Muhdarina Muhdarina
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau, Kampus Bina Widya, Simpang Baru, Tampan Pekanbaru 28293, Telp, +6276163273

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Isoterma dan Termodinamika Adsorpsi Kation Cu2+ Fasa Berair pada Lempung Cengar Terpilar Bahri, Syaiful; Muhdarina, Muhdarina; Nurhayati, Nurhayati; Andiyani, Fitri
Jurnal Natur Indonesia Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.23 KB) | DOI: 10.31258/jnat.14.1.7-13

Abstract

Pillared Cengar clay have been synthesized by two methods, first clay suspension is directly mixed into aqueous solution of hydroxy-aluminum polycations (WK) and second by mixing the clay suspension into the solution of sodium acetate and hydroxy-aluminumpolycations (SAK) sequentially. Both clays were calcined in air on atmospheric condition. Diffraction pola, surface morphology and cationexchange capacity of the pillared clays were characterized using X Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) andvisible spectrophotometry methods, respectively. The pillared clays showed increases of basal spacing from 3.57 Å to 4.55 Å and smectiteas a new mineral. Morphology of SAK has more heterogeneous surface with small plates and agglomeration of grains compare with WKwhich small plates. Adsorption of aqueous cation of Cu 2+ were studied on various variables of initial concentration as well as temperatures.As the result, adsorption of cation Cu 2+ on pillared Cengar clay is corresponding to Freundlich isotherm, while the adsorption capacity ofWK on cation Cu 2+ is slightly lower than SAK. The thermodynamic aspect, the WK is reflected possessed exothermic processes withnegative entropy, increased in Gibbs energy and non spontaneous, while the SAK possessed endothermic processes having positive entropy,decreased in Gibbs energy and non spontaneous.
PENGARUH SUHU TERHADAP OKSIDASI FENOL MENGGUNAKAN MANGAN OKSIDA HASIL SINTESIS DARI MALTOSA DAN KMNO4 DENGAN METODE SOL-GEL Hafizhah, -; Awaluddin, Amir; Muhdarina, -
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.52 KB)

Abstract

Mangan oksida hasil sintesis menggunakan metode sol-gel dengan perbandingan prekursor KMnO4 dan maltosa (4: 1). Karakterisasi struktur mangan oksida menggunakan difraksi sinar-X untuk menentukan struktur, tingkat kristalinitas dan tingkat kemurnian, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk menentukan morfologi dan ukuran partikel, dan luas permukaan dengan metode metilen biru. Hasil menunjukkan bahwa mangan oksida hasil sintesis merupakan campuran mangan oksida berongga type cryptomelane dan hausmanite, adapun karakterisasi dengan SEM menunjukkan partikel mangan oksida berbentuk seperti gumpalan-gumpalan awan dengan ukuran partikel + 1 μm dan luas permukaan 10,716 m2/g. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan mangan oksida sebagai katalis pada proses oksidasi fenol. Oksidasi fenol dilakukan pada variasi suhu reaksi (300C, 400C, 500C dan 600C) dan waktu reaksi (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit). Hasil optimum menunjukkan bahwa katalis mangan oksida sebanyak 0,1 g dapat mengoksidasi fenol pada konsentrasi 100 ppm sebesar 92,7% pada suhu 600C di menit ke-150. Kajian kinetik menunjukkan bahwa oksidasi fenol mengikuti orde satu dengan energi aktivasi sebesar 2,19 kJ/mol.
PEMBUATAN MEMBRAN HIBRID POLISULFON-LEMPUNG YANG DIKOAGULASI OLEH 2-PROPANOL-AIR DAN APLIKASINYA PADA AIR GAMBUT -, Zaiyar; Linggawati, Amilia; -, Muhdarina
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.068 KB)

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk membuat membran hibrid polisulfon-lempung secara inversi fase menggunakan zat aditif polietilen glikol (PEG) (PEL 1) dan tanpa PEG (PL 1). Matriks polimer ini dikoagulasi dalam koagulan campuran2-propanol-air. Membran hibrid PEL 1dan PL 1 diaplikasikan pengolahan air gambut yang berasal dari Desa Rimbo Panjang Km 18, meliputi pengukuran pH, warna dan zat organik. Hasil penelitian menunjukkan membran PEL 1 dan PL 1 dapat menaikkan pH air gambut sesuai syarat kualitas air minum PERMENKES No.492/MENKES/PER/IV/2010, hanya membran PEL 1 dapat menurunkan warna air sesuai Permemkes dan Kedua membran belum dapat menurunkan zat organik sesuai Permenkes
KINETIKA REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN KATALIS HETEROGEN CaO DARI CANGKANG KERANG DARAH (Andara granosa) Midiyarti, -; Nurhayati, -; Muhdarina, -
Sistem Informasi Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.185 KB)

Abstract

Biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester / FAMEs) is an alternative fuel replacing crud oil (petroleum) which is more friendly to environmen, unsmelling and containing no sulfur. Biodiesel is produced by reacting vegetable oil with alcohol using a base as a catalyst. The transesterification has carried out used waste frying oil with CaO catalyst from blood mussel shells (Anadara granosa) that calcined at a temperature of 800oC for 10 hours as heterogeneous base catalyst. The reaction of transesterification produce products that is optimalized by varying the temperature of the reaction time, and determined by the reaction order. The reaction follows first kinetics order with an activation energy (Ea) which is 93.5 kJ / mol and the frequency factor (A) which is 8,16x 1010min-1. The biodiesel Characterization fuel is measured according to ASTM D 6751. The blood mussel shell (Anadara granosa) is a new source for production of heterogeneous base catalysts that can be used for synthesis biodiesel with high purity.
PROSPEKTIF LEMPUNG ALAM CENGAR SEBAGAI ADSORBEN POLUTAN ANORGANIK DI DALAM AIR: KAJIAN KINETIKA ADSORPSI KATION Co(II) Muhdarina Muhdarina; Abdul Wahab Mohammad; Andanastuti Muchtar
Reaktor Volume 13, Nomor 2, Desember 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.858 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.2.81-88

Abstract

Kemampuan lempung alam Cengar untuk melepaskan kation Co(II) dari air limbah model telah diuji dengan proses adsorpsi. Lempung alam Cengar diimpregnasi dengan larutan garam ammonium 1 molar untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Kapasitas adsorpsi kation Co(II) oleh lempung Cengar yang diimpregnasi meningkat di bawah pengaruh waktu kontak dan menurun dengan temperatur. Beberapa model kinetika yaitu order-pertama pseudo, order-kedua pseudo, model Elovich dan difusi intra-partikel telah digunakan untuk mengevaluasi kinetika dan mekanisme interaksi Co(II) pada lempung Cengar. Mekanisme adsorpsi Co(II)-lempung Cengar mengikuti kinetika order-kedua pseudo pada waktu perolehan adsorbat maksimum 120 menit. Dengan model Elovich didapatkan adsorben lempung Cengar memiliki permukaan yang heterogen. Energi aktivasi proses adsorpsi juga dievaluasi di bawah pengaruh temperatur dan didapatkan energi aktivasi yang negatif.
Penyiapan Arang Aktif Pelepah Kelapa Sawit sebagai Adsorben Asam Lemak Bebas dari CPO (Crude Palm Oil) Muhdarina Muhdarina; Nurhayati Nurhayati; Mhd. Reza Pahlepi; Zetria Pujiana; Syaiful Bahri
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 1 (2020): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i1.6497

Abstract

Limbah pelepah sawit (LPS) dihasilkan secara periodik dari perkebunan kelapa sawit. Keberadaan LPS ini berpeluang digunakan sebagai bahan baku adsorben. LPS telah diubah menjadi arang aktif pelepah sawit (APS) melalui langkah karbonisasi pada temperatur 600oC selama waktu bervariasi (30, 60, dan 120 menit). APS yang diperoleh dilakukan analisis kadar air, abu dan zat menguap. APS juga dikarakterisasi dengan FTIR untuk menentukan gugus fungsi, keasaman permukaan dengan tirasi Bhoem serta SEM untuk mendeteksi morfologi permukaan. Kemampuan APS untuk menjerap asam lemak bebas (ALB) dari CPO dipelajari pada waktu adsorpsi dan dosis adsorben yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua APS memiliki kadar air, abu dan zat menguap yang sangat rendah, sehingga memenuhi SNI 06-3730-1995. Gugus fungsi yang dimiliki APS di antaranya C-O, O-H, C-O-C, C=O, C-C (aromatik) dan C-H. APS mengandung 14 mmolg-1 total asam dengan mayoritas asam fenolat sebanyak 12,3 mmolg-1, sisanya sebagai asam karboksilat dan laktonat. Morfologi permukaan arang aktif membentuk rongga-rongga dengan ukuran yang semakin besar dan tersusun rapat seiring dengan lamanya waktu karbonisasi. Hasil uji adsorpsi ALB yang paling baik ditunjukkan oleh APS60 yang mampu menjerap hingga 77,8% ALB pada waktu adsorpsi 60 menit dan 1 g  dosis adsorben. Dengan demikian, LPS layak dikembangkan menjadi arang aktif dan digunakan sebagai adsorben untuk mengurangi kadar asam lemak bebas dalam CPO.