Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH KEBERADAAN MINIMARKET TERHADAP “WARONG” DI KECAMATAN MALALAYANG Arif Wibowo, Triyan; Rengkung, Michael; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan minimarket di Indonesia beberapa tahun ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Pertumbuhannya tidak hanya berada di pusat kota saja tapi sudah menyebar hingga ke daerah pinggiran kota. Hal inipun yang terjadi di Kota Manado, pertumbuhan minimarket yang mulai berkembang hingga ke daerah pinggiran kota menyebabkan penyebarannya yang tidak beraturan antara satu minimarket dengan minimarket lainnya. Serta keberadaan minimarket yang berdekatan dengan warong yang berada dalam satu area jangkauan pelayanan akan sangat mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat terhadap minimarket maupun warong, dan juga untuk mengetahui pengaruh keberadaan minimarket terhadap warong berkaitan dengan jarak jangkauan pelayanannya.metode yang digunakan adalah analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan juga analisis overlay jangkauan pelayanan. Masing-masing fasilitas perdagangan, baik minimarket maupun warong memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan variable-variabel yang dinilai oleh konsumen pengunjung.Terdapat perubahan kecenderungan pada preferensi pemilihan tjuan berbelanja sebelum dan sesudah berdirinya minimarket di kawasan Kecamatan Malalayang. Berdasarkan jangkauan pelayanan, dapat diketahui bahwa semakin besar jangkauan minimarket, maka akan semakin banyak warong yang terfriksi dengan jangkauan pelayanannya. Satu minimarket berdampak terhadap 5 warong.Berdasarkan penelitian semakin jauh warong yang berada di dalam lorong terhadap minimarket maka pengaruh yang ditimbulkan akan semakin kecil. Sedangkan warong yang berada di pinggir jalan Wolter Monginsidi tidak terlalu berpengaruh akan jarak yang berdekatan dikarenakan rata-rata konsumen mereka berada pada jarak pelayanan yang jauh. Kata kunci : Pengaruh, Minimarket, Warong, Jangkauan pelayanan.
PENGARUH KEGIATAN KOMERSIAL TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS KORIDOR JALAN YOS SUDARSO, PAAL DUA) Sepang, Rizky Brando; Mastutie, Faizah; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya saat ini Kota Manado termasuk salah satu kota yang berkembang dengan pesat. Hal ini di dukung dengan banyaknya kegiatan komersial yang berkembang mengikuti koridor jalan. Salah satunya kegiatan komersial yang berkembang di sepanjang koridor Jalan Yos Sudarso, Paal Dua dan menyebabkan kotribusi terhadap pergerakan lalu lintas meningkat sehigga menggangu kinerja jalan di koridor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan pengaruh yang di timbulkan dari kegiatan komersial pada kinerja jalan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil identifikasi menunjukan keberadaan setiap kegiatan komersial di sepanjang koridor Jalan Yos Sudarso menimbulkan pengaruh yang sangat signifikan karena banyak kegiatan komersial tidak memiliki lahan parkir. Sehingga menimbulkan hambatan samping seperti kendaraan yang hanya parkir di badan jalan oleh karena itu membawa pengaruh terhadap kinerja jalan dengan sering terjadinya tundaan atau kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu. Untuk memperbaiki hal ini, serta mencegah bertambah buruknya kinerja jalan, maka diperlukan penangan lalu lintas dari pihak yang berwajib, pembuatan jembatan penyebrangan, dan membuat aturan pemberhentian angkutan umum. Kata Kunci : Kegiatan Komersial, Koridor Jalan, Kinerja Jalan, Lalu Lintas
LINKAGE KAWASAN PARIWISATA SEJARAH KABUPATEN MINAHASA UTARA Umanailo, Hamdi; Mastutie, Faizah; Rate, Johannes Van
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Airmadidi adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki berbagai objek wisata yakni wisata alam dan wisata buatan manusia yang berupa peninggalan sejarah sejak dahulu kala. Keberadaan objek–objek wisata sejarah tersebut sangat disayangkan belum dikelola dengan baik sehingga kurang diminati oleh pengunjung.Tersebarnya objek wisata sejarah yang ada di Kecamatan Airmadidi tersebut membentuk suatu kawasan yang dihubungkan oleh sebuah lingkage.Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi eksistensi dari objek – objek wisata sejarah di kecamatan airmadidi dan menganalisis keterhubungan objek – objek wisata sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis spasial Overlay ( tumpang susun ) data spasial dengan menggunakan software ( SIG ) Sistem Informasi Geografis. Dari hasil penelitian dapat diketahui ada empat objek wisata budaya dan sejarah yaitu Waruga Airmadidi, Tumatenden, Waruga Rap–rap dan Waruga Sawangan. Keterhubungan Objek Wisata Waruga Rap–rap dan Objek Wisata Waruga Airmadidi, Berdasarkan hasil identifikasi, linkage visual yang menghubungkan kedua tempat wisata tersebut adalah elemen garis berupa jalan dan elemen koridor berupa bangunan dan pohon. Elemen garis, menghubungkan secara langsung dua tempat dengan satu deretan massa, keterhubungan objek wisata sejarah waruga airmadidi waruga sawangan dan tumatenden. Berdasarkan dari hasil identifikasi, linkage visual yang menghubungkan ketiga objek wisata tersebut yaitu elemen linkage garis yang berupa jalan. Elemen garis yaitu yang menghubungkan secara langsung dua tempat dengan satu deretan massa. sepajang jalan. yang menghubungkan objek objek wisata dikecamatan airmadidi belum memudahkan untuk pejalan kaki karena belum adanya jalur pedestrian. Oleh karena itu, dilakukan konsep pengembangan fisisk seperti adanya jalur pedistrian, adanya tempat duduk, penataan pohon, dan adanya lampu penerangan atau lampu jalan. Kata Kunci : Linkage, Wisata, Bersejarah
MORFOLOGI RUANG PUSAT KOTA TERNATE Sinaga, Putri Mulianti Pradani; Mastutie, Faizah; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ternate adalah sebuah Kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pada lokasi penelitian yang diteliti ini terletak di Pusat Kota Ternate yang merupakan pusat pertumbuhan yang berada pada Kelurahan Soasio, Makasar Timur, Gamalama, Mujahirin. Perkembangan dan peningkatan jumlah penduduk pada Pusat Kota yang mengakibatkan desakan dan kebutuhan terhadap lahan semakin meningkat, sehingga pertumbuhan di Pusat Kota Ternate tiap tahunnya mengalami peningkatan yang di tandai dengan semakin banyaknya penggunaan lahan yang ada. Peningkatan akan kebutuhan ruang tersebut menyebabkan terjadinya perkembangan Kota, agar perkembangan pada Pusat Kota Ternate lebih efektif dan efisien dalam pembangunan kedepannya maka perlu diketahui bentuk perkembangan Kota Ternate berdasarkan Morfologi Ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Morfologi Pusat Kota ternate dan tinjauan faktor-faktor dan komponen-komponen yang mempengaruhi bentuk kota, dan menemukan pola perkembangan berdasarkan morfologi pusat kota Ternate. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara analisis deskriptif dengan menjawab tujuan pertama, dan analisis overlay dibantu dengan Software Arcgis untuk menjawab tujuan kedua. Hasil studi, faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk morfologi pusat kota Ternate yaitu, sejarah, bentang alam atau geografis, trasnportasi dan regulasi, kemudian untuk komponen-komponennya yaitu penggunaan lahan, penggunaan lahan, pola jaringan jalan, bentuk dan tipe bangunan. Dengan menganalisis faktor-faktor dan kompoen-komponen dengan itu ditemukan ekpresi keruangan morfologi Kota Ternate yaitu berbentuk pita. Dilihat dari ekpres keruangan Morfologi Pusat Kota Ternate, maka pola perkembangan Kota Ternate mengarah ke pola linier yang mengikuti Gunung Gamalama dengan kombinasi pola radial.Kata Kunci :  Morfologi, Ruang, Pusat Kota
CITRA PUSAT KOTA KOTA KOTAMOBAGU Paputungan, Dwi Pratiwi; Waani, Judy O; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini suatu kota yang berada dalam tahap perkembangan diperlukan adanya suatu citra kota atau identitas kota untuk mengarah pada kota modern. Citra kota menjadi sesuatu yang penting untuk mengenal ciri khas dari kota itu sendiri. Oleh karena itu,dengan judul penelitian yang ada dapat menemukan citra kota di Kota Kotamobagu melalui lima elemen pembentuk citra kota dalam teori Kevin Lynch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Citra Kota Kotamobagu menurut masyarakat Kotamobagu dan untuk mendapatkan citra kota atau image kota yang sangatsignifikan dari kelima elemen pembentuk citra kota di Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana landasan teori yang berkaitan dengan judul citra pusat Kota Kotamobagu dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.Serta menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data kuantitatif dipakai untuk membuat kesimpulan pada peta mental maupun kuesioner berdasarkan hasil presentase responden yang berjumlah 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pusat kota Kota Kotamobagu memiliki lima elemen pembentuk citra kota oleh kevin lynch yaitu Path berupa Jalan Adampe Dolot, Edges berupa sungai Molinow, District berupa kawasan perdagangan dan jasa, Nodes berupa Taman Kota, dan Landmark berupa Bangunan Paris Super Store. Persepsi masyarakat terhadap citra pusat kota Kota Kotamobagu sudah baik sehingga masyarakat dapat mengetahui citra kota yang ada. Akan tetapi, terdapat perbedaan persepsi yang dipengaruhi oleh kategori responden yang dibagi menjadi kategori remaja dan dewasa.   Kata Kunci : Citra Kota, Pusat Kota, Persepsi, Kota Kotamobagu.
EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOTA TOMOHON Porajouw, Eva Fransina; Poluan, R. J.; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya sebuah kota tidak lepas dari adanya sebuah ruang publik . Ruang publik merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktifitas tertentu dari manusia, baik secara individu maupun berkelompok. Serta merupakan tempat atau  ruang yang terbentuk karena adanya kebutuhan akan tempat untuk bertemu atau berkomunikasi. Pada zaman sekarang ini ruang publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota, permasalahan yang ada saat ini ruang publik tidak mampu menjadi wadah untuk tempat masyarakat beraktifitas dikarenakan oleh tidak efektifnya pemanfaatan ruang publik yang ada. Salah satu ruang publik yang ada di kota Tomohon adalah Taman Kota. Tujuan pemerintah membentuk objek ini yaitu untuk melengkapi sarana untuk sebuah kota. Akan tetapi, permasalahan yang terjadi saat ini, taman kota tidak lagi ramai dikunjungi oleh masyarakat dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan taman kota . Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih tertarik mencari hiburan di kota Manado karena jarak antara kota Tomohon dan Kota Manado hanya . Permasalahan yang ada saat ini menarik peneliti untuk melakukan penelitian pada objek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas taman kota sebagai salah satu ruang publik di kota Tomohon. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa taman kota masuk pada kategori cukup efektif sebagai ruang publik di Kota Tomohon. Hal ini dikarenakan taman kota masih memiliki beberapa kekurangan dan permasalahan yang harus diselesaikan. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara pihak pemerintah selaku pengelolah serta masyarakat selaku pengguna untuk memperbaiki setiap kekurangan dan menyelesaikan setiap masalah yang ada di taman kota.Kata Kunci:Efektivitas,Ruang Publik,Taman Kota,Kota Tomohon
PENGEMBANGAN SANITASI BERKELANJUTAN DI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS (KECAMATAN TUMPAAN) Silangen, Johanis K; Warouw, Fela; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pemukiman kumuh dapat dikaitkan dengan kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah yang kebanyakan masyarakat yang kurang mampu tinggal dan letak rumahnya semerawut banyak dijumpai di kawasan perkotaan. Kecamatan Tumpaan merupakan bagian dari Kabupaten Minahasa Selatan. Kecamatan Tumpaan memiliki jumlah penduduk 15.884 jiwa dengan luas wilayahnya ±21.485 ha dan memiliki kepadatan menduduk 0,73 jiwa/ha. Berdasarkan RKPKP Tahun 2015-2016 (Rencana Kawasan Pemukiman Kumuh Perkotaan) Kecamatan Tumpaan memiliki luasan permukiman kumuhnya ±13,41 Ha yang tersebar di 3 Kelurahan: Kelurahan Tumpaan 1,  Kelurahan Matani 1 dan Kelurahan Tumpaan 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk membantu memperbaiki kualitas permukiman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi kondisi existing Sanitasi di kawasan permukiman kumuh yang ada di Kecamatan Tumpaan dan Menganalisis arahan pengembangan Sanitasi berkelanjutan pada kawasan permukiman kumuh Kecamatan Tumpaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitif dengan menggunakan analisis overlay eliminasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kawasan permukiman kumuh di kecamatan tumpaan terbagi di dalam 3 kawasan yaitu; Kelurahan Matani 1, Kelurahan Tumpaan 1 dan Kelurahan Tumpaan. Berdasarkan hasil observasi dan pembagian kuesioner ditemukan bahwa kondisi eksisting sanitasi pada daerah penelitia belum memadai. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan antara sistem pengelolaan sampah dan  pengaliran limbah cair dengan pedoman yang berlaku. Dan konsep yang bisa dikembangkan dan diterapkan di kawasan permukiman kumuh yang ada ialah konsep Sanimas (Sanitasi Masyarakat) yaitu pembuatan Tangki Septik Bersekat dan bangunan TPS3R di tiap-tiap kelurahan di kawasan permukiman kumuh dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan,pembangunan sampai dalam pengelolaannya. Kata Kunci : Pengembangan, Sanitasi, Berkelanjutan, Permukiman Kumuh
ISLAMIC CONTEMPORER CULTURAL CENTER DI MANADO SYMBOL KALIGRAFI ARABESQUE SEBAGAI STRATEGI DESAIN Imannudin, Imannudin; Erdiono, Deddy; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum adanya suatu wadah yang menginformasikan Islam secara lengkap dan menjadi tempat rujukan kegiatan-kegiatan yang bernafaskan Islam yang dapat menyatukan komunitas muslim khususnya di kawasan Kota Manado, sehingga dibutuhkan sebuah wahana yang dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islam dalam satu tempat sekaligus menjadi rekreasi yang bersifat religi untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani di kawasan perkotaan yang memiliki rutinitas tinggi, serta perlu adanya sebuah tempat yang dapat menyatukan komunitas muslim di Kota Manado. Untuk menjawab permasalahan dan tantangan tersebut maka disusunlah Tugas Akhir yang mengusung judul obyek rancang yaitu Islamic Contemporer Cultural Center.Tema yang digunakan untuk melakukan proses perancangan ini adalah arabesque dengan metode pendekatan simbolisme Kaligrafi. Lingkup pelayanan obyek rancang meliputi aktivitas rekreasi, edukasi, dan komersial yang kemudian dituangkan dalam pembagian fasilitas utama dan penunjang. Fasilitas utama meliputi art gallery, ruang edukasi (khusus membahas tentang islam itu sendiri & yang membahas tentang lintas agama).  Perpustakaan  ,serta masjid.Islamic Contemporer Cultural Center Di Manado disini merupakan tempat yang dapat menfasilitasi serta mengakomodasi segala kebudayaan serta kesenian Islami yang ada. Dengan adanya objek ini, kekayaan budaya Islami dapat ditampilkan, dipelajari, serta di identifikasikan untuk pengembangan dan  pelestarian Islamic Contemporer Cultural Center Di Manado ini pula dapat menjadi tempat tujuan wisata untuk pengenalan budaya Islam.Kata kunci : Islam center,Arabesque, Arsitektur Contemporer.
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT DI MANADO (HOLISTIC MEDICINE) Muslim, Suci R.; Prijadi, Rachmat; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara yang sedang berkembang Sulawesi Utara khususnya kota Manado termasuk salah satu di dalammya. Semakin berkembangnya suatu masyarakat akan diiringi dengan hadirnya berbagai aspek masalah diantaranya masalah kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Oleh karna itu perlu dibangunnya Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang berlokasi di  Jl. Lingkar Ringroad Kec. Wanea Kota Manado. Dalam perencanaan Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut, harus benar-benar direncanakan secara matang, disesuaikan dengan perkembangan dalam dunia kedokteran saat ini, dimana jenis penanganannya semakin beragam dan telah berkembang dengan pesat, Sehingga fasilitas pelayanannya dituntut semakin lengkap dan terpadu. Bahkan saat ini, perawatan gigi dan mulut bukan hanya ditujukan untuk fungsi kesehatan semata namun juga fungsi estetis, atau yang kini tengah marak dengan sebutan dental cosmetics, yaitu suatu penanganan terhadap gigi dan perawatan sebagai bagian dari kecantikan, serta tetap memperhatikan kualitas pelayanan dan biyaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan di atas, maka proses perancangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut dilaksanakan dengan tema Manifestasi “Holistic Medicine” pada Arsitektur, sebagai strategi yang akan diterapkan pada perancangan. “Holistic Medicine” adalah suatu proses perwujudan pengobatan secara menyeluruh, dengan harapan konsep ini teraplikasi ke dalam rancangan arsitektur untuk memenuhi fungsi dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut. menghasilkan rancangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang sehat dan memenuhi segala kebutuhan pasien dalam proses pengobatan sampai penyembuhan dan diharapkan dapat meningkatkan fungsi Rumah Sakit sebagai suatu fasilitas publik untuk kesehatan gigi dan mulut yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kata Kunci : Arsitektur, Holistic Medicine, Rumah Sakit.
AKADEMI KULINER DI MANADO (IMPLEMENTASI KONSEP PRIVASI DALAM PERANCANGAN) Astuty, Kushelmy R.; Mastutie, Faizah; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan masak-memasak biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dan para wanita di dapur yang dijadikan suatu kegiatan sehari-hari di dalam rumah tangga, namun pada zaman globalisasi saat ini masak-memasak bukan lagi suatu kegiatan atau kebutuhan pokok, tetapi juga merupakan suatu karya seni dan gaya hidup. Pentingnya citarasa pada sebuah makanan menjadikan cara mengolah makanan menjadi hal yang penting, pengolahan makanan yang berkualitas tentunnya membutuhkan chef-chef hebat. Adanya Akademi Kuliner diharapkan para lulusan-lulusan SMA ataupun SMK jurusan tata boga bisa mengambil pendidikan dengan jenjang D3 dengan memiliki kualitas dan kuantitas terbaik serta akses kerja bertaraf internasional. Konsep yang digunakan dalam perancangan ini ialah konsep privasi, yang membutuhkan mekanisme personal space dan teritorial agar bisa mendapatkan ketepatan, kecepatan, dan rasa nyaman dalam kegiatan memasak dengan baik dan tepat. Metode yang digunakan ialah proses perancangan lima langkah dalam buku “Pengantar Arsitektur” oleh James C. Snyder dan Anthony J. Catanese, yang dimulai dari permulaan, persiapan, pangajuan usul,  evaluasi, dan tindakan. Dengan menggunakan metode tersebut maka tiap langkah akan melihat proses-proses sebelumnya untuk ditindaklanjuti. Hasil yang didapatkan dari perancangan ini ialah penempatan fasilitas service seperti tempat parkir di tempatkan di setiap massa agar tidak saling menggangu antar massa yang memiliki sifat ruang yang berbeda. Rancangan untuk ruang luar dibuat untuk terciptanya perilaku manusia yang tidak saling menerobos sifat-sifat massa yang berbeda, maka dari itu ruang luar menggunakan pola linear yang langsung mengarah pengguna untuk menuju objek yang diinginkan. Dengan pemilihan warna pada massa yang bisa merasakan adanya kenyamanan, semangat, natural, fokus, tegas, dan eksklusif dalam keprivasian. Dengan nilai-nilai privasi yang didapatkan dari persoal space dan teritorial maka objek perancangan ini akan menghasilkan bangunan yang bertujuan mengubah perilaku para peserta didik untuk lebih partisipasif dalam kegiatan belajar.   kata kunci : akademi kuliner, privasi, personal space, teritorial