Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA TERMAL KALSIUM FERIT BERBASIS BAHAN ALAM Fe2O·H2O EKSTRAKSI PASIR BESI DAN CaCO3 DARI BATU KAPUR Mastuki, Mastuki; Priyandokohadi, Sugeng
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 02 (2018): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v4i02.3340

Abstract

Pasir besi mengandung banyak Fe3O4 yang dapat disintesis menjadi Fe2O3 dan batu kapursendiri merupakan CaCO3. Kedua bahan ini sangat berlimpah di Indonesia. Karenabanyaknya kedua bahan ini, dilakukan penelitian untuk pengelolaan dan pengembanganproduk dengan langkah awal yakni dengan menganalisis karakterisasi termal daripencampuran kedua bahan tersebut, yaitu Kalsium Ferit. Pencampuran Fe2O3 yangDiekstraksi dari pasir besi dan endapan kalsium karbonat menggunakan metode pencampuranlarutan telah dilakukan. Ekstraksi batu kapur sebagai bahan baku endapan CaCO3 (PCC) danpasir besi Fe2O3•H2O disiapkan. PCC dan Fe2O3•H2O masing-masing dilarutkan dalam 1 MHNO3 dan dicampur menjadi homogen dengan rasio mol Ca / Fe adalah 1/8. Hasilpencampuran dilakukan pengujian DTA/TGA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adapenurunan massa yang drastis hingga temperatur 500C dan menurun perlahan. Dalam hal inidapat dikatakan bahwa ada proses dehidrasi dan kalsinasi sebelum temperatur 5000C danproses difusi berikutnya terjadi di atas temperatur 5000C.Kata kunci: pasir besi, batu kapur, Kalsium Ferit, DTA-TGA.
PKM-PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SOKO KEC. WRINGIN ANOM KAB. GRESIK DALAM RANGKA KEMANDIRIAN ENERGI Muhyin, Muhyin; Mastuki, Mastuki; Rakhmawati, Dwi Yuli
Jurnal LeECOM (Leverage, Engagement, Empowerment of Community) Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.952 KB)

Abstract

Masyarakat di Desa Soko, Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik kondisi ekonominya menengah ke bawah karena mengandalkan penghasilan dari petani tadah hujan. Upaya untuk meningkatkan ekonomi, maka dilakukan pengembangan di sektor peternakan sapi potong. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Soko yang sebagian besar adalah lahan pertanian tadah hujan. Dengan kondisi wilayah seperti itu sangat mendukung untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak. Hasil diagnosis di lapangan, disimpulkan bahwa masyarakat Desa Soko Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik, beternak sapi sedangkan kotorannya dikumpulkan dan di tampung di bedeng ditutup dengan gedeg, serta dibiarkan selama 22 hari untuk diperam agar menjadi pupuk. Selama proses peraman terjadi pembusukan dan mengeluarkan gas yang berbau menyengat, sehingga sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Dalam penyelesaian masalah tersebut, maka kotoran sapi yang terkumpul diolah menjadi bernilai tambah, yang diubah dalam bentuk energi terbarukan (biogas) ramah lingkungan, sebagai bahan bakar rumah tangga, guna mencukupi kebutuhan energi bahan baka bagi masyarakat sekitar dan bahkan bisa menghasilkan tambahan penghasilan warga masyarakat. Masyarakat sangat menginginkan depo pengisian bahan bakar biogas dibangun di desanya, agar kebutuhan bahan bakar setiap harinya, bisa berjalan lancar dan murah serta dapat menambah penghasilan dari hasil penjualan isi ulang tabung bahan bakar biogas dengan harga yang relatif murah yaitu Rp3.000,- (tiga ribu rupiah) per tabung. Inilah wujud kemandirian energi masyarakat Desa Soko dan sebagai mitra beliau sanggup menyediakan lahan serta sumber daya manusia dalam kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini.
IT Balanced Scorecard Implementation to Measure Information Technology Performance on Information Technology Division of PT. Samudera Indonesia Tbk. Mastuki, Mastuki
ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications Vol 6, No 3 (2015): ComTech
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/comtech.v6i3.2255

Abstract

The goals of this thesis were to measure the performance of information technology in the IT Division of PT. Samudera Indonesia Tbk. using IT Balanced Scorecard (IT BSC), in which from each of its perspective was breakdown into related variables used as a model of optimal measurement. The problems that will be discussed in this research consisted of finding the factors required to measure the performance of information technology in the company; determining the indicators in measuring the IT performance; understanding in how to create the optimal measurement model of IT performance and evaluating how the measurement model affected the IT performance. The compiled data through questionnaires will be analyzed using factor analysismethod through five steps: problem formulation, correlation matrix, determining the number of factors, factor rotation, and factor interpretation. The result of the research showed that there were four factors affected the ITperformance in PT. Samudera Indonesia Tbk. which consist of IT Competency, IT Services Ability, Business Continuity and IT Improvement. Thus, it can be concluded that those factors affected the IT performance and to obtain a good quality of IT performance, each indicator of the factors should be done to the fullest.
PERANCANGAN PERANGKAT MONITORING KETINGGIAN AIR TANDON SKALA RUMAH BERBASIS SENSOR ULTRASONIK MELALUI INDIKATOR LAMPU, ALARM, DAN LCD Mastuki, Mastuki; Santoso, Santoso
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1468

Abstract

Penelitian perancangan perangkat monitoring ketinggian air tendon rumah tangga berbasis sensor ultrasonik melalui indokator lampu, alarm, dan LCD telah mulai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu sistem untuk mendeteksi atau memonitoring ketinggian air dalam tandon rumah tangga dengan sensor ultrasonik dan membuat suatu sistem untuk memberikan informasi atau peringgatan dini apabila air pada tandon sudah mulai habis dan sudah akan penuh. Komponen-komponen yang perlu disiapkan adalah mikrokontroler atmega 16, sensor ultrasonik, LCD, relay, buzzer, kabel USB dan jumper, lampu, dan beberapa elemen pendukung lainnya. Dari analisa hasil, disimpulkan bahwa alat detektor ketinggian air tandon bekerja dengan baik dan dapat dirancang dengan mikrokontroller ATMega 328 sebagai kontrolernya dan sensor ultrasonik sebagai detektor ketinggian air tandon serta lampu dan alarm sebagai indikator ketinggian. Alat detektor masih skala lab dan masih dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan dan sebagai sistem otomasi dari pompa dengan menyelaraskan pada indikator lampu.Kata kunci: sensor ultrasonik, mikrokontroller, ketinggian air tendon.
PENGARUH PEMANASAN SINTERING-QUENCHING-AGING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PADUAN Al 6061 Mastuki, Mastuki
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 02 (2016): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v2i02.1086

Abstract

Percobaan ini mempelajari pengaruh perlakuan panas sintering-quenching-aging dengan waktu tahan selama 1, 2, dan 3 jam terhadap struktur mikro dan kekerasan pada paduan alumunium. Terdapat 4 sampel paduan alumunium sejenis yang digunakan, 1 sampel diamati struktur mikro dan diuji kekerasannya terlebih dahulu, dan sampel yang lainnya mendapat perlakuan dengan variasi watu tahan pada proses aging, yaitu selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam sebelum dilakukan pengamatan struktur mikro dan sifat kekerasannya. Sampel disintering hingga 5000C dan diaging pada 3000C. Sifat kekerasan pada bahan paduan alumunium mengalami penurunan setelah perlakuan panas sintering-quenching-aging yang ditahan selama 1, 2, dan 3 jam. Terjadi penurunan sebesar 29,7 HV atau 39,92% untuk waktu tahan selama 1 jam, 49,19% untuk waktu tahan selama 2 jam, dan 57,93% untuk waktu tahan selama 3 jam. Perubahan struktur mikro setelah pelakuan panas disebabkan oleh pengkasaran butir yang terjadi pada tiap quenching dimana atom-atom penyusunnya belum sempat menata posisinya dan secara langsung mengakibatkan butirnya menjadi lebih kasar.Kata kunci: sintering, aging, quenching, mikrostruktur, kekerasan.
ANALISA PENGARUH VARIASI PENGELASAN ULANG DAN VARIASI KUAT ARUS PADA PLAT BAJA TERHADAP CACAT LAS DAN SIFAT MEKANIK Santoso, Edi; Mastuki, Mastuki
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4475

Abstract

Perkembangan dalam dunia perindustrian pada saat ini mulai mempertimbangkan material baja untuk bahan utama dalam proses produksinya. Baja salah satu logam ferro yang banyak dipergunakan di dunia teknik,misalnya digunakan dalam bidang kontruksi, membuat alat-alat perkakas,alat-alat pertanian,komponen otomotif,dan semua struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar yaitu berupa tekanan dan gaya tegangan gesek. Perbedaan paling mendasar adalah terdapat nilai keuletan pada logam las tersebut,dimana nilai keuletan logam las besi selalu lebih tinggi jika di bandingkan dengan logam induk. Proses pengelasan ulang atau repair dapat terjadi apabila material yang mengalami kerusakan atau cacat akibat kesalahan dalam pekerjaan di lapangan dan pengulangan pekerjaan. Karena terjadi proses pengelasan ulang ini maka akan mengakibatkan perubahan sifat mekanik dan struktur mikro pada suatu material. Pada umumnya sifat logam las besi lebih ulet,sehingga perlu dilakukan pengujian ketangguhan material untuk mengetahui sampai berapa kali pengelasan ulang atau repair dapat di lakukan. Maka berdasarkan hal tersebut di Tugas Akhir ini akan menganalisa pengaruh pengelasan ulang pada besi karbon terhadap nilai kekerasan serta terjadinya cacat di bawah permukaan yang mungkin terjadi akibat dilakukanya pengelasan ulang. Dari variasi tegangan dapat mempengaruhi hasil pengelasan. Terdapat beberapa hasil cacat las yang timbul yaitu incomplete penetration dan incomplete fusion. Terdapat kategori cacat las yang berbeda-beda pada hasil pengelasan normal dan repair. Pengujian hardness menunjukan bahwa nilai kekerasan dapat berubah disebabkan karena pengaruh perubahan deformasi pada saat pengelasan. Dari hasil tegangan 80 amper menghasilkan nilai kekerasan diangka maksimum 2,6 HRA sedangkan tegangan 160 volt menghasilkan nilai kekerasan minimum 0,5 HRA.Kata kunci: bahan ST42,kekerasan (Rockwell),metalografi,radiografi,SMAW.
ANALISA KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA KOMPOSIT ALUMUNIUM 6061 PADUAN PASIR BESI LOKAL DENGAN PERLAKUAN PANAS T6 VARIASI KOMPOSISI DAN HOLDING TIME Mastuki, Mastuki; Ibrahim, Bramiana Malik; Fadlurrohman, Zainurrozaq
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v7i2.6092

Abstract

Pasir besi pemanfaatannya masih belum di optimalkan di Indonesia dan saat ini masih terbatas penggunaannya. Alumunium seri 6061 merupakan material non logam dan mempunyai keunggulan yang relatif ringan. Penelitian yang dilakukan adalah perlakuan panas dalam suatu pengecoran alumunium paduan pasir besi metode squeeze casting variasi komposisi 4% 5% 6% dan pengaruh dari temperatur aging selama 1 jam, 2 jam untuk mengetahui analisa pengaruh variasi temperature aging pada alumunium 6061 paduan pasir besi terhadap kekerasan dan struktur mikro setelah perlakuan panas T6. Dari hasil uji kekerasan Rockwell B ini menunjukkan bahwa alumunium 6061 paduan pasir besi komposisi variasi 6% dengan perlakuan panas T6 selama 2 jam memiliki nilai kekerasan 64,5 HRA, dan yang tidak diberi perlakuan panas Al 6% yang menjadikan komposisi tersebut lebih tinggi dari beberapa variasi. Untuk hasil pengujian strukturmikro ini menunjukkan bahwa alumunium 6061 paduan pasir besi lokal yang sudah diberi perlakuan panas dan quenching Al 4% cenderung lebih besar diameter rata-rata butir jika dibandingkan dengan komposisi yang nilai rata-ratanya lebih kecil. Nilai diameter rata-rata butiran alumunium 6061 paduan pasir besi lokal yang tertinggi berada di alumunium 6 % karena rata-rata butiran memiliki nilai yang tinggi. Kata kunci : Alumunium 6061, Pasir besi, Kekerasan, Strukturmikro