Nurasih Suwahyono
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SEBUAH KENANGAN: DARI MEDAN MERDEKA SELATAN 11 PAV. KE JALAN GATOT SUBROTO KAV. 10 Nurasih suwahyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 15, No 3 (1990)
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.297 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v15i3.13

Abstract

Berbagai peristiwa dan masa yang penting mewarnai hidup kita sebagai manusia. Peristiwa tersebut ada yang dirasakan begitu penting sehingga cukup beralasan bagi kita untuk memperingatinya.Demikianlah peristiwa kelahiran, perkawinan, peresmian, ulang tahun sampai kepada kematian oleh bahyak orang dianggap sebagai peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan dan perlu diperingati dan dikenang.
INDIKATOR INTENSITAS TEKNIS DAN DAYA SAING INTERNASIONAL : SUATU KASUS UNTUK MELENGKAPI DATA KUANTITATIF DENGAN STUDI KUALITATIF DALAM PENELITIAN Nurasih Suwahyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 20, No 3-4 (1995)
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.33 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v20i3-4.33

Abstract

Ada pendapat yang mengatakan bahwa indikator teknologi meliputi indikator daya inovatif; peningkatan rasio nilai-ke-bobot (value-to-weight); anggaran R & D;jumlah ilmuwan dan rekayasawan yang berkualitas (QSEs employed; kegiatan paten dan lisensi serta tingkat dan arah arus teknologi. Perubahan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah-'bobot suatu produk tetapi rasionya berbeda. Apa yang dilakukan dalam in-house formal R & D bukan satu-satunya cara dimana per-kembangan teknologi yang dihasilkan oleh suatu perusahaan; sehingga cara untuk mengembangkan teknologi bukan hanya mengetahui seberapa banyak tenaga S &E yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan, tetapi juga bagaimana hal itu didistribusikan ke seluruh bagian operasi perusahaan. Oleh karena itu, injormasi mengenai paten dan lisensimemerlukan interpretasi yang sang at akurat guna menghasilkan kesimpulan yang akurat (valid). Sehingga informasi mengenai arus luaran teknologi, meskipun barangkali merupakan salah satu kriteria "daya inovatif" yang diperlukan, ternyata masih belum memadai.
PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA PERPUSTAKAAN DAN PERMASALAHANNYA Nurasih Suwahyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 27, No 2 (2003): Agustus
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.947 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v27i2.63

Abstract

Pada tahun 1998, International Organization for Standardization menerbitkan ISO 11620 yang memuat pedoman cara pengukuran 29 indikator kinerja perpustakaan. Melalui kajian yang dilakukan sejak tahun 2000 dapat dilaporkan bahwa belum semua kegiatan yang dilakukan oleh PDII-LIPI telah tersedia indikatornya, sebaliknya karena berbagai alasan tidak semua indikator yang tersedia dalam ISO 11620 dapat diterapkan. Permasalahan-pennasalahan yang dihadapi baik dalam pemilihan indikator ataupun uji coba pengukuran indikator antara lain adalah masalah ketersediaan data, masalah polulasi yang dilayani (kapita). kejelasan metodologi dan instrumen serta kesulitan-kesulitan dalam pengumpulan data. Bagaimanapun, pelaksanaan pengukuran indikator kinerja perpustakaan ini merupakan peluang besar bagi pustakawan untuk meraih angka kredit dan kegiatan-kegiatan pengukuran tersebut.
STUDI KELAYAKAN OTOMASI PENCATATAN MAJALAH (SUATU MODIFIKASI KARDEKS DI PDII-LIPI) Nurasih Suwahyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 27, No 1 (2003): April
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.047 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v27i1.69

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kelayakan otomasi pencatatan penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah di PDII-LIPI. Pengumpulan datanya dilakukan pada tahun 2002 melalui observasi terhadap sistem pencatatan majalah pada kardeks dan basis data yang ada. Data yang diperoleh diimalisis secara deskriptif melalui interpretasi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomasi pencatatan dan pengawasan majalah sudah layak dilakukan di PDII-LIPI dengan memanfaatkan basis data majalah yang sudah ada. Data penerimaan majalah dapat dicatat di dalam ruas "catatan isi" yang sudah tercantum di dalam struktur basis data, sedangkan untuk pencatatan data penagihan dan penjilidan majalah harus dibuat dan ditambahkan ruas yang baru di dalam basis data yang sama. Sistem pencatatan dan pengawasan majalah tersebut mudah dioperasionalkan tanpa perlu mendefinisikan panjang ruas ke dalam jumlah karakter tertentu. Hal ini dikarenakan basis data majalah di PDII-LIPI menggunakan program WIN/SIS yang menganut sistem panjang ruas bebas tanpa batas. Setiap cantuman data majalah perlu dipelihara yang konsisten sesuai dengan dinamika penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah. Data penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah perlu diubah, ditambah, dimodifikasi atau dihapus dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Untuk modifikasi data tersebut perlu diciptakan format tampilan khusus yang dapat menampilkan suatu jajaran otoritas (authority file) berupa bibliografi majalah yang dilengkapi dengan data penerimaan, penagihan dan penjilidan majalah serta mengacu dan berurut menurut MFN.