Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PERANGKAP BERPEREKAT SEDERHANA MENGGUNAKAN ATRAKTAN RENDAMAN JERAMI TERHADAP NYAMUK DI LABORATORIUM Lasbudi Pertama Ambarita; Hotnida Sitorus; Tanwirotun Ni'mah; Marini Marini; Katarina Sri Rahayu; Surakhmi Oktavia
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.149 KB)

Abstract

Pengendalian penyakit demam berdarah dengue masih bertumpu kepada kegiatan pengendalian vektor karena hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perangkat nyamuk berperekat menggunakan atraktan rendaman jerami dengan 4 konsentrasi yang berbeda. Uji efektivitas perangkap berperekat ini dilaksanakan di ruang pemeliharaan nyamuk Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes Baturaja. Konsentrasi rendaman jerami yang digunakan adalah 0%, 10%, 50% dan 100% dengan 6 pengulangan. Pengamatan nyamuk yang terperangkap dilakukan setiap hari pada jam yang sama. Hasil penelitian menunjukkan nyamuk mulai terperangkap sejak hari pertama pengamatan pada seluruh konsentrasi. Hari terakhir pengamatan (hari ke-17) menunjukkan jumlah nyamuk paling banyak terperangkap pada konsentrasi 50% (rerata 28,5 nyamuk) diikuti konsentrasi 100% (rerata 26,0 nyamuk), 10% (rerata 20,0 nyamuk) dan 0% (rerata 10,7 nyamuk). Secara statistik hasil uji sidik ragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar konsentrasi atraktan yang digunakan.Komposisi nyamuk yang tertangkap antara lain nyamuk betina lebih banyak tertangkap dibandingkan nyamuk jantan (65%) serta Ae. aegypti dominan terperangkap (95,1%) dibandingkan Culex quinquefasciatus. Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan antar perlakuan namun bila dilihat dari jumlah nyamuk yang terperangkap perangkap nyamuk berperekat berpotensi digunakan dalam penanggulangan DBD baik dalam konteks pengendalian maupun surveilans.
Karakteristik penderita, hari dan curah hujan terhadap kejadian Demam Berdarah di Kabupaten Ogan Komering Ulu rika mayasari; Maya Arisanti; Rizki Nurmaliani; Hotnida Sitorus; Lasbudi Pertama Ambarita
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 5 No 1 (2019): JHECDs Vol. 5, No. 1, Juni 2019
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jhecds.v5i1.1300

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan penularannya melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini telah berkembang di seluruh dunia dan lebih dari 100 negara endemik DBD termasuk Indonesia. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu daerah endemis di Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian DBD kaitannya dengan faktor iklim (curah hujan dan jumlah hari hujan) serta karakteristik penderitanya (umur dan jenis kelamin) di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan OKU dan Badan Pusat Statistik (BPS) OKU tahun 2015. Pola kejadian kasus DBD dengan curah hujan dan jumlah hari hujan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa jumlah kasus DBD di tahun 2015 sebanyak 83 kasus. Pada tahun 2016 terjadi penurunan kasus menjadi 43 kasus. Peningkatan curah hujan tidak serta merta diikuti dengan peningkatan kasus. Kejadian demam berdarah tahun 2015 dan 2016 di Kabupaten OKU menunjukkan pola jumlah dan kemunculan kasus DBD sedikit berbeda.
IDENTIFIKASI NYAMUK DEWASA PADA BUAH KELAPA DI KELURAHAN KEMELAK KABUPATEN OGAN KOMERING ULU I Gede Wempi Surya Permadi; Lasbudi Pertama Ambarita; Yahya Yahya
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2797

Abstract

ABSTRAKPenyakit tular vektor seperti Demam Berdarah Dengue  (DBD) dan malaria merupakan penyakit yang memiliki angka morbiditas dan  mortalitas yang cukup tinggi.  Lingkungan menjadi salah satu indikator penting bagi penularan penyakit tular vektor. Disain penelitian ini adalah observasional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies nyamuk yang hidup di buah kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai desember 2015.  Cara pengambilan sampel diambil dari larva yang diperoleh di wilayah kelurahan Kemelak kabupaten OKU, berupa vegetasi kebun, sawah dan dekat pemukiman penduduk.  Identifikasi spesies nyamuk di laboratorium parasitologi dan entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja, Sumatera Selatan.  Survei Lapangan dilakukan di kelurahan Kemelak Bindung Langit kabupaten OKU.  Pada penelitian ini ditemukan tiga spesies jentik yang berapa pada kontainer kelapa yaitu Aedes aegypti, Culex vishnui dan Culex quinquifasciatus.  Saran penelitian ini adalah sebaiknya kelapa dan cangkang kelapa bekas dibakar apabila tidak digunakan oleh masyarakat dan melaksanakan program 3M plus secara terpadu serta berkisinambungan.Kata kunci : Buah  Kelapa, Nyamuk, Kabupaten  Ogan Komering Ulu ABSTRACTVector contangious disease as Dengue Hemoraghic Fever (DHF)and malaria is disease having high rate morbidity and mortality. The environment which one be an important indicator for the transmission of the vector contangious disease. This research is a design by observational.  This study attempts to know the species of mosquito that live in coconut container.  This study was conducted in march and december 2015 . Methods of this research was taking the sample collection  of the larvæ obtained in urban villages kemelak kabupaten oku , in the form of vegetation garden , rice and near residential area .Methods for identificating species mosquitoes was doing at the parasitologi and entomology labolatory,  p2b2 Baturaja  , South Sumatra. The field survey was healding in Kemelak village,  Ogan Komering Ulu regency.  The research showed that  species larve who hatch in coconut container was identificated Aedes aegypti , Culex vishnui and Culex quinquifasciatus. The household should burned the coconut if not used and doing 3M health programe continuously.Keyword : Coconut shell, Mosquitoes, Ogan Komering Ulu Regency