Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI PILE CAP PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENUNJANG PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG DI ERA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) Christian Hadhinata; M. Mirza Abdillah Pratama
BANGUNAN Vol 27, No 1 (2022): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i12022p19-30

Abstract

Abstrak:Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam mengatasi pandemi COVID-19 telah melumpuhkan banyak sektor kehidupan, terutama sektor konstruksi. Banyak proyek yang mengalami keterlambatan, penghentian pelaksanaan, dan pembengkakan anggaran. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang tengah melaksanakan Proyek Pembangunan Gedung Penunjang Pembelajaran Universitas Negeri Malang (UM) di era PPKM. Hal ini tentunya membutuhkan suatu metode pelaksanaan dan kebijakan yang dapat menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Pile cap merupakan sebuah konstruksi beton bertulang yang berfungsi untuk menyatukan sekelompok tiang pancang yang telah terpasang dan menyebarkan beban dari struktur di atasnya. Pile cap memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu konstruksi yang mengharuskan pelaksanan konstruksi pile cap harus menggunakan metode pelaksanaan yang sesuai. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pelaksanaan konstruksi pile cap Proyek Pembangunan Gedung Penunjang Pembelajaran UM di era PPKM. Pelaksanaan konstruksi pile cap berpedoman pada metode yang telah ditentukan oleh proyek. Metode pelaksanaan pile cap memiliki beberapa tahapan, yaitu: 1) pekerjaan persiapan; 2) pekerjaan galian, 3) pekerjaan pembobokan; 4) pekerjaan urugan dan lantai kerja; 5) pekerjaan pembesian; 6) pekerjaan bekisting; 7) pekerjaan pengecoran; dan 8) pekerjaan perawatan beton. Pelaksanaan konstruksi tersebut tentunya juga memiliki beberapa kendala yang menghambat waktu penyelesaiannya, yaitu cuaca dan keamanan pekerja. Kebijakan yang diambil oleh pelaksana proyek saat era PPKM yaitu dengan menerapkan instruksi Menteri PUPR dengan membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan COVID-19, menyediakan fasilitas kesehatan, mengedukasi semua pekerja, hingga melakukan tindakan isolasi dan penyemprotan sarana dan prasarana kantor dan lapangan.Kata-kata kunci: pile cap, Universitas Negeri Malang, Gedung Penunjang Pembelajaran, PPKMAbstract: The Policy for the Implementation of public activity restriction (PPKM) in overcoming the COVID-19 pandemic has disabled many sectors of life, especially the construction sector. Many projects were delayed, execution halts, and budget overruns. Universitas Negeri Malang (UM) is one of the state universities currently implementing the Learning Support Building Development Project of the Universitas Negeri Malang (UM) in the PPKM era. This project requires an implementation of the method and policy that can guarantee the safety and health of its workers. Pile cap is a reinforced concrete construction that serves to unite a group of piles that have been installed and spread the load from the structure above it. It has very essential role in the construction requiring the use of the appropriate implementation method. The implementation of this study aims to analyze the method of implementing the pile cap construction of the UM Learning Support Building Development Project in the PPKM era. The implementation of pile cap construction is guided by the method determined by the project. The pile cap implementation method has several steps, such as: 1) preparation; 2) excavating soil; 3) trimming the pile; 4) backfill and lean concrete work; 5) reinforcing-bars work; 6) formwork work; 7) concrete casting; and 8) concrete maintenance. The construction implementation also has several obstacles hindering the completion time, such as weather and worker safety. The policies taken by project implementers during the PPKM era were by implementing the instructions of the Minister of PUPR by forming a COVID-19 prevention task force, providing health facilities, educating all workers, carrying out isolation measures and spraying office and field facilities and infrastructure.Keywords: pile cap, Universitas Negeri Malang, Learning Support Building, PPKM
PELATIHAN TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI MITIGASI BENCANA SISWA SD NEGERI 4 KEDOYO KABUPATEN TULUNGAGUNG M. Mirza Abdillah Pratama; Christian Hadhinata; Julieta Eka Yudho Putri; Kartika Indah Wahyuni; Ummi Afifatul Mufida; Syafa Aqilla Fadya; Cynthia Permata Dewi; Muhammad Aris Ichwanto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i22022p144-152

Abstract

Gempa bumi menjadi salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Timur. Bencana ini juga biasa menimbulkan dampak yang serius, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meminimalisasi adanya dampak tersebut dengan upaya mitigasi di lingkungan sekolah dasar (SD). Namun, terdapat beberapa SD yang belum memiliki fasilitas mitigasi gempa bumi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk menambah pengetahuan mengenai literasi mitigasi gempa bumi dengan melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu-rambu evakuasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan, dilanjutkan dengan perencanaan desain pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, hingga pasca kegiatan pengabdian. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 30 September 2022 di SD Negeri 4 Kedoyo dan diikuti oleh 15 peserta dari kalangan siswa kelas IV hingga VI. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan persiapan ruangan, pemasangan fasilitas mitigasi gempa bumi yang dilanjutkan dengan pengisian kuesioner pretest. Setelah itu, pelaksanaan sosialisasi materi mitigasi gempa bumi, permainan kartu, dan simulasi evakuasi saat dan pasca terjadi gempa bumi. Kegiatan diakhiri dengan pengisian kuesioner post-test dan foto bersama. Hasil evaluasi pengisian kuesioner didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai mitigasi gempa bumi sebesar 40,67 persen untuk indikator penguasaan materi kegempabumian dan 36,67 persen untuk indikator simulasi evakuasi saat dan pasca terjadi gempa bumi para peserta.
PENINGKATAN KEWASPADAAN DAN PEMAHAMAN GURU TERHADAP ETIKA PENULISAN KARYA ILMIAH (STUDI KASUS: SD NEGERI 4 KEDOYO KABUPATEN TULUNGAGUNG) M. Mirza Abdillah Pratama; Christian Hadhinata; Kartika Indah Wahyuni; Ummi Afifatul Mufida; Syafa Aqilla Fadya; Julieta Eka Yudho Putri; Siti Nur Rahmah Anwar; Sri Umniati; Prijono Bagus Susanto; Lusty Mustikasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v1i3.19

Abstract

Writing scientific papers is one of the most significant things a teacher can do, especially if they want to advance to functional positions. However, producing scientific papers is a barrier for many teachers, leading to teachers engaging in dishonest behavior while writing scientific papers. The goal of this service is to organize socialization, training, and mentorship for SD Negeri 4 Kedoyo instructors on the importance of ethical issues and codes of ethics in scientific paper writing. This service's implementation is divided into three stages: pre-implementation, implementation, and post-implementation. As a result of this activity, socialization, training, and support in scientific writing with three primary resources, namely plagiarism, paraphrasing approaches, and reference managers, have been implemented. The post-test questionnaire score increased by 42.67% for the plagiarism indicator, 43.18% for the paraphrasing technique indicator, and 47.74% for the reference manager indicator, indicating an increase in SD Negeri 4 Kedoyo teachers' knowledge and understanding of literacy violations, ethics, and the code of ethics in writing scientific papers.