Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Defatting, Frekuensi Pencucian dan Penyimpanan Beku Terhadap Kualitas Surimi Ikan Lele Anhar Rozi; Ikhsanul Khairi; Reni Tri Cahyani; Stephani Bija; Nurhikma Nurhikma; Nuring Wulansari; Deden Yusman Maulid; Siluh Putu Sri Dia Utari; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal FishtecH Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fishtech.v9i2.11955

Abstract

Catfish was a suitable alternative for the main raw material for making surimi, because it has a high protein content, easy to found and than has good prospective to be made surimi product. The aimed of this study to analyze effect of defatting, washing cycle, and frozen storage was add cryoprotectant. This research was conducted three step that is deffating, washing, and made surimi. The concentration of the selected for defatting processed was NaH2PO4 2% during 10 minutes and the result fat content was 0.15%. The best washing was one time of made kamaboko and has gel strength (510.35 g.cm), and the best quality (PLG : 0%; pH : 6.53; water content : 76.6%; folding test : 3.22; bite test : 3,77) when compared with washing cycle two times and three times. The best cryoprotectant addition was 4% trehalose and result of gel strength was 354.15 g.cm for three weeks of frozen storage.
ANALISIS PROKSIMAT DAN LOGAM BERAT PADA TEMPE DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN Satria Abrian; Deden Yusman Maulid
MARLIN Vol 1, No 2 (2020): (Agustus, 2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V1.I2.2020.83-90

Abstract

ABSTRAK Tempe merupakan makanan fermentasi yang sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Makanan ini diproduksi menggunakan alat dan metode yang sederhana. Kandungan protein tempe yang berasal dari kedelai memiliki peluang untuk ditingkatkan lagi dengan penambahan tepung ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kandungan protein pada tempe dengan cara menambahkan tepung ikan sehingga produk yang dihasilkan dapat digunakan sebagai makanan alternative untuk mengatasi masalah kekurangan protein pada manusia. Nilai proksimat didapatkan dengan mengacu pada metode AOAC. Uji proksimat terdiri dari kadar air, lemak, protein, dan serat kasar. Nilai logam berat didapatkan dengan mengacu pada SNI 3144:2015. Logam berat yang diujikan terdiri dari Hg, As, Cd, dan Pb Terdapat 4 sampel dengan perlakuan berbeda yaitu S1:tanpa penambahan tepung ikan; S2: dengan penambahan tepung ikan nila; S3: dengan penambahan tepung ikan tongkol; S4: dengan penambahan ikan tiga wajah. Hasil pengujian proksimat menunjukkan bahwa kandungan protein yang paling tinggi adalah sampel S4 yakni 22.43%. Hasil uji logam berat menunjukkan bahwa semua sampel memiliki kandungan logam berat berada di bawah ambang batas yang ditetapkan melalui SNI No 3144:2015.KATA KUNCI: Logam Berat; Proksimat; Protein; Tempe; Tepung Ikan