Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Korelasi Nilai Berat Badan, Kekuatan Otot Tungkai terhadap Hasil Lompatan Lompat Tinggi Jamaludin Yusuf; M. Riski Adi Wijaya; Pandu Kresnapati; Yusuf Yusuf
Jurnal Patriot Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patriot
Publisher : Jurusan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/patriot.v4i1.816

Abstract

Lompat tinggi merupakan cabang olahraga atletik yang menuntut atlet untuk bisa melompati mistar setinggi-tingginya. Hasil pengamatan dilapangan mengenai praktek lompat tinggi yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan terdapat mahasiswa dengan postur tubuh yang besar berhasil melakukan lompatan melebihi lompatan mahasiswa dengan postur tubuh yang ideal. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang factor apa yang memiliki hubungan paling kuat dalam menghasilkan lompatan lompat tinggi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor apa yang memiliki hubungan paling kuat antara nilai berat badan, kekuatan otot tungkai terhadap hasil lompatan lompat tinggi. Metode yang digunakan adalah korelasi yang menghubungkan dua variable yang bersifat kuantitatif. Berdasarkan rhitung (Pearson Correlation) diketahui besar rhitung untuk nilai berat badan (A1) dan kekuatan otot tungkai (A2) mendapatkan hasil lompatan (B) adalah sebesar 0,518 > r table yaitu 0,518 > 0,456, maka terdapat korelasi antara variable kekuatan otot tungkai (A2) dengan hasil lompatan (B). Menurut hasil olah data tersebut terdapat korelasi antara nilai berat badan (A1) dan hasil lompatan lompat tingi sebesar 0,166. Dan korelasi kekuatan otot tungkai (A2) terhadap hasil lompatan lompat tinggi (B) sebesar 0,780. Kesimpulan dari penelitian ini adalah besaran nilai kekuatan otot tungkai memiliki hubungan yang paling kuat dibandingkan nilai berat badan dalam hasil lompatan lompat tinggi.
Pengaruh Air Kelapa Hijau (Cocos Nucifera) Sebelum Aktifitas Fisik Aerobik Terhadap Pemulihan Denyut Nadi Pada Atlet Atletik Jamaludin Yusuf; Ainun Muthoharoh; M. Ghilang Maulud Setyawan
Jendela Olahraga Vol 5, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v5i2.6164

Abstract

Athletics is a sport with many numbers of matches, every athlete can take 2 numbers, this requires a nutrient that can help restore the pulse faster, especially in running numbers. The objective of this study is to determine the effect of green coconut water on the decrease in recovery pulse at the 5th, 7th, and 9th minute. The research method used in this study is pre-experimental design with one-group pretest-posttest design. The population of the study was athletes in Pekalongan Regency with 13 total sample. Materials / research tools used are whistles, measuring cups, pencils, notebooks, green coconut water. The study was conducted in February 2020 at Widya Manggala Krida Stadium, Pekalongan Regency. This study uses two research variables: (1) independent variables: mineral water and green coconut water (2) dependent variables: recovery pulse (5th, 7th, 9th minutes). The research data analysis technique was independent t-sample test. The test was carried out at a significant level of p = 0.05. Statistical test results from the t-sample show that there is a difference in recovery pulse at the 5th minute (p = 0.002), recovery pulse at the 7th minute (p = 0,000), recovery pulse at the 9th minute (p = 0.001 ). The conclusion in this study is that there is an effect of giving green coconut water drink before aerobic physical activity on the recovery pulse. Keywords: mineral water, green coconut water, aerobic physical activity, recovery pulse AbstrakAtletik merupakan cabang olahraga dengan banyak nomor pertandingan, setiap atlet dapat mengikuti 2 nomor pertandingan, hal ini dibutuhkan suatu nutrisi yang dapat membantu memulihkan denyut nadi lebih cepat terutama dinomor lari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh air kelapa hijau terhadap pemulihan denyut nadi dimenit lima, tujuh dan sembilan. Metode penelitian menggunakan pre Experimental Design melalui One Group Pretest - Posttest Design. Populasi menggunakan atlet atletik Kabupaten Pekalongan dengan jumlah sampel 13. Bahan/alat penelitian yang digunakan adalah peluit, gelas ukur, pensil, buku catatan dan air kelapa hijau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020 di Stadiun Widya Manggala Krida Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Variabel Penelitian: 1) Variabel bebas terdiri dari air mineral dan air kelapa hijau (cocos nucifera), 2) Variabel terikat menggunakan pemulihan denyut nadi pada menit kelima, ketujuh dan kesembilan. Analisis data menggunakan t-sample independent dengan taraf signifikan p=0,05. Uji statistik t-sample memperlihatkan adanya perbedaan pemulihan denyut nadi dimenit lima p=0,002., menit ketujuh p=0,000., dan menit kesembilan p=0,001. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian air kelapa hijau sebelum melakukan aktifitas fisik aerobik terhadap pemulihan denyut nadi.Kata kunci: air mineral, air kelapa hijau, aktivitas fisik aerobik, pemulihan denyut nadi
Profil VO2 Max Atlet Tapak Suci Kota Pekalongan Muhammad Riski Adi Wijaya; Jamaludin Yusuf
Jendela Olahraga Vol 5, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v5i2.6003

Abstract

The aspect of physical conditions is a major aspect of maximum performance to achieve achievement in the sport of Pencak Silat. The College tapak suci of Pekalongan has a achievement coaching program to prepare the athletes in the competition. Before the training program is arranged, first conducted tests to find the initial physical condition, so that the program to be prepared and delivered appropriately according to the athlete's condition. Research aims to find the VO2 Max profile. Athlete of the city of Pekalongan. VO2 Max. The maximum capacity of cardiorespiration in the processing of oxygen to realize the power (energy) needed by the body for work activities or exercise without excessive fatigue. Method of research is the study of non-experimentation with a quantitative descriptive approach. This research sample amounted to six athletes tapak suci city of Pekalongan. Data retrieval to know the profile of VO2 Max. In the study using the Multystage fitness Test (MFT). Results of this study were obtained VO2 Max profile data. With an average of 38.18 ml/kgBB/min. So the conclusion that the average VO2 Max. Athletes Pencak Silat tapak suci of Pekalongan in the category below average.Keyword : VO2 Max, Physical conditioning, pencak silat, tapak suci, MFTAbstrakAspek kondisi fisik merupakan aspek utama dalam penampilan maksimal untuk meraih prestasi di cabang olahraga pencak silat. Perguruan Tapak Suci Kota Pekalongan memiliki program pembinaan prestasi untuk mempersiapkan atlet - atletnya dalam mengikuti kejuaraan. Sebelum program latihan tersusun, terlebih dahulu dilakukan tes untuk mendapati kondisi fisik awal, sehingga program yang akan disusun dan disampaikan tepat sesuai keadaan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapati profil VO2 Max. atlet Tapak Suci Kota Pekalongan. VO2 Max. yaitu kapasitas maksimal kardiorespirasi dalam mengolah oksigen untuk mewujudkan daya (energi) yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas kerja ataupun berolahraga tanpa rasa lelah berlebih. Metode penelitian ini adalah penelitian kuatitantif non eksperimen menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah enam atlet Tapak Suci Kota Pekalongan. Pengambilan data untuk mengetahui profil VO2 Max. pada penelitian ini menggunakan tes Multystage fitness Test (MFT). Hasil penelitian ini diperoleh data profil VO2 Max. dengan rata-rata sebesar 38,18 ml/kgBB/menit. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata VO2 Max. atlet pencak silat Tapak Suci Kota Pekalongan dalam kategori di bawah rata-rata.Kata kunci : VO2 Max, kondisi fisik, pencak silat, tapak suci, MFT
Pelatihan Mendongeng dengan Gestur Untuk Tingkatkan Kebugaran Jasmani Lukman Alfaris; Jamaludin Yusuf; Bimo Satrio; Robby Henriana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.201 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6364

Abstract

Bercerita atau mendongeng merupakan warisan nenek moyang Indonesia, karena merupakan salah satu bentuk tradisi lisan yang turun temurun hingga anak cucu, biasanya mendongeng bisa dijumpai disaat seorang ibu atau nenek menceritakan kepada anak cucunya diwaktu akan tidur. Namun mendongeng jika hanya mengunakan kekuatan verbal saja akan merasa kurang, yang dinikmati hanya sebatas suara saja, maka dari itu dalam penelitian ini ingin mengkombinasikan bahasa verbal dengan Bahasa tubuh atau bisa kita sebut gestur. Gestur sangat mendukung dan berpengaruh dalam proses komunikasi, Jika selaras dengan bahasa verbal akan menguatkan proses komunikasi yang lebih ekspresif. Gestur sangat berhubungan dengan penampilan laku fisik untuk bercerita, Tampilan fisik seorang pemeran adalah tanggung jawab pribadi pemeran. Untuk mengetahui bagaimana gerak cara berjalan yang gagah, jalannya orang yang sudah sangat tua, cara membungkuk, cara menengok, cara melambai, bagaimana posisi punggungnya, dan lain-lain. Akan tetapi, gesture tidak dapat menggantikan bahasa verbal sepenuhnya. Sedang beberapa orang menggunakan gesture sebagai tambahan memperjelas bahasa verbal. Proses sistematis selain estetika bentuk pentas, gestur juga berpengaruh bagi tubuh, karena gerakan yang bertujuan meningkatkan atau mempertahankan kualitas fungsi tubuh yang meliputi kualitasdaya tahan paru – jantung, kekuatan daya tahan otot, kelenturan dan komposisi tubuh disaat aktivitas gerak gestur.
Gambaran Nyeri Syndrom De Quervain pada Remaja Akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Luthfi Fitriana Herman; Ishmatu Amrina; Jamaludin Yusuf
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.231 KB)

Abstract

De Quervain Syndrome adalah penyakit yang diakibatkanoleh inflamasi pembungkus tendon otot abductor polichis longus dan ekstensor polichis brevis yang menimbulkan nyeri pada daerah processus stiloideusdan penurunan lingkup gerak sendi (LGS) sehingga berdampak pada penurunan kemampuan aktivitas fungsional.Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran nyeri syndrom de quervain pada remaja akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan data primer dari numeric rating scale. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Hasil Penelitian : Hasil uji deskriptif numeric rating scaledidapatkan bahwa skor nyeri paling banyak dirasakan adalah skala nyeri sedang sebanyak 12 responden (60%).Kesimpulan : Hasil analisa data yang telah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa skor nyeri paling banyak dirasakan adalah skala nyeri sedang sebanyak 12 responden (60%). Risikoini akan bertambah buruk jika tangan masih digunakan untuk aktivitas yang memerlukan gerakan berulang ulang. Peneliti menyarankan fisioterapi lebih aktif memberikan informasi terkait dengan resiko de queirvain syndrome dan intervensi fisioterapi secara bertahap guna membantu menurunkan nyeri yang dirasakan pasien.
Screening Suhu Tubuh untuk Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 pada Posko Kewaspadaan Pandemi Jamaludin Yusuf
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v2i1.8107

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengukuran suhu tubuh guna deteksi awal gejala covid-19 dan melakukan sosialisasi tentang penularan gejala, bahaya dan pencegahan penyebaran covid-19 bagi pendatang/pemudik dari luar kota. Target luaran kegiatan ini adalah Deteksi dini penularan covid-19 melalui pengecekan suhu tubuh kepada pendatang dari luar kota, terutama yang berasal dari zona merah dan Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan, penularan, gejala dan bahaya penyebaran covid-19. Metode yang digunakan dibedakan menjadi dua tahap, pada tahap pertama dilakukan observasi langsung, yaitu: tim datang ke lokasi untuk mengukur suhu tubuh pemudik. Tahap kedua penyuluhan, yaitu tim menerangkan secara langsung mengenai pencegahan, penularan, gejala dan bahaya penyebaran covid-19. Kegiatan dilakukan selama 1 hari di posko Kewaspadaan Covid-19 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
Pemakaian Gaya Bahasa Pelatih Olahraga pada Pembelajaran Olah Raga Sepak Bola Lukman Alfaris; Jamaludin Yusuf; Gilang Nuari Panggraita; Wilda Hamisa; Liyant Maihendra Anggara
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023 In Press
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Different human backgrounds must have different language styles, as well as in conveying communication or information. From a different person's background, different language variations or varieties of languages ​​arise. The style of language varies depending on the background of the speakers, both educational and professional backgrounds and the interests of the speakers. For example, when a football coach explains something to the players, where the teams face each other, and each team has eleven players. Outdoor and indoor communication must be different, not to be equated because it affects the volume, so speakers must pay attention to volume. For example, a football coach in an open room must use a loud voice, but not only that, persuasive or motivational language will increase the enthusiasm of the football players. The data collection technique in this study analyzed data and recorded data containing language styles in the speech acts of football coaches. The method used is descriptive qualitative.
PENGARUH SHALAT DHUHUR TERHADAP KEBUGARAN JASMANI BAGI DOSEN DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN Risdiani Risdiani; Gigih Setianto; Jamaludin Yusuf; Heru Irawan
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i1.1566

Abstract

Shalat merupakan sarana mengabdi kepada Allah SWT, hal ini tidak lain karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Oleh karenanya shalat memiliki kedudukan yang sangat penting dan menempati posisi kunci dalam ibadah Mahdlah dan kunci manusia dalam meraih kebaikan. Adapun penjelasan tentang kewajiban shalat tercantum dalam Q.S An Nisa’ ayat 103 yang artinya “sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kuantitatif yang dianalisis dengan SPSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada sifnifikansi dan terdapat korelasi positif antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid dengan kebugaran jasmani. Penelitian dilaksanakan pada dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Hasil penelitian didapatkan presentase sejumlah 20 dosen, pada pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah secara rutin dengan berjalan kaki sebesar 45% selalu, sering 25%, Kadang-kadang 20% dan Tidak Pernah 10%. Sedangkan presentase Jawaban angket kebugaran Jasmani yaitu bugar sekali 40%, bugar 30%, cukup bugar 20% dan tidak bugar 10%. Setelah dianalisis dengan product momen menghasilkan nilai korelasi 0,284 yang terletak antara 0,20-0,40 dengan korelasi rendah, sehingga tidak ada hubungan antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid terhadap kebugaran jasmani. Dan angka “t” hitung didapatkan sebesar 2,086> “t” tabel 0,284 sehingga Ho ditolak dan Ha Diterima. Artinya terdapat pengaruh positif antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid terhadap kebugaran jasmani.