with economic growth in the City of Palopo
PERANAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA PALOPO Ilham Ilham; Yanti Yanti
MUAMALAH Vol 5, No 2 (2015): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/m.v5i2.686

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran BPRS dalam pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui peran BPRS dalam mengembangkan UMKM di kota Palopo dan mengetahui dampak yang dirasakan dari para pelaku UMKM di kota Palopo dengan adanya program pemberdayaan dari BPRS. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan desain penelitian kualitatif pengumpulan data menggunakanteknik observasi, wawancara dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: BPRS cabang Palopo telah banyak memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk mendapatkan kredit usaha, dengan menerapkan sistem bagi hasil. Dengan demikian nasabah merasa puast erhadaplayanan yang diberikan oleh BPRS dalam upaya pemberdayaan usaha mikro kecil di Kota Palopo
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA PALOPO MENGENAI WAKAF TUNAI Ilham Ilham
MUAMALAH Vol 4, No 2 (2014): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/m.v4i2.661

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai persepsi masyarakat Kota Palopo mengenai wakaf Tunai. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pandangan masyarakat muslim kota palopo terhadap wakaf terutama wakaf tunai. Penelitian menggunakan pendekatan survey dengan mewawancarai langsung para informan, yaitu para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa umumnya masyarakat muslim kota Palopo memberikan respon positif terhadap sistim wakaf tunai. Dengan demikian yang dibutuhkan adalah sosialisasi secara luas kepada seluruh masyarakat muslim baik oleh tokoh agama maupun pemerintah
PENGARUH FAKTOR KELAS SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMILIHAN PAKAIAN DI DESA LAGEGO KECAMATAN BURAU KABUPATEN LUWU TIMUR Ilham Ilham; Hermawati Hermawati
Dinamis : Journal of Islamic Management and Bussiness Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/dinamis.v1i1.416

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah adalalah untuk mengetahui sejauh mana dan seberapa penting peran status sosial terhadap perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian ex post facto dengan penelitian (kuantitatif deskripitif), artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung tanpa ada perlakuan. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi atau perlakuan melainkan berlangsung dengan sendirinya tanpa di kendalikan oleh peneliti yang bertujuan untuk menemukan faktorfaktor yang menentukan sebab-sebab memungkinkan terjadinya peristiwa yang diteliti. Kelas Sosial memiliki Thitung sebesar (12,186) > Ttabel (1,985) sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima atau Ho ditolak, artinya variabel kelas sosial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen dalam pemelihan pakaian di Desa Lagego Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur.
SEGMENTASI DAN BAND POSITIONING PADA INDUSTRI INDUSTRI KEUANGAN SYARIAH DI INDOENSIA Adzan Noor Bakri; Ilham Ilham
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 5 No. 2 (2015): eL-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2015.5.2.1062-1083

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kelompok nasabah lembaga keuangan dan perbankan syariah di Indonesia dan mengetahui hubungannya dengan posisi produk di pasar lembaga keuangan dan perbankan. Semua data dalam studi ini dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dengan beberapa key person dan kredibel. ditemukan ada empat kelompok nasabah lembaga keuangan dan perbanan syariah yaitu: Religious conviction group; Religious conviction and economic rationality group; Ethical observant group; dan Economic rationality group.
SHARI’A COMPLIANCE PRINCIPLES IN FINANCIAL TECHNOLOGY Ishak Ishak; Ilham Ilham; Akbar Sabani
Jurnal Cendekia Hukum Vol 8, No 1 (2022): JCH (JURNAL CENDEKIA HUKUM)
Publisher : STIH Putri Maharaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33760/jch.v8i1.542

Abstract

Currently in Indonesia, financial technology (fintech) services have developed rapidly. The development of fintech in Indonesia has been responded positively by several regulations issued by the Financial Services Authority (OJK) and Bank Indonesia (BI). In addition to conventional fintech, sharia fintech in Indonesia has also begun to develop significantly, especially since the DSN-MUI fatwa on Sharia Information Technology-Based Financing Services (Fatwa No.117/DSN-MUI/IX/2018). Although sharia fintech has begun to develop, OJK has not fully accommodated the DSN-MUI Fatwa as a binding regulation. The DPS institution as a supervisor for Islamic financial institution entities as well as for start-ups such as fintech that operates according to sharia must follow the regulations that have been decided by the DSN-MUI so that these entities can operate in sharia and this is part of compliance with sharia compliance). This study investigates the Shariah compliance status of financial technology services. The research method used is the library research method with a literature review approach. The results of the study show that currently fintech operating in sharia still needs stronger legal instruments so that compliance with sharia is truly carried out comprehensively and not only applies a kind of label that is run by sharia, so that the existence of fintech and customer trust (consumers can be maintained.