Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Variasi Bentuk Filler pada Menara Pendingin Tipe Induced Draft Counterflow di PT Indolakto – Jakarta Muhammad Idjlal Fikri; Sri Wuryanti; Annisa S Kurniasetiawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.77 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4176

Abstract

Cooling Tower adalah suatu alat penukar panas yang berfungsi untuk mendinginkan air panas ke lingkungan pada proses pasteurisasi yang digunakan untuk mendinginkan susu. Proses pendinginan air sangat bergantung pada filler atau material pengisi dari Cooling Tower. Filler atau material pengisi Cooling Tower adalah tempat terjadinya pertukaran panas antara air dengan udara. Filler sangat berpengaruh terhadap kinerja dari Cooling Tower itu sendiri. Permasalahan yang dialami oleh Cooling Tower itu adalah terjadinya pengendapan dan pertumbuhan mikroorganisme yang diakibatkan karena umur dari Cooling Tower itu sendiri sudah 10 tahun. Kalau pengendapan dibiarkan terus menerus mengakibatkan terhalangnya laju perpindahan panas dan stress material, hal ini bisa menyebabkan penurunan kinerja Cooling Tower. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan desain rancangan bentuk filler yang tepat untuk meningkatkan efektivitas menggunakan metode perhitungan menggunakan teori merkel dan simulasi, yakni dengan menghitung efektifitas perpindahan panas pada Cooling Tower menggunakan metode NTU (Number of Transfer Unit). Perancangan bentuk filler dari Cooling Tower berhasil meningkatkan efektifitas dari kondisi eksisting 43.75% menjadi 61.23% dengan menggunakan filler jenis film fill dengan tipe D. Peningkatan efektifitas tersebut membuat temperatur air keluar dari Cooling Tower menurun menjadi 31 C. Perancangan bentuk filler berhasil menghasilkan penghematan konsumsi energi menjadi 7714.8 kWH/bulan dengan penghematan biaya operasi Rp 11,145,571.56 perbulan.
Investigasi Experimental Konduktivitas Panas pada Berbagai Logam Sri Wuryanti; Purwinda Iriani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.286 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.14467

Abstract

Teknologi material dibutuhkan untuk meningkatkan performance suatu alat, terutama alat-alat mekanik dan listrik. Salah satu penerapannya yakni pada HE, pipa-pipa distribusi uap, furnace, tangki pemanas dan sebagainya. Nilai konduktivitas yang kecil biasanya digunakan untuk bahan isolator, sedangkan nilai  yang besar untuk konduktor. Konduktivitas panas pada setiap material mempunyai nilai yang berbeda-beda dan pada umumnya bahan padat lebih tinggi daripada cairan. Jumlah laju perpindahan panas mempunyai nilai yang  tinggi, apabila  nilai konduktivitas panasnya besar. Untuk dapat mengukur nilai konduktivitas panas diperlukan alat pengukuran yang representatif dan disini akan dibuat rangkaian peralatan yang terdiri dari Joulemeter, thermometer digital dan powersupply. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai konduktivitas panas untuk alumunium 74,829 W/m oC sampai 160,348 W/m oC, baja 61,862 W/m oC sampai 83,987 W/m oC, besi 64,619 W/m oC sampai 85,924 W/m oC, untuk besi tempa  41,143 W/m oC sampai 74,253 W/m oC dan seng 57,094  W/m oC sampai 80,289 W/m oC.
PERANCANGAN ROTARY DRYER SEKAM PADI DENGAN MEMANFAATKAN PANAS BUANG ELECTROSTATIC PRECIPITATOR INDUSTRI SEMEN ASTI DESI FITRIYANI; RATU FENNY MULDIANI; SRI WURYANTI
Journal of Green Science and Technology Vol. 7 No. 3 (2023): Journal of Green Science and Technology Vol.7 No.3 Special Edition : Applied sc
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v7i3.35

Abstract

ESP or electrostatic precipitator is a device used to capture particulate matter, such as dust, in exhaust gases using electrostatic principles. In the cement industry, ESP is commonly placed after the clinker cooler to clean the exhaust air from the cooling process, ensuring it is free from clinker dust. The clinker cooler is a device that cools down the clinker using air, reducing its temperature from an initial temperature of around 1450°C to approximately 100°C - 120°C. The exhaust air from the clinker cooler is then passed through the ESP at temperatures ranging from around 237°C to 311°C. Based on the temperature data, the exhaust air from the ESP has the potential for heat reuse for other processes, including as a heat source for drying rice husk, which is a common alternative fuel used in the cement industry and typically has a moisture content of around 25%-37%. The results of this design indicate that the exhaust heat from the ESP, with an input temperature of 275°C, is capable of drying rice straw pellets from a moisture content of 25% to 14.73% using a designed rotary dryer with a capacity of 21.6 t/h, a length of 41.58 m, and a diameter of 2.92 m. It is constructed using ASTM 283 C material with a thickness of 8.76 mm and is insulated with a 15.6 mm thick layer of aluminum foil.