Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PREFERENSI PILIHAN KONSUMEN TERHADAP KARTU CDMA PRABAYAR Mauidzoh, Uyuunul
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.1, Januari 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.131 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.1.65-70

Abstract

Kartu CDMA Prabayar merupakan alternatif lain bagi pengguna telpon seluler, setelah GSM. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui preferensi konsumen pemakai kartu CDMA Prabayar dan mengidentifikasi prioritas faktor pilihan konsumen dalam memilih kartu CDMA Prabayar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analitycal Hierarcy Process (AHP). Dalam metode ini setiap faktor penyusun masalah dibandingkan, diantaranya berdasarkan kepentingan sehingga pengambil keputusan dapat terbimbing untuk memberikan prioritas perhatian pada alternatif masalah dari tingkat kepentingan tinggi sampai tingkat kepentingan yang lebih rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Hasil penelitian ini diketahui bahwa yang menjadi prioritas pilihan konsumen adalah: Faktor bonus dengan sub faktor pulsa, bobot prioritas sebesar 0.3683953; Faktor fasilitas dengan sub faktor sub faktor phone book, bobot prioritas 0.21409479; Faktor layanan dengan sub faktor coverage area, bobot prioritas 0.30044033;Faktor harga dengan sub faktor murah, bobot prioritas 0.45685505. Berdasarkan alternatif pilihan produk simcard CDMA prabayar, dapat diketahui bahwa pilihan yang paling berpengaruh dan paling banyak diminati Konsumen adalah Flexi trendy, dengan bobot prioritas sebesar 0.291367.Kata Kunci : CDMA Prabayar, Preferensi Konsumen, Analytical Hierarchy Process (AHP) CDMA Prepaid Card is an alternative for users of mobile phones, after GSM. This study aimed to discover consumer preferences CDMA Prepaid card users and identify the priority factor in selecting consumer choice Prepaid CDMA card. The method used in this study is the method Analitycal Hierarcy Process (AHP). In this method each of the factors making up more problems than they, among others based on interests so that decision makers can be guided to give priority attention to the alternative problem of high interest rates to lower interest rates. Data was collected by distributing questionnaires to the respondents. The result of this research note that the priority of consumer choices are: Factor bonus pulses with sub factor, the priority weighting of 0.3683953; Factor facilities with sub-factor sub-factor phone book, the weight priority 0.21409479; factor with sub-factor service coverage area, priority weight 0.30044033; Sub factor factor with cheap price, weight 0.45685505 priority. Based on product alternatives CDMA prepaid simcard, it is known that the choice of the most influential and most demanding customer is the Flexi trendy, with a priority weight of 0.291367. Keywords: CDMA Prepaid, Consumer Preferences, Analytical Hierarchy Process (AHP)
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN DAN SELEKSI SUPPLIER MENGGUNAKAN MULTI KRITERIA Mauidzoh, Uyuunul; Zabidi, Yasrin
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 5, No. 3, April 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas maka perusahaan harus dapat selektif dalam memilih supplier. Untuk memilih supplier diperlukan suatu Sistem Evaluasi dan Seleksi Supplier (SESS) yang mempertimbangkan kriteria finansial dan non finansial (multi kriteria). Model QCDFR (Qualty, Cost, Delivery, Flexibility, Responsiveness) digunakan sebagai kerangka acuan dalam merancang SESS. Perancangan SESS dengan kerangka acuan model QCDFR didasarkan pada langkah-langkah penetapan kriteria, penetapan indiaktor kinerja supplier dari tiap kriteria, penetapan bobot kriteria dan indikator, pembuatan lembar kerja dan pelaporan evaluasi dan seleksi supplier. Hasil rancangan dengan menggunakan model QCDFR menghasilkan 7 Supplier Performance Indikator (SPI). Lembar kerja yang terbentuk sangat mudah digunakan untuk evaluasi dan seleksi supplier. Dari lembar kerja tersebut diperoleh hasil bahwa CV. Y memiliki kinerja terbaik.
ANALISIS KECELAKAAN PENERBANGAN DI INDONESIA UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN Poerwanto, Eko; Mauidzoh, Uyuunul
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 8, No 2 (2016): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.721 KB)

Abstract

Achievement level of aviation safety can be achieved with the proper function of all components of the system in the aviation industry which consists of airport operators, airline operators, air traffic operators and aircraft maintenance operator, as well as the regulations set by the regulator. Every incident should be investigated aviation accidents to fin d the cause. This is to provide appropriate recommendations so that the same airline accident does not happen again. The increasing number of flights that are needed with safety guarantees. So it is importance to analyzed routine flight accident to improve the safety performance of airlines. This research is descriptive analysis with qualitative methods. Flight accidents data that have investigated from NTSC and DGCA grouped causes are then recommendations have been made by the NTSC also grouped for each operator stakeholders. Improved system of aviation safety in Indonesia can be done with a thorough analysis based on the results of investigation of NTSC whose recommendations have been given to all stakeholders in the aviation industry. The results showed that the causes of flight accidents in Indonesia is dominated by the human factor the percentage reached 60%. The highest number of the recommendations given by the NTSC to DGCA as many as 208 recommendations during the period 2007-2014 but the trend o f declining. On other side of the trend of the recommendations given to aviation operators showed an increase. This shows an increase in the duty on DGCA to always supervise, and set the standard flight operations carried out by several airline operators in Indonesia.
Performance Measurement of Customer Relationship Management Using Scorecard CRM ( Case Study of UKM in Bayat Klaten District ) Mauidzoh, Uyuunul
SENATIK STT Adisutjipto Vol 4 (2018): Transformasi Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Nasional [ ISBN 978-602-52742-0-6 ]
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.846 KB) | DOI: 10.28989/senatik.v4i0.272

Abstract

UKM have an important role in helping the economy in society. One of the UKM that is sufficient to help the economy of the community is Batik UKM. The development of UKM is currently receiving serious attention from various circles, including UKM, the natural coloring batik in Bayat District. This study aims to design measuring the performance measurement of Customer Relationship Management in UKM Batik Pewarna Alam in Bayat. In this design data search is done through literature sources and interviews and questionnaire distribution from respondents. From the search results obtained perspectives and also Key Performance Indicators for each perspective. The perspective and indicators that will be included in the CRM Scorecard are determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The perspective in the CRM Scorecard is Customer Knowledge, Customer Value, Customer Interaction and Customer Satisfaction. Where each perspective has indicators in measuring its success.
ANALISIS PERAWATAN MODUL RPC 2000 PADA SECONDARY SURVEILLANCE RADAR (RADAR SSR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PERUM LPPNPI AIRNAV INDONESIADISTRIK YOGYAKARTA Mauidzoh, Uyuunul
SENATIK STT Adisutjipto Vol 2 (2016): Peran Teknologi dan Kedirgantaraan Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.25 KB) | DOI: 10.28989/senatik.v2i0.73

Abstract

Radar merupakan suatu alat pendeteksi dan pengatur lalu lintas pesawat diudara. Perawatan radar sangat penting terutama pada komponen-komponennya agar dapat beroperasi dengan baik tanpa ada kendala. Kerusakan yang terjadi  pada komponen Modul RPC 2000 pada Radar SSR yang beroperasi selama 24 jam akan mengakibatkan hilangnya target pesawat pada display controller ataulayartampilan pesawat di ruang ATC. Karena tindakan perawatan saat ini cenderung corrective maintenace. Oleh karena itu tindakan perawatan berkala merupakan hal yang penting dilaksanakan oleh teknisi agar modul dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya. Dalam penelitian ini digunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), Logic Tree Analysis (LTA), Task Selection untuk pemilihan tindakan kebijakan perawatan guna mengetahui dan menganalisa mode kegagalan yang terjadi dan memilih tindakan kebijakan perawatan yang lebih efisien.Dari hasil analisis FMEA diperoleh 12 mode kegagalan yaitu pada komponen modul smps switch on/off, bearing, spool motor, resistor, kapasitor, transistor, integrated circuit. Pada Logic Tree Analysis diperolehkategori mode kegagalan yaitu kategori B (outage). Kemudianpada tahapakhirTask Selection yaitu menentukan tindakan kebijakan perawatan. Sehingga rekomendasi perawatan  preventive yang tepat adalah 4 kebijakan perawatan Condition Directed (CD) dan 8 untuk kebijakan perawatan Run To Failure.
Pengembangan Industri Kreatif di Panti Asuhan Miftahunnajah Banguntapan Bantul Yogyakarta Berupa Pendampingan Pemasaran Produk Kreatif dari Bahan Limbah Konveksi Kain Perca Mauidzoh, Uyuunul
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.736 KB)

Abstract

Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan dapat dikembangkan agar lebih mandiri secara ekonomi dengan tidak selalu menggantungkan pada sumbangan donator yang ada. Lingkungan disekitar panti asuhan banyak tersedia sumber daya yang bisa diangkat untuk dikembangkan dalam bentuk industri kreatif. Salah satu sumber daya yang ada adalah adanya limbah konveksi berupa kain perca. Kreatifitas para santri panti asuhan Miftahunnajah ini perlu dikembangkan agar bisa menangkap peluang yang ada di sekitarnya, salah satunya dengan memanfaatkan kain perca menjadi produk kreatif dan bisa dipasarkan sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Tahun Akademik 2017/2018 ini, pelaksana pengabdian melakukan pendampingan untuk membimbing Panti Asuhan Miftahunnajah dalam memasarkan produk kreatif dari bahan limbah kain  perca sehingga dapat mendukung perekenomian panti asuhan dan menjadi Panti Asuhan yang mandiri secara ekonomi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah sebagai berikut:1) Melakukan survey untuk mengetahui kondisi Panti Asuhan Miftahunnajah Wonocatur Banguntapan, 2) Melakukan pendataan industri kreatif yang layak untuk dilakukan pendampingan, 3) Melakukan pendampingan usaha berupa bimbingan pemasaran produk kreatif dari bahan limbah kain perca. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak-anak di Panti Asuhan Miftahunnajah dapat membuat media promosi di media sosial (fan page facebook) serta dapat membuat iklan sederhana menggunakan software Coral draw.
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN DAN SELEKSI SUPPLIER MENGGUNAKAN MULTI KRITERIA Mauidzoh, Uyuunul; Zabidi, Yasrin
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 5, No. 3, April 2007
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v5i3.1599

Abstract

Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas maka perusahaan harus dapat selektif dalam memilih supplier. Untuk memilih supplier diperlukan suatu Sistem Evaluasi dan Seleksi Supplier (SESS) yang mempertimbangkan kriteria finansial dan non finansial (multi kriteria). Model QCDFR (Qualty, Cost, Delivery, Flexibility, Responsiveness) digunakan sebagai kerangka acuan dalam merancang SESS. Perancangan SESS dengan kerangka acuan model QCDFR didasarkan pada langkah-langkah penetapan kriteria, penetapan indiaktor kinerja supplier dari tiap kriteria, penetapan bobot kriteria dan indikator, pembuatan lembar kerja dan pelaporan evaluasi dan seleksi supplier. Hasil rancangan dengan menggunakan model QCDFR menghasilkan 7 Supplier Performance Indikator (SPI). Lembar kerja yang terbentuk sangat mudah digunakan untuk evaluasi dan seleksi supplier. Dari lembar kerja tersebut diperoleh hasil bahwa CV. Y memiliki kinerja terbaik.
Improving The Use of Frans Kaisiepo Airport Through Alternative Election Development of Regional Potentials of Biak Numfor Regency (Case Study: Biak Numfor District, Papua) Roviq, Muhammad Nur; Mauidzoh, Uyuunul; Poerwanto, Eko
SENATIK STT Adisutjipto Vol 5 (2019): Peran Teknologi untuk Revitalisasi Bandara dan Transportasi Udara [ISBN XXX-XXX-XXXXX-
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v5i0.366

Abstract

Frans Kaisiepo Airport is the airport with the first international status in the Papua region with the airport managing agency PT. Angkasa Pura I (Persero) and has runway specifications and airport facilities that are fairly good and complete. The airport is located in the Biak Numfor-Papua district, where the district has regional potential that can be developed to increase the utilization of the Frans Kaisiepo airport such as tourism, fisheries, industry and Biak Numfor as a place / space research facility. In this research, it is intended to choose alternative potential of the Biak Numfor district area to be developed in order to improve the utilization of the Frans Kaisiepo Biak Numforairport.              In this study, the Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used to choose the best alternative potential for the region from the existing potential areas, with the steps in the AHP are (1) Problem decomposition (2) Matrix preparation (3) Assessment /weighting for compare elements (4) Normalization (synstesis) of priorities and consistency tests and (5) Decision making / decision making. Then given suggestions for efforts to develop the potential of selected areas using SWOT analysis.              The results of the priority assessment in this study, the final results for the selection of alternative potential areas that are expected to increase the use of Frans Kaisiepo airport are tourism potentials that have the highest priority weight of 0.379, followed by fisheries potential with a priority weight of 0.318. Next, the third and fourth priority sequentially are industry potential and space research facilities with a weight of 0.169 and 0.132. From the results of the SWOT analysis, several efforts that can be made to develop the tourism potential of Biak Numfor Regency are as follows: (1) Optimizing management of tourism potential (2) Increasing tourism promotion efforts in Biak Numfor district (3) Increasing professional human resources to improve the tourism performance of the Biak Numfor district area. 
PROMOTION SYSTEM FOR PROMOTIONAL PRODUCTS AND TOURIST OBJECT IN PATUK GUNUNGKIDUL DISTRICT Indrianingsih, Yuliani; Ayuningtyas, Astika; Mauidzoh, Uyuunul
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3463.674 KB) | DOI: 10.28989/angkasa.v12i1.575

Abstract

Patuk District is a gateway to enter Gunungkidul Regency. In Patuk District there are several tourist attractions such as Kampoeng Emas, Purba Volcano and Embung Nglanggeran. In addition, there is also the potential for processed food products from natural and agricultural products in Patuk District. Leading potentials in Patuk District need to be promoted to the wider community so that they are known and can be an attraction for tourists. The purpose of this research is to design and create a system of promotion of superior products and Web-based tourism objects that can facilitate Patuk District in introducing superior products owned by each village and facilitate the general public to obtain superior product information in Patuk District. The method used in the analysis and system design uses Unified Modeling Language (UML). In this study, a system consisting of three users was produced, namely admin in the Inter-Village Coordination Board (BKAD), admin of business owners and general users. This system can be accessed at the address www.jelajahipatuk.com.
Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Integrasi Servqual Dan Model Kano Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Transportasi Online Mauidzoh, Uyuunul; S, Esa Rengganis
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.02 KB) | DOI: 10.37631/jri.v2i1.125

Abstract

Di era modern seperti saat ini alat transportasi dan komunikasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena dua hal tersebut sering digunakan untuk mempermudah segala pekerjaan manusia. Kecanggihan alat transportasi di abad 21 tidak dapat terbendung lagi. Semakin banyaknya transportasi online berdampak pada semakin ketatnya persaingan. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut yakni adanya persaingan harga dan banyaknya alternatif pilihan jasa tranportasi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik layanan transportasi online yang dibutuhkan oleh masyarakat Yogyakarta. Menentukan kondisi kesenjangan kualitas layanan transportasi online yang ada di masyarakat Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui kriteria yang mempengaruhi kepuasan konsumen transportasi online dengan menggunakan model Kano yaitu must be requirement, one dimensionel requirement dan attractive requirement. Dengan metode Servqual didapatkan bahwa gap skor untuk 21 atribut layanan yang diukur dalam penelitian ini menghasilkan nilai yang negatif, dan 2 atribut pelayanan menghasilkan nilai positif. Integrasi Kano model ke dalam Servqual berimplikasi pada perubahan yang berarti juga terjadi perubahan prioritas urutan atribut pelayanan yang perlu diperbaiki. Terdapat 13 atribut pelayanan transportasi online yang perlu di-improve yaitu atribut yang merupakan irisan antara ‘weak attributes’ yang didapatkan dari perhitungan Servqual dengan yang berkategori ‘attractive’, ‘one-dimensional’ dan “must be”.