Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Latihan Plyometrics terhadap Hasil Tolakan Start pada Olahraga Renang Rubiansyah, Aziz; Rusdiana, Agus; Mulyana, Raden Boyke
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 1, No 1 (2016): JURNAL TERAPAN ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v1i1.1538

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh latihan plyometrics terhadap hasil tolakan start dalam olahraga renang terutama pada block time phase. Sampel diambil sebanyak delapan orang atlet putra dari UKM AQUATIK UPI dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental one group pretest posttest desingn. Pengambilan data dilakukan menggunakan Digital-Kamera sebanyak dua kali pada saat pretest dan pada saat postest. Test terdiri atas tiga jenis phase yaitu block time phase, flight time phase, dan glide time phase. Tahap yang diukur adalah teknik grab start meliputi data tolakan start  terutama pada block time phase. Masing-masing tahap penilaian pada block time phase yaitu jarak tempuh, kecepatan rotasi sendi lutut, impuls, leg power, ground reaction force (GRF). Kemudian data berupa rekaman di input menggunakan software frame dias IV. Perhitungan statistik menggunakan SPSS dengan sub menu Independent Sample T-test. Uji hipotesis keseluruhan digabungkan dengan T-Score t = 21,903, p = 0,000 0,05 maka Ho ditolak, artinya Terdapat pengaruh yang nyata (signifikan) Setelah dilakukan analisis data diperoleh nilai (p) 0,05. Berdasarkan hasil tersebut penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan plyometrics terhadap hasil tolakan start dalam olahraga renang terutama pada block time phase
HUBUNGAN KONSEP DIRI, KOMITMEN, DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI RENANG GAYA BEBAS Mulyana, Boyke
Cakrawala Pendidikan No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.972 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.1636

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri, komitmen, dan motivasi berprestasi dengan prestasi renang 100m gaya bebas. Metode penelitian yang digunakan survai. Sampel penelitiannya atlet renang Jawa Barat berjumlah 35 orang dan diambil melalui teknik random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara: (1) konsep diri dan prestasi renang 100m gaya bebas; (2) komitmen dan prestasi renang 100m gaya bebas; (3) motivasi berprestasi dan prestasi renang 100m gaya bebas; dan (4) konsep diri, komitmen, dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi renang 100m gaya bebas. Kata Kunci: konsep diri, komitmen, motivasi berprestasi, dan prestasi renang gaya bebas THE RELATIONSHIPS BETWEEN SELF-CONCEPT, COMMITMENT, AND ACHIEVEMENT MOTIVATION WITH FREESTYLE SWIMMING ACHIEVEMENT Abstract: The Study is aimed at finding out the relationship between self-concept, commitment, and achievement motivation with freestyle swimming achievement. The method used in this research is suevai method. The samples in this research is swimming atheletes consisted with 35 samples selected randomly. The result of the study indicated positive relationship between: (1) self-concept with freestyle swimming achievement; (2) commitment with freestyle swimming achievement; and (3) achievement motivation with freestyle swimming achievement. There is also a positive and significant correlation between slefconcept, commitment, and achievement motivation together with freestyle swimming achievement. Keywords: self concept, commitment, achievement motivation, freestyle swimming achievement
Pengaruh Program Latihan terhadap Peningkatan Kekuatan, Power, Daya Tahan Lengan dan Performa Renang 50 Meter Gaya Bebas Evenetus, Yediya; Mulyana, R. Boyke; Ma’mun, Amung
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22337

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh program latihan dengan alat vasa trainer terhadap peningkatan kekuatan lengan, power lengan, daya tahan lengan dan performa renang 50 meter gaya bebas. Sampel dalam penelitian ini adalah dua belas orang atlet renang Aquarius Bandung KU dua berusia 13-14 Tahun. Metode yang digunakan dalam penelititan ini adalah Quasi Eksperimental dengan Desain Non-Equvalent Control Group Design. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu enam orang kelompok eksperimen dengan program latihan vasa trainer dan enam orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program latihan dengan alat vasa trainer memiliki hasil dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power lengan, daya tahan lengan dan performa renang 50 meter gaya bebas namun tidak terhadap kekuatan lengan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL OTOT/ LATIHAN OTOT Giriwijoyo, Santosa; Mulyana, Boyke
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v1i2.16225

Abstract

Kemampuan fungsional otot mempunyai 2 (dua) kutub yaitu kemampuan anaerobik dan kemampuan aerobik. Oleh karena itu latihan otot juga mempunyai 2 (dua) kutub, yaitu kutub latihan anaerobik dan kutub latihan aerobik. Kutub anaerobik diwujudkan oleh kekuatan dan daya tahan statis, sedangkan kutub aerobik diwujudkan oleh daya tahan dinamis otot.Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan fungsional otot harus sesuai dengan mekanisme fisiologi pengembangan kemampuan fungsionalnya. Oleh karena itu harus memahami apa yang menjadi rangsangnya dan bagaimana mekanisme terjadinya perangsangan. Rangsang untuk meningkatkan kemampuan anaerobik ialah kondisi anaerobik yang terjadi oleh karena adanya ischaemia (kekurangan darah) di dalam otot. Ischaemia terjadi oleh karena pembuluh-pembuluh darah di dalam otot terjepit ketika terjadi kontraksi isometrik.  Sedangkan rangsang untuk meningkatkan kemampuan aerobik adalah kondisi aerobik di dalam otot.  Kondisi aerobik terjadi oleh karena menjadi aktifnya sistem pompa otot oleh adanya kontraksi isotonis repetitif dari otot yang bersangkutan.Prinsip pelatihan otot adalah Repetisi Maksimal (RM) dengan konsepnya untuk:Pelatihan anaerobik: beban berat sehingga repetisinya menjadi di arah minimalPelatian aerobik : beban ringan sehingga repetisinya menjadi di arah maximal.Kesan kinestesi dari latihan otot sangat perlu difahami agar kemampuan koordinasi otot bagi pengembangan dan pemeliharaan ketrampilan teknik kecabangan olahraga dapat terpelihara.Latihan otot menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan anatomis, bio-kimis dan fisilogis. Sifat perubahan-perubahan ditentukan oleh cara dan tujuan latihan otot yang dilakukan, perubahan hasil latihan memang untuk mendukung tujuan pelatihan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL OTOT/ LATIHAN OTOT Giriwijoyo, Santosa; Mulyana, Boyke
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i1.16214

Abstract

Kemampuan fungsional otot mempunyai 2 (dua) kutub yaitu kemampuan anaerobik dan kemampuan aerobik. Oleh karena itu latihan otot juga mempunyai 2 (dua) kutub, yaitu kutub latihan anaerobik dan kutub latihan aerobik. Kutub anaerobik diwujudkan oleh kekuatan dan daya tahan statis, sedangkan kutub aerobik diwujudkan oleh daya tahan dinamis otot.Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan fungsional otot harus sesuai dengan mekanisme fisiologi pengembangan kemampuan fungsionalnya. Oleh karena itu harus memahami apa yang menjadi rangsangnya dan bagaimana mekanisme terjadinya perangsangan. Rangsang untuk meningkatkan kemampuan anaerobik ialah kondisi anaerobik yang terjadi oleh karena adanya ischaemia (kekurangan darah) di dalam otot. Ischaemia terjadi oleh karena pembuluh-pembuluh darah di dalam otot terjepit ketika terjadi kontraksi isometrik.  Sedangkan rangsang untuk meningkatkan kemampuan aerobik adalah kondisi aerobik di dalam otot.  Kondisi aerobik terjadi oleh karena menjadi aktifnya sistem pompa otot oleh adanya kontraksi isotonis repetitif dari otot yang bersangkutan. Prinsip pelatihan otot adalah Repetisi Maksimal (RM) dengan konsepnya untuk: 1.      Pelatihan anaerobik: beban berat sehingga repetisinya menjadi di arah minimal 2.      Pelatian aerobik : beban ringan sehingga repetisinya menjadi di arah maximal. Kesan kinestesi dari latihan otot sangat perlu difahami agar kemampuan koordinasi otot bagi pengembangan dan pemeliharaan ketrampilan teknik kecabangan olahraga dapat terpelihara.Latihan otot menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan anatomis, bio-kimis dan fisilogis. Sifat perubahan-perubahan ditentukan oleh cara dan tujuan latihan otot yang dilakukan, perubahan hasil latihan memang untuk mendukung tujuan pelatihan.
KETERLAMBATAN MENARCHE DAN GANGGUAN MENSTRUASI AKIBAT DARI LATIHAN OLAHRAGA YANG BERAT PADA ATLET RENANG Mulyana, Boyke
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v2i1.16226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat yang dilakukan sejak sebelum pubertas terhadap keterlambatan menarche pada atlet renang jarak pendek wanita, (2) hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat yang dilakukan sejak sebelum pubertas terhadap keterlambatan menarche pada atlet renang jarak menengah wanita, (3)hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat yang dilakukan sejak sebelum pubertas terhadap keterlambatan menarche pada atlet renang jarak jauh wanita, (4) hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat terhadap gangguan menstruasi pada atlet renang jarak pendek wanita eumenorrhoea, (5) hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat terhadap gangguan menstruasi pada atlet renang jarak menengah wanita eumenorrhoea, dan (6) hubungan rutinitas latihan olahraga yang berat terhadap gangguan menstruasi pada atlet renang jarak jauh wanita eumenorrhoea. Penelitian dilakukan dengan menggunakan  metode survey. Sampel penelitian adalah atlet renang wanita Jawa Barat berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive. Temuan penelitian adalah 1) tidak terdapat hubungan yang positif antara keterlambatan menarche dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak pendek  wanita, 2) tidak terdapat hubungan yang positif antara keterlambatan menarche dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak menengah wanita,  3) tidak terdapat hubungan yang positif antara keterlambatan menarche dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak jauh wanita, 4) tidak terdapat hubungan yang positif antara gangguan menstruasi dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak pendek wanita eumenorrhoea, 5) tidak terdapat hubungan yang positif antara gangguan menstruasi dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak menengah wanita, 5) tidak terdapat hubungan yang positif antara gangguan menstruasi dengan rutinitas latihan olahraga yang berat pada atlet renang jarak jauh wanita.
Pengaruh Media Papan Luncur dan Pull Buoy Pola Metode Drill terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Rizkiyansyah, Agung; Mulyana, Boyke
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v11i2.20311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh media papan luncur pada pola metode drill terhadap hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas, (2) Untuk mengetahui pengaruh media pull buoy pada pola metode drill terhadap hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas, (3) Untuk mengetahui manakah pengaruh yang lebih efektif dari media papan luncur dan pull buoy pola metode drill terhadap hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan teknik rating scale. Populasi penelitian sebanyak 14 anggota. Sampel penelitian menggunakan Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan: lembar tes observasi untuk mahasiswa mengenai format penilaian koordinasi gerak dasar renang gaya bebas dan dokumentasi penelitian. Hasil pengujian hipotesis penelitian ini terbukti bahwa, menggunakan media papan luncur tersebut dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas, menggunakan media pull buoy tersebut dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas, dan menggunakan kedua media tersebut sama-sama efektif dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar renang gaya bebas. Dalam penggunaanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan latihan.
PRESTASI RENANG GAYA KUPU-KUPU DITINJAU DARI FLEKSIBILITAS SENDI BAHU, FREKUENSI KAYUHAN, DAN POWER LENGAN Mulyana, Boyke
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v1i1.16260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan fleksibilitas sendi bahu dengan prestasi renang 50m gaya kupu-kupu, (2) hubungan frekuensi kayuhan dengan prestasi renang 50m gaya kupu-kupu, (3) hubungan power lengan dengan prestasi renang 50m gaya kupu-kupu, dan (4) hubungan antara fleksibilitas sendi bahu, frekuensi kayuhan, dan power lengan dengan prestasi renang 50m gaya kupu-kupu secara bersama-sama. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode survey dan teknik analisis data.  Sampel penelitian adalah atlet-atlet renang Jawa Barat yang berada di Kota Bandung berjumlah 40 orang dan diambil melalui teknik random. Temuan penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, tidak terdapat hubungan yang positif antara fleksibilitas sendi bahu dengan prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu.  Hal ini sesuai dengan koefisien korelasi ry.1 sebesar 0,008 dari koefisien determinasi sebesar 0,03, yang menunjukan kontribusi motivasi berprestasi sebesar 3% terhadap prestasi renang 50 m gaya kupu=kupu, dan persamaan regresi adalah Ŷ = 31,39 + 0,008X1.  Kedua, terdapat hubungan yang positif antara frekuensi kayuhan dengan prestasi renang 50 m gaya kupukupu.  Hal ini sesuai dengan koefisien korelasi ry.2 sebesar 0,36 dan koefisien determinasi sebesar 0,13, yang berarti frekuensi kayuhan memberikan kontribusi terhadap prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu sebesar 13%, dan persamaan regresi linear adalah Ŷ = 12,34 +  0,84X2 . Ketiga, terdapat hubungan yang positif antara power lengan dengan prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu.  Hal ini sesuai dengan koefisien korelasi ry.3 sebesar 0,35 dan koefisien determinasi sebesar 0,12 yang berarti power lengan memberikan kontribusi terhadap prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu sebesar 12%, dan persamaan regresi linear adalah Ŷ = 18,76 +  0,59X3 . Keempat, tidak terdapat hubungan yang positif antara fleksibilitas sendi bahu, frekuensi kayuhan, dan power lengan dengan prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu secara bersama-sama.  Hal ini sesuai dengan koefisien korelasi ry.123 sebesar 0,39 dan koefisien determinasi sebesar 0,15, yang berarti fleksibilitas sendi bahu, frekuensi kayuhan, dan power lengan memberikan kontribusi sebesar 15% terhadap prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu. Dari hasil temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa fleksibilitas sendi bahu berkorelasi secara tidak signifikan dengan prestasi renang 50 m gaya kupu-kupu.
MEDIA WEIGHTED JACKET DAN WEIGHTED BELT UNTUK KEKUATAN TUNGKAI ATLET POLO AIR : STUDI LITERATUR Pratiwi, Ayudya Suidarwanty; Mulyana, Boyke; Sidik, Dikdik Zafar
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 12, No 3 (2020): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v12i3.14421

Abstract

Water polo is a full body contact sport. It is the combination of swimming, rugby, soccer, and basketball. The basic skills to be mastered in water polo are swimming, water trapping, and ball controlling using hands while floating in the water supported by egg-beater foot movement, where the leg endurance is the main point to perfect this technique. Athletes need leg endurance to float and swim during the game. This study is a literature review aimed at analyzing water polo athletes’ training using weighted jacket and weighted belt in water on their strength and leg endurance. The data were collected from research results published in national and international journals from 1991 to 2019. Therefore, the data were analyzed using content analysis. The review result revealed that the strategy to combine weighted jacket and weighted belt to train water polo athletes’ leg endurance was more effective. Weighted belts were worn around the athlete's waist, and heavy objects that were generally used for scuba diving were placed on belts. On the other hand, weighted jackets must be placed directly below the waist and the weight is suspended between the legs. The jacket with soft, durable, and waterproof material can be adjusted to the athlete's body size. The use of weighted jacket and weighted belt training media in water polo affected the strength and leg endurance of water polo athletes directly.
META ANALISIS DAMPAK LATIHAN DRY-LAND TERHADAP PENINGKATAN PERFORMA ATLET POLO AIR Mumara, Jaka; Daniel Ray, Hamidie Ronald; Mulyana, Boyke
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 5, No 2 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.315 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v5i2.25363

Abstract

This research was aimed at studying dry-land training on the performance of water polo athletes, starting from the dry-land training model to improving the performance of water polo athletes. The research method used was the quantitative methods with meta-analysis techniques. The research method presented an analysis of the publication of scientific journals in reputable international journals and reputable national journals relating to dry-land training on improving the performance of water polo athletes. The samples of this study were scientific articles that were published in an international journal, indexed in the highly reputable Scopus database category Q1/Q2 with H-Index, and articles that were published in an international journal with the Elsevier homepage with Impact Factors from 2014-2020. The instrument used in this study was the code submission sheet. The data analysis was conducted through SPSS version 21. The test result obtained significance values p 0.05, so that the dry land training model provided a valid effect size in improving the performance of water polo athletes. Therefore,   was refused. The conclusion of this study is that the dry-land training model provides a significant effect on the performance of water polo athletes. The study also concludes that the Athlete's age, exercise intensity, and compliance with training rules become the factors that affect the improvement of water polo athlete performance.