Ali Muhtarom
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Maulana Hasanuddin Banten Jl. Jend. Sudirman No. 30 Serang, Banten

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IDEALITAS PEMBAGIAN HARTA DALAM HUKUM WARIS ISLAM (Polemik antara Bagian Laki-laki dan Perempuan) Muhtarom, Ali
JURNAL ISTINBATH Vol 11, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum warismerupakan salah satuketentuan hukumyang diatursecara rinci dalamAl-Qur’an, mulai dariahli warisatauashhabulfurudhhinggabagian mereka. Hukum seperti ituharus diikutidan rincisudah dipraktekkan, diberikan instruksiyang jelas danqath’idilalahyang ada diAl-Qur’ansudah dapatdipahami dengan jelas. Namun,kenyataan di lapanganberkata lain, sehinggakeberadaanhukum warisyang jelas danrinci dantidak bisa berjalandipraktekkandengan benar. Berangkat dari hal ini, maka perlu mengetahui kira-kira problem apa yang mempengaruhi tidak dilaksanakannya hukum waris sebagaimana dalam nash. Dari masalah di atas, Banyakpendapat danperbedaanyang menyertaipelaksanaannya, sehingga adabanyak ideuntuk pembaharuanhukum warisIslam. Dalam kajian ini menemukan beberapa hal pokok yang menjadi penyebab tidak dilaksanakannya hukum waris Islam, diantaranya adalah masih kentalnya masyarakat memegangi hukum waris adat, adanya anggapan bahwa sistem waris Islam tidak adil karena kurang berpihak pada perempuan dan yang terakhir adalah masih banyak yang menyepelekan urgensi hukum waris Islam. Keyword: Hukum waris, Idealitas, Pembaharuan Hukum
KONSEP KELUARGA DALAM FIKIH Muhtarom, Ali
The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol 5 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Family is the smallest part of the social structure whose existence is so important, so that the role of the family in shaping a social construction cannot be denied. In relation to this case, Islam recommends holding a family based on its regulations though Islam does not clearly explain about the desired actual concept of family. On the other hands, Jurisprudence (fiqh) is the product of the Muslim scholars. It is, therefore, still debatable either an extended family or nuclear family. Actually, jurisprudence does not clearly define the concept of the family. This is because jurisprudence is more likely a personal and local photograph. Jurisprudence which uses an atomistic approach is not thoroughly. But we know that the term of family in fiqh is referred to a group of people as a result of a marital contract between man and woman who pledged themselves as husband and wife.Abstrak: Keluarga merupakan bagian terkecil dari struktur sosial yang keberadaannya sangat penting, sehingga peran keluarga dalam membentuk konstruksi sosial tidak bisa dipungkiri. Sehubungan dengan hal ini, Islam menganjurkan agar pembentukan keluarga berdasarkan peraturan yang jelas meskipun Islam tidak menerangkan secara jelas tentang konsep yang sebenarnya yang diinginkan tentang keluarga. Di sisi lain, Fikih (fiqh) adalah produk dari para ulama. Oleh karena itu, masih bisa diperdebatkan mengenai konsep baik keluarga besar atau keluarga inti. Sebenarnya, fiqh tidak secara jelas mendefinisikan konsep keluarga. Hal ini karena fiqh lebih membahas pada pengalaman pribadi dan bersifat lokalistik. Fiqh yang menggunakan pendekatan atomistik tidaklah menyeluruh. Akan tetapi kita tahu bahwa istilah keluarga di fiqh disebut sebagai sekelompok orang sebagai akibat dari kontrak perkawinan antara pria dan wanita yang berjanji sebagai suami dan istri.
PEMBINAAN KESADARAN LINGKUNGAN HIDUP DI PONDOK PESANTREN: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL-MANSUR DARUNNAJAH 3 KABUPATEN SERANG Muhtarom, Ali
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 12 No 2 (2014): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.136 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v12i2.448

Abstract

This paper discusses the Islamic boarding school respond toward environmental problem and the implementation of Islamic values in environmental awareness development in Al-Mansur Darunnajah 3 Kabupaten Serang, Banten Islamic boarding school. There are three efforts; first, there is an enthusiasm on doing the religious teaching; second, proactive on doing the cleaning; and third, the school concern on developing the eco-Islamic boarding school. There are three kinds of Islamic values implementation; first, intrinstic concern on practising Islamic values; second, creating slogans about prohibition on any kind of environmental damage and throwing rubish, and popularize the motto “bersih, indah, dan aman”. The third, there are special rules conducting the environmental problems by giving punishment and organize the schedule for cleaning.
Participation Action Research dalam Membangun Kesadaran Pendidikan Anak di Lingkungan Perkampungan Transisi Kota Muhtarom, Ali
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2018.182.3261

Abstract

This paper provides an overview of efforts to overcome the inequality of education of children in a village that is transitioning to urban society. Perkampungn close to the center of the crowd like terminals, shopping centers, tourist attractions and others. However, the reality of people in the region is not comparable to access to urban, industrial, and educational and government routes. The Tegal Jeruk Hamlet community has been left behind economically and also in education. Poverty is a source of problems from the underdevelopment of people in the region, so at the same time, it is found that many teenagers in this region experience uncertainty about the future due to difficult economic and educational affordability. Through the Particular Action Research (PAR) approach, this program is focused on building awareness of children's education in urban transition villages by conducting community service workshops and empowering youth through life skill education activities in the form of skills that they do not get in formal schools. Tulisan ini memberikan gambaran upaya mengatasi ketimpangan pendidikan anak di lingkungan perkampungan yang tengah bertransisi menuju masyarakat kota. Perkampungn yang dekat dengan pusat keramaian laiknya terminal, pusat perbelanjaan, tempat wisata dan lain-lain. Akan tetapi, realitas masyarakat di wilayah tersebut tidak sebanding akses ke jalur kota, perindustrian, maupun pusat pendidikan dan pemerintahan. Masyarakat Dusun Tegal Jeruk mengalami ketertinggalan secara ekonomi dan juga pendidikan. Kemiskinan menjadi sumber persoalan dari ketertinggalan masyarakat di wilayah tersebut, sehingga pada saat yang sama, banyak ditemukan kalangan masyarakat remaja di wilayah ini mengalami ketidakpastian masa depan karena ketidakterjangkauan pendidikan dan ekonomi yang sulit. Melalui pendekatan Particiopation action research (PAR), Program ini dititikberatkan kepada membangun kesadaran pendidikan anak di lingkungan perkampungan transisi kota dengan melakukan workshop pengabdian kepada masyarakatdan melakukan pemberdayaan kepada para remaja melalui kegiatan life skill education berupa keterampilan-keterampilan yang tidak banyak mereka dapat di sekolah formal.
Perempuan Perspektif Kiai: Studi Terhadap Kedudukan Perempuan dalam Hukum Keluarga Muhtarom, Ali
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol 4, No 1 (2021): EL-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v4i2.8126

Abstract

Kajian ini menjawab anggapan secara umum masyarakat bahwa perempuan dalam berbagai kajian diposisikan sebagai sosok yang lemah, demikian juga dalam keluarga, peran dan fungsinya kurang diperhatikan. Secara khusus penelitian ini mengkaji tentang pendangan Kiai tentang perempuan. Dengan model kualitatif dan studi lapangan kajian ini ingin menjawab bahwa kedudukan perempuan di bawah laki-laki tidak mutlak sebagaimana dalam literatur kitab-kitab fikih yang menjadi kajian Kiai dan diajarkan kepada santri-santrinya. Suami istri adalah orang yang bekerja sama untuk membangun kehidupan keluarga. Karena itu kehidupan keluarga tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran bersama dari kedua pihak.
THE MU’ALAMAH DROPSHIPPING SYSTEM: ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE Adinugraha, Hendri Hermawan; Mukhtarom, Mukhtarom; Muhtarom, Ali
OIKONOMIKA : Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 2 No. 1 (2021): OIKONOMIKA : Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.86 KB) | DOI: 10.53491/oikonomika.v2i1.62

Abstract

This research aims to explain the mu’alamah dropshipping system from an Islamic economic perspective. This study uses a literature or library research method which is sourced from authoritative data and sources, such as books and journals that are still relevant to the focus and discussion of this research. The results of the study concluded that allowing transactions that continue to develop in progress in the economy as long as they do not violate and do not contradict Islamic principles, dropshipping transactions which have now become a custom in society are allowed as long as the perpetrator understands the procedures for transactions, because the system is vulnerable and leads to the cancellation of a contract, namely selling goods that do not belong to him, and the development of technology greatly influenced the development of legal edicts that urged them to be issued. However, on many sides, with the legal norms that have been summarized by previous scholars by looking at the equality of legal ‘illat, it can be found that fast and precise legal answers can be found to determine the law in every legal event for which there is no clear legal provision in al- Qur'an and as-Sunnah.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF HADIS Muhtarom, Ali
An-Nidzam : Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.666 KB) | DOI: 10.33507/an-nidzam.v3i1.7

Abstract

Pemeliharaan lingkungan bukanlah sekedar estetika (keindahan) semata namun lebihpada implementasi tujuan diberlakukannya nilai-nilai ajaran Islam. Upaya melestarikanlingkungan hidup juga sudah dilakukan Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadisdijelaskan bahwa Nabi melarang menebang pohon sidrah (pohon bidara) sebagaimanadiriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam hadis nomor 4561. Pemahaman yang bisadicapai dalam hadits tersebut adalah , bahwa pemeliharaan lingkungan merupakanpenjagaan dan realisasi dari kelima tujuan syariat tersebut. Oleh karena itu, apabilaada manusia yang berbuat kerusakan atau merusak lingkungan, maka dianggap telahmelanggar syariat Islam. Upaya membangun kesadaran lingkunngan seharusnyadilakukan melalui pendidikan, pelatihan pembinaan, dan penanaman nilai-nilaiajaran Islam, yang bersumber dari dalil-dalil al-Quran dan al-Hadis. Kemudian upayamembangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup tersebut juga harusdilakukan secara terus menerus sehingga membentuk karakter bagi setiap individuuntuk yang selanjutnya membentuk kesadaran intrinsik bagi setiap individu dalammenyikapi fenomena lingkungan hidup.
The Spirituality of Rural Muslim Communities through Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Routine Activities Adinugraha, Hendri Hermawan; Ud Din, Maaz; Muhtarom, Ali
Prosperity: Journal of Society and Empowerment Vol 1, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.743 KB) | DOI: 10.21580/prosperity.2021.1.1.7896

Abstract

The purpose of this research is to describe the spirituality of rural Muslim communities through the routine activities of Jam’iyyah Nahdlatul Ulama from Ngemplak Simongan NU Sub-District. This research is a field research (qualitative) which elaborated phenomenology approach that uses observation, interviews, and documentation as a method of collecting data, which is also equipped with a library research. The research shows that the spirituality of the Muslim community and the Jam’iyyah NU, Ngemplak Simongan Village is also still very much carrying the spirit of local wisdom based on Islamic values to this day. They also still carry out Javanese religious rituals, such as routine recitation activities, tahlil, yasinan, diba’, istighāstah, manāqib, and ziyārah Walisongo, because they believe that basically all of these rituals are part of Islamic teachings and originated from Islamic teachings. Jam’iyyah NU Ngemplak Simongan can also be categorized as “Moderate Muslim” because they still uphold the values of locality in religion. Based on the results, it shows that Jam’iyyah NU, Ngemplak can be used as a miniature of NU moderation in suburban villages of Semarang City. Jam’iyyah NU, Ngemplak, which in fact is a sub-district in the metropolitan city of Semarang, Central Java, they often and routinely carry out Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah (Aswaja NU) activities to maintain the spiritual spirit of rural Muslim communities.