Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam

KYAI, PENGANTIN DAN NETRALITAS MASYARAKAT: Studi Analisis Gender terhadap Ceramah Agama pada Acara Resepsi Pernikahan di Ponorogo Muafiah, Evi
Kodifikasia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.338 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.747

Abstract

Abstarks: Resepsi pernikahan merupakan kegiatan penting dalam masyarakat dan biasanya disampakan ceramah agama oleh seorang tokoh agama, kyai. Penceramah menjelaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip ajaran Islam tentang pembentukan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Melalui analisis bahasa ditemukan beberapa ungkapan dan pernyataan yang bernuansa bias gender atau tidak sensitif gender. Ungkapan dan pernyataan tersebut diungkap dengan melalui 3 cara, yaitu diungkapkan dengan melalui kata atau kalimat yang lugas, melalui bahasa kiasan dan melalui konteksnya. Sedangkan pemetaan ceramah kyai melalui indikator-indikator gender dapat ditemukan bahwa pada indikator stereotype, semua kyai secara eksplisit bernuansa bias gender kecuali kyai MU. Pada indikator subordinasi, semua kyai bias gender. Sementara pada indikator marginalisasi dan double/multy burden hanya kyai PS saja mengutarakan secara jelas tentang bias gender. Sementara yang lainnya tidak menyentuh masalah gender ini atau tidak memberi berkomentar.
INVESTIGASI EMPIRIS ATAS PRESTASI BELAJAR SISWI MADRASAH ALIYAH MODEL SINGLE SEX EDUCATION DAN CO-EDUCATION DI KABUPATEN PONOROGO Muafiah, Evi
Kodifikasia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.88 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.777

Abstract

Proses pendidikan Islam di Indonesia secara umum menganut Single­Sex Education (SSE) maupun dicampur atau Co­Education (CE). Ber­dirinya pembelajaran model SSE tersebut didasarkan pada meng aka­rnya pemahaman terhadap karya­karya fiqih Abad Per tengahan yang banyak mengharamkan pertemuan antara laki­laki dan perempuan disatu tempat, bahkan mengharamkan munculnya perempuan diranah publik. Jika harus berada di wilayah publik, maka harus dalam komunitas perempuan saja dan jika laki­-laki dan perempuan harus berada pada satu tempat, maka posisi harus dipisahkan dengan tirai pembatas atau biasanya laki­laki di depan dan perempuan di belakang. Terkait dengan pemisahan tersebut, tentunya, implikasi  nya sangat luas. Penelitian ini mengambil sekolah agama dalam bentuk SSE, maupun CE yang masing­masing mempunyai kelebihan dan ke  kurangan. Lembaga pengelola pendidikan, yayasan, pihak swasta mau pun pesantren dituntut untuk membuat terobosan yang dalam pembelajarannya, tanpa harus memposisikan dirinya sebagai model SSE murni maupun CE murni yang rigid. Lokasi penelitian ini MAN 2 Ponorogo, MA Al­Mawaddah Coper Ponorogo dan MA Darul Huda Mayak Ponorogo. Dari hasil penelitian terungkap bahwa ter dapat perbedaan dan kekhasan di masing­-masing lembaga tersebut. Dalam hal inilah posisi peserta didik perempuan menjadi satu pijakan penting dalam proses pembelajaran tersebut, mengingat perempuan dengan ketekunannya mempunyai potensi besar dalam berkiprah di wilayah publik, untuk kemudian bersama­sama dengan laki-­laki bersinergi dan bekerja sama, berbagi secara adil dalam lapangan-­lapangan yang sebelumnya tidak banyak digarap perempuan.